Home » Creative Works

Film Sinetron Honda Blade

7 December 2008 16,962 views 32 komentar

Jadi, di Trans TV jam 21.00 pada hari Minggu, 7 Desember kemarin Honda melakukan blocking time dengan memutar film (atau tepatnya sinetron) berjudul The Street Heroes. Sinetron ini berupaya mengenalkan produk motor 110cc Honda terbaru, yakni Honda Blade, melalui penceritaan bergenre aksi. Ceritanya berbaur antara video klip beberapa musisi ternama dan iklan TVC-nya. Baguskah sinetron ini?

Pada saat sinetron ini diputar, beberapa teman di Plurk pun berdiskusi (atau tepatnya membantai) tentang buruknya plot dan eksekusi cerita. Simak diskusinya di sini dan di sini.

Cerita sepasang pemuda dengan seorang paman yang hobi memberantas kejahatan memang bukan genre baru, namun bukan berarti tidak bisa dikembangkan menjadi plot yang unik. Sayangnya, ceritanya pun standar. Seorang penjahat preman dengan tertawa gilanya (gila identik dengan tipe penjahat sinetron pada umumnya ya) menculik seorang artis ternama. Menjadi tugas seorang pemuda dengan nickname Blade untuk menyelamatkannya. Genre aksi malah berkesan menjadi kampungan, karena eksekusinya yang pas-pasan, mengingatkan pada sinetron aksi seperti Sarah 008 dan Panji Manusia Milenium dulu kala. Bedanya, kalau Sarah dan Panji memang ditujukan untuk target pemirsa anak-anak, sementara sinetron The Street Heroes ini jelas bukan untuk pemirsa anak-anak. Bayangkan, membuat sesuatu yang targetnya adalah orang dewasa, namun dikemas seperti film untuk anak-anak?

Sebetulnya ini bukan pertama kalinya sebuah brand membuat film untuk promo. Terlalu jauh memang kalau mengkomparasi film ini dengan beberapa film pendek BMW yang sempat beredar di internet beberapa tahun lalu. Komparasi yang “manusiawi” bisa dibandingkan dengan film-film yang pernah dibuat oleh brand lokal. Lux dan Sampoerna pernah membuatnya dalam format trailer. Belakangan ini, XL dan Intel pernah pula membuatnya untuk konsumsi online. Namun, terus terang saja, film untuk brand Honda Blade ini adalah yang paling buruk eksekusinya di antara yang pernah ada.

Namun memang, kalau dilihat dari sisi penyampaian product knowledge, apa yang diceritakan dalam sinetron ini lumayan menggambarkan kemampuan Honda Blade. Tagline TVC-nya, “How brave are you? How tough are you? How extreme are you?” bisa terwakili melalui cerita dalam sinetron ini. Sayangnya, beberapa penyampaiannya masih terlalu harfiah, apalagi pakai dicampur dengan TVC dan penceritaan produknya di tengah-tengah film. Apakah ini memang karakteristik penonton Indonesia yang (dianggap oleh brand) masih kurang cerdas sehingga segala sesuatunya perlu diceritakan secara deskriptif?

Hal yang ironi dan lucu adalah saat sinetron The Street Heroes dengan tokoh jagoan Blade habis pada jam 22.00, Trans TV langsung memutar film layar lebar Hollywood berjudul Blade pula. Kalau Blade yang ini adalah Blade si vampire itu. Nggak ada hubungannya dengan merk apapun. Hihi, sepertinya pemrogram acara di Trans TV ini memang doyan bercanda.

Nah, apakah Anda sempat melihat film Honda Blade The Street Heroes ini? Menurut pendapat Anda bagaimana?

Artikel lalu yang relevan:

Artikel ini ditulis oleh: Pitra Satvika (@pitra)
Sehari-hari bisa ditemui di Stratego, sebuah digital agency yang membangun pengalaman digital untuk brand di ranah online dan event. Pecinta social media, fotografi, dan menulis. Penulis blog ini sejak Juli 2005.

32 komentar »

  • huda :

    Wah.. aku gak liat ik.. Tapi sejelek apapun, jadi penasaran. Bakalan diputer lagi gak y?

