Home » Experiential

Inspirasi dari TEDxJakarta

17 May 2009 9,830 views 10 komentar

Betapa menyenangkannya karena kini semakin banyak muncul forum atau komunitas yang mengajak anggotanya untuk berbagi satu sama lain. Beragam kelompok di dunia kreatif sepertinya semakin senang dengan acara-acara seperti ini, yang bersifat non komersil, dengan pembicara yang bercerita pengalamannya (hampir) tanpa embel-embel jualan. Bisa jadi mereka berharap, akan muncul pencerahan dan inspirasi setelah mengikuti acara tersebut.

Kalau dulu sudah ada FreSh yang membahas hal-hal yang berhubungan dengan dunia daring setiap bulannya. Ingat, besok Selasa FreSh akan mengadakan perhelatan bulanannya ke-10! Juga ada Ins.Ide yang membahas hal-hal yang erat dengan dunia kreatif dan desain setiap bulannya (yang juga akan mengadakan perhelatan ke-10 bulan ini). Ada lagi komunitas Mobile Monday yang berbagi pengalaman seputar dunia mobile. Di Bandung aktif setiap bulannya Pecha Kucha Bandung, yang diikuti oleh Pecha Kucha Jakarta (yang entah kenapa kok belum ada kegiatan lanjutannya). Di Jogja secara rutin juga berlangsung acara Sunday Sonten yang digelar oleh JogjaIT.

Kemarin Jumat, 15 Mei 2009 di Goethe Institute, untuk pertama kalinya digelar kegiatan TEDxJakarta. Anda sudah pernah dengar tentang TED? Yang slogannya “ideas worth spreading”? Kalau belum coba kunjungi situs resmi TED terlebih dahulu.

TED menampilkan “pertunjukan” presentasi orang-orang pintar yang idenya bisa membangun inspirasi para audiensnya. Banyak ide baru, baik itu yang masih bersifat eksperimen atau sudah diterapkan nyata, diceritakan di sini.

Lalu TEDx sebenarnya adalah kegiatan kumpul-kumpul menonton beragam video TED, untuk selanjutnya membahasnya bersama. Bisa jadi setiap orang akan mendapatkan inspirasi yang berbeda, yang menarik untuk diceritakan ke penonton lainnya. TEDx merupakan kegiatan yang diselenggarakan independen dan tidak tergantung oleh kebijakan TED. Syaratnya cuma satu, dalam setiap acaranya, kegiatan kumpul-lumpul ini tak boleh melebihi 100 orang. Karena khawatirnya akan membuat diskusi menjadi kurang efektif. Hal inilah yang menyebabkan pembatasan jumlah peserta di perhelatannya kemarin.

Di acara pertama ini, TEDxJakarta memutar 3 video. Yang menariknya, semua video ini sudah memiliki teks terjemahan bahasa Indonesia, sehingga memudahkan mereka yang kurang paham bahasa Inggris untuk mengambil sari cerita video. Video pertama adalah dari kurator TED, Chris Anderson yang mengenalkan perbedaan antara TED dan TEDx, dan bagaimana setiap kota, kampus, kafe, rumah, bisa pula mengadakan kegiatan TEDx sendiri-sendiri.

Video kedua adalah presentasi dari Benjamin Zander yang menunjukkan bagaimana caranya seseorang bisa menyukai musik klasik (yang katanya membosankan untuk banyak orang). Melalui pertunjukannya ini, Benjamin bisa menunjukkan kepada audiens makna sebenarnya musik klasik, dan bagaimana membuat audiens jatuh cinta pada gubahan musik “Prelude in E Minor, Op. 28, No. 4” garapan Chopin yang dimainkannya.

Video terakhir adalah dari Pattie Maes yang menunjukkan teknologi holographic motion sensor terbaru yang digarap oleh timnya di MIT. Pattie menunjukkan sebuah gadget rakitan yang merupakan gabungan dari projector berukuran kecil, sensor yang ditempel di jari, dan ponsel. Dengan gadget ini, saat misalnya seseorang memegang sebuah toilet paper, ia bisa langsung mencari datanya di internet, dan lalu memproyeksikan hasil pencariannya langsung di objek. Biar nggak bingung, lebih baik lihat langsung videonya ya.

