Home » Online Living

Seandainya Bandwidth Internet Indonesia Besar

10 April 2006 5,949 views 8 komentar

Entah kapan bisa terwujud internet berkecepatan tinggi masuk dengan harga murah ke lingkungan perumahan. Lebih berandai-andai lagi saat kita membayangkan internet berkecepatan tinggi bisa masuk hingga ke pelosok desa. Semua orang bisa mengaksesnya dengan mudah dan murah, tak berbeda dengan menonton TV dan VCD. Seandainya hal itu terwujud, kira-kira dunia seperti apa yang akan kita hadapi ya? Lalu, bagaimana pemasar brand kira-kira beriklan ya?

Secara komersial, dunia yang terjadi mungkin tak jauh berbeda dengan apa yang dinikmati warga US, Eropa, Jepang, dan Korea saat ini. Semua orang memiliki akses tanpa batas ke internet, dan bahkan menjadikan internet sebagai dunia keduanya. Dunia dimana semua individu terkoneksi secara virtual, sehingga perilaku aktivitas sosial pun ikut bergeser. Jarak antar-individu yang berjauhan di berbagai pulau terasa semakin dekat, karena di dunia virtual mereka bisa berinteraksi bersama.

Anak-anak dan remaja berinteraksi dalam beragam konten interaktif. Yang pasti terjadi adalah semakin serunya permainan game online. Kalau sekarang, hampir semua anak di desa saja bisa mudah bermain Playstation2. Mereka selalu berkumpul di satu lokasi, bertanding bareng, dan secara tidak langsung kegiatan sosial pun terjadi. Bentuknya memang beda dibandingkan zaman kita kecil dahulu, dimana aktivitas sosial selalu terjadi di luar rumah. Pergeseran gaya kumpul-kumpul ini akan semakin terasa saat semua anak bisa berkumpul melalui game online. Bahkan, untuk anak-anak yang cenderung pemalu, mungkin akan memiliki keberanian untuk berinteraksi. Hal ini bukan berarti kegiatan bersama di luar rumah tidak perlu, tapi aktivitas kebersamaan online akan ikut membawa perkembangan positif dalam diri anak.

Bila semakin banyak anak yang adiktif bermain game online, bisa jadi peluang pemasangan iklan pun bergeser ke media ini. Iklan bisa muncul dalam bentuk yang sederhana, seperti sekedar poster atau papan iklan yang menjadi bagian dari lingkungan game. Bisa pula muncul menjadi sesuatu yang interaktif dengan pemain. Misalnya, seorang pemain bisa menggunakan permen keluaran brand tertentu yang bisa mengeluarkan hawa nafas segar yang mematikan musuh-musuhnya. Atau, seorang pemain bisa memasuki level khusus yang didesain bersuasana brand tertentu.

Second Life

Untuk remaja yang lebih dewasa, jaringan sosial yang terbentuk sekarang saja melalui website komunitas sudah sedemikian besarnya. Perkembangannya akan lebih menarik, karena mungkin tidak hanya foto dan cerita saja yang dipamerkan seseorang kepada teman-temannya. Bandwidth yang besar akan memungkinkan seseorang untuk berbagi cerita melalui tampilan video dan musik yang direkam melalui telepon selular, webcam, digicam, MP3 player, dll. Cerita seseorang akan terasa lebih nyata karena dilengkapi dengan audio visual yang jernih.

Dengan semakin besarnya bandwidth, prediksi iklan televisi 30 detik akan mati, akan semakin mendekati kenyataan. Jaringan internet akan menjadi tulang punggung penyiaran televisi digital. Iklan televisi bisa berdurasi bebas dan bahkan berinteraksi dengan penggunanya. Karena mudahnya akses dan teknologi untuk membuat suatu video, bukan tidak mungkin iklan televisi dibuat sendiri oleh pemirsanya, berdasarkan persepsinya sendiri. Pemasar iklan hanya menjadi fasilitator bagi konsumennya untuk mengespresikan dan menjadikan iklan itu bagian dari pengalaman dirinya.

Kini beberapa pemasar brand mulai menayangkan iklannya dalam program televisi bersponsor. Mereka sadar, dengan semakin banyaknya iklan televisi yang diputar berturutan, probabilitas orang melihat iklan akan semakin kecil. Apalagi, kini kuasa dipegang oleh remote control. Tinggal ganti saluran, nikmati program di saluran televisi lain, tunggu beberapa menit, dan kembali lagi ke program sebelumnya. Di era televisi digital, probabilitas orang melihat iklan akan menjadi lebih semakin kecil, karena dengan mudah mereka bisa mempercepat program yang mereka lihat, sehingga bisa-bisa iklan tidak dilihat sama sekali. Hal ini yang terjadi saat DVR dikenalkan di masyarakat US. Mereka tinggal merekam, nonton kapan saja, dan semua iklan dilewatkan begitu saja.

