Home » Experiential

Media Interaktif di Below The Line

14 March 2006 31,023 views 25 komentar

Kegiatan promosi below the line suatu brand paling banyak dilakukan melalui beragam event. Dengan event ini, konsumen akan berhubungan langsung dengan brand, sehingga bisa terjadi komunikasi antara brand dengan konsumen. Beragam pendekatan dalam melakukan brand activation ini sudah banyak dilakukan. Namun, seberapa besar pendekatan dengan memanfaatkan media interaktif bisa ikut membantu komunikasi suatu brand dengan konsumennya?

Media interaktif berupa presentasi multimedia paling sering terlihat dalam kegiatan pameran. Umumnya, multimedia disajikan secara linear dan dibiarkan berputar terus hingga loop kembali ke awal presentasi. Bentuk seperti ini umumnya disajikan dalam format video (DVD). Meski biasanya dilengkapi dengan suara dan musik yang menarik perhatian, format ini memiliki tingkat interaktifitas yang rendah dengan konsumennya. Konsumen hanya bisa menerima pasif, tak jauh berbeda dengan kegiatan menonton TV sehari-hari di rumah.

Media interaktif sesungguhnya muncul saat konsumen bisa melakukan tindakan aktif dengan media yang disajikan. Semakin banyak elemen yang bisa diinteraksikan dengan konsumen, maka semakin banyak pengalaman yang dirasakan konsumen melalui media tersebut. Bila pengalaman yang dirasakan itu bisa direlasikan dengan tema kampanye brand, konsumen akan semakin banyak pula merasakan pengalaman interaktif dengan brand tersebut.

Bentuk interaktifitas sederhana umumnya disajikan melalui kios-kios informasi. Melalui booth yang didesain dengan brand tertentu, pengunjung bisa melihat-lihat informasi seputar brand di kios informasi tersebut. Disajikan secara interaktif dan dilengkapi dengan gambar dan video menarik, media kios informasi ini sangat tepat bila brand ingin mengenalkan hal-hal yang sifatnya informasi edukatif kepada konsumen. Cara ini tepat bila tujuan penggunaannya adalah untuk mengenalkan product knowledge kepada konsumen. Pepsodent sempat menyajikan informasi interaktif seputar kesehatan gigi dan mulut melalui kios informasi yang disediakan di event Pepsodent Initiative for Dental Health tahun lalu.

Pepsodent Initiative for Dental Health

Taraf lebih kompleks muncul saat interaksi dilakukan dengan menggunakan game (permainan). Biasanya, konsumen diminta untuk mengisi biodata terlebih dahulu sebelum memainkan game. Database yang terkumpul ini nantinya bisa dimanfaatkan oleh brand untuk program retensi konsumen berikutnya. Jenis game-pun sebaiknya tidak sembarangan. Game sebaiknya disesuaikan dengan tema kampanye brand, sehingga pesan yang disampaikan oleh brand pun bisa terserap oleh konsumen yang memainkan game ini. Cara ini pernah dilakukan oleh brand Pepsodent, Fristi, dan Nutrilon melalui event-event below the line mereka.

Hal yang paling kompleks (yang mungkin belum pernah dicoba di Indonesia) adalah dimana konsumen secara nyata bisa merasakan kehadiran interaktif langsung dalam kehidupannya sehari-hari, melalui pemanfaatan teknologi sensorik, mobile, hologram, dll. Konsumen seakan hidup dalam dunia interaktif, dimana segala yang ada di sekitarnya berpotensi menjadi alat komunikasi brand dengan konsumen.

Artikel ini ditulis oleh: Pitra Satvika (@pitra)
Sehari-hari bisa ditemui di Stratego, sebuah digital agency yang membangun pengalaman digital untuk brand di ranah online dan event. Pecinta social media, fotografi, dan menulis. Penulis blog ini sejak Juli 2005.

25 komentar »

  • nananias :

    ooh yang kayak gitu itu namanya event below the line yak? tempat saya bekerja kebetulan sering dijadikan tempat pameran iyah acara kek gitu emang asik, bisa tanya-tanya mendetil biasanya ada orang yang bener-bener berkompeten, lagian sering dapat hadiah kalo mampir nyoba games interactivenya hehe..

  • roy :

    saya boleh tau EO yg menyelenggarakan BTL ga?CPnya atw e-mailnya, kebetulan saya punya company dibidang BTL.
    Thanks for the information

  • catur :

    duh banyak tanya gpp neh?
    1. stau saya, promotional mix tu ad 4 tools :iklan, sales promo, PR,& prsonal selling).lalu event BTL yg memberikan gimmick trmsuk dlm tools yg mana?

