Home » Online Living

Undang-undang Informasi dan Transaksi Elektronik

28 March 2008 18,725 views 28 komentar

Biar singkat, sebut saja UU ITE. UU yang membahas transaksi informasi dan elektronik (khususnya di dunia maya) ini akan mulai berlaku 1 April. Sudah banyak yang membahas tentang ini di ranah blog. Untuk yang ingin membaca versi PDF-nya, silakan unduh di sini. Atau, coba unduh pula rekaman Perspektif Online tadi pagi di blognya Thomas. Di acara Pespektif Online ini, Pak Wimar dan Wulan Guritno mewawancari Menkominfo Pak Nuh, dengan bintang tamu Pak Budi Rahardjo.

Sayangnya di acara itu, Wulan agak-agak egois dalam menyampaikan pertanyaan. Pertanyaan seputar teman selebritis yang difoto pakai bikini di pantai (alias BuCiL), yang diajukannya kurang relevan dengan konteks UU ITE, dan malah menghabiskan waktu diskusi. Padahal itu bisa digantikan dengan pertanyaan lebih penting, misalnya seputar: sekuritas, keamanan transaksi, kebebasan berpendapat, dll.

Kebanyakan kekhawatiran soal UU ITE lebih pada situs porno. Kalau Anda ikutan mailing list dewasa nonamanis, Anda bisa membaca keramaian diskusi sana. Semua juga tahu, situs porno buatan lokal itu berjubel jumlahnya di Indonesia. Bahkan, blog ini pun sempat membuat peringkat beberapa situs porno tersebut, dan bahkan mewawancari salah satu pengelolanya. Itu memang realita yang ada sekarang. Sudah banyak blog yang membahas tentang sensor pornografi, jadi nggak akan dibahas di sini.

Secara pribadi, UU ITE ini memang ada positif dan negatifnya. Contoh dampak positif yang mungkin muncul di masa datang mungkin seperti ini:

  • Semua kegiatan pengajuan harga, kontak kerja sama, penagihan berbasis elektronik dilindungi hukum. Semua kiriman email ke klien yang terdokumentasi bisa menjadi bahan pertimbangan hukum, bila suatu waktu terjadi masalah dalam proses kerja sama. Untuk kita yang kerjanya di ranah maya, tentu ini memiliki nilai positif.

  • Jika kita melakukan transaksi perbankan (misalnya melalui Klik BCA) dan dirugikan karena (misalnya) ketekan tombol submit 2 kali, dan ini tidak diantisipasi oleh pengelola transaksi, maka kita berhak secara hukum menuntut pengelola transaksi tersebut. Tuntutan ini juga bisa berlaku untuk mereka yang menjadi merchant egold, PayPal, dsb.

  • Bila ada perusahaan yang mendaftarkan nama domain dengan maksud menjelekkan produk/merk/nama tertentu, perusahaan tersebut bisa dituntut untuk membatalkan nama domain. Makanya, kalau ada yang membuat nama domain pitrajelek.com atau pitrabusuk.com, berhati-hatilah. 🙂

  • Semua yang tertulis dalam sebuah blog menjadi resmi hak cipta penulisnya dan dilindungi hak kekayaan intelektualnya. Makanya, berhati-hatilah menulis dalam blog, karena tulisan negatif yang merugikan pihak lain, juga ikut resmi menjadi hak cipta penulisnya, dan itu bisa dituntut oleh pihak yang dirugikan.

  • Bila ada yang melakukan transaksi kartu kredit tanpa sepengetahuan pemilik kartu (alias carding), secara jelas bisa dituntut melalui hukum.

  • Hati-hati yang suka nge-hack situs untuk mendapatkan database situs tersebut. Apalagi dengan tujuan menggunakannya untuk transaksi ilegal, misal: menjual alamat email tanpa sepengetahuan pemilik email. Hal ini juga berlaku untuk para pemilik situs yang harus menjamin kerahasiaan anggotanya, dan tidak menjual database tersebut ke pihak lain. Ini juga termasuk kasus jual-menjual database pengguna telepon genggam ke bank untuk penawaran kartu kredit.

  • Situs-situs phising secara hukum dilarang.

