Home » Online Communities

Ragam Channel Social Media

13 July 2009 7,844 views 9 komentar

Dalam tulisan ini dan ini sempat disinggung tentang channel social media. Definisi social media menurut Wikipedia sendiri adalah konten daring yang dibuat oleh pengguna dengan memanfaatkan teknologi publikasi yang mudah diakses. Gamblangnya, social media adalah bagaimana orang menemukan, membaca, membagi berita, informasi, dan konten. Yang semula bersifat monolog menjadi dialog, mendemokratisasikan informasi, dan membuat orang yang semula hanya sekedar pembaca konten menjadi penyumbang konten.

Bentukan teknologi yang memudahkan orang untuk menjadi penyumbang konten di ranah maya sangat beragam, di antaranya adalah sebagai berikut:

Blog

Blog merupakan media yang benar-benar dimiliki oleh individu. Setiap individu bebas menulis apapun yang dipikirkannya. Demokratisasi informasi benar-benar terwujud dalam blog. Kalau memang benar-benar awam tentang blog, lebih baik baca dulu tulisan di laman ini.

Microblog

Microblog merupakan penyampaian pesan yang hemat, karena hanya 140 karakter. Isinya harus singkat dan informatif. Di Indonesia, yang populer saat ini Twitter dan Plurk. Lebih rinci tentang microblog bisa dibaca di tulisan terdahulu di laman ini dan ini.

Foto, gambar, vidcast, dan podcast

Informasi tak harus berupa teks. Bisa berupa gambar, jepretan foto, atau rekaman video dan audio. Setiap orang punya kesempatan untuk mempublikasikannya melalui Flickr, DeviantArt, YouTube, atau di dalam blognya sendiri.

Jejaring sosial dan aplikasinya

Melalui situs jejaring sosial, setiap individu bisa mencari teman baru, menemukan teman lama, berbagi informasi terakhir, mengirimkan komentar, foto, gambar, video, dll. Situs seperti Facebook bahkan memungkinkan penggunanya membuat atau menginstalasi aplikasi terpisah yang bisa memperkaya profil dirinya. Banyak info tentang jejaring sosial di blog ini, salah satunya di laman ini.

Internet forum

Bisa dibilang internet forum adalah generasi awal social media, sebelum kita mengenal jejaring sosial. Melalui forum ini, setiap orang bebas menyampaikan pendapatnya dalam kategori-kategori yang sudah ditentukan. Lebih rinci tentang internet forum bisa dibaca di tulisan terdahulu di laman ini.

Dalam perkembangannya, di Indonesia muncullah situs seperti Politikana dan Ngerumpi yang menggabungkan konsep blog, jejaring sosial, dan forum.

Kalau sempat membeli buku E-Narcism dan F-Marketing, bahasan lebih dalam tentang media blog, microblog, situs berbagi video dan audio, internet forum, jejaring sosial bisa dibaca di sana.

Microsite

Microsite dibangun oleh brand dengan fungsi yang beragam tergantung objektif kampanye brand . Ada yang sekedar untuk membangun awareness, ada pula yang lebih kompleks karena berusaha membangun komunitas pecinta brand di situs itu. Lebih rinci tentang microsite bisa dibaca di tulisan terdahulu di laman ini.

Widget

Widget adalah suatu elemen yang disediakan oleh pihak eksternal, yang bisa dipasang dengan mudah di situs Anda sendiri. Yang biasanya orang gunakan adalah shoutbox, atau AdSense, atau cuplikan buku-buku favorit dari Amazon, misalnya. Umumnya hal ini bisa dengan mudah dilakukan dengan copy and paste HTML yang diberikan pihak eksternal ke dalam website atau blog miliknya.

Dalam perkembangannya, widget kini menjadi semacam situs mini. Kita bahkan semakin bisa mengkustomisasinya sesuai kebutuhan kita. Kini kita bahkan bisa membuat widget sendiri dari beragam informasi yang didapat di internet. Coba saja Clearspring atau Widgetbox kalau ingin eksperimentasi. Salah satu contoh implementasinya bisa dilihat di laman ini, ini, atau ini.

Social bookmark

Di luar penggunaan social bookmark seperti Delicious dan Digg sangat populer. Kita bisa melihat situs-situs apa saja yang orang lain bookmark, sehingga kita bisa melihat kegemaran orang tersebut. Kita juga bisa melihat tren yang kini populer dibaca orang apa saja. Di Indonesia sendiri, ada satu layanan social bookmark yang cukup banyak penggunanya, yakni Lintas Berita.