    2. jika event BTL trmsuk dlm tools periklanan, apakah acara spt “A Mild Soundrenaline” dapat dkatakan sbg event BTL?dan pada saat dtayangkan di TV, apakah menjadi event ATL?

    thanks for the answer.

  • dvo :

    1. stau saya, promotional mix tu ad 4 tools :iklan, sales promo, PR,& prsonal selling).lalu event BTL yg memberikan gimmick trmsuk dlm tools yg mana?

    gimmick sebetulnya merupakan item tambahan saja. bisa dibilang juga termasuk sales promo. intinya adalah memberikan reward kepada end-user pengunjung event, untuk mewujudkan rasa terima kasih karena menyempatkan waktu untuk mengunjungi event tersebut, sekaligus menunjukkan prestige dari si penyelenggara bahwa masih bisa bagi-bagi hadiah gratis. gimmick yang dipasangkan, bisa menjadi promo gratis bagi brand tersebut apabila dikenakan oleh sang pengunjung yang diberi gimmick tersebut

    2. jika event BTL trmsuk dlm tools periklanan, apakah acara spt “A Mild Soundrenaline” dapat dkatakan sbg event BTL?dan pada saat dtayangkan di TV, apakah menjadi event ATL?

    Menurut saya, A mild adalah bagian dari BTL. BTL bukan berarti full 0ff-air. of course coverage media selalu dibutuhkan untuk tetap meningkatkan awareness atas acara A Mild Soundrenaline yang bermaksud, selain berpromosi, mengajak para penonton di TV untuk lalu mengunjungi acara A Mild pada saat mampir di kotanya.

    Jawaban ini berdasarkan analisa, jika ada yang mau menyanggah, meralat, menambahkan, monggo2 saja.

  • Luna :

    Sekarang apa duonk bedanya BTL dengan brand activation?karena aku lihat konsepnya brand activation sama dgn BTL, sama – sama ada interaksi anatar konsumen dgn brand secara langsung. So, apakah brand activation termasuk dalam BTL atau sebutan lain dari BTL?
    Ada yg mau comment?

  • arie :

    kami adalah BTL, hub 081.664.3457 (PT.IDEA BESAR KOMUNIKA)

  • Pitra :

    hihi.. mas, wong agency kok jualannya terang2an gini? mbok ya lebih soft selling lah..

  • Farrelino Prabowo :

    Menurut saya, kita menyebut BTL karena kategorisasi media yang digunakan. Sedangkan Brand Activation lebih melihat proses yang dilakukan brand tersebut. So..menurutku ga menjadi masalah kita sebut sebagai BTL Activation ataukah Brand Activation.

  • Zul Fauzi :

    Mantaplah and thanks ide dari wacana di atas
    menambah inspirasi buat aku yang bekerja di marketing yang khusus menangani BTL

  • Gita :

    bagusnya BTL sebuah produk (brand) dikerjakan oleh siapa yah?? media kah ( Radio, TV, majalah or koran )? atau EO kah??? tolong dong kasi tau aku plus minus masing-masingnya apa aja.

  • Pitra :

    #10 Umumnya BTL, secara konsep, dikerjakan oleh advertising agency. Eksekusinya, mereka biasanya akn outsource ke EO lokal. Jadi kalo eventnya di Bandung, ya sama EO lokal Bandung.

  • McDoo :

    Hi, kebetulan nih lagi nyari2 orang yg bisa bikin konsep BTL…
    perusahaan aku butuh banget nih…
    yg bisa create idea sekaligus jalaninnya (managingnya…)
    so.. kl ada yg minat, hubungi aku di mcdodo12@yahoo.com ya…
    thanks…

  • FR27 :

    Kalau ada lowongan di bidang BTL kabar2i yah, gw pernah megang event Neuralgin, Kidzania, Indovision, Susu Gain, Gebyar emas BCA n Lifebuoy Shampoo…Biasanya jadi Project Officer atw supervisi..Thx – fatur2703@yahoo.com

  • ino :

    mo nanya pengertian poster, brosur, leaflet, flyer, katalog, dan merchandising tu apaan sering ketemu & klo di tanya tau tp pengertiannya kagak tau tlng gue….

