Home » FreSh

FreSh: Creative Industry Outlook 2009

20 December 2008 11,572 views 27 komentar

Tanggal 18 Desember 2008 kemarin, pertemuan FreSh ke-5 kembali diadakan secara sederhana di warung Wetiga. Meski sempat hujan melanda, tidak menghalangi berlangsungnya acara. Lebih dari 30 orang datang dan berharap mendapat pengetahuan dan inspirasi dari acara bulanan ini. Peserta menikmati makanan sego kucing, sate babat, sate telur, sate hati, perkedel, dan minuman hangat seperti kopi jahe dan susu jahe suguhan Wetiga.

Tema bulan Desember ini adalah creative industry outlook 2009. Maksudnya, ya kita mencoba memprediksi apa yang akan terjadi di tahun 2009, khususnya di indusri kreatif, khususnya lagi yang erat dengan dunia online. Presentasi dibawakan oleh Norman Sasono, Enda Nasution, Ramya Prajna, Boy Avianto, dan terakhir Anggun Himawan. Topiknya ternyata beragam, dari yang berbau teknologi hingga yang membangun motivasi untuk mengawali tahun 2009.

Norman Sasono dari Microsoft bercerita kalau di tahun 2009, aplikasi desktop akan masih mendominasi layanan. Aplikasi berbasis web masih belum bisa mengalahkan yang berbasis desktop. Bila terjadi putusnya sambungan internet, aplikasi berbasis web menjadi tidak bisa diakses. Itulah juga sebabnya berbagai aplikasi berbasis web juga menyiapkan versi desktop-nya. Data akan tetap tersimpan di dalam hard disk, dan saat koneksi internet menyala kembali, data tersebut akan disinkronisasi dengan data di server online. Norman sempat pula memutar video contoh berbagai aplikasi desktop yang dikembangkan dengan Windows Presentation Foundation (WPF) yang berbasis Microsoft .Net. Norman juga bercerita tentang Silverlight yang sebetulnya adalah subset dari WPF, dan contoh penerapannya yang pernah diterapkan di salah satu halaman Kaskus. Ia juga bercerita tentang aplikasi Azure dari Microsoft yang menjadi platform servis seperti yang dilakukan Amazon sekarang.

Norman bercerita kalau Microsoft tidak percaya akan konsep SAAS (software as a service). Microsoft lebih tertarik mengembangkan S+S (software + service). Aplikasi tetap diinstalasi di dalam komputer (tidak berjalan sendiri di dalam web), namun bedanya, aplikasi ini akan bisa mengkonsumsi servis yang tersedia di web. Apple misalnya, memiliki aplikasi iTunes yang harus diinstalasi terlebih dahulu sebelum bisa dipakai untuk mengakses servis penyedia lagu di web. Ada lagi aplikasi online CRM seperti Salesforce. Awalnya servis ini hanya berjalan di web, namun selanjutnya berkembang menjadi aplikasi terinstal yang memungkinkan sinkronisasi antara data di desktop dan di web. Menurutnya, industri ini akan berkembang ke arah sana.

Presentasi kedua dibawakan oleh Enda Nasution yang bercerita tentang prediksinya di masa datang. Prediksi itu susah, belum tentu benar. Berdasarkan pengalaman event yang terjadi di tahun 2008, hampir semua pemodal bercerita tentang media convergence, dimana televisi bersentuhan dengan internet dan mobile. Padahal isu social media yang sebenarnya menjadi cara kita berkomunikasi saat ini malah luput dari sentuhan. Saat Vivanews kemarin diluncurkan, mereka bercerita tentang penayangan TV secara langsung dari 3 tempat yang berbeda, tapi mereka melupakan konteks sosialnya. Mereka masih belum menjamah pemirsanya melalui social media.

Di masa depan, pengguna internet Indonesia akan mencapai 30 juta, dan ada 100 juta pengguna mobile. Ini menjadi tantangan para kreatif untuk bisa memanfaatkan target tersebut dengan mengembangkan aplikasi yang bermanfaat secara sosial. Enda juga mengestimasi kalau akan ada 1,2 juta blogger di seluruh Indonesia. Trafik yang diakses pengguna Indonesia ke situs blog WordPress bahkan hampir menyamai trafik ke Detik, sementara akses ke situs Multiply hampir menyamai trafik ke Kompas. Enda juga menyinggung munculnya 2 layanan blog di Indonesia, yaitu DagDigDug dan Blogdetik. Bisa jadi di tahun 2009 akan muncul banyak layanan baru, bahkan mungkin yang bersifat lokal, misal Jogja punya layanan blognya sendiri.

