Home » Interview

Jonru: Merintis Sekolah Menulis Online

16 March 2008 7,596 views 6 komentar

Kali ini interview Media Ide dengan Mas Jonru, yang punya bisnis online berbeda dengan lainnya. Ia memanfaatkan medium internet sebagai tempat pembelajaran menulis. Hingga kini, Mas Jonru masih terus mengembangkan metode ajar online melalui situsnya Sekolah-Menulis Online.

Seperti apa Sekolah Menulis Online itu? Simak saja wawancara berikut ini.

(Wawancara dituliskan apa adanya seperti aslinya, kecuali koreksi yang bersifat editorial)

Mas Jonru, cerita-cerita sedikit dong mengenai Sekolah Menulis Online ini.

Ide awal Sekolah-Menulis Online adalah sekitar tahun 2005 lalu. Dalam sebuah pelatihan penulisan di Jakarta, seorang ibu muda mengeluh karena ia sulit mencari penulis atau lembaga yang bisa ia jadikan tempat belajar. Saya berpikir, pasti banyak orang di seluruh dunia yang bernasib seperti si ibu ini. Kebanyakan pelatihan penulisan diadakan di Jakarta. Ini kurang adil bagi teman-teman di daerah bahkan luar negeri.

Saya juga ingat pada maraknya pelatihan menulis jarak jauh (lewat pos) pada tahun 1990-an lalu. Saya kira, ini bisa ditiru, tapi diterapkan secara online.

Maka, sejak pertengahan 2007, saya mempersiapkan sebuah sistem belajar jarak jauh, di mana seluruh kegiatan belajar dilakukan lewat layanan-layanan internet. Jadi sekolah-menulis ini bisa diikuti oleh siapa saja di seluruh dunia. Mereka bisa belajar kapan saja dan di mana saja.

Apa yang bisa didapat anggota melalui ini?

Saya kira, hal ini tidak jauh beda dengan jika mereka mengikuti pelatihan atau seminar penulisan di gedung-gedung. Yang berbeda hanyalah sarananya. Di Sekolah-Menulis Online ini, kita memberikan modul (teori) seminggu sekali. Lalu ada asistensi penulisan lewat email atau chatting, dan bedah karya untuk meningkatkan kualitas tulisan para peserta.

Pengajarnya dari mana saja dan latar belakang mereka apa?

Sekolah-Menulis OnlineHingga angkatan ke-2, pengajarnya baru saya seorang. Hal ini karena jumlah siswanya masih sedikit. Dari segi anggaran, tentu kurang efisien bila kita mengajak demikian banyak pengajar, padahal penghasilannya belum bisa mengimbangi gaji mereka. Tapi saya sudah ada perjanjian dengan sejumlah penulis. Bila nanti pendaftarnya ramai, mereka akan diajak untuk mengajar. Penulis-penulis yang sudah menyatakan kesediaannya adalah Arul Khan, Kinoysan, Melvi Yendra, dan O. Solihin.

Soal latar belakang mereka, tentu macam-macam. Tapi sebagaimana di dunia penulisan umumnya, kita tak peduli si pengajar itu berasal dari disiplin ilmu apa. Yang penting mereka pintar menulis, pintar mengajar, sudah menerbitkan buku, dan sudah termasuk angkatan senior di bidang penulisan.

Bagaimana sebenarnya proses belajar mengajar ini dilaksanakan?

Sistem dan sarana belajar bisa dilihat di http://smo.belajarmenulis.com/smo_sistem.php dan http://smo.belajarmenulis.com/smo_sarana.php. Intinya, semua proses belajar dilakukan secara online. Kita menggunakan email, chatting dan newsletter untuk kegiatan belajar mengajar. Selain itu, ada pula mailing list sebagai media komunikasi informal.

Adakah kesulitan dihadapi para siswa melalui metode ini?

Sepanjang pengamatan saya, kesulitan terbesar yang dihadapi siswa adalah dalam hal urusan-urusan teknis internet. Banyak di antara mereka yang masih gaptek, misalnya belum tahu bagaimana cara chatting. Karena itu, di awal kegiatan belajar kita biasanya memberikan sebuah modul khusus yang berisi penjelasan-penjelasan teknis, dan ditulis dengan bahasa yang sangat gampang dimengerti. Dan setelah dijalani, Alhamdulillah mereka umumnya langsung menguasai, sebab pada dasarnya internet itu sangat mudah digunakan.

Hingga saat ini sudah ada berapa siswa?

Untuk angkatan ke-1, jumlah siswanya 16 orang, sedangkan angkatan ke-2 sebanyak 35 orang. Saat ini kita sedang membuka angkatan ke-3, yang jadwal belajarnya insya Allah akan dimulai tanggal 10 Mei 2008 nanti.

Adakah dari mereka yang kini sudah bergelut sebagai penulis profesional?

Wah, pertanyaan ini agak membingungkan. Sebab dalam persepsi saya, pengertian penulis profesional adalah orang yang benar-benar mengandalkan sumber penghasilan utama mereka dari menulis. Dengan kata lain, full time writer. Setahu saya, belum ada peserta Sekolah-Menulis Online yang seperti ini. Tapi ada beberapa di antara mereka yang sudah pernah menerbitkan buku. Sementara yang masih sangat pemula pun banyak.

