Home » Online Communities

Menilik Kesuksesan Game Farmville

18 September 2009 12,904 views 23 komentar

Beberapa minggu lalu mendadak di Facebook keracunan kegilaan baru, bermain Farmville. Game bercocok tanam ini tidak hanya banyak dimainkan oleh pengguna Facebook di Indonesia, melainkan di seluruh dunia. Hingga saat ini bahkan aplikasi game Farmville menduduki peringkat tertinggi yang paling banyak penggunanya per bulan, bahkan di atas aplikasi Causes yang gampang dibuat oleh siapapun.

facebook-farmville-0

Lalu apa istimewanya game ini yang membuat puluhan juta orang ramai-ramai mengaksesnya? Padahal kalau dilihat dari sisi kualitas desain visualnya, masih sangat jauh di bawah Pet Society atau YoVille. Pasti ada yang hal lain yang membuat game ini begitu adiktif sehingga orang memainkannya terus-menerus.

Prinsipnya sebenarnya, menurut Ami Jo Kim kesuksesan sebuah game bisa dicapai kalau terjadi keseimbangan antara tantangan yang diberikan dan keahlian (skill) yang dimiliki pemain. Menemukan formula yang tepat itulah yang membuat game menjadi menarik. Tidak melulu harus menggunakan elemen grafis atau audio yang super keren untuk membuat game menjadi engaging. Bisa jadi keunggulan Farmville adalah di sini.

Kim juga bercerita tentang game mechanic sebagai framework untuk menciptakan game yang menyenangkan dan adiktif.

facebook-farmville-11. Collecting (mengumpulkan)

Di dalam game yang sukses umumnya selalu ada benda-benda yang dikumpulkan. Seseorang itu suka pamer akan koleksi yang dimilikinya, yang bisa memicu teman lainnya untuk mencoba mendapatkan barang serupa.

Farmville penuh dengan unsur ini. Setiap orang bisa membeli beragam item dari yang bersifat produktif (karena berpotensi menghasilkan pendapatan, seperti beragam benih dan pohon) hingga yang sekedar bersifat kosmetik (seperti sumur, kolam, kotak pos yang hanya untuk penghias saja).

2. Points

Bukan game namanya kalau tidak ada point yang dipertandingkan, yang menunjukkan posisi seorang pemain dengan pemain lainnya. Melalui point seseorang bisa menunjukkan tingkat pencapaian dirinya. Kalau ia tak ingin point-nya disusul oleh temannya, maka ia akan berusaha untuk terus-menerus bemain.

Farmville memanfaatkan hal ini melalui sistem experience (pengalaman). Setiap benih yang ditanam, aksesoris yang dipasang, akan meningkatkan experience, yang akan menentukan level seseorang. Di Farmville juga dikenal merit badge yang merupakan penghargaan yang diberikan kepada pemain terhadap aktivitas-aktivitas yang telah mencapai target tertentu, seperti membelanjakan sekian ribu koin untuk membeli aksesoris, membantu membersihkan sekian ratus kali lahan teman, atau menanam sekian ratus jenis tanaman.

facebook-farmville-23. Feedback (umpan balik)

Selanjutnya adalah umpan balik tentang apa yang telah berhasil pemain lakukan. Umpan balik ini akan membantu menarik perhatian orang lain. Karena Farmville adalah aplikasi untuk Facebook, sehingga memungkinkan untuk mengintegrasikan dirinya dengan memanfaatkan API Facebook. Saat seorang pemain berhasil mencapai level tertentu, info keberhasilan ini akan muncul sebagai status di Facebook. Atau, kalau pemain memfoto lahan pertaniannya, hasil fotonya akan masuk sebagai galeri foto di Facebook yang mmungkinkan orang lain untuk memberikan komentar. Saat pemain membantu membersihkan ladang temannya, si teman akan mendapatkan notifikasi dari Facebook. Hampir setiap aktivitas yang dilakukan dalam Farmville bisa dipublikasikan ke luar, agar si pemain bisa pamer kepada teman-teman lainnya.