Di tahun 2009, social media akan berkembang jauh, dan isu media convergence akan ditinggalkan. Yang menjadi tantangan adalah bagaimana menciptakan sesuatu yang punya dampak besar namun dengan investasi yang kecil. Tahun 2009 bisa jadi Indonesia akan terkena dampak krisis ekonomi yang mengakibatkan dipotongnya bujet promosi dan pemasaran dari produsen. Tahun 2009 juga akan menjadi tahun politik dimana sepanjang tahun kampanye politik partai dan presiden akan bermunculan. Yang juga perlu disikapi adalah pentingnya perhatian akan legalitas. Mungkin perlu ada semacam lembaga bantuan hukum yang bisa melindungi para blogger dan pemain online bila terjadi konflik horisontal atau vertikal.

Tahun 2009 juga akan membuat Friendster sebagai masa lalu dan semakin banyaknya pengguna internet memakai Facebook. Lalu segala hal yang membangun ekspresi dan bersifat komunal akan semakin berkembang. Misalnya seperti komik blog yang dibuat oleh individual, seperti Chickenstrip dan Superman dan Ibab. T-shirt akan kembali populer dengan mengintegrasikannya dengan online. Terakhir, semakin banyaknya kegiatan sosial yang membangun kampanyenya melalui blog dan para blogger, seperti kampanye Coin A Chance yang kini baru berjalan.

Lebih lengkap tentang presentasi ini bisa dilihat di slide berikut.

Presentasi ketiga dibawakan oleh Ramya Prajna yang bercerita tentang user interface di masa datang. Tampilan layar akan semakin kecil (untuk mobile) dan juga akan semakin besar (untuk multi touch, seperti yang ditampilkan di film Minority Report). Untuk tampilan mobile, dari awalnya menggunakan cursor lalu berkembang menjadi scroll. Tampilan dengan teks mungkin akan lebih muncul, dibandingkan yang dilengkapi dengan gambar. Mungkin karena kebutuhan membaca berita lebih dominan dalam melakukan mobile internet, sehingga tampilan teks menjadi lebih berkembang. Tampilan desain yang semakin indah dan kompleks mungkin juga akan berubah menjadi lebih sederhana.

Untuk konsumsi layar lebar, interaksi dengan multi touch bisa jadi berkembang lebih besar. Multi touch seperti ini akan membuat cara kita berinteraksi dengan komputer menjadi berbeda. Gestur dan kebiasaan kita akan berubah mengikuti perkembangan user interface ini. Contoh multi touch yang dimaksud bisa dilihat pada video berikut ini.

Berikutnya, presentasi sedikit berbeda. Boy Avianto bercerita tentang pentingnya sebuah mimpi, dan lebih pentingnya lagi, perjuangan untuk mencapainya. Kadang orang takut untuk mengejar mimpinya karena ia merasa tidak pantas mendapatkannya atau karena terlalu sulit untuk mencapainya. Padahal sebenarnya, untuk mencapai mimpi harus penuh keyakinan. Saat seseorang menginginkan sesuatu, niscaya seluruh jagad ini akan membantu mewujudkan mimpi itu. Sebagai contohnya, Boy menceritakan pengalaman dirinya yang berjuang mendapatkan mimpi tersebut, dimana tidak semuanya bisa terwujud. Namun, ia terus berjuang untuk mendapatkannya. Boy lalu mengajak semua orang untuk mulai bermimpi dan berjuang mendapatkannya.

Slide presentasi Boy menyusul. Menunggu si pembuatnya mengunggahnya terlebih dahulu.

Presentasi penutup dibawakan oleh Anggun Himawan. Ada ramalan suku Maya di masa lalu yang berkata kalau 21 Desember 2012 itu kiamat. Apakah ini kiamat yang artinya dunia ini selesai? Ataukah ini artinya akan ada tatanan dunia baru, dimana yang miskin akan menjadi kaya, dan yang kaya menjadi makin kaya.

Anggun juga berbagi cerita tentang “My life wis POL” dimana kehidupan seseorang itu sudah maksimum, dan sudah mencapai apa yang diinginkannya. Contohnya G.M Sudharta, kartunis Om Pasikom sejak puluhan tahun lalu dengan lebih dari 4.000 komik. Karakter Om Pasikom ini membawanya keliling dunia dan hidup nyaman di kota Klaten. Di lain sisi, ada seseorang yang bukan apa-apa, tapi keburu meninggal sebelum ia bisa menunjukkan kemampuan dan prestasinya.

