Home » Creative Works

300

23 March 2007 8,062 views 18 komentar

300Film 300 yang baru saja beredar di bioskop ini sebenarnya merupakan adaptasi komik mini seri karya Frank Miller terbitan tahun 1998. Seperti garapan film adaptasi karya Frank Miller sebelumnya, Sin City,  sinematografi film ini sebagian besar dicuplik langsung dari panel komiknya. Di film 300 ini, sebagai executive producer, Frank Miller terlihat benar-benar mensupervisi setiap adegannya sehingga sesuai dengan visinya.

Komik dan film layar lebarnya seakan-akan saling melengkapi. Alur cerita yang serupa, dengan dialog yang sama persis, benar-benar mengingatkan akan film Sin City, yang lebih dari 80% sudut pandang dan dialognya diambil langsung dari komiknya.

Versi komik 300 lebih memfokuskan pada perjuangan Raja Leonidas dan 300 pasukannya di medan perang, sementara film layar lebarnya mengambil tema yang lebih luas. Selain pertempuran, film 300 juga bercerita tentang bangsa Spartan yang ditinggal perang, dari kehidupan istri Raja Leonidas, hingga intrik politik dan birokrasi Yunani.

Untuk efek visual, terasa ada inovasi baru dalam film 300 ini. Saking indahnya perpaduan warna dan sudut pandang dalam setiap adegannya, sepertinya setiap frame dalam film ini bisa dijadikan poster.

300

300

Artikel ini ditulis oleh: Pitra Satvika (@pitra)
Sehari-hari bisa ditemui di Stratego, sebuah digital agency yang membangun pengalaman digital untuk brand di ranah online dan event. Pecinta social media, fotografi, dan menulis. Penulis blog ini sejak Juli 2005.

18 komentar »

  • guebukanmonyet :

    Saya sudah lihat film ini. Memang film ini lain dari yang biasanya. Efek dan trik komputernya bisa dibilang canggih dan super keren. Pokoknya bener2 terobosan baru di dunia perfilman hollywood. Cuman sayang dari segi cerita dan akting bisa dibilang 300 biasa2 aja. Terakhirnya juga kurang greget dan alurnya ceritanya agak membosankan. Mungkin disebabkan para pembuat film terlalu disibukkan dengan efek komputer sehingga sedikit melupakan “human touch”-nya. Tapi secara keseluruhan, this movie is worth it!

    Btw, this is a very nice blog man!
    See you soon.

  • meismithui :

    Gue suka banget sama ni film, sampe2 gw pengen buat CD interactivenya 😛 sekalian buat project gw,

    Film ini keren banget, gw suka banget efeknya, apa lagi karakternya Leonidas… sumpah gagah abis, walaupun ceritanya sedikit mengharukan tetep aja ini film bisa nyentuh imajinasi penontonnya lewat audio dan visualnya.

    Pokoke T O P B G T bUang3t d3H…

  • Arta Razi :

    Gua setuju banget kalo dibilang film ini keren abiz. Bagi gua film ini telah berhasil menggabungkan berbagai kekuatan dari film-film besar yang terdahulu. Sebut saja, semangat kepahlawanan dan jiwa rela berkorban ala Bravehart, suasana mistis ala Lord of the Rings, adegan tarung dengan gaya “bullet time” ala film Matrix. Bener-bener menjadikan film ini sebagai film paling asyik yang pernah gua tonton.(maklum gua suka banget film perang tempo dulu yang terkesan gagah dan primitif) Yang lebih hebat lagi adalah kenyataan bahwa film ini diangkat dari kisah sejarah yang sungguh-sungguh pernah terjadi. Pada tahun 480 SM, Xerxes yang telah berhasil menguasai begitu banyak kerajaan akhirnya tiba di Yunani dengan tekad untuk mengalahkan rumpun bangsa Yunani. Sepuluh tahun sebelumnya Darius – ayah Xerxes- telah gagal dalam pertempuran di desa Marathon, dimana Persia dipukul mundur oleh Yunani. Kini dengan tiga juga pasukan Xerxes berharap dapat mengalahkan Yunani. Pertempuran Leonidas sendiri dikenang sejarah sebagai Battle of Thermopylae yang terjadi pada bulan Agustus 480 SM. Sebulan kemudian yaitu September 480 SM, Athena dan Sparta bersatu untuk menghantam Xerxes dan mengalahkan raja itu dalam pertempuran yang dikenal sebagai the Battle of Salamis. Kematian Leonidas ternyata telah berhasil membakar semangat bangsanya untuk menghalau musuh bersama mereka.
    Kapankah kita boleh melihat pemimpin bangsa kita yang rela berkorban demi kepentingan bangsanya??
    Terima kasih.

