Home » Online Living

Zaman Gelap Akan (Sudah) Tiba

5 April 2008 8,151 views 20 komentar

Sabtu pagi tadi banyak yang tiba-tiba tidak bisa mengakses YouTube. Katanya sih karena kesalahan teknis salah satu ISP yang merembet hingga akhirnya hampir semua pengguna internet Indonesia tidak bisa mengakses YouTube. Akses ke Multiply, MySpace, Rapidshare juga ikut tertutup. Mungkin benar ini ‘kecelakaan,’ tapi kita berandai-andai kalau amanah Menkominfo Mohammad Nuh ke APJII ini benar-benar terwujud, mungkin benar kata Ndoro Kakung, “masa kegelapan sudah datang.”

Hanya gara-gara satu film nggak bermutu, kita bisa kehilangan satu sumber ilmu pengetahuan di dunia maya ini. Ibaratnya, kalau film Fitna itu borok di kaki Anda, Menkominfo bertindak langsung cari jalan pintas dengan mengamputasi seluruh kaki Anda. Memang karena amputasi itu, Anda nggak akan punya borok di kaki lagi. Namun, Anda juga nggak akan bisa berjalan, berlari, bahkan belajar mendaki gunung lagi karena kaki Anda sudah tidak ada.

Ada sejuta alasan kenapa hanya gara-gara film Fitna, menutup akses ke YouTube (dan situs-situs lainnya) tidak memberikan manfaat. Ini hanya beberapa saja. Anda sekalian pasti punya banyak alasan tambahan lainnya:

  • Selain hiburan, YouTube menyajikan informasi bermanfaat, dari tutorial berupa screencast, cuplikan info teknologi, materi kuliah, dan banyak pengetahuan positif lainnya. Kalau Nokia itu handphone sejuta umat, maka YouTube bisa dibilang video sharing-nya sejuta umat.

  • Kalau kita yang di Indonesia tidak bisa masuk ke YouTube, dan film itu dibiarkan tetap ada di YouTube (dan situs-situs lainnya), malah tidak akan memecahkan masalah utama. Film itu akan terus dinikmati oleh jutaan masyarakat lainnya di dunia, dan memberikan informasi distorsi tentang Islam yang semakin besar. Seharusnya kita yang mayoritas beragama Islam punya kewajiban memberikan informasi penyeimbang positif terhadap film itu melalui media yang sama. Justru dengan menutup akses pemakai internet Indonesia ke YouTube, seakan-akan kita jadi menutup mata dan tidak peduli dengan umat Islam lainnya di dunia.

  • Secara kepemilikan, YouTube memang milik orang asing. Namun berbeda dengan stasiun televisi US yang sering mendistorsikan berita, media YouTube bebas digunakan oleh siapa saja dan untuk siapa saja. Kenapa nggak media ini kita pakai semaksimum mungkin untuk meningkatkan citra positif bangsa Indonesia? Dengan menutup YouTube, kita akan kehilangan satu media besar yang bisa dipakai untuk mengenalkan budaya bangsa kita (dengan gratis pula).

Seandainya Menkominfo lebih kenal tentang jagad Web 2.0, beliau bisa mengambil keputusan yang lebih bijak. Di ranah internet Web 2.0 dimana segalanya adalah sumbangan konten dari pengguna, hal-hal seperti ini pasti akan terus terjadi. Nah, seandainya Pak Nuh kenal dengan ‘budaya’ Web 2.0, mungkin beliau akan bersikap lebih moderat. Sekedar contoh, berikut beberapa hal yang bisa dilakukan:

  • YouTubeDi YouTube, pengguna bisa mem-flag video kalau kontennya dianggap melanggar ketentuan layanan (seperti: mencemarkan nama baik atau merugikan kelompok tertentu). Kalau cuma 10 anggota yang melakukan flag, nggak akan berefek ke YouTube. Namun, kalau 100 orang dari jutaan pengguna internet Indonesia melakukan flag, tentu YouTube akan mempertimbangkan untuk menurunkan konten video itu dari layanannya.

  • Buat video tandingan. Sejak awal YouTube ada, banyak anggota yang membuat video amatir yang bersifat plesetan dari iklan atau acara-acara televisi tertentu. Video tandingan bisa digarap secara serius dengan menampilkan sisi lain kehidupan umat Islam, misalnya. Atau bahkan bisa dibuat versi plesetan yang menertawakan kehidupan si pembuat video Fitna, misalnya. Sebarkan video-video ini dari blog ke blog, biarkan efek viral menyebar.

