Home » Online Communities

Aplikasi Web 2.0 dan API Terbuka

24 September 2007 9,575 views 6 komentar

Seperti telah disebutkan di 2 artikel terdahulu, Web 2.0 lebih berfokus pada saling berbagi informasi, berkolaborasi, bekerja sama, dengan konten partisipasi pengunjung (atau anggota website) sebagai primadona andalannya. Di Indonesia memang belum banyak yang membangun website yang orisinal. Kebanyakan idenya masih mengadaptasi dari konsep yang sudah ada. Tapi terus terang saja, membuat sesuatu yang baru itu jelas sulit. Begitu menemukan ide baru, eh ternyata ide serupa sudah pernah ada yang mengejakannya di negara lain.

Salah satu keberhasilan Google, Yahoo!, Facebook, dan Flickr sebagai jawara Web 2.0 adalah Open API. API (application programming interface) yang terbuka sampai batasan tertentu ini memungkinkan pengembang di luar Google untuk bisa mengakses data yang dimiliki Google. Dengan API yang terbuka, Google Maps bebas diakses, dimodifikasi, ditambah-tambahi oleh pengembang di luar sana sesuai keinginan mereka, sampai batasan sekuritas tertentu yang diberikan oleh Google. Bisa saja, ada pengembang yang membuat permainan balap pesawat di atas Google Maps. Atau, bisa pula ada yang membuat statistik gempa dan memetakannya di atas Google Maps.

Tidak hanya Google Maps, hampir semua aplikasi yang disediakan oleh Google, dari search engine, Google Page, atau Google Docs and Spreadsheet memiliki API yang terbuka, sehingga semua orang bisa mengedit dan memodifikasinya. Bahkan, semua materi itu, ditambah materi API dari website lain nantinya bisa dicampurdukkan dalam aplikasi Google Mashup Editor.

Hal serupa dilakukan pula oleh Yahoo!, Facebook, dan Flickr. Data dari Yahoo! Weather misalnya, bisa Anda ambil dengan mudah, dan Anda jadikan aplikasi desktop atau widget. Anda juga bisa membuat beragam permainan tebak tag atau membuat galeri foto sendiri dari data yang disediakan oleh Flickr. Jaringan sosial terbesar kedua di dunia, Facebook kini mulai memberikan fasilitas API terbuka. Tujuannya, biar para anggotanya bisa bebas membuat permainan atau aplikasi apapun, yang nantinya akan membuat Facebook menjadi lebih hidup. Nyatanya, Facebook kini semakin populer dan akan semakin meninggalkan MySpace.

Apa yang dilakukan Google, Yahoo!, Facebook, dan Flickr sebenarnya hanya menyiapkan fasilitas. Biarlah seluruh orang di bumi ini yang mengembangkan dan meramaikannya. Mereka pun semakin diuntungkan, karena branding mereka semakin kuat, pengguna mereka semakin banyak, dan secara tidak langsung, nilai kapital mereka pun meningkat.

Membuat sebuah website dengan API terbuka tentu jelas lebih sulit. Di Indonesia, mungkin baru Kronologger yang sudah menyiapkannya. Mungkin nggak usah muluk-muluk membuat API yang kompleks seperti buatan Google atau Flickr. Asal setiap website itu menyediakan data XML dengan tag yang teratur saja sudah cukup. Data XML sudah menjadi standar yang diterima banyak pihak, dan bisa dengan mudah diterjemahkan menjadi aplikasi baru. Andaikan misalnya, data teman-teman seorang anggota website komunitas Fupei bisa diberikan XML-nya (atau RSS-nya), yang nanti oleh pengembang lain bisa dibuatkan widget lucu berjudul “teman-temanku” yang bisa ditempel di blog mereka masing-masing.

