Home » Online Living

Jangan Sembarangan Update Status di Facebook

11 August 2009 9,053 views 25 komentar

Facebook sudah hampir menjadi bagian kita sehari-hari. Kita sering menceritakan apa yang kita lakukan, apa yang kita rasakan, apa yang kita lihat melalui status update. Hanya saja, perlu kita ingat kalau kita tidak bisa sebebas-bebasnya menulis status update tanpa mempertimbangkan konsekuensi yang terjadi. Seperti kita bersosialisasi dengan teman pergaulan, rekan kerja, klien, atau keluarga di dunia nyata, tentunya kita harus menjaga tata krama agar tidak ada perkataan kita yang menyinggung mereka.

Jangan lupa siapa saja yang menjadi teman kita di Facebook (dan juga siapa yang mengikuti kita di Twitter dan Plurk). Salah-salah kita menulis status update, bisa menyinggung salah satu dari mereka. Kalau mereka yang tersinggung hanyalah teman virtual kita dan kita tidak pernah ketemu, mungkin tidak terlalu masalah. Namun saat yang tersinggung adalah seseorang yang jumpai dalam aktivitas kita sehari-hari, masalah besar tentu akan menyusul.

Untuk mencegah terjadinya “perang dunia” seperti gambar di atas, ada baiknya kita mengelompokkan teman-teman kita di Facebook. Pisahkan antara teman pergaulan (yang lebih loose dalam bercanda), keluarga, teman kerja, bos-bos, klien, hingga bekas pacar (serius). Ada beberapa orang yang kita kenal dan mungkin tidak enak kalau kita ignore yang bersangkutan. Namun kita sebenarnya tidak ingin tahu aktivitas dia dan sebaliknya, kita tidak ingin aktivitas kita diketahui olehnya. Atur privacy masing-masing kelompok, pilih mana dari mereka yang tidak bisa melihat status update kita. Pilihan privacy Facebook sangat luas dan kompleks. Kita juga bisa mengatur siapa yang tidak melihat galeri kita dan tidak bisa men-tag kita. Coba saja sendiri ya!

Tips berikutnya yang lebih mudah, ya berhati-hatilah dalam menuliskan status update. Tulislah yang baik dan aman saja. Kalau memang ingin protes atau mengeluh tentang suatu hal, pastikan protes dan keluhan itu tidak langsung menyinggung nama orang. Gunakan kalimat yang bersifat sindiran halus, dan bukan makian. Ingat, setiap pernyataan kita di Facebook mencerminkan diri kita sendiri. Kalau kita ingin membangun e-narcism di Facebook, ya muatlah dengan konten-konten yang positif dan bermanfaat.

Psst, jangan lupa Kontes E-Narcism ya! Waktunya hanya sampai 23 Agustus 2009! Tinggal 2 minggu lagi.

Artikel ini ditulis oleh: Pitra Satvika (@pitra)
Sehari-hari bisa ditemui di Stratego, sebuah digital agency yang membangun pengalaman digital untuk brand di ranah online dan event. Pecinta social media, fotografi, dan menulis. Penulis blog ini sejak Juli 2005.

25 komentar »

  • fahmi! :

    sempat kepikiran mau mengelompokkan daftar teman itu seperti saran di atas, dan ngatur setingan privacy masing2. sempat jalan sih sebagian. tapi teman2ku sudah terlanjur ratusan, ilfil deh. aku nggak senganggur itu buat sekedar ngurusi daftar teman, haha.

  • mayasari :

    bener bangetttttttt…
    thnx tips nya……

  • Blog Ijo :

    oke deh om
    siap laksanakan…

  • mawi wijna :

    bisa-bisa si bos jadi curiga karena anak buahnya update status terus tapi dia ndak bisa lihat :p

  • niken :

    itulah kenapa aku setting private dan ga semua orang aku add heheheh

  • Yofie Setiawan :

    Wah so correct, gw ga berani berkata2 yang kotor atau memaki2, soalnya banyak murid2 gw yang masih SD nge add2 gw di FB haha… kebetulan gw part time jadi guru komputer di Sekolah tempat dulu gw bersekolah soalnya… Yah gw rasa dimanapun juga kita harus jaga mulut dan sikap kita lah ya, ga cuma di FB….