Anggun pun bercerita tentang kisah Masguno Maskumambang, seorang pemuda yang mau menikah namun ragu. Ia bernazar (janji kepada Tuhan) kalau ia bisa menikah, ia akan berjalan kaki sejauh 3 jam. Dalam perjalanan itu ia menemukan titik-titik hidup untuk mencapai “My life wis POL” itu. Saat berangkat, akan masih semangat dan antusias. Lalu sampai di titik kedua dimana ia mulai lelah dan ragu, untuk kembali ke titik berangkat atau terus melanjutkan. Analoginya, saat memulai bisnis muncul keraguan untuk kembali ke tempat kerja lamanya.

Namun Masguno terus berjalan hingga akhirnya ia menemukan titik ketiga, dimana ritme rutin mulai terlihat. Analoginya, saat mengembangkan bisnis, mulai didapat polanya. Meski belum banyak klien, tapi sudah ada pekerjaan yang bisa dimulai. Ritme rutin ini terus berlanjut hingga akhinya ia mencapai titik keempat, yaitu kebosanan. Butuh sesuatu yang berbeda, yang iseng.

Di titik ini Masguno menemukan jalan alternatif dan iseng lewat jalan itu. Masguno sampai di titik kelima, dimana ia sadar akan salah jalan. Dari kesalahan itu, Masguno belajar untuk tidak mengulangi lagi. Ia pun kembali ke titik semula dan terus berjalan melalui jalur utama. Analoginya, keisengan berinovasi itu perlu dilakukan meski tidak melulu berbuah keberhasilan. Justru dari kegagalan yang muncul akan menjadi pembelajaran untuk inovasi berikutnya. Di sinilah Masguno mencapai titik keenam, dimana ia menjadi orang yang dewasa, arif, bijak, dan tidak akan jatuh di lubang yang sama.

Ujian selanjutnya adalah saat mencapai titik ketujuh, yaitu ujian kesabaran. Di sini Masguno sudah tahu akan segalanya, namun kenapa ia belum juga sampai pula di tujuan. Ujung perjalanannya ini mana? Kok tidak kelihatan? Analoginya, saat berusaha dan menyelesaikan banyak hambatan, kenapa seseorang itu belum juga mencapai sesuatu yang ia impikan. Sampai kapan, ia harus melakukan itu supaya “My life wis POL” tercapai? Di sinilah ia mencapai titk kedelapan dimana Masguno akhirnya tak sanggup lagi untuk melanjutkan perjalanan. Padahal (mungkin) tempat tujuan yang diraihnya tinggal sedikit lagi. Terakhir Anggun berpesan agar tidak putus asa. Kalau mau putus asa, putus asalah pada saat pertolongan Tuhan datang pada Anda.

Slide presentasi Anggun menyusul. Menunggu si pembuatnya mengunggahnya terlebih dahulu.

Terima kasih sekali kepada Iqbal dan Wetiga-nya beserta seluruh krunya yang sibuk membantu selama acara. Terima kasih juga kepada Pak Didi Nugrahadi, punggawa DagDigDug, yang menjadi sponsor utama kegiatan FreSh kali ini. Terima kasih juga kepada Rendy dan Yuswohadi yang menyumbangkan hadiah-hadiah doorprize.

Kita akan memasuki tahun yang baru. Mudah-mudahan di FreSh pertama di tahun 2009 acaranya bisa berlangsung semeriah kemarin. Tema yang akan diangkat pada bulan Januari mendatang adalah Technopreneur, dimana rekan-rekan yang punya pengalaman membangun usahanya di bidang teknologi akan membagikan pengalamannya. Tentunya, dengan harapan akan bisa menginspirasi rekan-rekan lainnya. Pantau saja aktivitas selanjutnya di Facebook. Silakan juga loh kalau mau berdiskusi di sana.

Kredit dan galeri foto: Kania

Artikel ini ditulis oleh: Pitra Satvika (@pitra)
Sehari-hari bisa ditemui di Stratego, sebuah digital agency yang membangun pengalaman digital untuk brand di ranah online dan event. Pecinta social media, fotografi, dan menulis. Penulis blog ini sejak Juli 2005.

27 komentar »

  • Belutz :

    Belutz was there (dance)

  • rama :

    menyesal tidak datang. saya takut datang ke fresh edisi ganjil :p

  • pinkparis :

    ketinggalan presentasi pertama karena nunggu ujan reda 🙁
    semoga next FreSh tidak ketinggalan lagi …

  • Koen :

    Sorry, terlambat; ada kegiatan lain sore itu; jadi hanya bisa lihat sebagian presentasi Enda, Ramya, dan Boy. Really inspiring, guys. Thank you.