  • Untuk pemilik blog atau forum bisa dengan lebih leluasa menghapus semua komentar yang berhubungan dengan makian, kata-kata kotor, menyinggung SARA (bukan Sarah ya emoticon), menjelekkan orang lain (termasuk nama pemilik blog), dan itu dilindungi hukum. Eh, ini masuk positif atau negatif ya? emoticon

Lalu contoh hal negatif yang mungkin timbul:

  • Isi sebuah situs tidak boleh ada muatan yang melanggar kesusilaan. Kesusilaan kan bersifat normatif. Mungkin situs yang menampilkan foto-foto porno secara vulgar bisa jelas dianggap melanggar kesusilaan. Namun, apakah situs-situs edukasi AIDS dan alat-alat kesehatan yang juga ditujukan untuk orang dewasa dilarang? Lalu, apakah forum-forum komunitas gay atau lesbian yang (hampir) tidak ada pornonya juga dianggap melanggar kesusilaan? Lalu, apakah foto seorang masyarakat Papua bugil yang ditampilkan dalam sebuah blog juga dianggap melanggar kesusilaan?

  • Kekhawatiran para penulis blog dalam mengungkapkan pendapat. Karena UU ini, bisa jadi para blogger semakin berhati-hati agar tidak menyinggung orang lain, menjelekkan produk atau merk tertentu, membuat tautan referensi atau membahas situs-situs yang dianggap ilegal oleh UU, dll. Kalau ketakutan menjadi semakin berlebihan, bukanlah malah semakin mengekang kebebasan berpendapat?

  • Seperti biasa, yang lebih mengkhawatirkan bukan UU-nya, tapi lebih kepada pelaksanaannya. Semoga saja UU ini tidak menjadi alat bagi aparat untuk melakukan investigasi berlebihan sehingga menyentuh ranah pribadi. Karena seperti Pak Nuh bilang, UU ini tidak akan menyentuh wilayah pribadi. Hanya menyentuh wilayah yang bersifat publik. Itu kan kata Pak Nuh. Kata orang di bawahnya (yang mungkin nggak mengerti konteks) bisa diinterpretasi macam-macam.

Ada tambahan?

Artikel ini ditulis oleh: Pitra Satvika (@pitra)
Sehari-hari bisa ditemui di Stratego, sebuah digital agency yang membangun pengalaman digital untuk brand di ranah online dan event. Pecinta social media, fotografi, dan menulis. Penulis blog ini sejak Juli 2005.

28 komentar »

  • Nike :

    Kok Wulan gitu sih?

  • mr.bambang :

    Mungkin situs yang menampilkan foto-foto porno secara vulgar bisa jelas dianggap melanggar kesusilaan. Namun, apakah situs-situs edukasi AIDS dan alat-alat kesehatan yang juga ditujukan untuk orang dewasa dilarang?

    Beberapa waktu lalu M.Nuh juga sempat ditanyai masalah ini. Menurutnya, salah satu ciri situs porno adalah jika tertera syarat untuk masuk 17 tahun ke atas dan sejenisnya. Pihak yang mengawasi ini kemungkinan tetap akan melihat konten di dalam situsnya karena jelas ada sesuatu yang berbeda antara situs berbau pornografi dengan berbau edukasi. Kalaupun di situs kesehatan ada ilustrasi gambar orang telanjang, bisa dipastikan tidak akan tampil hot.. hehhehe

  • dib :

    – Lhoo mas, selama ini kan sebagai blogger dapat dengan leluasa menghapus/edit komen-komen yang nggak mutu (seperti kata-kata kotor, dll), nggak perlu UU ITE kan.

    – Hak cipta memang milik pemilik blog, tergantung apa lisensi yang dipakainya (CC, GNU FDL, etc). Dalam lisensi tersebut sudah jelas hal-hal yang diatur (standar sedunia). Hal ini sudah berjalan lama.

    – Hal pertama yang dilakukan pemerintah bukannya menata jaringan supaya lebih teratur dalam transaksi elektronik ini malah dengan jor-joran memfilter internet Indonesia dari situs negatif (entahlah maksudnya negatif itu apa karena dapat merembet kemana-mana). Populis memang, supaya mendapat dukungan dari masyarakat, tetapi tidak realistis, buang-buang tenaga dan biaya (supaya dapat proyek :-)).

    – Dalam UU ITE ada pasal karet sapu jagat yang multi tafsir (setahu saya yang awam hukum ini, peraturan harus tidak ambigu/satu tafsiran saja, tapi hal ini kan biasa ada dalam produk perundang-undangan RI), and thus its defectivebydesign(tm)

    – Kok saya malah ngeblog di sini??