  • tantya :

    kalau menurut saya brand activation adalah bagian dari btl, karena below the line adalah komunikasi secara dua arah. berbeda dengan atl yang hanya satu arah

  • beby :

    ada ga teori dari pakar yang menjelskan tentang BTL dan ATL
    thanks…

  • wengku hari :

    Mau tanya Boss …..

    Kalo saya mau meluncurkan suatu produk ; kios pembayaran, tapi target endusernya di pedesaan – meski masih di Pulau Jawa sih – menurut Pak Boss tepat ngga kalo kegiatan promosi yg aku lakukan adalah Below the line ? kira-kira event off air seperti apa yg tepat aku selenggarakan ?

    Trus below the line tanpa support above the line efektif ngga ya ? soalnya tanpa budget iklan nih…

    Tolong ya Pak

    Makasih

  • Boro-boro :

    mau nimbrung ngoceh dong…..

    gini ya….
    menurut gw BTL/ATL/TTL itu sama2 kegiatan yg di adakan oleh suatu perusahaan untuk mengenalkan diri ke konsumen.

    Bedanya kalau ATL itu lewat media(TV,Radio). Nah kalau BTL itu lewat interaksi langsung melalui ivent2 kreatif nan imajinatif sesuai dgn tema buildingnya gmn?……

    Nah masalahnya sekarang BTL-BTL itu sudah banyak yg memosisikan dirinya sebagai TTL (Through the line). Apa itu TTL?

    yaitu rekanan atau divisi promosi yang memakai dua kinerja ATL+BTL secara bersamaan.

    misalnya LA Light concert

    itu sebenarnya tugas BTL……nah berhubung nanti iventnya kagag laku maka dia memakai metode ATL juga buat menjual ivent tersebut.
    Nah itulah kekeliruan atau kebodohan para perusahaan2 di indonesia ini yang kurang bagus dalam penataan manajemen keuangan yang handal.
    kalau di negara2 maju seperti perusahaan2 eropa,AS. mereka lebih akrab sama yang namanya TTL. karena tugas mereka mempromosikan melalui media langsung(ivent) juga melalui media TV/RADIO/internet.

    untuk istilah ATL atau BTL mungkin di indonesia yang kita cintai ini mungkin sangat di kenal. Tapi TTL?
    Jarang orang tau.
    mungkin banyak EO-EO yang memiliki cita2 jadi BTL perusahaan besar.
    karena dengan menjadi BTL dia bisa hidup.
    masalahnya, apa semua perusahaan mau rugi ????
    oleh para BTL yg curang.

  • keep smile :

    kembali ke BTL nih, kebetulan saya mahasiswa. waktu itu dosen saya menjelaskan bahwa BTL itu berupa : flier,baliho,leaflet,spanduk. nah lo jadi gmn nih ?,maaf nih saya jadi binggung,soalnya saya juga masih belajar. mohon penjelasanya loh ? thx u

  • db :

    Mau tanya donk, ATL itu apa sech?! dan secara umum maupun secara khusus perbedaan nya apa dengan BTL? thx before

  • gemblung :

    kebetulan saya bekerja perusahaan event management nih, ada yang mau krjasama ga ni untuk bikin konsep BTL??

    Thanks

  • Bambang Sakoko :

    Kami menyediakan seperangkat alat untuk media interaktif bisa digunakan di lantai maupun kaca jendela bahkan hologram, yang kesemuanya bisa interaksi dengan penonton. di Indonesia saat ini belum ada yang menggunakan.

  • soni sonjaya :

    thanks udah sharing.. luar biasa knowledge buat saya…

  • Ferry Ferdian :

    simplenya..

    ATL : aktivitas komunikasi searah yang bersangkutan dengan komunikasi massa. jadi aktivitas ATL bisa di saksikan atau didengar hingga berjuta-juta orang pada saat yang bersamaan dgn range area yang besar (scopenya bisa nasional bahkan internasional). contohnya, iklan TV bisa disaksikan hingga berjuta2 orang pada saat yang bersamaan.

    nah klo BTL : aktivitas komunikasi bisa searah atau dua arah, targetnya ke lebih komunitas yg kecil tp seragam, kadang2 terjadi aktifitas selling, range area kecil (hanya bogor,jakarta dsb). contohnya : Brand Activation,Event of Sales Promotion (Soundrenaline misalnya) medianya : spanduk, billboard, baliho, flyer dsb.

    Hatur Nuhun…:)

  • bagus sekali :

    sekarang istilah BTL lebih sering diganti jadi activation

Tinggalkan komentar Anda!

CommentLuv badge