Home » Online Branding

Pemanfaatan Facebook Page untuk Membangun Brand

8 February 2009 9,770 views 23 komentar

Tahun-tahun kemarin, banyak sekali brand aktif membangun microsite. Dengan nama domain baru yang umumnya mengikuti nama program kampanyenya, brand membangun awareness-nya melalui situs yang sifatnya temporer. Umumnya fitur situsnya lengkap dengan game berhadiah, untuk memancing banyaknya pengunjung. Sekarang saat orang ramai bergabung dan bermain di dalam Facebook, masihkah relevan brand membangun sebuah microsite?

Jawabannya, tergantung dari tujuan membangun microsite itu sendiri. Kalau memang perlu mengeksposur brand ke konsumen, dan memberikan pemahaman tentang brand kepada konsumen, tentu microsite masih diperlukan. Namun, kalau tujuan membangun microsite itu adalah untuk membangun komunitas, maka lupakan membangun microsite, karena keberhasilannya akan kecil. Daripada bersusah payah mendatangkan orang untuk bergabung dalam komunitas sebuah microsite, kenapa tidak berpikir terbalik? Mengapa tidak microsite yang datang kepada komunitas?

Facebook Page menjadi salah satu alternatifnya. Yang membedakan fitur ini dengan fitur Facebook lainnya adalah, kita tidak perlu menjadi anggota Facebook untuk melihat kontennya. Semua halaman Facebook Page terindeks oleh Google, seperti situs-situs umum lainnya. Facebook Page memang didesain untuk publik, dan tidak terikat unsur privacy seperti Facebook Profile dan Facebook Groups. Facebook Page bebas dipakai untuk kebutuhan komersial, jadi brand apapun boleh memanfaatkannya.

Anggota Facebook yang tertarik dengan halaman tersebut bisa menjadi fan-nya. Meski menjadi fan dari sebuah Facebook Page, bukan berarti si pemilik halaman lalu bisa mengakses data pribadi para fan ya. Pengelola Facebook tentunya sangat berhati-hati akan hal ini.

Lalu apa saja fitur Facebook Page yang bisa dimanfaatkan oleh brand?

  • The Wall, standar fitur komentar yang dipakai oleh Facebook.
  • Discussion Board, forum diskusi sederhana. Jadi ingat, dulu ada beberapa brand mencoba membangun forum di microsite-nya tapi kenyataanya sepi pengunjung.
  • Notes, semacam mini blog, yang bisa diadaptasi untuk penyampaian berita dan liputan.
  • Events, kalau brand punya kegiatan offline, manfaatkan fitur ini untuk mengingatkan para fan-nya.
  • Photos, berupa galeri foto yang bisa dikirimkan oleh pemilik halaman, maupun para fan.
  • Video, berupa galeri video yang bisa dikirimkan oleh pemilik halaman, maupun para fan.
  • Flash Player, dimana pemilik halaman bisa memasang file Flash, misalnya memasang advergame.
  • Music Player, bila pemilik halaman adalah artis, ia bisa memasang track lagunya di sini.
  • Reviews, berupa fasilitas review untuk promosi film.
  • Static FBML, untuk hal-hal lainnya, misalnya brand ingin menaruh tautan unduhan wallpaper, atau bentuk halaman statis lainnya.
  • Masih kurang puas? Bisa manfaatkan aplikasi pihak ketiga yang sudah ada dan siap pasang. Kalau masih belum puas juga, bisa juga membuat aplikasi Facebook sendiri yang bisa dipasang di Facebook Page.

Meski fitur Facebook Page lengkap, bukan berarti keberadaan microsite menjadi hilang. Ada batasan-batasan tertentu dalam melakukan branding Facebook Page. Kita hanya bisa mendesain sebatas yang diberikan oleh aturan Facebook. Jelas Facebook juga nggak ingin branding-nya hilang, seperti profil-profil anggota di Friendster atau MySpace yang terlihat berantakan tata letaknya.

Tidak semua kampanye online juga cocok dilakukan dengan Facebook Page, karena ada batasan fleksibilitas, dibandingkan kita membuatnya sendiri di situs terpisah. Namun yang bisa kita lakukan adalah membuatnya agar saling melengkapi. Bisa jadi Facebook Page ini menjadi salah satu gerbang masuk ke microsite. Facebook Page menjadi kendaraan awareness awal untuk mereka yang menjadi anggota Facebook. Saat mereka tertarik dengan info di Facebook Page, bisa jadi mereka akan langsung mendatangi microsite untuk membaca info atau berinteraksi yang lebih detil di sana.