  • Chandra Marsono :

    Saya salah hari *bletak!*

  • My Life wIs POL - FreSh! Dec ‘09 | Catur PW.Com :

    […] Related Links: FreSh: Creative Industry Outlook 2009 […]

  • mantan kyai :

    saya seharusnya disana. hiks

  • zamdesign :

    makin sukses!

  • dodywae :

    next time datang 😉

  • enda :

    FreSh harusnya udah ada blognya sendiri neeh minimal id.wikipedia entrynyaaaa hehehe

  • kamal :

    sayang kemarin gak jadi dateng… next time aja deh

  • Opi :

    Salam kenal. Senang sekali bisa menemukan blog yang banyak membahas perkembangan dunia Internet di Indonesia dan dunia. Saya sendiri sangat tertarik dengan bisnis Internet dan sudah beberapa kali membuat website. Yang terakhir adalah http://www.ezclopedia.com. Fiturnya mirip Google Knol biarpun sebenarnya kita lebih dulu diluncurkan daripada Google Knol. Karena berat bersaing, saya sekarang sedang mencari kemungkinan meluncurkannya di Indonesia. Kalau ada yang tertarik kirim email ke japri.

    Thanks!

    Opi
    http://www.ezclopedia.com/user/index.php

  • “TO:SER-BLOG” Content Contest - Kontes untuk Mengajak Orang Lain ngeBlog :

    […] Seorang sahabat, Mas MQ, memberitahu saya bahwa ia mengadakan sebuah kontes blog kecil-kecilan. Kenapa ia mengadakan kontes tersebut, adalah karena ia juga ingin mengajak orang sebanyak-banyaknya untuk ngeBlog, sama persis 100% dengan tujuan Ayo ngeBlog! Bagi saya, kontes ini bukan kontes kecil-kecilan, karena dampaknya insya Allah signifikan dalam membantu perkembangan dunia blog di Indonesia, dan meningkatkan jumlah blogger di Indonesia yang tahun 2009 diperkirakan akan mencapai 1,2 juta. […]

  • Batu :

    Maju terus blogger indonesiaaaaaaa………..

  • Fresh 5 : Prediction, Oportunity, Dream and Patience! « The Orange Network :

    […] tidak ingin mengulas detil acaranya seperti apa, karena sudah ada beberapa blognya Pitra, blognya Catur, blognya Belutz, bahkan sampe Detik pun mengulasnya. *Jadi bagi kalian yang pengin […]

  • ivn :

    panjang juga reportnya…

  • izoel :

    hi guys, jadi penasaran nih pengen ikutan, mengenai lokasi tempatnya itu berubah-berubah kah?

  • Pitra :

    @izoel: iya berubah2.. tergantung siapa yang berbaik hati menyediakan tempatnya.

  • antown :

    yahhh…
    telat infonya saya 🙁

  • Arikaka.com :

    Mantab dah..

    Sukses slalu..

  • cempluk :

    Presentasi yang luar biasa dengan pembicara hebat..Semakin menjamurnya internet maka dunia industri akan berbondong2 melakukan perpindahan secara online.

    salam perjuangan

  • inside cellphone :

    Sukses slalu and sukses juga buat mas yg dapet gelar Deutsche Welle International Weblog Awards di berlin,german. jd pingin….:(

  • Maydina :

    kapan lagi ada acara diskusi Fresh?..solanya sedari keamren2 belum sempat menghadiri.
    nb:saran.. gimana jikalau suatu saat fresh mengadakan diskusi gabungan dengan kemunitas creative lainnya seperti FDGI 🙂

  • Pitra :

    @inside cellphone:
    Terima kasih. Kalau mau coba tahun depan, coba mulai buat posting2 dengan konten video atau audio (vlog ato podcast), dan cari tema-tema yg dekat dgn dunia sosial. Dijamin menang.

    @maydina:
    Pertengahan Januari sepertinya. Waktu masih tentatif tapinya. Diskusi gabungan sempat jadi pemikiran, tapi sekarang masih kita godok plus minusnya. Karena yg bulan Januari itu, ada kemungkinan acaranya gabung dengan komunitas lain pula soalnya.

  • Telkom SIAP Garap ICT dunia pendidikan « Coding My Ideas :

    […] infrastruktur, masalah data ownership paranoid dari customer juga kayaknya ga bisa diabaikan. Orang Microsoft aja ga percaya klo Software bisa dijual as Service (SaaS) macam SIAP-nya […]

  • Pandu :

    Wah sangat bermanfaat acaranya. btw, klo maw gabung gimana, thanks!!
    Salam kenal y!!!

  • buku belajar kompute :

    Masih nungguin acara selanjutnya nih

Tinggalkan komentar Anda!

CommentLuv badge