  • Seperti kata Pak Budi Rahardjo juga, daripada pusing mikirin konten negatif di internet ini, lebih baik isi ranah internet ini dengan banyak konten positif. Semakin banyak yang positif muncul, yang negatif akan semakin tenggelam. Makanya, kalau punya dokumentasi kegiatan umat Islam yang sebenarnya itu seperti apa, ya diunggahlah ke YouTube. Kalau punya kisah-kisah yang berhubungan dengan nilai Islam, ya diunggahlah sebanyak mungkin ke YouTube. Kalau ada satu konten negatif muncul, lawanlah dengan mengunggah 10 konten positif.

  • Ajari para ulama kita untuk menulis blog pakai bahasa Inggris. Perbanyak ranah blog dengan konten yang berhubungan dengan nilai Islam, dengan bahasa Inggris. Biarkan bangsa lain tahu dan bisa membaca dengan pikiran jernih bagaimana buah pikiran seorang umat Islam itu sebenarnya.

Memblokir satu situs hanya karena satu konten negatif bukanlah jalan terbaik. Dimana-mana segala hal yang negatif dan di-blow up, akan menyebar lebih cepat daripada konten positif. Bisa jadi konten negatif itu nanti akan muncul di 10 situs lain, di jaringan peer to peer, di mailing list, dll. Apakah ini semua akan diblokir? Jangan-jangan, lama-lama situs sumber pengetahuan terbesar di dunia pun akan ikut diblokir pula, gara-gara ini memudahkan penggunanya mencari konten negatif. Wah, kalau itu sampai terjadi, berarti memang zaman gelap akan segera tiba.

Artikel ini ditulis oleh: Pitra Satvika (@pitra)
Sehari-hari bisa ditemui di Stratego, sebuah digital agency yang membangun pengalaman digital untuk brand di ranah online dan event. Pecinta social media, fotografi, dan menulis. Penulis blog ini sejak Juli 2005.

20 komentar »

  • Sopan :

    Untungnya sekarang YouTube dan lain-lain sudah bisa diakses. Kenapa sich Menkominfo mau bersusah payah memblok video murahan sampai-sampai menutup akses-akses yang tidak perlu secara berlebihan ??? Saya sendiri sangat tidak tertarik melihat Video konyol dan tidak bermutu tersebut, dan saya yakin banyak sekali orang yang sependapat dengan saya bahwa masyarakat kita, terlebih kelompok masyarakat yang memiliki kemampuan mengakses internet dan YouTube, sudah cukup cerdas untuk melihat bahwa video tersebut cuma bertujuan untuk memcah belah kerukunan umat beragama dan sama sekali tidak memiliki nilai informasi apapun. Kesan yang saya dapatkan malah bahwa Menkominfo berusaha menutup-nutupi keberadaan video tersebut dan ujung-ujungnya justru melindungi orang yang membuat dan menyebarluaskannya walaupun bukan itu tujuan sebenarnya.

  • Tedy :

    ntar lama-lama Indonesia jadi kaya China, di China Google & Wikipedia aja dilarang…makin bodoh aja rakyat kita kl begitu jadinya..

  • gerry :

    saya dari awal jg ga setuju tentang pemblokiran ini, tp begitu baca artikel ini…maka bertambah ketidak-setujuan saya..

    dimana lg mo cari tutorial ini itu? paling tidak video tab guitar dll?

    Effektif, tp tidak efficient..

  • Pitra :

    #1 Saya setuju banget. Yang punya akses internet yg bisa lihat YouTube di Indonesia sangat besar kemungkinannya adalah kaum intelektual, yg sudah cerdas membedakan apa yg baik dan apa yg buruk. Justru, mereka2 yg cerdas ini malah jangan dihalangi aksesnya ke YouTube. Malah sebaiknya mereka diberi kesempatan untuk menyampaikan posting video tandingan yang ‘membalas’ video ndak bermutu itu.

    #2 #3 hihi, mudah2an sih nggak kejadian. Kalo ndak ada Google, Wiki, ato YouTube (dan banyak lagi situs berguna lainnya), saya pribadi akan kebingungan mencari tutorial2 berguna.

  • Gustaff :

    Sayang kalo pemerintah kita jadi ikut2 berfikir cetek hanya karena wawasan pengetahuan yang sempit. Saya nggak habis pikir kalau ada pejabat publik malah membuat aturan yang membatasi hak publik untuk mengakses informasi dan pengetahuan lewat internet. Sensorship di internet jelas membatasi hak sipil untuk mengakses informasi. Mustinya hak sipil malah diakomodasi supaya akses informasi dan pengetahuan bisa menyebar secara merata dan membuat bangsa ini bisa lebih pintar.