  • Pitra :

    #2 iya, mudah2an nantinya mereka yg menilai apakah situs ‘masuk kalau kamu usia 17 thn’ bisa bijak menilai mana yg berbau porn ato ndak.

    #3 hihi, memang komentar bisa saya hapus sendiri, cuma jd ada pembenaran saja buat saya kalo ada yg ngumpat kata2 kasar tanpa identitas jelas muncul di comment blog ini. Biar yg ngumpat2 nggak misuh2..:D

    Lisensi CC ato GNU sudah jalan lama. Tapi skrg dgn adanya UU ITE ini, dilengkapi dengan sanksi hukumnya. Jadi kalo ada yg copy paste terus ketauan, bisa dijerat hukum dgn UU ITE ini. Waduh, kasian amat ya..:D

    Mengenai pasal2 yang ambigu, karena saya bukan orang hukum, saya juga nggak bisa menilai. Blognya Angga itu yg lebih pas kalo baca yg behubungan dengan kata-kata hukum.

  • dani :

    kalaupun ada isi komentar yg di luar batas normatif, kan itu hak dan tanggung jawab masing2 komentator (siapa tau pengeloa/adminnya kecolongan..apalg situs yg kesusupan spam..)..spt yg srg tercantum di disclaimer masing2..
    mohon pencerahannya ya mas pitra.. 🙂

    utk bidang kesehatan, mengingat siapapun boleh menulis dan berbagi pengalaman ttg kesehatan..blog kedokteran anonim pun gak masalah.. 🙂 mungkin yg akan banyak nyerempet adalah situs ttg kesehatan p4yud4ra (ada bbrp blog pasien kanker termasuk kanker p4yudar4) dan kesehatan reproduksi (ada bbrp blog pakar reproduksi jg)..

    menunggu dan liat2 pelaksanaan selanjutnya..

    salam 🙂

  • gagahput3ra :

    Hah….topik ini lagi….udah capek banget…jadi cuma nampang aja deh disini 😛

  • venus :

    UU yang aneh 😀

  • zen_widjanaka :

    menurut aku penting sekali karen aku sedang meneliti transaksi elektronik dengan adanya uu ini agar lebih memudahkan penerapan hukum e-commerce yang selama ini hanya mengunakan KUHPerdata

  • triplexxxmen :

    Masalah porno atau tidak porno itu tergantung dari individunya masing-masing. Belum tentu pak Nuh yang mencanangkan UU ITE ini engga mengkonsumsi pornografi dan tidak bisa kita mengeneralisasi orang-orang yang masuk ke situs porno adalah orang yang tidak bermoral. Moral itu sifatnya relatif dan pribadi dan hak pribadi tersebut dilindungi undang-undang juga. Sehubungan dengan blogger yang disamakan dengan hacker ( kata om Roy ) merupakan suatu statemen yang tak logis, mengada-ada dan suatu bentuk pencemaran nama baik blogger yang selama ini memberikan kontribusi besar dalam pencerahan informasi dan teknologi sehingga rakyat Indonesia melek IT.

  • funkshit :

    klo bikin domain pitrabajing.com gimana ? cuman biar sesuai ama domain yang ini aja :D:D

  • iman brotoseno :

    saya hanya menambahkan . bahwa mungkin pasal pasal karet selalu berpretensi kebablasan ketika digunakan sewenang wenang.
    Ya saya setuju harus ada penjelasan, agar substansi dan objektifnya tetap focus.

  • Pitra :

    #5 memang hak masing2 komentator, tapi kalo isi komentarnya bikin jengah orang lain, kan jadi tanggung jawab yg punya blog.

    #8 setuju, emang penting. cuma yg lebih saya khawatir masalah eksekusinya, krn segala yg ambigu itu bisa dibelokkan oleh banyak pihak.

    #9 makanya, daripada ngehujat Om Roy, seharusnya hehe.. ada dari kita para blogger yg mau unjuk diri. jadi kalo ada media nanya, mereka nggak melulu salah alamat ke Om Roy.

    #10 walah, ndak etis itu namanya.. 🙂

    #11 setuju, kayaknya di bagian penjelasan pasal itu bisa jauuuh diperdetil.

