Home » Interview

Roni: Berhenti Berjualan di Toko Fisik dan Membuka Toko Online

29 February 2008 7,961 views 17 komentar

Manet VisionNah, berikutnya adalah wawancara dengan pemilik ManetVision.com, yaitu Mas Roni Yuzirman. Blogger ini selain aktif berbisnis online melalui tokonya, ia juga pendiri dan masih aktif di komunitas Tangan di Atas (TDA). Apa itu ManetVision.com dan apa itu TDA, simak saja wawancara berikut ini.

(Wawancara dituliskan apa adanya seperti aslinya, kecuali koreksi yang bersifat editorial)

Boleh diceritain nggak, ManetVision.com itu tentang apa? Berjualan apa saja?

ManetVision itu adalah perusahaan yang membawahi bisnis saya, Manet Busana Muslim yang bergerak di bidang fashion.

Kenapa Mas Roni memilih berjualan busana muslim secara online? Prospeknya seberapa menarik sih? Katanya dulu pernah punya toko (fisik) sendiri?

Karena kepepet, waktu itu (2004) 3 toko saya di Tanah Abang nyaris bangkrut dan karena satu dan lain hal saya diusir keluar dari toko oleh PD Pasar Jaya. Ya, terpaksa angkat kaki dari sana dan memulai bisnis seadanya dari garasi rumah.

Waktu itu saya memulainya tanpa melihat prospeknya. Terus terang sekali lagi karena kepepet, modal nyaris habis dan tidak punya pilihan. Jadi, saya berpikir dengan memulai secara online dari rumah akan jauh menghemat dan murah dibandingkan buka toko di Tanah Abang yang sewa per kiosnya antar Rp. 50-100 juta per tahun.

Upaya promo apa yang sudah dilakukan untuk mengenalkan ManetVision.com? Pasarnya kemana saja?

Waktu itu saya mengawalinya dengan memasang iklan baris gratis di internet, mengirim press release ke media-media massa, dan mendapat promosi gratis di setiap seminar dan talkshow Pak Tung Desem Waringin, yang membimbing saya secara pribadi ketika itu.

Pasarnya saat ini sudah tersebar ke seluruh Indonesia, dan sedikit di negara tetangga seperti Malaysia, Singapura dan Hongkong.

Menurut Mas Roni sendiri, ukuran sukses ManetVision.com ini seperti apa? Kira-kira akan tercapai dalam berapa tahun? Atau malah jangan-jangan sudah tercapai?

Ukuran sukses buat saya relatif ya. Tidak hanya terkait dengan finansial. Tapi juga kebebasan dan memberi manfaat bagi orang lain. Memang, pengakuan juga perlu. Alhamdulillah, tahun 2006 lalu Manet menerima penghargaan Enterprise 50 dari Majalah SWA. Soal pencapaian, itu juga relatif. Yang jelas saya masih terus mengembangkan bisnis saya dengan membuka segala kemungkinan yang bisa diraih.

ManetVision

Websitenya sepertinya masih dalam proses redesain ya? Selain mendapatkan revenue dari penjualan, ada rencana untuk mencari revenue tambahan lain melalui website ini?

Ya, saat ini memang dalam proses re-design dengan konsep baru. Kalau tadinya hanya khusus grosir, sekarang juga melayani ritel. Untuk saat ini revenue utama di website masih dari penjualan.

Yang pasti akan jadi pertanyaan orang-orang, seberapa besar sih revenue dari ManetVision.com ini setiap bulannya? Berapa persen pembelian terjadi dari jumlah kunjungan setiap bulannya?

Sebenarnya website itu hanyalah salah satu dari beberapa marketing channel yang saya gunakan. Istilah yang saya gunakan adalah multichannel marketing. Website juga menjadi salah satu alat untuk mengkonversi prospek menjadi pembeli dan selanjutnya kami menggunakan sarana lain untuk me-retain customer menjadi pembeli loyal.

Lalu, rasanya pembangunan ManetVision.com ini tidak lepas dari aktivitas Mas Roni di Tangan Di Atas (TDA). Boleh cerita-cerita dong tentang TDA ini dan manfaat apa yang bisa diberikan melalui TDA?

Ya, TDA saya dirikan tanpa sengaja karena dampak dari sukses Manet juga, yaitu adanya kebebasan waktu. Saya punya banyak waktu luang sehingga suatu ketika saya mulai tertarik menulis blog di www.roniyuzirman.com, yang menjadi cikal bakal berdirinya TDA.

Isi blog saya pada awalnya adalah sharing pengalaman jatuh bangun membangun bisnis yang kemudian ternyata menarik minat pembaca yang rupanya juga bernasib sama dengan saya. Maka terbangunlah jaringan “orang-orang senasib” dan se-visi dengan saya, yaitu orang-orang yang butuh teman atau supporting group dalam menjalankan bisnis mereka. Jadi, manfaat TDA bagi membernya adalah menjadi supporting group. Membernya dihimbau untuk saling berbagi dan saling mendukung untuk kesuksesan bersama.

Nah, terakhir. Ini pertanyaan imajinasi. Dalam 10 tahun mendatang, dalam bayangan Mas Roni, ManetVision.com sudah akan melakukan hal apa saja?

Saya ingin membawa member Komunitas TDA ini menjadi pelaku-pelaku bisnis yang diperhitungkan di Indonesia, tidak hanya diperhitungkan dari sisi jumlah tapi juga kualitas dan kontribusinya terhadap perekonomian bangsa.

Dalam hal ini, peran saya dan Manet adalah melakukan fungsi “giving back to community” atau istilah kerennya CSR. Tapi saya melakukan pendekatan lain, bukan memberi secara materi, melainkan dalam bentuk lain seperti inspirasi, pembelajaran dan dukungan kepada para entrepreneur atau calon entrepreneur di Indonesia.