Upaya promo apa yang sudah dilakukan untuk mengenalkan Sekolah Menulis Online ini?

Hingga saat ini, kita masih konsen dalam bentuk promosi yang murah meriah bahkan gratis. Beriklan di milis-milis penulisan, juga publikasi di situs-situs yang saya kelola (penulislepas.com, belajarmenulis.com, jonru.net, dan jonru.multiply.com). Saya juga giat menggunakan layanan Newsletter Kiat dan Info Penulisan untuk menjaring calon konsumen yang potensial.

Tak lupa, kita selalu memberikan hadiah gratis biaya pendaftaran senilai Rp 150.000 untuk semua peserta pelatihan penulisan yang kami selenggarakan, atau pelatihan yang menghadirkan saya sebagai pembicara. Kita juga bersedia memberikan beasiswa senilai Rp 585.000 untuk setiap juara 1, 2 dan 3 pada lomba-lomba penulisan.

Dan tentu saja, kita memanfaatkan SEO. Alhamdulillah, situs BelajarMenulis.com saat ini sudah menduduki peringkat pertama (kadang-kadang turun ke peringkat kedua) di Google untuk kata kunci “belajar menulis”.

Sejak angkatan ke-3, kita juga melakukan promosi lewat SMS. Teman-teman yang ingin diberitahu bila ada pembukaan kelas baru, mereka dapat meninggalkan nomor HP mereka. Nanti kalau kelas baru sudah dibuka, kami akan menghubungi mereka via SMS.

Selain kelas-kelas yang bersifat rutin, rencana-rencana seperti apa yang akan dikembangkan tim Sekolah Menulis Online di ke depannya? Targetnya apa nih?

Dalam setiap bisnis, inovasi dan kreativitas yang baru tentu selalu diperlukan, untuk meningkatkan pelayanan kepada konsumen, dan untuk mengantisipasi persaingan. Kita punya kelas reguler yang mengajarkan kiat penulisan fiksi dan nonfiksi secara umum. Selain itu, kita juga punya program kelas khusus yang ditujukan bagi mereka-mereka yang ingin belajar menulis untuk tujuan tertentu. Misalnya, saat ini kita membuka kelas “Menulis dan Menerbitkan Buku bersama Arul Khan”, yang memungkinkan siswa langsung praktek menulis buku dan kita bantu menyalurkan naskah mereka ke penerbit. Di masa mendatang, kita juga berencana untuk membuka kelas khusus lainnya seperti penulisan cerita anak, menulis untuk bisnis, dan sebagainya.

Mengenai target, tentu tergantung dari masing-masing kelas. Untuk kelas “Menulis dan Menerbitkan Buku bersama Arul Khan” misalnya, target kita adalah agar setiap peserta bisa langsung menerbitkan buku setelah mereka selesai belajar di sekolah-menulis online ini.

Nah, terakhir. Ini pertanyaan imajinasi. Dalam 10 tahun mendatang, Sekolah Menulis Online sudah akan seperti apa?

Saya ingin Sekolah-Menulis Online BelajarMenulis.com bisa lebih besar dan lebih populer dibanding www.writingclasses.com. Karena internet akan semakin berkembang, maka saya berharap 10 tahun lagi SMO ini Insya Allah akan menjadi media utama bagi semua penulis yang ingin belajar lewat internet. Saat ini, saya ingin menerapkan CMS yang otomatis seperti di Asian Brain atau Kampus Eramuslim.com, tapi belum kesampaian karena masih ada kendala dana.

Untuk pebisnis dotcomers lain yang tertarik untuk diinterview, silakan cek artikel ini ya!

Artikel ini ditulis oleh: Pitra Satvika (@pitra)
Sehari-hari bisa ditemui di Stratego, sebuah digital agency yang membangun pengalaman digital untuk brand di ranah online dan event. Pecinta social media, fotografi, dan menulis. Penulis blog ini sejak Juli 2005.

6 komentar »

  • gagahput3ra :

    Maju terus mas Jonru!!! Hehehe wah kalo begini terus perkembangan blogging Indonesia, kayaknya citizen journalism di Indonesia malah bakal lebih maju dari professional journalism nih di masa depan πŸ™‚

  • Paman Tyo :

    asyik nih. internet memberikan tambahan channel bagi manusia untuk berbagi…

  • Personal Blog :

    Bener om tyo, agar bangsa indonesia cepat pintarnya

  • TeamGreen431 :

    belajar dimanapun kapanpun tanpa mengenal batas waktu dan tempat hehehe

  • Nikma Yucha :

    Apakah sekolah menulis online ini juga bisa untuk yang mo belajar nulis cernak??? atau jenis cerita orang dewasa aja???
    kalo iya ikutan dooong!!!

  • orangculun :

    Mmm, quite interesting. Bisa belajar nulis di blog ga nih?

Tinggalkan komentar Anda!

CommentLuv badge