  • my blog 4 famouser dot com :

    jangan sampai nulis update salah. bisa-bisa image kita anjlog…

    adooh…adooh…

  • Billy Koesoemadinata :

    ahaha.. gue juga kadang pengen banget tuh ngelampiasin segala macem di FB.. tapi yah, ribet juga kalo ada orang2 yang sembarang baca nanti

  • venus :

    setuju. demi kenyamanan semua orang, udah lama aku bikin beberapa kelompok temen. some can read my everything, and some just dont. pernah ada yg protes, “mana wallnya sih? kok ga ada wall?” “walah, ya maaf. situ ada di list yg gak boleh baca wall saya” 😀

  • Lex dePraxis :

    Mau diatur privacy bagaimanapun juga, pasti akan bocor juga jika pihak-pihak terkait memang serius dengan usaha detektif-detektifannya.

  • dita.gigi :

    betul hati2 dalam apdet status… walau ndak pernah nulis yg aneh2, hehe.. dan penting itu ngelompokin friends di situ… dari mulai temen sekolah, temen kuliah, saudara, dll… dan setingannya dipisah2 ada yg boleh liat wall ada yg ndak… ada yg boleh liat foto ada yg ndak, dll.. 😀

    @fahmi: cepet kok misah2innya kalo sabar n telaten, mumpung masih ratusan… kalo udah ribuan makin capek :))

  • cK :

    saya sudaaaah. ada folder khusus hehehehe… :mrgreen:

  • hedi :

    sebenernya ga hanya di FB, tapi sebisa mungkin di social networking service yg laen 😀

  • ihsan :

    saya kira ketika seorang menulis sebuah status di FB, dia sadar betul kalo statusnya akan dibaca oleh orang lain sesuai setting FBnya. tapi kadang2 juga nggak nyadar, apalagi kalo sudah emosional.

  • Toko Kaos Online :

    Biarpun di dunia maya, tetap saja kita mst menjaga sikap. Ga pantes deh ngmg yg jelek2 di FB, nti org lain nganggap kita gmn lg. hehe

  • bejo pambuko :

    you’re what you’re. you may express anything in your mind and but you’ve to take the the responsibility due to the effect, don’t you ever complain. hide what you feel and trying to become the “good” person to everyone: congratulation, you’re just another world hypocrisy. 🙂

  • antown :

    memang kita harus berhati-hati soal apdet status ini, makasih pitra

  • awik1212 :

    wkwkwkw.. HOROR banget tuh, koq bisa – bisa nya ya.. haha.. aku juga ada nama bosku di friendlist fb ku.. wkwkwk.. untung dah baca blog ini, jadi bisa lebih berhati2 kalau mau cuap-cuap..

  • pmreload :

    Tull..perlu pre[V]entif

  • alan'suryono :

    aq sbgai pemula,,gak mau komentar ,liat N baca aja deh..kan masih gblk..

  • hoze :

    kalo gw sih ga takut nulis di wall fb apa pun yang mau tinggal tulis aja , ga peduli yang liat siapa kek gak ngurus…asal semua itu tidak fitnah dan gw bener , gak ngasal… kadang gw merasa ga cocok sama kerjaan gw tulis di wall , nantang temen melalui fb juga pernah sampek gw suruh call gw ke hp…asal semua masih ga fitnah ga usah takut , yang merasa belum berani ya jangan.

  • febri :

    tulisan yg bermanfaat….salam kenal semuanya…

  • el7cosmos :

    iyalah…harus hati2 kalo mw update status!!

    dah pada tw blum cara tag tmn di status facebook? kalo belum coba liat artikel Sebutkan @temankamu di Status Facebook Kamu.

    Jadinya kayak di twitter gitu…

  • idham biro jasa SIM- :

    seorang teman di koran milik MNC sempat di tegur atasanya..karena keaktivan dia meng up date status..

  • adhi :

    bner banget dah, facebook sekarang jadi acuan untuk menilai pribadi dari perusahaan… mesti pinter2 dan dipikir kalo mo pasang status..

Tinggalkan komentar Anda!

CommentLuv badge