    http://www.advertise-u.blogspot.com
    (Just in case U need to find a place to promote your Website)

  • aRHy :

    g tau mau bilang apa yang jlsx film ini keren bgt aq aja ampe 4 kali nonton, waktu q nntn film ini aq bayangin kyk hidup dimasa dulu film ini membuat aq jd lebih bersemangat untuk hidup disamping itu mungkin pacar aq juga jd motivasi aq

  • Rio :

    Maaf numpang tanya di sini… (ga ktemu fitur contact)

    Dulu di Pasar Seni ITB tahun 2000 saya pernah beli komik Ophir terbitan Mizan buatan studio bajingloncat. Ini komik dah tamat lum ya? Ada brp seri? Masih dijual ga?

  • MuLky :

    Nie FiLm mNuRuT Gw kReN Jg.,

    TaTaPanNya LeOniDaS n tRiaKanNya GiLa GaRang AbisS..!!!

    tRuSs oRaNgnA yAnG paNTaNg meNyaRah n BiSa memBeRi sMaNgaT ke pRajuRiTnYA WaKtu pRaJuRiTnYa MraSau PuTus aSa..

    pa Lagi pAs b’ciNTa sAmA IsTRinYa.,,gLa kRenN bGt.!!!!{jd peNgeN..!!}hehe…

    seaNdaiNya Di InDoNesiA puNya pemiMpiN yaNg SiFaTnYa kaYak LeoNidasS..!?!:(

  • geget gultom :

    Film ini keren bgt….
    Mulai dari efek sampai cerita semuanya bener2 dibuat semenarik mungkin…
    Gw sampe gak bisa ngomong apa2 lg nich saking kagumnya…

  • daus 666 :

    Film ini bene2 keren abis…
    dramatik tapi ga mendramatisir..
    efek gila2an…
    sanggup membawa penontonnya seakan2 ikut berperang..
    pokok nya mantap…
    salut

  • asoy :

    iya,emang film bagus…cuma dari segi special effectnya aja…dari segi jalan cerita,biasa aja tu..mungkin perlu diingatkan kalo sejarah dalam film 300 sendiri masih banyak mengundang perdebatan.Dan di 300,sejarah yang digunakan adalah sejarah versi sutradaranya aza..Yaaaa,buat sekedar buat hiburan,lumayanglah…Eh,sparta kuejam buangetd ya,masak bayi yang DIPERKIRAKAN (baru diperkirakan,belum terbukti) lemah,dibunuh…emang yang lemah ga punya hak hidup?

  • Hazuki :

    banyak efek menarik, Cerita sedikit standar tanpa ada sesuatu yang baru, banyak darah dan kekerasan (buat yang suka) yang sebetulnya kurang penting. kurang greget. menang di sisi sinematik tapi limayan hambar.

  • Ryan :

    Byk kelemahannya, tampak terlalu berlebihan. Artis yg maen gak terlalu terkenal, lingkungannya agak monoton, warna langet jg gitu-gitu terus(kuning aja), udh gitu memutar balikkan fakta lagi(diperang tersebut terlalu gak pernah pake hewan dalam sejarahnya) . ada unsur politiknya(ngajak kita musuhi negri iran).Kemampuan akting biasa aja, terlalu berdarah,niru adegan film laen(HERO), buat negri arab tersinggng lagi, kurang menunjukkan seni ama budaya Tapi kok gua seneng bgt ya ama film ini ?????

  • nurin :

    keren bgt spesial efeknya…..
    tapi menurutku……..critanya standar….
    madrox bgt….seumpama makan…kaya g dikunyah….
    setuju bgt ma pendapat yg bilang klo setting filmnya monoton…dengan nuansa yg selalu suram…..
    sadismenya keren bgt….kaya di novel Musashi….

