Home » Online Living

Menunggu itu Menyebalkan

18 March 2009 8,456 views 17 komentar

Semua pasti setuju akan hal ini. Saat Anda mengantri atau terkena kemacetan di jalan, Anda pasti merasa waktu Anda terbuang percuma. Saat komputer Anda sudah penuh dengan banyak aplikasi, Anda pasti akan tidak sabar menunggu proses loading-nya. Nah, demikian pula dengan proses loading sebuah situs. Anda nggak akan sabar disuruh menunggu situs yang harus loading lama tapi hanya berisikan jualan belaka.

Mari kembali ke tahun 1997-1998 dimana koneksi internet masih pelan. Saat itu kalau mau membuka gambar berukuran 100 KB saja, bisa menunggu setengah mati. Karena koneksi yang pelan itulah, situs seperti Amazon dan Yahoo dibangun dengan dominasi teks. Kalau Anda menjadi seorang pemasar atau desainer web, tentu Anda tak akan puas dengan tampilan seperti ini. “Nggak ada gambar jadi nggak indah,” kata si desainer. “Nggak ada logonya, bagaimana pengunjung tahu itu merk saya?” tanya si pemasar.

Memang, kecepatan internet kini sudah meningkat jauh. Dengan menggunakan internet kabel, kecepatan bisa mencapai 80 KBPS, dan proses membuka gambar sudah bukan hambatan. Situs jejaring sosial modern seperti Facebook, MySpace, dan Friendster, memanfaatkan gambar, namun tetap dalam dijaga dalam batasan loading yang cepat.

Bagaimana dengan situs brand? Sadarkah Anda kalau pola 20 tahun lalu kini masih saja terulang? Karena internet kini semakin cepat, maka situs pun memperbesar ukuran data yang diaksesnya. Teknologi Flash digunakan secara tidak tepat dengan menampilkan animasi, video, tagline, yang kurang relevan dengan pengguna yang mencari informasi. Jangan salahkan teknologinya, tapi salahkan penggunaannya. Akhirnya proses menunggu pun kembali terjadi. Kalau 20 tahun lalu Anda menunggu lama untuk 100 KB, sekarang Anda menunggu lama untuk 1 MB.

Jadi, kalau pemasar ingin memasukkan pesan di situsnya, tampilkanlah secepat mungkin. Lagi pula, belum tentu juga pengunjung situs menyukai atraksi animasi yang tidak informatif seperti itu. Kalau pesan bisa cukup ditampilkan dengan sekedar teks, atau mungkin gambar statis, ya sudah, cukup gunakan teks dan gambar statis. Lagi pula terlalu banyak animasi malah membuat pusing para pembacanya (lihat saja portal-portal sekarang dengan banner animasinya).

Artikel ini ditulis oleh: Pitra Satvika (@pitra)
Sehari-hari bisa ditemui di Stratego, sebuah digital agency yang membangun pengalaman digital untuk brand di ranah online dan event. Pecinta social media, fotografi, dan menulis. Penulis blog ini sejak Juli 2005.

17 komentar »

  • Dita Firdiana :

    errr…. bilang apa yah??? setuplruk aja deh…

    kalo banyak gambar jadi lelet, kalo lelet mending di tinggal pergi

  • didut :

    berat gpp sih asal jgn terlalu berat 😀 ..tp memang yg ringan itu yg paling favorit apalagi kl informatif dan designya menarik *pembaca yg susah* 😛

  • Gagah Arifianto :

    AJAX FTW 😛 *bingung mo komen apa*

  • fahmi! :

    kadang klien nggak ngerti apa yg dia mau. masalahnya dia yg punya banyak duit, haha 😀

  • ilham saibi :

    setuju ama mas fahmi! kadang mereka cuma mikirin tampilan yang keren, tanpa mikirin berapa lama page itu bisa di load dengan kecepatan internet masyarakat indonesia.

  • pinkparis :

    setuju sama mas fahmi!, kadang client ngotot musti ada gambar ini dan itu plus animasi ini dan itu. mo di resize kayak gimana juga, klo kebanyakan tetep aja akhirnya harus menunggu ….

  • Widianto Mukhodim :

    setuju… malahan dengan banyaknya banner2 animasi itu kadang2 malahan jadi pusing ngeliatnya…

  • Rendy BlogHeboh :

    Postingnya menarik baget ni, saya suka banget, mudah2an bermanfaat..

    Salam kenal ya.
    Silahkan berkunjung ke BLOG HEBOH dan berkomentar ria ya, soalnya BLOG HEBOH make sistem Dofollow

    Oh iyah satu lagi gabung jadi pengikut saya yah..
    Di tunggu yah kedatangannya,.

  • Hanny Kusumawati :

    paling BT itu kalo masuk ke satu site, belum masuk udah ditawarin iklan dengan flash gitu yang bikin uploading jadi lama buanget. langsung aja ditutup iklannya, padahal belum sempet keluar gambar apa-apa 😀

  • mirza ahmad :

    setubuh..eh setuju…apalagi kalo ga ada mode mobilenya. sekarang banyak yang buka internet dari handphone, kalo pake animasi2an, wah gaswat….

  • joe :

    kemarin aku kembali ke tahun 1997/1998, untuk akses internat saja lambatnya minta ampun, oh speedy ku yang malang …

  • giru :

    taun 98 an donlot lagu 4mega aja sejam

  • giru :

    eh lebih dink, bisa ampe 4 jam, taun 2000 an
    sambil bawa disket 20 biji buat ngesave nya, dipotong pake winzip

  • Agus :

    jangan pake hosting luar negri juga untuk pasar dalam negri hihihi

  • Maydina :

    stujuu dengan artikel di atas.. gunakan animasi seperlunya untuk blog/web..kalau malah memeperlambat, sebaiknya tidak usah hehehe

  • bodrox :

    kata para desainer, “minimalis is maximalis”.

  • wrfuser :

    kalo saya di kantor thn 96 uda pasang wavelan kec 10 kbps jadi 100 kb g kerasa loading ny

Tinggalkan komentar Anda!

CommentLuv badge