  • iman brotoseno :

    kalau urusan agama seperti ini. Pemerintah atau siapapun tiba tiba menjadi tak berdaya dan mendadak dungu. Kehilangan akal dan membabi buta.

  • f :

    mari bersama usahakan yang terbaik.

  • venus :

    selamat datang, jaman kegelapan. argghhh…..UU ini memang busuk ya? menyebalkan 😐

  • confusing :

    menkofindo nih maunya apasih ?, ibarat menembak seekor lalat dengan meriam. atau jangan jangan punya agenda tersembunyi dibalik penutupan youtube anda ancaman situs laennya.
    sebilah pisau juga bisa di pake melukai orang, tapi juga bisa dipake untuk masak , memotong tali tambang, memotong kueh, dan banyak manfaat lainnya. tapi masa hanya dengan alasan bisa melukai orang , pemakaian pisau dilarang 100%
    APA ITU ADIL !!!!

    Itu namanya pembodohan masyarakat !
    dan hampir sama dengan tindakan dari kolompok radikalisme !!!

  • Hedi :

    orang2 pemegang kebijakan itu salah minum obat apa ya, saya pake youtube buat download tutorial photoshop dan sebagian lawakan jawa timur…ladalah sekarang terancam….

  • Thomas Arie :

    Ulasan yang sangat menarik. Saya sepakat untuk urusan YouTube ini media yang terbuka, bisa digunakan oleh siapa saja. Kenapa tidak “dibalas” dengan memberikan konten yang meng-counter argumen tidak benar tersebut di YouTube juga?

    Saya masih optimis bahwa masyarakat bisa memilah mana yang baik dan mana yang kurang baik. Kalau ternyata yang kurang baik lebih muncul, ya gimana yang lebih baik dimunculkan donk ah… bukan malah dengan ‘mematikan’ yang kurang baik dari perspektif beberapa orang saja.

    *keluh…

  • mirza :

    mungkin ini test case RUU pornografi yg kemaren gagal. tapi apa yg dilakukan dengan pasal-pasal karet di UU-ITE akan berdampak sama dengan apa yg dilakukan di malaysia, wal hasih ga ada manfaat nya juga dari apa yg pemerintah lakukan

  • Sopan :

    #12
    Mungkin sedikit perlu diluruskan bahwa pemblokiran Youtube, Myspace dan Rapidshare dilakukan berkaitan dengan beredarnya film Fitna dan bukan berhubungan dengan UU ITE seperti yang disebut-sebut tadi.

    Kalo mau dilihat kronologisnya, penutupan situs-situs ini berawal dari permintaan presiden SBY yang disampaikan kepada Menkoninfo yang selanjutnya ditindak lanjuti dengan membuat surat kepada pengola ISP untuk memblokir situs-situs yang memuat film Fitna tersebut.

    Langkah ini menurut saya sangat konyol karena meskipun akses masyarakat Indonesia (yang memang bisa dibilang tidak menyetujui adanya film tersebut) ditutup tetapi
    akses pengguna internet dari wilayah lain tetap terbuka lebar sehingga adanya efek negatif secara global dari film tersebut masih tetap ada dan bahkan meluas. Bukankah lebih baik kalau pemerintah membuat sebuah video yang memuat kehidupan umat beragama yang rukun di Indonesia atau kalau perlu melakukan bokit produk Belanda agar secara tidak langsung bisa memaksa pihak produsen Belanda menuntut pelaku pembuatan film itu, dari pada melakukan penutupan membabi buta terhadap situs-situs seperti You tube yang lebih banyak memberikan manfaat positif kepada masyarakat Indonesia ???

    Saya pribadi telah melakukan flag untuk film tersebut kepada pihak Youtube dan juga telah mengajak rekan-rekan yang lain untuk melakukan hal yang sama. Hal yang sama juga bisa dilakukan kepada situs lain seperti rapidshare agar memblok beredarnya file-file yang merugikan umat beragama tersebut. Bayangkan kalo imbauan untuk flag ini dilakukan oleh Menkominfo dan dilaksanakan oleh seluruh ISP dan warnet yang ada di Indonesia. Saya sangat yakin jumlah lebih dari cukup untuk menghentikan peredaran film tersebut. Apalagi pada kenyataannya memang sebagian besar pengguna internet di Indonesia baik Islam ataupun dari agama lain memang tidak menyetujui beredarnya film tersebut.

