Home » Online Branding

Menggunakan Blogger sebagai Influencer, Efektifkah?

22 February 2008 6,329 views 12 komentar

LogoUpaya Toyota-Astra Motor (TAM) mengenalkan produk terbarunya kepada para blogger jelas upaya baru yang belum pernah dicoba, sekaligus mengandung resiko tinggi karena efeknya yang tak terduga. Katanya, memang ini upaya TAM untuk mendekatkan diri ke komunitas yang sudah ada. Hanya kenapa untuk peluncuran Corolla Altis baru ini, yang dijadikan salah satu sasarannya adalah blogger? Apakah ini memang cara yang efektif untuk menyebarkan buzz tentang Altis di kalangan pembaca online?

Dari para blogger yang diundang, semua terdiri dari latar belakang berbeda, dengan bahasan topik yang berbeda di blog mereka masing-masing. Kata pihak TAM sendiri, memang tidak ada target spesifik blogger dari blog seperti apa yang mereka undang. Setidaknya blog itu blog yang cukup populer lah, artinya dibaca banyak orang.

Karena latar belakang yang berbeda dari setiap blogger, tidak semuanya paham tentang dunia otomotif. Buat blogger yang mengerti banget soal mobil, tentu ini menarik dan bisa dijadikan bahan tulisan di blognya. Namun buat yang nggak terlalu ngerti? Bisa jadi, yang dituliskan hanya sekedar sudut pandang acaranya menurut pemahaman dirinya, yang artinya, malah tidak spesifik membahas Corolla Altis itu sendiri di blognya (seperti di blog ini).

Setelah acara yang berlangsung baik, sudah tentu blogger dengan senang hati akan menuliskannya di blog masing-masing. Mereka sudah pasti tidak akan menjelek-jelekkan, meski juga tidak menyanjung-nyanjung pula (toh ini kan bukan iklan). Efek tak terduga yang paling menakutkan/menggembirakan adalah reaksi dari para pembaca blog.

Untuk komentar yang sekedar ber-haha-hihi mungkin tidak masalah. Namun bila muncul komentar seperti di blog ini, yang tiba-tiba mengkaitkan produk TAM terbaru ini dengan kisah lama Avanza (yang sempat menjadi isu besar di dunia online), tentunya perlu ditanggapi langsung oleh pihak TAM. Jangan sampai, produk yang belum diluncurkan, malah karena tidak melakukan public relation secara online, menjadi bumerang bagi TAM pada hari peluncurannya.

Terlepas dari komentar positif/negatif yang akan muncul, untuk brand lain yang ingin mencoba blogger sebagai influencer, mungkin perlu mempertimbangkan tips-tips ini:

  • Pertimbangkan blog dan blogger yang diundang, yang sesuai dengan segmen brand. Bisa itu blog yang topiknya relevan dengan brand. Bisa pula blog yang pembacanya adalah target pasar dari brand. Ini sebetulnya yang paling sulit, karena belum ada pemetaan yang jelas ratusan blog yang ada di Indonesia.
  • Pertimbangkan jumlah blogger yang diundang. Terlalu sedikit tidak akan menimbulkan gaung di dunia online. Terlalu banyak malah akan membuat para blogger kopi darat, ngobrol-ngobrol, tapi nggak terlalu memperhatikan aktivitas brand.
  • Pertimbangkan hari undangan. Umumnya blogger menulis di hari kerja (pada malam setelah undangan, atau keesokan harinya), yang akan dibaca pengunjungnya keesokan harinya, di jam kerja pula.
  • Pertimbangkan model lain selain undangan. Pernah dengar 7 Days in Sentra? Di sini, seorang blogger harus hidup 24 jam selama 7 hari di dalam Sentra. Kecuali untuk makan dan ke toilet, ia harus berada di mobil Sentra terus-menerus, dan menceritakan pengalamannya melalui blog dan video. Detilnya bisa dibaca di tulisan lalu ini.
  • Oh ya, yang paling penting. Ceritakan tentang brand sejujur-jujurnya. Nanti biarkan blogger yang menilai sendiri dan menuliskannya sesuai versinya sendiri (bisa itu positif, bisa itu negatif). Pemikiran yang salah adalah menyamakan seorang blogger dengan seorang konsultan humas. Kalau humas memang dibayar klien untuk melindungi brand. Kalau blogger, ya rakyat biasa saja yang jadi pengguna brand, yang akan memberikan testimoni apa adanya berdasar apa yang dialaminya.
Artikel ini ditulis oleh: Pitra Satvika (@pitra)
Sehari-hari bisa ditemui di Stratego, sebuah digital agency yang membangun pengalaman digital untuk brand di ranah online dan event. Pecinta social media, fotografi, dan menulis. Penulis blog ini sejak Juli 2005.