Cybermap

Sebenarnya ada beberapa aplikasi online di Indonesia yang menarik untuk dikembangkan menjadi API terbuka. Salah satunya Cybermap buatan CBN. Kelemahan Google Maps (saat ini ya) adalah belum bisa menampilkan peta jalan raya di Indonesia. Yang bisa ditampilkan hanyalah peta satelit saja. Padahal, dengan keunikan peta jalan raya, website seperti Sendok Garpu atau Makan Mulu bisa menampilkan posisi restoran yang mereka ulas di atas peta. Pembaca website bisa melihat peta posisi relatif dirinya dengan posisi restoran. Hal inilah yang sebenarnya perlu dipertimbangkan pengelola Cybermap.

Seandainya Cybermap memberikan API yang terbuka, pasti akan semakin banyak website atau blog yang menampilkan peta buatan Cybermap di dalamnya. Cybermap bebas menampilkan logo seperti Google sekarang menampilkan logonya dimana-mana. Branding Cybermap pun terbangun dengan lebih luas. Cybermap lalu bisa memberikan fitur berbayar kepada mereka yang ingin menampilkan posisi bangunannya dengan lebih eksklusif. Para pelanggan pun akan senang, karena posisi mereka di peta kini bisa dilihat di banyak website, tidak hanya dilihat di website Cybermap. Artinya, mereka senang karena bisa mendapat eksposur yang lebih luas.

BMG

Aplikasi lainnya yang mungkin menarik adalah data cuaca dan gempa bumi. Seandainya BMG memberikan fasilitas API terbuka, maka bisa saja kini akan ada yang membuat aplikasi desktop yang membaca data BMG secara live dan menampilkannya sebagai bagian dari tampilan Windows dan Mac. Untuk data gempa bumi, minimal BMG kini sudah memberikan data XML-nya. Dari sini, tentu para pengembang bisa membuat aplikasi bermanfaat, misalnya mengkombinasikannya dengan API terbuka dari Google Maps, sehingga bisa menampilkan data gempa bumi terakhir di Indonesia di atas peta bumi buatan Google Maps.

Selain Cybermap dan BMG, mungkin rekan-rekan bisa ikut menyumbang saran, aplikasi online buatan Indonesia apa yang kira-kira bisa memberikan manfaat seandainya dikembangkan sebagai Open API?

Artikel ini ditulis oleh: Pitra Satvika (@pitra)
Sehari-hari bisa ditemui di Stratego, sebuah digital agency yang membangun pengalaman digital untuk brand di ranah online dan event. Pecinta social media, fotografi, dan menulis. Penulis blog ini sejak Juli 2005.

6 komentar »

  • tukang ketik :

    papayanews.com juga ada API nya tuh.
    buatan orang indonesia loh.
    Pake ruby on rail pula. Hehehe… Bringas khan???

  • priyadi :

    bagus2 artikelnya kok sharingnya ga ada yang menuju ke lintasberita ?

  • Pitra :

    sekarang udah ditambahin add to bookmark ke Republik Blog, Blog M, dan ke Lintas Berita. Ada yang mau request lagi? Asal kasih tau aja link to add nya apa…

  • Eko SW :

    bagus bgt ya?

    kita bs buat aplikasi desktop tidak dengan itu ya?

    jadi, semacam sistem informasi jogja misalnya, dengan setiap Placemark menuju ke data tertentu

  • Pitra :

    Kebanyakan data dari Open API outputnya berupa XML. Seharusnya kalo aplikasi desktop itu bisa membaca n mengolah XML ya mestinya bisa. Cuma ya itu, meski itu aplikasi desktop, tetep aja harus online.

  • ardihikaru :

    Mau tanya nih.
    lg ada projek kampus pake mashup yg notabene butuh OPEN API untuk bahannya.
    ada yg tau gk, info untuk daftar website di Indonesia yg memiliki fasilitas OPEN API / Web API terbuka ??

    beberapa data OPEN API yg aq cari :
    1. Hotel
    2. Restoran
    3. Artikel

Tinggalkan komentar Anda!

CommentLuv badge