  • candy :

    btw ada yang punya data – data tentang fotografer / art director yang bikin poster untuk film 300 nya gak?

    ada tugas neh huhuhu,,,
    urgent,,,

    thanks before yak,,,

  • ichone :

    boleh minta profil tentang leonidas gak,, baless.

  • haibara :

    aq blm nonton…tp karena temen q bilang bagus n stlh liat-liat komen dri internet, aq jd pengen nonton,hee…

  • aira :

    aiah….SUMPAH!!!!
    luw gak disuruh Mr.Irawan bt bedah ntu film,
    kagak dah gw nonton!!!
    ngeri bgt,,
    kejem iye,
    sadis iye,
    pi Mr. nyuruh gw bt mencari makna nasionalisme nya
    dan tugas itu deadline 2bulan
    doakan sob,,moga ja bisa selesai
    pasalnya tiap nonton ne film aja mata gw banyak meremnye ketimbang meleknye
    biz gw paling gak tega liat pembunuhan
    hehehhehe

  • JinoJiwan :

    Bagaimanapun yang harus dipuji adalah Frank Miller!

  • sendo :

    Banyak yang melenceng dari fakta Sejarah nyata tentang film 300.

    1. Utusan Persians yang didorong masuk ke dalam sumur sebetulnya bukan utusan King Xerxes, melainkan peristiwa itu terjadi pada masa pemerintahan King Darius, ayah dari Xerxes yang pernah dikalahkan oleh Athenians (orang2 Athens). Sewaktu pemerintahan Darius ada 2 kota di eropa yang melawan yaitu Athena yang mendorong utusan Persia ke dalam jurang, dan Sparta yang mendorong utusan ke dalam sumur.

    2. Pandangan dalam film ini mengenai orang Persia (Iran) adalah orang Persia di mata Greeks. Selama lebih dari 2000 tahun, pandangan orang eropa terhadap asia sangat dipengaruhi pandangan Greeks terhadap Persians. Kata barbarians from the East ada sejak peristiwa penyerbuan Persia ke Eropa, sampai sekarang masih mempengaruhi pandangan dunia modern (Western world) terhadap orang Asia.

    3. King Leonidas walaupun berstatus raja Sparta, sebetulnya adalah seorang Commander dalam pasukan Greek. Jadi dia diutus oleh Athenians memblokir masuknya Persia untuk beberapa hari saja. Kenapa? Karena Athenians saat itu mengosongkan kota2 besar di Greeks, mengungsikan wanita dan anak2, serta mempersiapkan pasukan navy nya yang terkenal untuk memukul armada laut Persia yang sebetulnya gak punya pengalaman sama sekali berperang di laut. Selain itu jumlah pasukan yang terlibat perang Thermopylae, sebetulnya memang betul 300 Spartans, tetapi dibantu lagi oleh 700 tentara Thespians. Dan mereka semua nya mati mempertahankan tembok batas untuk membiarkan ratusan pasukan yang lain retreating, jadi bukan nya lari karena takut.

    4. Xerxes (biasa disebut Ahuramazda di pelajaran sejarah waktu sekolah), bukanlah orang sadis seperti yang digambarkan di film 300. Xerxes disebut sebagai Raja setengah Dewa, karena dia adalah seorang ZOROASTRIAN. Yaitu orang yang menganut ajaran dari Zoroaster (Zarathustra dalam bahasa Yunani) dimana ajaran nya memberikan basic bagi lahirnya agama Christian dan Islam di kemudian hari. Ajaran Zoroaster adalah bahwa God is all good, all just but not all powerful. Karena kalau all powerful maka there will only be good and no evil. Seorang Raja menurut ajaran Zoroaster adalah orang yang bertindak atas nama God, sehingga harus mencerminkan keadilan. Pembunuhan tidak bisa diganjar hukuman mati, apabila dilakukan hanya satu kali. Juga sebagai raja, Xerxes tidak pernah memaksakan daerah taklukan nya untuk ikut menjadi Zoroastrian. Setelah ditaklukan oleh Persia, Egypt masih tetap melakukan tradisi pertuhanan mereka dengan bebas. Oh iya, penggambaran oleh Herodotus: Persians mengenakan jubah dan celana panjang saat perang, tidak seperti orang Greek. Makes you wonder kenapa di film 300 digambarkan Xerxes banyak di tindik2 dan pake rantai??? But it’s cool….

