Home » Online Living

Ber-microblog yang Baik dan Benar

7 May 2009 7,005 views 10 komentar

Mau bermain microblog kok harus yang baik dan benar? Setidaknya itulah salah satu pertanyaan yang terlontar dari seorang jurnalis beberapa hari lalu. Tentunya yang dimaksud adalah, fungsi microblog itu untuk apa sih? Apakah kita bisa memanfaatkannya secara positif dan tidak melulu untuk bergaul semata? Nah, mari kita coba jawab bersama. Kalau ada yang mau menambahkan, silakan loh.

Membangun eksistensi diri.

Kalau ini sudah jelas. Setiap orang bersosialisasi, baik itu melalui jaringan sosial Facebook atau Fupei, dan microblog Plurk, Twitter, atau Koprol, tentu ingin menunjukkan kalau dirinya ingin eksis, dan dikenali oleh banyak orang baru. Saking ingin eksisnya, bisa jadi ia sering sekali melakukan update status dirinya di Plurk, Twitter, atau Facebook.

Personal branding.

Membangun pencitraan diri melalui ranah daring juga menjadi alasan seseorang ber-microblog. Seseorang bisa menunjukkan dirinya adalah seorang yang humoris, ramah, baik hati, melalui berbagai tulisan pendeknya di Plurk dan Twitter. Seseorang bisa menunjukkan kalau dirinya seorang pakar pemasaran dengan banyak berbagi tips pendek tentang dunia pemasaran di Facebook. Seseorang juga bisa dicap jelek dan punya pikiran kotor kalau ia suka memaki, menjelekkan orang lain, hingga memasang tautan ke situs porno dan scam di setiap tulisannya.

Membahas tren terkini.

Saat kita membaca tulisan menarik di Detik atau Kompas, lalu kita menganggapnya penting, kita bisa memberikan tautan berita itu di Plurk, Twitter, atau Facebook. Kita bisa mengajukan pertanyaan seputar berita itu, dan berharap teman-teman yang membaca mau ikut berdiskusi tentang hal itu.

Mencari tren yang populer.

Melalui Twitter Search dan Plurk Search, kita bisa mencari berita apa yang paling banyak dibicarakan belakangan ini. Misalnya, di Twitter kita bisa tahu kalau belakangan ini kata “swine flu” (flu babi) yang banyak dibicarakan. Kita bisa lihat berapa banyak yang membicarakan tentang iPod saat Telkomsel merilis iPod beberapa minggu lalu di Twitter.

Membangun rasa ingin tahu.

Melalui microblog kita bisa mengajak teman-teman kita berdiskusi tentang hal tertentu. Misalnya, kita ingin menyebarkan info tentang tips-tips pemasaran di ranah daring. Kita bisa cerita sedikit tips, lalu kita mengajak teman-teman kita untuk ikutan berbagi tips. Untuk mereka yang sangat awam di dunia ini, tapi tertarik, bisa menjadikan tips ini sebagai langkah awal mereka untuk belajar lebih jauh.

Melakukan reportase langsung.

Dalam setiap kegiatan yang ramai didatangi para penggiat di dunia daring, sering sekali ada seorang pengguna microblog yang menyampaikan poin-poin kegiatan secara langsung. Ada pula yang menyampaikan cerita tentang siapa saja yang datang di acara tersebut. Dengan reportase langsung ini, mereka yang berhalangan hadir, bisa turut menyimak pandangan mata peserta yang hadir.

Artikel ini ditulis oleh: Pitra Satvika (@pitra)
Sehari-hari bisa ditemui di Stratego, sebuah digital agency yang membangun pengalaman digital untuk brand di ranah online dan event. Pecinta social media, fotografi, dan menulis. Penulis blog ini sejak Juli 2005.

10 komentar »

  • Chic :

    *menyimak*

    errr kayaknya yang terjadi adalah tret dengan isi yang bukan diskusi berat akan lebih rame ketimbang tret serius.

    betul?

    atau itu tergantung tingkatan ke-seleb-an si pembuat tret?

    *balik lagi ke plurk*

  • Anggun Prasetya :

    Saya kok sebetulnya kurang sreg dengan microblogging yang memakai emoticon ya? Seperti Plurk misalnya. Saya yakin tidak semua orang mempunyai persepsi yang sama tentang arti dari setiap emoticon yang ada di Plurk. Jadi tidak bisa dengan sembarangan memakai emoticon tersebut, harus hati-hati. Apalagi emoticon di Plurk itu nggak seragam karakter emoticonnya. Sepertinya developernya asal comot emoticon, jadi nggak nyaman dilihat 😐 Saya malah jadi lebih suka microblogging yang ndak pake emoticon sekalian macem Koprol atau Twitter. Ah tapi setiap orang pasti punya user preference sendiri2 😀

  • Rizki Adi :

    nambahin nomer satunya pitra, omnipresent, booking nama kalau tiba tiba servicenya booming 😛

  • -tikabanget- :

    temen saya malah kemaren nanya, “lalu bagaimana itu cara microblogging yang jahat dan salah?”

  • Widianto Mukhodim :

    nambahin poin terakhir ah. selain melaporkan suatu kegiatan yang sedang berlangsung, ada juga yang membuat laporan cuaca atau keadaan lalu lintas terkini, he he he… 😛

  • fahmi! :

    yap, apa yg ada dlm benak langsung keliatan secara instan lewat microblog. bisa jadi referensi penting untuk milih2 berteman sama siapa untuk urusan apa.

  • Syahran :

    Truly guys n galls, i’m really dont understand making this kind of stuffs. i ave Freindster n Facebook but still dunno wot to do with it, mayb i’ll just cook it with Nasi Kuning 😀

  • zam.web.id :

    sempat buat postingan yang berhubungan dengan tema ini http://tinyurl.com/c3blnn thanks

  • Rusa Baweanâ„¢ :

    saya setuju dengan yang personal branding
    karena dg microblogging kadang orang lain bisa melihat siapa diri kita
    🙂

  • wahyu nurudin :

    apa saja ya layanan microblog yang ada? selain twitter gitu.

Tinggalkan komentar Anda!

CommentLuv badge