    Pertanyaan saya yang paling ingin saya sampaikan kepada Menkominfo adalah, apakah beliau atau mungkin presiden SBY mengetahui mekanisme flag atau complaint semacam itu atau tidak ???? Kalo melihat langkah-langkah radikal yang dilakukan Menkominfo, saya koq hampir yakin bahwa beliau tidak cukup mengetahui hal tersebut (walaupun saya tidak kaget kalu memang pada kenyataannya banyak petinggi-petinggi kita memang wawasan Iptek-nya terutama menyangkut tehnologi informatika sangat sempit)

    Sebagai tambahan, hari ini rekan saya yang menggunakan jalur internet dari telkom, melaporkan bahwa situs Youtube dan Rapidshare sudah tidak bisa diakses lagi. Saya hanya bisa mengelus dada dan sepertinya upaya saya menggalang upaya flag massal terhadap situs tersebut tidak akan berhasil, lha wong situsnya aja tidak bisa diakses apalagi mau melakukan komplain kepada pihak Youtube ?????? Saya hanya berdoa semoga Tuhan mau lebih mencerdaskan para pemimpin-pemimpin kita tersebut (yang mungkin dengan terpaksa tidak akan saya pilih lagi dimasa mendatang)

  • MK :

    kalau situs – situs yang kebetulan menyinggung, ditutup lalu apa yang disebut demokrasi berpendapat? katanya demokrasi, wong kita tidak turun kejalan – jalan sambl bawa bendera2 bodoh. katanya kalau demonstrasi secara tertib diperbolehkan, gmn sih? mulut kok mencla mencle, kayak pelacur aja. kenapa gak diubah aja sekalian, sistem pemerintahan indonesia dengan sistem pemerintahan kerajaan, buat seperti majapahit yg dulu, yang menguasai seluruh nusantara dan masayarakatnya tunduk dan setia, aman, tentram >> “gemah ripah loh jinawi, toto tentrem kerto raharjo”. kalau masyarakatnya ingin patuh, ya ganti pemerintahanya dg kejaan. nanti kalau ada pejabat lewat, mereka akan tertunduk. Tapi, jika pemerintah sewena-wena seperti kerajaan dulu. Maka jangan heran jika masyarakat angkat pedang. Hanya gara-gara film bodoh, tak bermutu aja sudah seperti kebakaran jenggot aja, hoooooooooo! jadi pemimpin itu memang harus terima omongan2 pahit, kalo gak mau denger omongan pahit, ya jgn jadi pemimpin. baru kenak angin kecil aja dah goyang, kalah ma rumput di lapangan, “walau diterjang badai dia tidak akan terhanyut”.
    Saran saya, sebaiknya yang ditutup itu bukan situs, tetapi tempat 2 pelacuran/prostitusi, seperti gang DOLLI di sby, yang besar se ASEAN. itu kan jelas tur dekat, itu perlu ditutup. Jangan cuma segelintir url address, yang tidak 100% salah, dijadikan kambing hitam. Itu tandanya pemerintah sudah termakan hasutan orang asing yg tdk suka dg indonesia, dengan memanas-manasi pejabat2-nya, sehingga mereka marah dan akhirnya menutup apa yg mereka kira tidak baik untuk mereka sendiri. Tidak memikirkan orang lain. Padahal sisi positifnya dari situs2 yg ditutup itu kan banyak. pengetahuan2 itu kan langka di indonesia. Wong belum bisa buatkan suatu situs yg bermanfaat, kok udah main tutup aja. Jangan kira dg tidak ada yg demo ke jalan2, lantasan masyarakat diam. Pasti akan ada yg ambil tindakan, dg kebijakan pemerintah yg tidak bijak itu. solanya yg memakai / memanfaatkan situs ini, bukan kalangan orang2 bodoh aja. Tp dari semua lapisan masyarakat. Kenapa repot2 ngurusi masalah yg tidak mungkin, kenapa gak ngurusi perekonomian indonesia yg semakin hari, semakin parah. Kalau ekonomi masyarakt indonesia sudah stabil seperti negara2 lain, pasti tdk ada yg iseng2 lagi. soalnya mereka akan sibuk sendiri dg urusan bisnis mereka2 sendiri. Negara indonesia yg dibutuhkan saat ini adalah kestabilan perekonomian dan pendidikan. Kalau situs2 yg berguna bagi masyarakt yg ingin belajar maju itu, ditutup, masyarakt indonesia tidak ubahnya seperti katak dalam tempurung alias kuperrrrrrrrrrrrrrr. kalau dah begitu, akan mudah bagi bangsa asing untuk menjajah masyarakat kita. Contohnya banyak, seperti MLM, sudah masuk ke pelosok desa2, dah banyak yg menjadi korban MLM. kenapa itu gak dibasmi, atau jgn2 pejabat2 dah terima uang tips nya………. kacau kalo gitu. MLM yg masuk ke indonesia itu kan sgat merugikan. Terutama bagi pelajar2 sekolah, banyak yg terjerat, sampai sampai, berhenti sekolahnya gara2 MLM. contohnya temanku sendiri, dia berhenti sekolah gara2 MLM. tp setelah 1 thn dia terus sadar dan kembalisekolah lagi. lebih bahaya MLM 2 itu daripada Youtube, rapidshare, dll. contoh manfaatnya youtube, dia menyediakan tutorial secara video , shg mudah untuk dicerna masyarakat kita drpd tulisan. Apa pemerintah sanggup membuat semua tutorial berbentuk video dan disediakan secara gratis, wong mau ngasih uang bbm aja, masih disuruh bangun jalan, mmmmmmmmmmm………. masih mata duwitan , gaya sok perhatian. itu malah akan ngehabiskan uang pemerintah, secara percuma. nambah utang negara. mending pikirkan nasig anak2 jalanan yg tidak karuan itu. bukan ngurusi film porno aja, asal tau aja, semakin lama jagat (bumi yg kita tinggali) semakin maju, maka manusianya akan semakin bejat saja. itu sudah ditulis di kitab suci AL-Qur’an.

