Home » Online Branding, Online Communities

Tentang Acara Markplus Conference 09

11 December 2008 8,865 views 13 komentar

Beberapa teman blogger dan pemain online memang mendapat undangan dari Markplus untuk hadir di acara Markplus Conference 2009 yang bertemakan New Wave Marketing (NWM) ini. Hermawan Kartajaya, yang menggulirkan istilah NWM ini membaginya lagi menjadi Mobile NW, Experiential NW, dan Social NW. Ada lagi istilah 12C (Communitization, Confirming, Clarifying, Coding, Crowd-Combo (Co-Creation, Currency, Communal Activation, Conversation), Commercialization, Character, Caring, dan Collaboration) yang menjadi turunan dari NWM. Entah kenapa Hermawan dari dulu suka sekali bikin singkatan-singkatan seperti ini ya? Untuk tahu tentang apa itu NWM dan semua jargonnya, mending baca saja semua artikelnya di sini.

Sebenarnya apa yang diceritakan Hermawan dan timnya dalam setiap seminarnya ini sebagian besar sudah cukup banyak kita ketahui. Untuk yang gemar membaca blog-blog seperti TechCrunch, Mashable, AdRants, AdFreak, Web Strategist, dan blog-blog advertising, pemasaran dan social media lainnya (dan hihihi… mungkin blog ini juga πŸ™‚ ), ilmu yang didapat dari Hermawan ini bukanlah hal baru. Hanya saja, beliau mencoba mengemasnya menjadi barang baru, dengan menambahkan istilah-istilah menurut versinya.

Tidak salah juga sih. Kita memang butuh orang seperti beliau untuk meyakinkan kepada para petinggi-petinggi di pihak produsen untuk sadar dan membuka mata mereka akan dunia Web 2.0, dimana dunia sudah berubah. Kalau dulu komunikasi selalu bersifat vertikal dengan gencarnya iklan TV, radio, dan koran, kini komunikasi yang terjadi haruslah bersifat horisontal, dimana pemasar harus setara dan melakukan percakapan langsung dengan konsumennya. Bahkan ini bisa jadi suatu joke. Kalau nanti kita berargumentasi ke klien yang ragu akan kekuatan internet, kita bisa bilang, Ò€œPak Hermawan saja bilang seperti itu. Masa kalian tidak percaya?Ò€

Ringkasan pembukaan seminar yang menarik dari Hermawan bisa dibaca di artikel Kompas ini. Sayangnya pembukaan seminar yang bagus kurang diikuti oleh seminar-seminar kecil yang menyusul setelahnya. Di tiga stage yang membahas tentang mobile, experiential, dan social, teman-teman yang hadir semua berkomentar sama. Ini kok jadi jualannya para brand yang menjadi kliennya Markplus ya? Semangat berbagi pengetahuan dan pengalaman tertutup oleh kebanggaan masing-masing brand yang bercerita tentang portfolio kampanye yang telah mereka lakukan. Hampir semua sekedar pamer portfolio tanpa cerita konsep dan alasan mereka melakukan kampanye tersebut. Serasa tidak ada insight menarik dari apa yang mereka presentasikan.

Seminar-seminar kecil berikutnya, sempat mampir di seminar Research 2.0 on Social Media, dengan pembicara dari tim Markplus sendiri. Pembicara bercerita tentang social technographics, yang juga pernah dibahas dulu kala di blog ini. Ada yang lucu di sesi ini. Si pembicara seminar menyebut istilah microblogging sebagai suatu istilah metode riset online. Menurutnya, microblogging adalah metode mengumpulkan blog-blog dalam jumlah terbatas untuk dianalisa. Hmm, entah ini istilah yang sebenarnya ada, atau ia yang salah menginterpretasikan referensi yang dibacanya?

Lalu sempat mampir pula di seminar Youth Marketing yang membahas studi kasus Yaris dan KFC yang menggaet pasar anak muda. Yaris keluaran Toyota-Astra Motor yang sejak lama sudah fasih berjualan mobil untuk keluarga. Saat mereka harus menjual mobil untuk anak muda, banyak pola-pola baru yang harus mereka pikirkan. KFC identik dengan restoran keluarga dan merupakan brand tua yang ada di Indonesia (sudah hampir 30 tahun). Sekarang mereka merejuvenasi brand-nya dengan mereposisikan pada target anak muda. Caranya dengan menjadi promotor musik grup indie dan mengenalkan mereka melalui CD album yang bisa dibeli di restoran KFC.

Selanjutnya semua seminar kecil ini ditutup dan Hermawan, dibantu dengan beberapa panelis dari beberapa ketua asosiasi industri di Indonesia bercerita tentang market outlook 2009. Beragam figur dan angka prediksi ditunjukkan di sini. Intinya, kebanyakan asosiasi menilai positif pertumbuhan ekonomi Indonesia di tahun 2009. Bahkan tidak perlu takut terjadi kerusuhan saat terjadi Pemilu. Justru, dengan adanya caleg-caleg, akan terjadi penyebaran kue rejeki ke rakyat. Bayangkan, jika setiap caleg butuh dana 2-5 milyar untuk kampanye, betapa besarnya imbas ekonominya ke rakyat (dengan misalnya: pembuatan kaos, spanduk, poster, dll).

Masih ada acara terakhir sebetulnya dimana Kompas Entertainment menjadi bintang seminar. Sayang, sudah keburu pulang, dan tidak sempat mengikutinya. Untuk semua slide presentasinya, katanya akan diunggah oleh pihak Markplus dan setelatnya hari Jumat, bisa dilihat di situsnya.