Di acara TEDxJakarta pertama ini, panitia mengajak rekan-rekan yang bisa membantu pada perhelatan selanjutnya. Mereka juga berharap agar pada perhelatan selanjutnya, TEDxJakarta bisa menghadirkan para pembicara lokal yang bisa membangun inspirasi audiensnya. Kalau ada yang mau menyumbang saran, silakan bergabung saja di Facebook Group-nya.

TEDxJakarta menambah khasanah acara berbagi pengalaman dan pengetahuan yang menggugah inspirasi. Asyik juga, dengan semakin banyaknya acara seperti ini, niscaya pikiran kita bisa terbuka, karena mendapatkan pengalaman baru yang unik. Mudah-mudahan bisa membantu pengembangan ide kita di masa datang.

Ayo, siapa yang terpancing untuk berbuat serupa?

Foto: Khrisnaresa Adytia

Artikel ini ditulis oleh: Pitra Satvika (@pitra)
Sehari-hari bisa ditemui di Stratego, sebuah digital agency yang membangun pengalaman digital untuk brand di ranah online dan event. Pecinta social media, fotografi, dan menulis. Penulis blog ini sejak Juli 2005.

10 komentar »

  • Dita Firdiana :

    kalo aku kira2 bakal mudeng gag pit, kalo dateng?

  • Hendry :

    Baru kemarin saya tau ada proyek penerjemahan TED. Sudah ada dalam 42 bahasa dan terus bertambah.

    Mungkin komunitas blogger Indonesia dapat membantu dalam proyek tersebut jadi dapat menyebarkan ide lebih jauh lagi. 🙂

    Well, I’ll walk the talk. Kalau tidak berhalangan, dalam waktu dekat saya akan coba menerjemahkan transkripsi video TED.

    Sayang sekali saya tidak bisa hadir, karena lokasi saya di Pematangsiantar.

    Salam kenal!

  • adis :

    Mumpung masih pagi puter videonya dulu…

  • Arief Aziz :

    Nice one Pit! Mudah2an besok bisa dateng di acara Fresh..

  • Online marketing strategy :

    komunitas baru yah diJKT ?… bisa minta report lengkapnya mas Pit ?. 🙂

  • Anggun Prasetya :

    *mulut menganga lebar ngelihat video tentang holographic motion sensor* 😯

  • Khrisnaresa Adytia :

    wah kehormatan buat gue, fotonya dipake di blog ini. 🙂 nice blog anyway!

  • Waraney Rawung :

    Thanks buat info-nya, Pit. Sayang taunya terlambat. Mau juga ikut Ted. Moga-moga yang berikutnya gak ketinggalan lagi.

    Soal Pecha Kucha Jakarta, maaf ya molor. Akan diadakan lagi tanggal 18 Juni, di Es Teler 77 Adityawarman (kok tempat itu jadi langganan kumpul2 beginian ya? hehehe). Informasi lebih lengkapnya akan segera diumumkan lewat Facebook, Twitter, Plurk, blog, dan lain-lain.

    @Hendry,baru tahu juga nih ada proyek penerjemahan Ted. Volunteer-based kan? Menarik, dan saya tertarik ikut. Gak pinter2 amat Inggris, lumayanlah buat bantu-bantu. 😀

  • Fajar A :

    Mas Pit…tertarik masalah menterjemahkan video TED. Aku udah memantau Ted sekitar 1 tahun yang lalu.

    Aku juga tertarik utk datang di event-nya, kalau ada informasi tentang menterjemahkan dan partisipasi event, tolong email ya.

    Sebenernya cita-citanya sih malah jadi speaker di TEDx…tapi belum punya ide pribadi yang secemerlang pembicara-pembicara TED. Boleh gak kalau hasil olah pikiran orang lain yang dipresentasikan? 😀

  • Donnie :

    Wow…
    kapan2 aku ikutan gathering TEDx nya..

Tinggalkan komentar Anda!

CommentLuv badge