Home » Online Communities

Kumpul-kumpul Game Developer (1)

26 April 2007 5,384 views 5 komentar

Game Developer Gathering

Hari minggu tanggal 22 April kemarin (maaf, tulisannya telat) AdIns berinisiatif untuk menyelenggarakan kumpul-kumpul para pengembang game di Indonesia. Nggak menyangka juga, ternyata yang datang luar biasa banyaknya, sampai banyak yang berdiri atau jongkok di belakang. Yang datang memang nggak seluruhnya dari para pengembang. Dari media ternyata juga banyak yang tertarik untuk hadir. Bagus deh, biar gaungnya semakin besar.

Acara dibuka oleh Pak Guntur Gozali dari AdIns. Petinggi AdIns (sekaligus bos-nya tim Max Studio) ini bercerita tentang perlunya kumpul-kumpul dan saling berbagi antara komunitas konten (terutama pengembang game). Siapa tahu bisa dapat info-info baru, dan bahkan ada proyek outsourcing yang bisa dibagi antara sesama pengembang. Memang kalau di negeri ini, kalau mau maju, ya harus bergerak sendiri. Jangan terlalu berharap pemerintah Indonesia bisa mengakomodasi pengembangan konten (dan game), seperti yang sudah dilakukan oleh pemerintah Singapura dan India. Itulah, kebutuhan untuk memperkuat diri sebagai komunitas menjadi hal yang penting.

Pak Guntur juga mengakui bahwa secara teknis para pengembang game di Indonesia pasti bisa mengejar ketinggalan. Hanya saja, agak sulit bagi kita untuk mengejar sisi kreativitas dan inovasi dalam pembuatan sebuah game. Itulah makanya, seharusnya minimal pengembang game Indonesia sudah sanggup mengerjakan proyek outsourcing dari luar.

Berikutnya, Pak Risman Adnan dari Microsoft Indonesia yang bicara. Meski cuma 2 slide, isinya berbobot. Beliau sedikit mengutip buku World is Flat, dimana kini jarak sudah tidak lagi menjadi hambatan antar-negara. Beliau juga berkisah tentang karakter orang Indonesia yang sebetulnya punya etos kerja kuat (asalkan dibayar USD tapi tetap bekerja di Indonesia). Analoginya, kalau kita kerja di Indonesia namun digaji USD 2.000 sebulan, pasti kita akan memaksa diri kita dari yang tadinya tidak bisa hingga menjadi bisa, meski itu menuntut kita untuk terus menerus lembur dan tidak tidur. Berbeda dengan orang Amerika, dengan gaji yang sama, mereka tidak akan mau kerja lebih dari 8 jam sehari. Memang, kenyataannya salah satu kelebihan bangsa Indonesia ini saat ini adalah dari sisi komparasi biaya hidup. Seharusnya ini bisa menjadi peluang untuk maju.

Game Development Gathering

Pak Risman juga bercerita tentang mental tools. Penekanan pada tujuan pencapaian dan tidak mencari yang mudah. Selain kesadaran mental, tentunya tetap dibutuhkan keahlian (skill) yang mendukung pencapaian tujuan. Pak Risman sendiri awalnya berasal dari komunitas pengembang .Net, dan karena aktifnya ia di komunitas itu membuatnya diajak bergabung oleh Microsoft. Di situlah ia menyadari bahwa berpartisipasi dalam komunitas itu penting.

Selain itu ia juga menceritakan perlunya partnership dan akses ke modal kapital. Ini yang sulit. Karena bisa jadi kita berhasil membuat sesuatu, tapi kita tidak bisa menjualnya ke pasar luar. Padahal, peluang ke pasar Eropa dan Timur Tengah sangat tinggi. Katanya, bangsa Indonesia mayoritasnya beragama Islam, dan merupakan negara dengan penduduk muslim terbanyak di dunia. Seharusnya, dengan modal ini, kita bisa membuat suatu karya konten yang hasilnya didistribusikan ke Timur Tengah. Pak Risman sendiri kini memiliki target di Microsoft untuk mengembangkan minimal 5 produk lokal dan memasarkannya secara global. Di sini, ia ikut mengundang para pengembang game untuk ikut serta.

Microsoft juga menantang (ditulis nih, biar ingat) para pengembang game untuk berkompetisi dalam pertemuan kumpul-kumpul berikutnya. Microsoft akan memberi hadiah X-Box untuk game yang dianggap paling menarik.

Cerita berlanjut di posting berikutnya. Biar nggak kepanjangan…

Artikel ini ditulis oleh: Pitra Satvika (@pitra)
Sehari-hari bisa ditemui di Stratego, sebuah digital agency yang membangun pengalaman digital untuk brand di ranah online dan event. Pecinta social media, fotografi, dan menulis. Penulis blog ini sejak Juli 2005.

5 komentar »

  • Kukuh TW :

    Pitra…,
    akhirnya….tulisannya keluar juga tentang gathering game developer…heheheh…

    Sukses Terus ya !!!

  • Albert :

    jilid 2nya mana ?

  • denisa wulandari :

    postingan berikutnya ada dimana ?

  • Ronny Jatnika :

    Bagaimana saya bisa mendapat informasi tentang para game maker tersebut.

    Tks.

  • darma putra :

    saya ingin sekali menggabungkan ide2 saya dengan para programer game indonesia. Semoga melalui forum ini akan lebih banyak wawasan dan orang-orang kreatif yang bergabung.
    Viva Game Indonesia

Tinggalkan komentar Anda!

CommentLuv badge