Home » Online Communities

Menggalang Suara Komunitas Melalui Microblogging

28 October 2008 4,311 views 13 komentar

Sejak beberapa bulan terakhir, semakin banyak pengguna dari Indonesia aktif dalam kegiatan microblogging, media komunikasi berupa tulisan yang hanya dibatasi 140 karakter. Diawali oleh aktifnya penggunaan Twitter sebagai sarana chat dan diskusi. Lalu dikenalkannya Kronologger (layanan lokal), sebuah microblogging dengan tambahan fitur pengiriman pesan melalui SMS. Lalu kini yang mulai ramai adalah Plurk, microblogging dengan komentar yang disajikan secara menarik dalam format garis waktu.

Melalui aplikasi microblogging ini, kita bisa melihat update kegiatan setiap teman kita. Di Twitter dikenal istilah follow, dimana kita bisa mengikuti setiap posting dari teman kita itu. Apa yang dikerjakan teman kita dan dituliskannya, bisa langsung kita amati segera. Barack Obama selalu menyampaikan setiap aktivitas kampanyenya melalui Twitter. Semua follower-nya bisa tahu akan kampanye dimana pada saat ini. Ini salah satu metodenya untuk lebih dekat dengan generasi muda. Kalau meminjam istilah Hermawan Kartajaya, Obama berupaya melakukan communitization dengan komunitas yang sudah terbentuk dalam Twitter.

Barack Obama Twitter

Di Indonesia, Twitter cenderung dipakai untuk sesuatu yang lebih serius, sementara Plurk lebih dipakai untuk bercanda, meski ada pula beberapa posting yang berupaya untuk serius. Di Plurk, seseorang bisa langsung berkomentar terhadap posting yang kita tulis, persis seperti blog pada umumnya.

Hal yang menarik terjadi di Plurk pertengahan Oktober kemarin, saat seorang blogger (yang merangkap pengguna Plurk) menemukan halaman dalam situs Diknas yang menampilkan lengkap seluruh data siswa berupa nama lengkap, alamat, serta sekolahnya, yang bebas diakses oleh semua orang. Tentunya ini hal yang berbahaya dan melanggar privacy anak dan orang tuanya. Bila data ini sampai ke tangan orang yang tidak bertanggung jawab, bukan tidak mungkin terjadi tindak pemerasan atau penculikan.

Banyak anggota dalam komunitas Plurk yang tergerak untuk memprotes keberadaan halaman ini. Mereka secara serentak menulis ungkapan protes di blog masing-masing. Sebagian mencoba menghubungi pihak Diknas dan Kominfo melalui surat resmi agar halaman ini segera dihilangkan. Tentunya, dalam setiap posting di blog, tidak ada dari mereka yang mencantumkan halaman berbahaya yang dimaksud, agar penyebaran tidak semakin meluas.

Plurk

Melalui tindakan communal dalam komunitas ini, suara yang disampaikan menjadi semakin dominan. Secara bertahap, akhirnya halaman berbahaya itu akhirnya dihilangkan. Kini, akses ke halaman tersebut hanya dibatasi oleh pihak-pihak yang berkepentingan saja. Mereka harus menghubungi pihak administrasi Diknas sebelum bisa mendapatkan datanya.

Sungguh luar biasanya suara komunitas ini. Adanya tujuan bersama membentuk tali sosial pertemanan yang ada menjadi semakin kuat. Bukan tidak mungkin, pertemanan di ranah maya ini akan memperkuat tali sosial pertemanan saat para anggotanya bertemu tatap muka langsung secara offline melalui kegiatan kopdar.

Baik komunitas yang muncul dari Twitter, Kronologger, Plurk, ataupun komunitas online lainnya, kegiatan kopdar sudah menjadi hal yang lumrah. Mereka bisa berkenalan satu sama lain wajah-wajah yang hanya mereka kenal nickname-nya. Saat berkenalan mereka akan mengenalkan nickname mereka terlebih dahulu sebelum menyebutkan nama aslinya. Umumnya kegiatan kopdar adalah kegiatan yang santai, sambil menambah jaringan pertemanan. Karena konteksnya yang sangat santai, jarang ditemui ada anggota yang berkenalan lalu saling bertukar kartu nama, seperti yang biasa terjadi dalam pertemuan seminar atau kopdar komunitas profesi.