  • meong :

    aura kasih nggak banget. karaktrnya ga berkembang. pertama nongol, dia bisanya kok ngomelin rekannya, trus tau2 mo ngrusak bmw z3. wooooo pencoleng tolol, masak nggondol z3 caranya gt.

    make up-nya juga, aduh…ah, aura kasih jadi jatoh bgt di sini.

  • Toni @ NavinoT.com :

    jangan-jangan memang trilogy Blade-nya memang disponsori oleh Honda Blade? Atau sekedar kebetulan? Hmm, sepertinya diprogram seperti itu. Ini iklannya muncul terus2an loh.

  • lelouch :

    hah ! iya … sux

  • -=GoenRock=- :

    Saya ndak nonton. Mau tanya, apakah ini diproduksi dalam format celluloide dan masuk ke proses telecine atau murni Digital Video?

  • Juminten :

    aku ndak nonton. asyik nonton film horor di antv. hehehe… 😛
    eh, tp kyknya lucu tuh sinetronnya.
    bukan ceritanya. tapi… ah, sudahlah.. 😛

  • Pitra :

    @goenrock: rasanya bukan celluloide.. Shooting standar Betacam spt sinetron pada umumnya. Tapi gak tau juga gw ya 😀

  • mr.bambang :

    Hahaha. Tadi aku juga lihat dan emang enggak banget. Aktingnya ga keren. Terlalu mencontek ala superhero hollywood tapi kurang modal. Kesannya jadi kayak amatir gitu. Beberapa waktu yang lalu aku smpat juga nonton film pendek Intel i7 yg diperankan juga oleh Budi Wahyu Jati, kirain itu yang parah, ternyata ini lebih parah lagi.

    Aku lebih suka lihat film pendeknya Johny X (untuk Xperia X1) yang mampu membangun suasana seperti film sesungguhnya.

  • Iklan Street Heroes Honda Blade yang nggak Hero banget | NavinoT :

    […] Pitra menuliskan review tentang iklan Honda Blade yang diluncurkan dengan bentuk sinetron hari Minggu 7 Desember kemarin. Plot dan eksekusi cerita jadi sorotan utama. Bahkan sempat dibantai “berjamaah” secara realtime lewat Plurk :p […]

  • varity :

    gue sih nonton filmnya. tapi gue gak terlalu peduli motornya. gue liat bintangnya aja yang montok, Varissa Camelia. Yang jadi pacarnya Blade. Wuih, montok banget tuh cewek. Apalagi pas adegan awal yang dinner ama Blade di restoran. Pakaiannya ketat banget. Hehehe…

    Peace…

  • jimmy :

    saya gak nonton euy.. tapi kadang supaya sebuah produk diingat oleh pemirsa / masyarakat, caranya adalah dengan membuat iklan sebagus mungkin atau buatlah iklan sejelek mungkin 😀

  • Cengeng-Ngesan T_^ :

    yah, film yang modalnya cuman nice looking aja. tapi gak nice act.
    v^^
    sayangnya gw gak nonton

  • isman :

    Sial, nggak sempat nonton. Padahal kayaknya materi bagus untuk dicela, hehe.

  • gagahput3ra :

    gak sempet nonton tapi hampir pasti yakin pasti parah, soalnya kemampuan PH kita untuk bikin infomercial atau tayangan yg menarik di tv masi jarang yg bagus, kaku dan palsu 😛

    Hahaha…jadi pengen liat sinetronnya dan bikin posting celaan 😀

  • Nindya :

    Daripada film beginian, aku lebih mending liat iklan yang dalam format cerita kaya yang pernah dilakukan Ponds. Sekarang juga Ponds masih pake artis si Bunga Citra Lestari itu yah. Buatku itu malah lebih bagus 😐

    Kalo mau ngiklan ya ngiklan aja, ga usah sok bikin film. Bikin film juga mendingan dikit kek *sewot*

  • wahyu sant :

    wadoh, propnya banyak asepnya kayak bakar sate.

    jujur sebenernya sayang banget ne ad, dengan brand besar ditambah lagi relaunch produk baru.
    malah kayak gini iklannya, sayang banget.
    buang – buang dana aja ne client.

    commercial ne buat pembelajaran sajalah

  • Matthew :

    Sinetron nya kacau abiz tu keliatanya. Hwhwh!