    sudah seginin dulu komentarnya, ananti tak sambung lagi…..

    tolong kepada bpk2 pejabat, jgn ambil kebijakn sembarangan, itu malah tidak menjadi suatu kebijakan, tetapi suatu fanatisme yg kurang beralasan.

    Jika ini dikonsultasikan ke para alim ulama indonesia mereka jg akan berpendpat sama, bahwa bukan medianya yg salah tetapi manusianya yang rusak. jadi bukan situsnya yg ditutup, tetapi manusianya yg perlu dibina.

    wasalam ………………..

  • Soni :

    Entah siapa yang bodoh…
    Menterinya kah ?
    ISP kah ?
    hanya karena satu film saja, maka semua hal yang positif di berangus, sama seperti hanya karena pisau membuat luka penggunanya, maka pisau itu dilarang untuk di pakai…

    Turut Berdukacita untuk matinya informasi di Indonesia

  • Kalam :

    dear all,
    siapa bilang zaman kegelapan sudah tiba…? dimana-mana tidak ada yg namanya kebebasan absolut. semua kebebasan pasti ada batasan-batasan dan rambu2nya. nah tugas pemerintahlah membuat batasan,rambu2 dan kebijakan, termasuk pemblokiran situs tersebut. Memang sayang karena satu conten situsnya yg diblok, adakah cara yg lebih elegan misalkan hanya conten itu saja yg diblok?

    Mohon kepada anda-anda semua yg cerdas, paham dan expert di it, adakah cara pemblokiran conten negatif dari sebuah situs, tanpa harus memblokir situsnya?? Nah ajukanlah solusi teknis tersebut kepada pemerintah cq menkominfo.

    Satu lagi, kenapa anda-anda yg cerdas2 ini dan jago2 ini tidak bikin sendiri sih layanan sekelas youtube, rapidshare, etc…? sudah hemat bandwith nasional, dapet duit, nama bangsa harum lagi…

    aahh…memang pro kontra akan selalu ada.
    itulah dinamika. tp mohon ya jangan saling meng-goblok-kan satu sama laen…

    peace…
    kalam

  • Boyke Bader :

    Mungkin sudah saatnya kita buat suatu grand design yang mengatur semua bentuk kampanye positif bangsa kita (atau tentang Islam, untuk kasus Fitna) melalui Internet.

    Saya rasa Media-Ide yang banyak mengamati & memahami praktik2 viral marketing, dsb bisa memberikan panduan dan contoh buat kita2 yg awam supaya bisa ikut berpartisipasi.

    Saya yakin dalam hal semangat idealisme, blogger2 kita selaku ujung tombak bangsa ini di dunia maya pasti akan antusias untuk terlibat, tinggal diberikan sedikit edukasi masalah technical “how-to” saja.

  • fikri :

    jangan sampai indonesia yang di blokir sama youtube

  • indra :

    you tube tube aja….wakakakak kick

  • puma :

    baca dari judulnya aja udah ngeri…

Tinggalkan komentar Anda!

CommentLuv badge