Kopdar Plurk

Ada niat untuk melakukan communitization ke komunitas Plurk ini? Tentu tidak bisa sembarangan. Kenali dulu mereka, rasakan dulu menjadi bagian dari mereka, ikutlah berkomentar dan berkomunikasi dengan mereka. Dengan menjadi bagian dan teman dari mereka, komunikasi horisontal akan terjadi dengan lebih mudah.

Jangan perlakukan anggota komunitas seperti ini seperti beriklan di televisi. Di sini mereka bereaksi langsung bila mereka suka atau tidak suka. Pengalaman baik dan buruk yang dialami seorang anggota akan dengan cepat menyebar. Respon dan permohonan maaf (bila terjadi kesalahan) harus cepat dilakukan sebelum pembicaraan negatif berlanjut dan meluas.

Sebagai contoh, minggu kedua Oktober kemarin, banyak orang yang sebal karena menerima email spam dari Axe yang mempromosikan situs mereka. Diawali dengan seseorang yang posting di Plurk kalau ia menerima email dari Axe. Ia juga mempertanyakan apa maksud email tersebut. Ternyata, banyak dari anggota komunitas yang menerima email serupa. Kesimpulan dari percakapan yang terjadi, mereka semua kesal akan ulah Axe ini. Antipati yang pasti di luar harapan Axe saat email tersebut dikirim. Sampai sekarang, tidak ada tindakan dari Axe untuk menjernihkan permasalahan ini. Mungkin juga, karena mereka tidak tahu dan tidak mengamati langsung percakapan online yang terjadi.

Menggalang suara komunitas melalui aplikasi microblogging sudah bisa dan berhasil dilakukan. Semua atas prakarsa anggota komunitas sendiri karena adanya tujuan bersama. Melakukan communitization dari suara komunitas juga bukan hal yang tidak mungkin. Asal tahu bagaimana bersikap dalam komunitas itu, para anggota lainnya tentu akan menerimanya dengan baik pula. Di era New Wave Marketing ini, komunikasi horisontal dengan anggota komunitas harus terus dilakukan dan dijaga. Mereka harus terus didengar, diajak berkomunikasi, dan diajak berpartisipasi dalam kegiatan yang bertujuan sama.

Artikel lalu yang relevan:

Artikel ini ditulis oleh: Pitra Satvika (@pitra)
Sehari-hari bisa ditemui di Stratego, sebuah digital agency yang membangun pengalaman digital untuk brand di ranah online dan event. Pecinta social media, fotografi, dan menulis. Penulis blog ini sejak Juli 2005.

13 komentar »

  • Anang :

    komunitas di internet memang dahsyat om!

  • dilla :

    eh..ada potoku (woot)

  • Ivan @ NavinoT :

    Microblogging yang sifatnya lebih ringan membuat penyebaran berita jadi lebih cepat. Dibanding lewat email berantai.

  • ilamona :

    metode paling efektif buat nyepam.

  • kania :

    plurk merupakan Microblogging yang seru, u share, teruatama saat2 sibuk.

  • Sharon :

    wah mas… menginspirasi sekali, terutama sekarang lagi butek cari ide untuk skripsi πŸ™‚ makasih yaaa

  • Summase Sanjaya :

    Microblogging….ya, kata itu mengingatkan saya pada teman dosen Mikrobiologi saya :). Oya, selamat sebagai nominator dlm The BOBs.

  • iChaL :

    jejaring sosial di dunia maya emang powerfull

  • waterbomm :

    cuma mau liat poto saya *close tab*

  • kamal :

    bner juga ya… dulu saya sempet mikir, kira2 apa hal prioduktif yg bisa dilakukan lewat plurk. apakah plurk cuma bisa jadi tempat seneng2, ternyata gak juga..
    tulisan ini mencerahkan hati saya :mrgreen:

  • emyou :

    waaaa… ternyata foto waktu itu dipajang disini. yaaaaaayyy!! (dance)

  • -=GoenRock=- :

    Eeeeh, ada akyuuu jugaaaaak!!! (woot)

  • joy :

    wooowww

Tinggalkan komentar Anda!

CommentLuv badge