Wiki

Wiki yang terkenal jelaslah Wikipedia yang berisikan kolektifitas informasi yang ditulis oleh ribuan orang di seluruh dunia. Media wiki itu sendiri merupakan media kolaborasi, yang bisa digunakan bersama-sama oleh kelompok tertentu atau terbuka untuk umum. Wikipedia sendiri bersifat ilmiah, dan setiap orang bisa mengoreksi catatan kesalahan yang dibuat pengguna lainnya. Wiki bisa menjadi media untuk berkolaborasi mengerjakan informasi tentang suatu kelompok yang bisa dipakai oleh anggota lain di kelompok tersebut.

Dunia virtual

Berkembangnya teknologi permainan di ranah daring semakin memungkinkan kita hidup di dunia virtual, yang direpresentasikan oleh seorang avatar. Salah satu yang populer karena terbuka untuk dikembangkan dengan memanfaatkan platform yang sudah ada adalah Second Life. Jutaan pengguna berinteraksi di dalamnya, dari sekedar berjalan-jalan, hingga mengikuti seminar daring di dalamnya. Di luar itu media-media permainan daring seperti World of Warcraft atau RF Online menjadi titik bertemunya ratusan ribu pemain dari seluruh dunia. Di dalamnya, selain sekedar bermain, mereka berinteraksi sosial melalui percakapan, bekerja sama menyelesaikan suatu tugas, hingga membantai monster bersama-sama.

Mashup

Lebih rinci tentang mashup, bisa dibaca di tulisan terdahulu di laman ini.

Di luar channel social media di atas, masih banyak lagi lainnya. Silakan untuk baca tautan yang ditampilkan di atas, karena pernah ada posting lebih rinci tentang bahasan per social media di atas sebelumnya.

Kredit foto: whatleydude

Artikel ini ditulis oleh: Pitra Satvika (@pitra)
Sehari-hari bisa ditemui di Stratego, sebuah digital agency yang membangun pengalaman digital untuk brand di ranah online dan event. Pecinta social media, fotografi, dan menulis. Penulis blog ini sejak Juli 2005.

9 komentar »

  • Raffaell :

    Yang pusing ngeliat micro blog, bangsa bangsa plurk ama twitter, gile orang sempet2 aja yag

  • Billy Koesoemadinata :

    @raffaell,, ya musti sempet dong buat ngeplurk dan juga ngetweet. coz kadang ada beberapa hal yang ga musti ditulis via blog, tapi masih bisa dibagi ke sesama..

  • ichanx :

    dan… gw eksis di semuanya (dance)

  • zam.web.id :

    untuk branding product sebaiknya punya semuanya, mungkin bisa diawali dengan microsite

  • arham blogpreneur :

    menarik ngeliat dunia virtual yang belum siap tersaji di ranah lokal… coming soon mungkin yah … 🙂

    @Pitra, soal blog, apakah benar2 individu ? kalau mashable ataupun ayongeblog termasuk apa yah ???

  • Xna kool :

    bahkan, sekarang lagi marak2nya paid review, semacam shvoong, mirip ama wikipedia, hihiii…

  • siais :

    wah paling suka sama blogging sob…

  • Pitra :

    @Raffaell, @Billy:
    Sempet2in donk. Kan nulisnya juga gak pake mikir.

    @Ichanx:
    kalo di bebe17 aktif juga gak?

    @Zam:
    Microsite memang umumnya untuk product branding, terutama untuk menggali awareness dari target audiensnya.

    @Arham:
    Sebenarnya ala Mashable, Techcrunch dan sebagainya tetap blog juga lah. Toh yang ditulis adalah pendapat individu masing2 blogger. Setiap tulisan tetap ada subjektifitasnya, karena merupakan opini masing-masing penulisnya.

    @XNA:
    shvoong? baru dengar. Ntar tak cek-cek.

    @siais:
    Blogging belum tentu cukup. Menulis tanpa berikhtiar untuk promo ke netters lainnya, tidak akan membuat blog itu lalu lantas mudah dicari orang. Manfaatin social bookmark dan microblog untuk mengenalkan ke khalayak lebih baru.

  • sekilas info :

    salam,
    sekedar info buat blogger di seluruh Indonesia
    Promosikan blognya di http://www.sekilasinfo.net dapatkan backlink dofollow dan ribuan pengunjung

    trims

Tinggalkan komentar Anda!

CommentLuv badge