Home » Online Branding

Kuis Berhadiah Menggunakan Twitter

2 December 2008 7,676 views 12 komentar

Nah, ini satu ide jenius. Contohnya memang bukan di Indonesia, tapi kalau ide ini diceritakan di sini, pasti deh dalam 3 bulan mendatang, banyak brand yang akan mencoba ikut-ikutan. Jadi, sebuah penyedia jasa webhosting, Namecheap.com pada tanggal 1-25 Desember ini mengadakan kuis di Twitter setiap satu jam sekali. Kuisnya seputar tema Natal. Bagi 3 orang pertama yang menjawab tepat, akan langsung dapat voucher $9.69 di Namecheap.com. Jika ditotal selama 25 hari, nilai yang dibagikan adalah sekitar $17.000. Tambahan hadiah berupa iPod untuk 3 orang penjawab kuis terbanyak di akhir periode.

Angka totalnya terlihat besar memang, tapi biaya yang dikeluarkan itu ternyata masih jauh lebih murah daripada memasang satu halaman iklan di koran besar. Buzzword yang diciptakan melalui kuis ini juga sangat hebat. Sungguh pemanfaatan branding yang tepat melalui media Twitter. Semua pesertanya ‘dipaksa’ mendaftar di Twitter dan harus mengikuti username @namecheap untuk bisa mengikuti semua pertanyaan kuis. Konsultasi tentang masalah yang terjadi di Namecheap.com pun bisa dilakukan melalui Twitter, dan dijawab segera oleh penanggung jawab Namecheap.com.

Lalu, mungkin nggak dilakukan hal serupa di Indonesia? Jelas mungkin. Saat ini fenomena microblogging yang mewabah di Indonesia adalah Plurk dan Twitter. Pengguna Plurk di Indonesia mencapai lebih dari 6.000 user dengan sekitar 2.500 user terlihat aktif. Saking trendnya microblogging, hingga Detikcom pun mencoba merintis hal serupa dengan Ngecap-nya (masih offline).

Yang menjadi halangan utama adalah para pemegang brand itu sendiri, yang masih ragu untuk berinteraksi personal dengan konsumennya. Dengan ia melakukan interaksi melalu microblogging, brand harus siap ‘berkonfrontasi’ langsung dengan konsumen, baik itu dalam menanggapi komentar positif dan negatif. Kalau brand sudah berani melakukan seperti ini, niscaya kuis-kuis yang memanfaatkan media microblogging akan semakin mudah dilakukan.

Artikel ini ditulis oleh: Pitra Satvika (@pitra)
Sehari-hari bisa ditemui di Stratego, sebuah digital agency yang membangun pengalaman digital untuk brand di ranah online dan event. Pecinta social media, fotografi, dan menulis. Penulis blog ini sejak Juli 2005.

12 komentar »

  • Rama - Think.Web :

    Sebenernya nggak usah nunggu 3 bulan sih, karena dalam waktu sangat dekat gue/kita di Think.Web akan jalanin ini buat salah satu client kita πŸ˜€
    Awal nya gue pikir ini original idea, tapi kemudian gue tahu kalo Starbucks sudah beberapa kali melakukan model seperti ini.

    Mungkin banyak yang bertanya kenapa si brand memilih media itu?
    Dasar nya sebenernya cuman satu, kira-kira gini kalo diungkapkan dalam perkataan: “hey… saya akan banyak bicara di media ini, dan sudah ada beberapa orang disini… ayo rame-rame join di media ini”.

  • M.Isya :

    Wah ide bagus tuh, tambah lagi satu bukti cara marketing yang horisontal dan sifatnya many to many. Klo menurut saya brand di Indonesia harus mencoba menggunakan cara ini, kalo memang dirasa cara ini sama ampuhnya dengan promosi cara lama, kenapa gak. Masalah konfrontasi gak perlu jadi pikiran, tapi dilihat dari kreatifitas ini cara yang mendekatkan langsung dengan customer, dan saya rasa efek buzz nya akan besar…

  • Toni @ NavinoT :

    Saya masih bingung. Kira-kira faktor apa yang bisa menarik pengguna untuk mendengarkan (follow) si merk? Hadiah tadi itu ya? Saya penasaran, will it sticks? πŸ˜€

    #marketing-newbie

  • Pitra :

    Kalau di Indonesia ya nggak tahu ya, ya mesti dicoba. Logisnya semut datang kalau ada gula. Kebanyakan microsite gulanya adalah hadiah. Sepanjang ada hadiah, pasti akan terus datang. Setelah gulanya habis, memang harus dipancing dengan gula-gula lainnya.

    Kalau kasusnya spt Namecheap.com mungkin nggak sulit. Dengan dia menjaga servis hostingnya se-reliable mungkin, pelanggan yang menang dan sudah register dan dapat jatah hosting akan tetap memakainya asalkan reliable. Kalau kasusnya brand Indonesia, mungkin perlu dibantu dengan seorang peer leader yang jadi sumber buzz-nya. Jadi, jangan brand-nya yang berkoar-koar.

  • rama aja :

    kalo untuk Twitter / Plurk, follow itu bertahannya lebih lama, beda sama blog. Kadang2 blog cuma rame kalo pas ada hadiahnya doang, habis itu traffic turun lagi. Kalo di Twitter / Plurk, sekali kita follow orang kita terus diberikan update berita dari dia dan kemungkinan untuk di-unfollow itu kecil sekali.

    Saya rasa untuk microblogging sangat tepat untuk urusan kontak langsung dengan konsumen.

  • Krisditya :

    Kalau merujuk pada “Budaya Latah” atau “Budaya Trend” atau “Budaya Mumpung” Barangkali di Indonesia akan mewabah..hanya biasanya telat…di mana di negeri orang udah dicuekin…di negeri kita baru mulai ramai dan ngetop.

    Salam Sukses

  • akang :

    ide seperti itu sah-sah saja diwujudkan di indonesia, hanya saja harus tetap memenuhi janji yang diberikan, karena maklumlah dunia maya sangat rentan akan penipuan. contohnya :********.com dimana membuat blogger menjadi berang… apa ga sakit hati tuh… artikelnya kamu bisa diliat disini

  • Pitra :

    @akang: bosnya KL sudah saya kontak. Sudah saya beritahu permasalahannya. Mudah2an masalahnya bisa cepat dibereskan.

  • andrias ekoyuono :

    ide kuisnya bisa di ATM nih πŸ™‚ (Amati Tiru Modifikasi)
    thanks ya piet

  • firman deddy setiawan :

    gue pengen hadiahnya dunk

  • rully :

    Sepertinya idenya sudah terwujudkan. hehehhe….
    Nih salah satu bukti nyata nya :
    http://www.futuresgalleriablog.com/2010/01/28/twi

    gimana review nya??

  • Media Ide » Blog Archive » Kreativitas Kampanye di Twitter :

    […] Masih banyak sih contoh lainnya. Ada yang pernah membahasnya di blog ini. Sebelumnya Media Ide juga pernah membahas tentang kampanye Terminator Salvation di sini dan kontes yang dilakukan Namecheap.com di sini. […]

Tinggalkan komentar Anda!

CommentLuv badge