Saat bandwidth kencang sudah meng-Indonesia, pola pengiklan bisa jadi berubah. Mereka bisa saja membangun sebuah website dengan membawa nama brand tertentu. Melalui website ini, pengiklan bisa menyajikan program-program televisi yang siap di-download atau diputar secara streaming yang spesifik terhadap suatu topik tertentu. Misalnya, sebuah produk susu untuk ibu dan bayi, bisa menyajikan video tentang hal yang harus dilakukan saat seorang bayi cegukan. Atau, sebuah produk minuman untuk remaja bisa memberikan video interaktif tentang tips-tips gaul yang sehat. Video ini tentu dilengkapi dengan pesan kampanye brand yang mensponsori website.

Cara lainnya adalah dengan menaruh pesan iklan video di awal program televisi yang dilihat secara streaming oleh pengunjung. Mau tidak mau, pengunjung terpaksa melihatnya, karena cara inilah yang membuat program televisi itu menjadi tidak berbayar (gratis).

Saat semua orang memiliki akses internet mudah, bisa dipastikan sebagian besar dari mereka akan menuangkan pendapat, opini, kritik, cerita, pengalaman mereka terhadap segala situasi, termasuk hal-hal yang menyangkut dengan produk tertentu. Mereka merekamnya melalui cerita, foto, bahkan video. Suatu era dimana media kuat untuk membangun atau menjatuhkan suatu brand ada di tangan konsumen sendiri. Ulasan seseorang yang membeli produk telepon selular tertentu akan ikut menentukan keputusan calon pembeli berikutnya. Bila produk yang ditawarkan sesuai dengan ekspektasi konsumen, dan ini diulasnya di blog yang dibaca ratusan orang, tentunya akan berdampak positif terhadap citra produk tersebut. Sebaliknya, bila kejadian memalukan seorang pelayan toko diliput melalui kamera telepon genggam dan disebarkan melalui forum di internet, bisa-bisa malah memberikan citra buruk toko tersebut.

Tulisan di atas hanyalah gambaran imajinatif yang mungkin terjadi. Tapi di belahan bumi lain, hal-hal tersebut sudah mendekati kenyataan. Bukan tidak mungkin dalam 5 tahun mendatang, hal serupa mulai terlihat kenyataannya di Indonesia.

Artikel ini ditulis oleh: Pitra Satvika (@pitra)
Sehari-hari bisa ditemui di Stratego, sebuah digital agency yang membangun pengalaman digital untuk brand di ranah online dan event. Pecinta social media, fotografi, dan menulis. Penulis blog ini sejak Juli 2005.

8 komentar »

  • nananias :

    kayak cita2nya salah satu kontestan ga takut jerawatannya lifebuoy hehe.

    everything starts from a dream. let’s make it happen! soon!

    nana *net freak community member* nias hihihihi

  • MACCHIATO :

    Kecepatan koneksi internet pribadi di UK skrg rata-rata telah 8Mb/sec. Mantep. Tapi sayangnya kita tidak berdomisili di UK.

  • Bryant :

    Impian yang sangat bermanfaat, tapi sayang…mungkin membutuhkan waktu yang lama untuk mewujudkannya..

    ” Begitu saja kok dipersulit…tanya kenapa? ”
    πŸ˜€

  • Mayang :

    Dengan keadaan Indonesia yang sedang kritis ini, sepertinya akan membutuhkan waktu yang sangat lama untuk mencapai tujuan itu..Tidak mustahil hanyalah akan memakan waktu yang amat sangat lama..

    Let’s juz hope it’ll come true sooner…!!!

  • Si Pinot :

    Walau bandwith negeri ini masih sekencang siput berlari, namun tak menghalangi daku untuk bervideo di blog. Dan daku yakin, banyak teman-teman di Indonesia yang sudah menggunung impian & cita-citanya dalam meng-optimalkan internet sebagai media alternatif dalam berkreasi. Tinggal menunggu saat erupted seiring dengan membaiknya kondisi bandwith negeri ini.

    5 – 10 years from now, episode sinetron bisa ditonton beramai-ramai di blog. Let’s cross our finger *clinngggg*

    Salam kenal ya..

  • Surya Kelana :

    Sampai dengan 2 tahun kedepan bandwith yang besar hanya merupakan impian semata, selama regulasi dan deregulasi telekomunikasi yang selalu menguntungkan Telkom sebagai BUMN negara, gak dicabut/revisi.
    Seharusnya Pemerintah Pusat mulai menyadari, apabila bangsa mo maju, hentikan segera monopoli Telkom.

  • Tommy :

    Dalam keterbatasan, bukannya orang justru menjadi semakin kreatif?

    Marilah Memulai!

  • kiss :

    dalam keterbatasan bukannya kreatif, Mas Tommy, tapi NYELEKUTIS … hehehe…. thanks, boleh komentar. sorry, tanpa website address, lagi mimpi habis harus berhenti dulu dari internet marketing. tapi entar gak lama lagi pasti nongol lagi buat mengais-ngais dollars. habis skripsi.

Tinggalkan komentar Anda!

CommentLuv badge