  • M.Ali.Hardityan.F :

    Kira-kira uu yang nanti dalam pelaksanaannya akan memakan biaya besar..bisa berjalan dengan efektif tidak ya di indonesia..??tapi gw agak aneh dikit ya..kenapa pas sidang uu ini di DPR..kok nggak ada satu fraksi pun yang protes..apa karena memang semua betul-betul setuju atau pada tidak mengerti?

  • Tigis :

    yang paling saya khawatirkan adl komentar2x negatif di sebuah blog. Itu bagian dr kbebasan berpendapat. Namanya berpendapat kan ngga bisa slalu positif. Termasuk nama website/blog. Andaikan nama itu adl bagian dr menyuarakan pendpt hrsnya ga bisa dituntut. Kalau ada yg bikin blog pitrabusuk.com misalnya, sbg bagian dr ketidaksukaannya thd blognya pak pitra, mestinya itu hak dia jg.

    ga tau n’tar jadinya kyk apa nih dunia maya Indonesia

  • Jed :

    blogger diberikan hak cipta? saya setuju banget. cuma ya sangat disayangkan kalo UU ITE ini malah memberangus kebebasan berpendapat dengan dilarangnya melontarkan hal-hal yang dapat menyinggung (perasaan mereka yang sok penting)

  • Sopan :

    Dengar-dengar, pakar telematika dan metadata kita nan terkenal itu ada dibelakang UU ini (at leats ada dibelakang Menkominfo, demikian salah satu pernyataan yang dibuatnya baru-baru ini) jadi sangat masuk akal kalo isinya rada-rada berbau kepentingan pihak yang tidak suka dengan sepak terjang para blogger. Tapi sebenarnya saya ragu dengan pernyataan tersebut, soalnya sang pakar kan hidup matinya dari (katanya) menilai keaslian sebuah gambar atau video tokoh, artis, dsb dari metadatanya. Trus kalo enggak ada yang berani merilis gambar atau video begituan bukannya sang pakar bakar kehilangan pekerjaan atau paling tidak berkurang ketenarannya ????

  • Massy :

    Mungkin situs yang menampilkan foto-foto porno secara vulgar bisa jelas dianggap melanggar kesusilaan. Namun, apakah situs-situs edukasi AIDS dan alat-alat kesehatan yang juga ditujukan untuk orang dewasa dilarang?

    itu situs porno dan edukasi, bagaimana nasib dengan situs seni,misalnya komunitas fotografi, dimana didalamnya hampir pasti ada foto2 artistic nude yang so pasti isinya cewe/cowo bugil walaopun tujuannya bukan pornografi melainkan lebih ke seni fotografi..

    kira2 situs semacam ini juga dilarang?

  • Hiwacko :

    April 3, 2008 at 8:16 pm

    ancur nih UU, Gw udah bc. Pokoke Ancur!!!! 🙁
    Kalo menurut Council of Europe sih ratifikasi convention on cybercrime mesti memuat seluruh cakupan cybercrime. ini kok kebanyakan hanya illegal akses n e-commerce? yang lain? seakan-akan pemidanaannya digolongkan dalam kejahatan tradisional. mana ga ada pengaturan Spamming di dalamnya, padahal kalo mo tanya di seluruh dunia, masalah spamming pualing gencar, ini kalau ditinjau dari berbagai malware dan virus yang dapat menyertai kedatangan e-mail jahat
    oh ya… mana penggolongan dan pengklasifikasian hacker? council of europe aja paling takut ama yang satu ini, indonesia? ADEM AYEM.
    itu semua cuma sok tau aku aja kok, tapi beneran lho!!! (Kegiatan mencrack mesti didahului dengan pengetahuan seputar cyberspace donk? ya kan??? hehehehe.