    5. Keburukan nama Xerxes di mata Greeks hanya karena perbedaan ideology dan prinsip. Greeks yang dipimpin oleh Athenians adalah negara democracy, dan bukan monarki. Walaupun beberapa states di Greeks mempunyai raja, tetapi suara raja tidaklah absolute seperti di Imperium Persia. Karena nya Greeks melihat gaya Xerxes seperti orang Barbarians. Padahal Sparta yang di film selalu bicara masalah freedom, adalah satu2 nya states di Greek yang masih mempraktekkan absolutisme ala komunis (bukan monarki). Contohnya ortu berhak membunuh anak2 nya yang cacat, anak2 usia 7 tahun harus masuk barak militer, dll. Di dalam film dijelaskan juga. Bahkan di film pun diberikan gambaran jelas bagaimana Leonidas menganggap Athenians adalah banci karena art dan culture mereka yang lebih maju. Sebetulnya sih, Athenians punya pasukan darat dan laut yang lebih hebat dari Spartans karena mereka punya banyak ahli strategy.

    6. Yang memimpin peperangan setelah Thermopylae adalah Athenians, sebagai pusat civilization Greeks. Bukan seperti di film yang di jelaskan bahwa 10 ribu Spartans memimpin 30 ribu tentara Yunani. That is soooo wrong! Greek strategist posisinya di Athena dan Leonidas bukan atas prakarsa sendiri bertempur mencari mati di Thermopylae, melainkan menjalankan strategy dari Athena.

    7. Banyak orang yang protes kenapa koq tentara Persia berkulit hitam dan seperti monster di film 300, padahal orang Persia harusnya berkulit putih. Sewaktu Ahuramazda membawa pasukan ke Yunani, butuh 4 tahun untuk mengumpulkan tentara dari seluruh negara jajahan. Jadi yang berperang di Thermopylae, Platea ataupun Salamis bukan hanya orang Persia tetapi banyak orang Africa berkulit hitam yang merupakan budak. Of course masalah tampang seperti monster adalah prejudice pandangan orang Greeks terhadap orang Persians yang diberi lukisan komik. Greeks menggambarkan Barbarians sebagai orang yang menakutkan dan membawa bencana di seluruh Greece. The artist put it in a monster-like picture, but in a sense that is the actual prejudice that has been addressed to the Persians through the Greeks’ eyes. Banyak gossip bahwa orang Iran protes keras terhadap film ini, tetapi harus diingat bahwa film ini adalah adaptasi dari sebuah prejudice suatu ras (Greeks) terhadap penyerang wilayahnya (Persians). Jadi sebetulnya film ini bukan mendiskreditkan orang Iran secara khusus. Walaupun harus diakui bahwa film ini membuat Ahuramazda kelihatan seperti seorang Barbar yang bodoh dan gak berdaya. Mungkin ini juga yang bikin orang Iran sebel yah.

    8. Jasad Leonidas saat ditemukan oleh tentara Greek adalah tanpa kepala. Kepala Leonidas di penggal dan ditancapkan di sebuah stake, sebagai peringatan kepada Greek bahwa Leonidas telah dibunuh oleh tentara Immortals dari Persia. Sementara juga sebagai peringatan kepada tentara Persia (terutama budak2) bahwa Spartans dan Thespians dalam hal ini kepala Leonidas mewakili Greeks, hanyalah mortals. Di film kematian Leonidas menyambut panah, bisa jadi benar, karena pasukan Persia baru bisa menggunakan panah setelah menemukan jalan tembus dari belakang gunung. Jadi adegan ‘fighting in the shade’ itu gak ada, karena dari sisi tersebut pasukan Persia betul2 tidak punya kebebasan bergerak apalagi melepaskan panah dari kejauhan.

Tinggalkan komentar Anda!

CommentLuv badge