Untuk pebisnis dotcomers lain yang tertarik untuk diinterview, silakan cek artikel ini ya!

Artikel ini ditulis oleh: Pitra Satvika (@pitra)
Sehari-hari bisa ditemui di Stratego, sebuah digital agency yang membangun pengalaman digital untuk brand di ranah online dan event. Pecinta social media, fotografi, dan menulis. Penulis blog ini sejak Juli 2005.

17 komentar »

  • Mbelgedez :

    Sayah udah peluk-pelukan lohh sama si juragan ini waktu Test Drive Corolla Altis…

    Sayangnya waktu itu sayah buru-buru, jadi ndak isa ngobrol lama-lama sama si juragan….

  • hadi :

    Produknya produk buatan sendiri ya pak? atau kulakan.

    sory pak, masalahnya saya cek ke sitenya kelihatanya sitenya kena suspend bandwidth exceed.

    ngaciir ke blog nya aja deh.

    Suksess media IDE, selalu menanti interview selanjutnya.

  • abah oryza :

    bingung nyari ide mau jualan apa di toko online? jadi emang harus ada produk dulu yah

  • Blog Strategi + Manajemen :

    Menarik wawancaranya. Sayang, pertanyaan tentang revenue dan conversion rate dari web manet tidak dijawab secara tuntas….padahal ini yang mungkin ingin diketahui banyak orang….hehehehe.

    Eksplorasi mengenai jumlah visitor per bulan dan online behavior dari Manet mestinya juga dipaparkan.

    Ke depan, pertanyaan yang lebih spesifik ke arah online experience — tentang online strategy, online branding, net user behavior — mungkin perlu dimunculkan.

  • arrohwany :

    Sangat inspiratif dan menggugah…
    Sukses teruntuk saudaraku Roni Yuzirman
    “Semoga diberikan jalan rizqi yang berkah”
    Terima-kasih atas medi-ide juga πŸ™‚

  • andrias ekoyuono :

    *sudah ketemu juga dengan mas roni*
    saya setuju dengan kejelian mas roni dalam memulai bisnis fashion untuk grosir, karena memang kecenderungan pembeli retail fashion ingin mencoba atau at least memegang barang yang hendak dibelinya, jadi kurang cocok dengan budaya online. perlu diceritakan lagi, kenapa berniat memasuki ranah retail (setelah sukses di grosir) ?

  • nukman luthfie :

    b2b online yang dipraktikkan mas Roni melalui Manetvision ini memang business model paling pas untuk Indonesia. Nasib pelaku bisnis toko online b2b jauh lebih bagus ketimbang toko online b2c

  • Wahid Ruf :

    Wah Luar biasa sekalliee. jadi terinspirasi nih.
    sebenarnya gak perlu keluar masuk kantor nyari pekerjaan nih. bikin peluang ada ndiri men..
    bagus..bagus…

  • Dedy Sis :

    Banyak sekali yg ingin saya tanyakan ke mas Roni Yuzirman sehubungan ketertarikan saya untuk menjalankan bisnis dari rumah(kebetulan saya ada bisnis kecil konveksi dari mulai buat baju,jaket,topi dll hingga kerudung hingga makanan yg ingin saya promoin dan bisa dikendalikan dari rumah].
    Apa yah e-mail mas Roni?

    Thanks mas
    Ade alias dedy

  • ria rasyid :

    benar bgt,mas rony jeli dan pintar melihat peluang, semoga sukses buat mas rony…

  • fitri :

    seru jugayah ceritanya mas btw manet itu produk sendiri?

  • tokokilat :

    memang pak roni adalah salah seorang inspirator bagi banyak orang yang akan membuka usaha online.
    salut buat pak roni dan TDA!

  • rahmi :

    Assalamu’alaikum..
    Wah..saya sangat tertarik dengan sharing Bapak diatas… saya mau minta bantuan..Ohya..sampai lupa saking bersemangatnya..
    Perkenalkan nama saya rahmi, saya tertarik bisnis online dan alhamdulillah saya sudah memiliki komoditi atau produk untuk dipasarkan, cuma saya bingung untuk mulai membuka toko online itu seperti apa?? saya tidak terlalu mahir berselancar di dunia maya..trima kasih atas bantuannya..

  • cherie :

    terharu deh dengan orang-orang yang kreatif dan pekerja cerdas seperti Bapak. saya sangat ingin belajar bisnis on line, tapi minim pengalaman dan pengetahuan.mohon bantuan Bapak!

  • karina :

    ass. om roni, saya karina. masi umur 17th,
    ak pengen sharing masalah bisnis online ini ,karena orang tua aku punya toko yang kebetulan di bidang textil industri di bali, om tau kan, di bali ekonomi lg down bgt, turis n wisatawan lokal jg uda gak seramai dulu, semenjak insiden bom berturut2 itu,yah…cuma di media ini slh satu cra aku pgn bangkitin pasaran barang di usaha ortu aku.kalo gak keberatan, om roni mohon ya bimbingannya,thanks
    ass.

  • 108CSR :

    Betul. Walaupun toko online tapi manetvision.com tetap berencana melakukan CSR atau yang kita kenal dengan corporate social responsibilty.

    Salam 108CSR Your CSR Development Partner, Corporate Social Responsibility

  • cmrawan :

    sangat inspiratif inilah yang membuat saya terinspirasi dari uda ronny (saya panggil uda karena beliau satu kampung dengan saya yaitu Tilaang kamang atau kamang magek) sehingga lahirlah toko online saya borgababykids.com toko perlengkapan bayi dan anak… dan tidak lama lagi lahir toko online jaket dan tas

Tinggalkan komentar Anda!

CommentLuv badge