    April 3, 2008 at 8:30 pm

    uhh…. kok nama access blockernya UU? namanya gitu, lewatnya gampang, coba lihat tuh great fire wall-nya china. kokoh man!!
    btw.. terlalu banyak bolong nih produk UU. biayanya sampe triliun? mau luncurin satelit? oooh nooo. bisa-bisa rakyat pikir mereka dibodohi. mana soal social engineering crime? mana soal nigerian fraud? dll. Pemerintah Indonesia sok tau banget! yang kalian coba atur ini adalah wilayah transnegara, ujung-ujungnya juga penanggulangannya pake interpol, diplomasi, dan penanggulangan dengan cara politis lain, soal arbitrase dan sistem peradilan lainnya di indonesia… gw rasa ga mungkin kalo pelaku cybercrimenya ada di luar negeri.
    kalau mau buat hukum kita kuat, lihat juga aspek lainnya donk? gimana hukum mau berkembang kalau penguasa negara ga perhatikan para penegak hukum kita yang seharusnya jadi penegak, malah jadi “peneguk” curahan dana segar (incl: suap, money loundry, etc), plus pelanggan setia pirated download content yang udah berbentuk DVD, dll? waduh….
    indoneesiaa…. tanah.. air… beta….. pusakaaa…… abadi….. nan…… jaya….. indonesia….. sejak…… dulu….. kala……. slalu…… di…. sorot….. sorot…. bangsa…….
    di sana……. tempat….. lahir…… beta…….. (malu aku!)

  • Dono Suwiryo :

    Mau tanya Mas…Kalau Blog itu misalnya mentautkan / atau copy paste dari sumber tertentu gitu..piye mas..?
    Thanks

  • Pitra :

    #19 kayaknya (maaf kalo salah) itu tergantung sumber yg di copy paste. Kalo sumbernya mengizinkan tanpa syarat apapun ya nggak apa2. Kalo sumbernya mengizinkan tapi harus mencantumkan rujukan/link aslinya, maka sebaiknya ya rujukan/link ditulis juga. Kalo sumbernya nggak mengizinkan, ya sebaiknya jangan dilakukan.

  • paydjo :

    kalo domain “nama-watch” termasuk menjelekkan tidak 😀

  • Ridha :

    Sebenarnya apakah alasan kehadiran UU ini (well setau saya siy walau sudah disahkan oleh DPR tapi belum ditandatangani oleh Presiden, jadi belum ada nomornya) ditanggapi agak berlebihan? Karena dari penjabaran penulis lebih banyak kelebihannya dibanding kekurangannya.

    Pemberian batas antara pornografi dan edukasi memang perlu diperjelas agar tercipta koridor dalam pelaksanannya nanti. Akan tetapi edukasi itu sendiri juga perlu didefinisikan secara jelas.
    Di masyarakat akan ada perbedaan tentang makna pornografi, pelarangan atas dasar agama ataupun nilai2 kesopanan ataupun pembenaran atas dasar seni dan kebebasan bertindak, semuanya punya alasan pribadi masing2. Pada akhirnya, apapun yang diatur, akan menjadi sebuah kontroversi (apabila kita membahas tentang pelarangan situs porno dalam UU ini).

    Walaupun ada pasal2 yang multi tafsir, tapi kita harus meyambut baik UU ini, sebab kejahatan dunia maya saat ini hanya bisa kita tindak dengan UU yang sudah berumur puluhan tahun, dimana saat dibuat gak kenal yang namanya komputer, internet, laptop, dll. Kalau ternyata dalam praktik banyak sekali kekurangan dan merugikan banyak orang, berarti UU ini harus diubah untuk disesuaikan dengan keadaan. Tapi janganlah melakukan penghakiman terlebih dahulu terhadap UU ini bahkan sebelum UU ini belum mempunyai nomor.

  • meja12 :

    yang bener tuh di tatar individunya,, percuma di blok klo orang2 nya bermoral jeblok!!

    UU ini sangat2 tidak tepat bagi kebanyakan orang,,

    wong IT nya masih jongkok kok malah bikin UU nya..

  • doni :

    MAu tanya, dimana kita bisa mengadukan website2 yang jelas2 isinya merupakan pencurian dan pelanggaran atas UU ITE? apakah UU ini masih berlaku?

  • nova :

    mau tanya ,
    jika teerjadi perselisihan pengelolaan domain dlm masyarakat,siapakan yang berhak mengambil alih sementara ?
    tolong jelaskan berserta pasal yang terkait dlm UU-ITE?
    makasih

  • genialbutuhsomay :

    semoaga kita gak salah mengartikan. dan mudah-mudahan kasus prita adalah yang terakhir.

  • cph :

    Wulan mungkin mengajukan pertanyaan sesuai dgn apa yg menjadi bidangnya saja, cb kalo ada Roy, pasti tambah ngalor ngidul ngomongnya, hehehehe…

  • bunga fadillah :

    hy…..

Tinggalkan komentar Anda!

CommentLuv badge