    Kurang special effect nya kali?!?

  • unwinged.anang :

    wah harusnya jagoannya Kamen Rider Blade.
    Khan motor kamen rider sering dari Honda. Namanya pun, Blade. Pasti keren!

  • iambadung :

    Dulu Toyota Yaris The Movie bikinan Joko Anwar bagus.

  • Gilijk :

    IMHO, good news or bad news is a great publicity.
    Dan tampaknya pemutaran trilogy Blade (the daywalker) bermaksud untuk memperkuat efek dari peluncuran Honda Blade melalui FTV Street Heroes itu. Itu pastilah sudah termasuk paketnya.
    Walau kagak berhubungan, tapi film Blade selain kebetulan namanya sama, cukup menggambarkan taglinenya “How brave are you? How tough are you? How extreme are you?”

    Sinetronnya ? No comment dech. (Uemang ada sinetron yang bagus ? 🙂 )

  • imranFREAK :

    Wah,kampungan banget tuh film-nya.Gue kira launching blade seperti pesta peluncuran motor honda sebelumnya(macam beat,CS-1,Supra X 125 FI,Revo).Kalo ini sih seperti saras 008,panji manusia kaleng,en sebangsanya.BTW,hari sabtu(13/12) nanti launching-nya honda blade di makassar>.(hehehhehe 1 minggu setelah launching di jawa,gue bisa beli duluan 🙂

  • Chandra Marsono :

    Terima kasih kepada Pitra yang post di Plurk saat acara ini dimulai, gue muntah langsung liat acaranya. Gak subtle banget sih, norak dan langsung to the point jualannya.

    TransAm dan Dodge penjualannya naik pada masanya setelah film seri Knight Rider dan Viper keluar. Tak ada satu bagian pun dari mobil itu yang mengidentifikasi siapa pembuat mobil itu, people look for it karena penasaran, find facts, talk to people, etc. That is how great marketing works. You want to create a mindset and romance, not make people puke.

  • zam :

    jah.. aku masang iklan motor ini di situs produksi kantor..

    hehehe

  • paijo :

    ngggggggggggggggggggggggak banget,bagusan komedi abdel temon.. lebih seru

  • riyan :

    apa aq boleh jadi mekanik honda

  • arif :

    iklannya aja jelek, apalagi sinetronnya
    untung aku ga nonton

  • Dominikus Juju :

    ya gitu deh..rada gimana gitu. ga tega ceritainnya 🙂

  • fika :

    waaa.
    akhirnya nemu juga artikel ttg minifilm (hehe apa yak namanya) Blade, the steet heroes.
    tadinya mau nulis di blog, tp ga sempet jadi lupa.

    filmnya emang *cupu* ya buat orang geDe, dan keren buat anak kecil. gak ngerti kenapa dikemas kyk gitu. Penjahatnya bener2 aneh. harusnya kan yang killer berdarah dingin gimana gitu, tp malah cngengesan ketawa lebay…
    yah mungkin next time honda berpikir dua kali klo mo bikin kyk gitu lagi..

  • jinkrak :

    menurut gw sinetronnya biasa aja tuch……..
    tp kalo dikasih adegan ML mungkin jadi asyik…..

  • ogie :

    wah kren bgt nih film na…
    pa lg waktu jagoan na di gebukin di gudang..
    keren bgt coz ad gw na gtu…
    hehehehehe

  • simon :

    wah payah lo pada ngk bisa hargai in kreasi orng,,,

    gitu2 film na bugus x,,,
    bukti na di pasaran blade banyak pemakai na,,

    habis na di film na ada w na c,,salah 1 yg ngegondol z3 na
    heehhehehe

    piss

  • Seperti Apa Rasa Bebek Belur itu? « alonrider :

    […] Sayangnya, saya nggak nonton kedua film itu. Malah nemu review film Liar di sini dan The Street Heroes di sini. […]

Tinggalkan komentar Anda!

CommentLuv badge