12 komentar »

  • Tuhu :

    Wowwww pembahasan yang sangat menarik dan mendalam. Bisa jadi masukan yang sangat berharga…

  • Andy OrangeMood :

    Menurut pandangan saya, efek yang dihasilkan akan sangat tergantung dari cara client sendiri, misalnya jika benar2 akan memanfaatkan para blogger/blog at least harus diperhatikan strategynya, diantaranya yang disebutkan diatas, hal lain adalah integrasinya dengan product si client sendiri.

    Saya pernah memberikan ide untuk client berhubungan dengan blog/blogger, tetapi client tersebut belum “PEDE”. πŸ™‚

    “Andy OrangeMood is Online Advertising Consultant”

  • Blog Strategi + Manajemen :

    Problem serius dalam jagad blog di tanah air, adalah mayoritas blog isinya gado-gado. Tidak fokus dan tidak spesifik.

    Jagad blog di tanah air akan lebih semarak jika someday muncul blog spesifik dan digarap konsisten, dalam beragam tema semisal : otomotif (lihat autoblog.com), personal development (lihat lifehack.com), marketing (brandautopsy), bisnis (tompeters.com), dll.

    Tanpa itu, maka blog di tanah air akan berjalan di tempat. Dan itu artinya juga tak akan banyak produsen besar yang tertarik melibatkan blog.

  • Omtri :

    Dari beberapa blogger yang di nundang diacara tersebut, hanya blog ini yang menulisnya dalam sifat ulasan. Yang lain hanya poto2an doang yang di tampilin. Semoga TAM dapat mengambil hikmahnya. Trims

  • sarjono :

    Dan semoga, dapat dicari best practices dari brand owner untuk menjadikan blog sebagai sarana efektif untuk marketing.

    Kita butuh lebih dari sekedar product profile, comment recommendation, magical blog post, etc. We need wisdom of crowd , thats what social networking do.

  • andrias ekoyuono :

    ulasan yang bagus pit,memang selalu harus ada perbaikan dari langkah-langkah yang diayun dalam strategi komunikasi. menurutku TAM sudah maju dengan berani melangkah duluan

  • Mbelgedez :

    Ngakak guling-guling sama komen #4…. πŸ˜†

  • Tuhu :

    Walahhhh tampaknya diskusinya makin panjang…, tapi bukankah dengan semakin banyak diobrolkan seperti ini. Altis semakin eksis, di alam bawah sadar kita??? Hehehehe

  • Rommya :

    Wah, berarti blogger Indonesia sudah semakin diakui keberadaannya. Andaikan semua produsen berpikiran seperti TAM, maka akan memacu blogger untuk terus berkarya. Maju terus blogger Indonesia!

  • Akhmad Guntar :

    tulisan yg bagus, banyak sekali perihal dalam point2 yg saya ndak kepikir. Klo boleh menambahkan: Undang Blogger yg punya banyak massa (terkenal, komennya banyak, atau yg suka komen di blog2 orang lain).

  • rodhiyah :

    Terima kasih…………………..

    jangan lupa kunjungi situs saya ya………..

  • birojasa :

    kemajuan besar buat para blogger yang di hargai oleh TAM..terlepas dari blogger menuliskan nya sesuai mau nya TAM atau tidak…

Tinggalkan komentar Anda!

CommentLuv badge