Artikel ini ditulis oleh: Pitra Satvika (@pitra)
Sehari-hari bisa ditemui di Stratego, sebuah digital agency yang membangun pengalaman digital untuk brand di ranah online dan event. Pecinta social media, fotografi, dan menulis. Penulis blog ini sejak Juli 2005.

23 komentar »

  • Dita Firdiana :

    oooo… itu toh gunanya… (thinking)

  • ikhsan :

    baru ngerti

  • Obi-Wan :

    Seorang temen saya, yang dibikin page sama orang laen, langsung kebanjiran order kerjaan gara2 kerjaannya dipasang di page. Mumpung fesbuk lagi ngetop, emang masih enak pake Page. πŸ˜€

  • Dadan Darmawan :

    artikel bagus,..nambah ide untuk branding..

  • maya :

    good… kebetulan saya lagi bikin materi untuk internet marketing via Facebook. dan tulisan ini sangat menginspirasi.
    Thnx….

  • Mayasari Ratna :

    good….
    menginspirasi saya dalam membuat materi internet marketing via facebook untuk bahan workshop.
    thnx….

  • Kevin Mintaraga :

    Thank you untuk sharingnya yah Pit =)

  • Ivan @ NavinoT :

    Facebook Pages cocok buat jembatan dari situs asli untuk melakukan branding di Facebook.

    Hmm … NavinoT perlu ga yah?!

  • Riawan :

    thx untuk infonya pit..
    terkadang sebuah brand punya pride dan idealis sendiri. kalo bisa buat microsite sendiri, kenapa harus “nebeng” social media. hehehe.
    gmn kalo buat microsite (dimana pemilik brand bebas menentukan content), tapi didukung dengan social media sebagai sarana promosi dan jembatan ke micrositenya??

  • Pitra :

    @Ivan:
    Bikin juga nggak rugi kok..:D

    @Riawan:
    Memang sebaiknya jalan dua-duanya. Lumayan memperluas eksposur soalnya. Tapi saya pribadi masih tetap tidak akan membuat komunitas di dalam sebuah microsite. Kalau memang perlu, dialihkan saja dengan memanfaatkan FB sebagai toolsnya.

  • Ramya Prajna S :

    2 hal yang jangan lupa kalo abis bikin (punya) Facebook Page:
    1. Activate. Kalo mau branding yang orang musti tahu akan keberadaan page ini. Kalo nggak di activate ya nggak akan ke publish kan.
    2. Be There. Ini sih udah hukum wajib dari Brand yang mau memanfaatkan Social Media. Kan Facebook Page bukan gula yang didiemin aja trus di rubung semut πŸ™‚

    Hal lain, Facebook Developer baru aja announce akan ada API-API baru dari mereka yang berkait dengan Notes, Photos, etc. Think the possibilities gimana akan terhubung nya Microsite dengan Facebook Page lewat API-API ini πŸ˜‰

  • deSutan :

    kereen..,Bisa dicoba..!!

  • Muhammad Nasrurrohman :

    bener banget, facebook page bisa jadi slahsatu alternatif yang sangat berpotensi buat ngebangun brand.. tapi supa rame gimana caranya ya?

  • Kemas Fadhli :

    bisa ngambil data para makhluk yang nge-fans gak? biar bisa bikin segementasinya… ;;).
    Kalo itu bisa… manthab bangetttttttttt……..

  • Lex dePraxis :

    Good ideas, terima kasih telah berbagi.

  • Maydina :

    cool penjabaran n analisis yang kereen pit..diriku juga baca hal yang setipe, meski beda2 dikit ttg ini di websiteny apak romi http://romisatriawahono.net/2009/03/03/facebook-personal-branding-pakai-friends-group-atau-pages/

    PAges terkadang disamping tuk corporate branding, community branding, tapi juga bisa untuk menunjang personal branding..bukan begitu mas Pit? ^_^

  • orang bingung :

    saya sdah buat acount facebook page.
    trus misalnya sy log out & kemudian ingin msuk facebook page gmn caranya ya??
    tlong bantuin ya master2…:)

  • valen :

    kirim tutorialx hacker…my addres email valenmawuntu_44@yahoo.co.id

  • wiwik :

    mau tanya :

    Bagaimana sih cara merubah nama brand facebook

    misal :
    http://www.facebook.com/pages/nama-brand/1347523x

    menjadi :
    http://www.facebook.com/nama-brand

    terima kasih atas jawabannya

  • Pitra :

    @wiwik: gantinya di facebook.com/username/

  • wiwik :

    ^Pitra

    sudah mas Pitra, tapi kok malah jadi 2 alamat yaitu :
    http://www.facebook.com/batikmarkets http://www.facebook.com/pages/BatikMarkets/134752

Tinggalkan komentar Anda!

CommentLuv badge