Jadi, apakah acara ini bagus atau tidak? Hihi, karena masuknya gratis, ya nggak rugilah. Kalau masuknya bayar ya mungkin akan berasa rugi, karena sudah tahu sebagian besar materi yang disajikan. Maaf juga tidak ada foto di posting ini. Karena ini acara serius dan yang datang bukan blogger gaul, sehingga tidak ada sesi foto-foto. πŸ™‚

Update: hampir seluruh materi presentasi kini bisa diunduh di sini.

Artikel ini ditulis oleh: Pitra Satvika (@pitra)
Sehari-hari bisa ditemui di Stratego, sebuah digital agency yang membangun pengalaman digital untuk brand di ranah online dan event. Pecinta social media, fotografi, dan menulis. Penulis blog ini sejak Juli 2005.

13 komentar »

  • unwinged.anang :

    Iya aku setuju kalo itu bukan barang baru, terutama buat kita sih yang sudah sering melalang buana dan menggunakan cara cara itu ( ya benar, kecuali istilahnya ).

    Aku suka Youth Marketingnya, sebenernya dari semua susunan acara itu, ini adalah tujuan asli kenapa aku datang kesana. Dan ternyata klop banget. Apalagi sama KFC yang emang dodol. Sangat menarik dan inspiratif.

    Tapi ya secara keseluruhan, memang sebenarnya kita semua udah tau. Tadi sempat ketemu sama mas Pitra ( siapa tu ya ? ), Rama, Anan, Toni, Yoris, manusia manusia yang sudah ada di dunia ini sejak lama, aku sendiri sudah sejak 2004 di Comm. Builder dan sudah memanfaatkan cara cara itu, sampai komunitasku sudah bisa membentuk produknya sendiri, dan ini bener bener bukan hal baru lagi.

    Atau kita yang sudah terlalu tua ? Ah entahlah..

    hm… biarpun yang datang blogger serius, gw tetep poto poto seperti biasa lol. Ya paling tidak gw sempat berfoto bersama Pak HK :p

  • Toni @ NavinoT.com :

    Duh, anang kok ndak bilang kalau mo foto sama pak HK?? Tahu gitu saya juga mau ikutan nampang (angry)

    Kata Ilman, sesi KFC adalah bintang hari itu. Kata anak sekarang: gokil gettooo!

    Saya setuju πŸ™‚

  • reza yazdi :

    yaaa.. tergantung siapa yang bungkuss..
    bungkusss manng…

  • Laporan dari MarkPlus Conference 09 | NavinoT :

    […] Simak juga laporan MarkPlus Conference di MediaIde […]

  • Riawan :

    Pit, congrats ya sebagai salah satu pemenang Lomba New Wave :D..
    Balik bareng jam 7. Jam 11-nya dah di post :D..

  • catur pw :

    Siipp… Thanks dah dateng ya prenz πŸ˜‰

  • Ollie :

    Saya sudah post laporan juga!

  • Markplus Conference 09 : Habluminannas dan Mindset | Blog unwinged :

    […] laporan yang sempat dibaca dari : Media Ide – Tentang Acara Markplus Conference 09 NavinoT – Laporan dari MarkPlus Conference 09 Ollie’s Blog – From the MarkPlus Conference […]

  • pinkparis :

    materinya ternyata memang hal-hal yang sudah biasa dipakai bagi para praktisi IT. hmm … klo begitu aku gak rugi ya klo gak dateng. soalnya pasti bayar (gak ada yang bayarin):-)

  • joachim ben efraim :

    Saya udh 2x berikan komentar sepanjang NWM artikel dimuat di kompas tapi koq kompas nggak nanggapin ya? Markplus dan kompas sama sekali tdk membrikan respon apapun, karena saya memberikan masukan tentang jargon2 yg mereka gunakan. Bagi saya marketing itu simple sesuai dg KISS=Keep It Simple Stupid. Kagak perlu banyak jargon. Para konsultan mereka pun banyak yg hanya taunya mengkloning konsep dr luar. Nggak ada konsep dan metode baru yg diciptakan oleh para konsultan Markplus kecuali hanya Marketing Plus 2000. Ciri konsultan yg benar2 tangguh liat sendiri aja di Booz Allen Hamilton, BCG, McKinsey etc. Mereka bisa menganalisis suatu bisnis da industri dari perspektif yg beda dan tdk mengkloning konsep dr org lain. Kalo taunya mengkloning, anak SD juga tau, he3x.

  • mantan kyai :

    wah. kayaknya saya orang yg merugi neh gak ngerti apa2 soal acara ini πŸ˜€

  • hanny :

    dulu, waktu masih SMA, aku suka nonton talkshow Marketing Pak Hermawan di salah satu stasiun televisi swasta, biasanya mengupas dan mewawancara para wirausahawan gitu, dan juga beli buku-bukunya. buku terakhir yang saya beli itu marketing in venus. tetapi setelah itu, saya merasa kok Pak Hermawan semakin ‘njelimet’, ya?

    sesuatu yang simpel malah jadi complicated karena banyaknya istilah2 dan jargon2 yang diciptakannya sendiri. semakin didengarkan saya malah semakin pusing dan semakin nggak ngerti hehehe. atau otak saya yang nggak berkembang sejak jaman SMA?

    sekarang ini, saya malah kangen dengan Pak Hermawan yang dulu, yang bisa ngebahas marketing secara casual, nggak pakai macam-macam jargon, sederhana, jelas, dan to the point. Jenis omongan tentang Marketing yang bahkan bisa bikin anak SMA tertarik nonton. Yang bikin kita mikir bahwa Marketing itu menyenangkan dan menarik, bukannya rumit dan cuma bisa jadi santapan kalangan tertentu aja.

Tinggalkan komentar Anda!

CommentLuv badge