4. Exchanges (pertukaran)

Faktor lainnya adalah pertukaran yang bersifat implisit atau eksplisit, seperti interaksi saat melakukan perdagangan atau pemberian hadiah. Interaksi yang sukses terwujud melalui percakapan sosial yang bisa memberikan pengalaman menarik bagi pemainnya.

Di faktor inilah game Farmville unggul. Game ini terlihat sangat sosial, karena interaksi dengan teman-teman pemain di Facebook tidak hanya sebatas di dalam game saja. Misalnya, saat bermain secara acak akan muncul domba hitam yang berkeliaran dan tidak ada yang mengurusnya. Pemain lalu bisa menampilkannya di wall Facebook, agar teman si pemain bisa mengadopsinya. Saat pemain mendapatkan merit badge, akan pula muncul informasinya di wall Facebook. Kalau ada pemain lain yang melihat merit badge ini, ia akan berkesempatan mendapatkan koin tambahan. Selain itu pemain juga bisa mengirimkan hadiah berupa hewan atau tanaman kepada teman lainnya. Hadiah akan muncul di dalam laman other request di Facebook.

facebook-farmville-35. Customization (kustomisasi)

Kustomisasi game memang membutuhkan investasi lebih dan mengurangi kemungkinan orang meninggalkan game dalam jangka panjang. Kustomisasi memungkinkan membuat game terasa lebih personal. Di dalam Famville, kustomisasi yang dilakukan masih hanya pada sebatas desain karakter, dimana pemain bisa memilih tampilan visual dirinya sendiri. Tanaman, pohon, aksesoris, dan bangunan yang bebas dipasang di mana saja memungkinkan setiap pemain menampilkan desain ladang yang sesuai dengan cita rasanya sendiri.

Artikel ini ditulis oleh: Pitra Satvika (@pitra)
Sehari-hari bisa ditemui di Stratego, sebuah digital agency yang membangun pengalaman digital untuk brand di ranah online dan event. Pecinta social media, fotografi, dan menulis. Penulis blog ini sejak Juli 2005.

23 komentar »

  • ierone @ myblog4famouser.com :

    di fb saya jarang main game. dan sengaja gak ikut game online biar gak adict. cukuplah addict sama blog saja

  • sez :

    ah.. Jadi inget, belum panen :p

  • Blog Ijo :

    wah kok saya belum tertarik ya?
    masih sibuk dengan Mavia Wars..

  • Adham Somantrie :

    aku tau! aku tau! aku tau!

    aku tau itu kebon siapa yang ternaknya dibarisin kaya tentara! ahahaha!

  • fajr :

    hmmm, belum pernah sih nyoba games ini.
    lebih sering main Motocycle Madness, Premier Footbal, jadi penasaran juga. πŸ˜€
    thanks reviewnya mas bro.. πŸ˜‰

  • Richard Fang :

    pengen tau developer game nya itu dapet duit darimana ya? memang ada sih sistem beli credit/item di game, tapi apa itu cukup?

    atau mereka di biayai oleh facebook sendiri? atau game nya itu sistem beli putus, fb yg beli game tersebut? penasaran….

  • Menilik Kesuksesan Game Farmville | Update Blog Terbaru :

    […] Menilik Kesuksesan Game Farmville Beberapa minggu lalu mendadak di Facebook keracunan kegilaan baru, bermain Farmville. Game bercocok tanam ini tidak hanya banyak dimainkan oleh pengguna Facebook di Indonesia, melainkan di seluruh dunia. Hingga saat ini bahkan aplikasi game Farmville menduduki peringkat tertinggi yang paling banyak penggunanya per bulan, bahkan di atas aplikasi Causes yang gampang dibuat oleh siapapun. Menilik Kesuksesan Game Farmville ini adalah artikel dari: Media Ide — Sudah pernah membaca buku-buku berikut? […]

  • Esmeralda :

    Keliatannya emang bagian dari network FB dah, klo independent and juga muncul di advertise nya FB, tak kan cukup incomenya.

    Selain itu juga addict ma game itu tuh, ntar klo addicted repot, ngeblognya kapan… wong sampe sekarang aja belum pede buat blog kok… hehe… sebatas tukang komentarnya blog orang… πŸ™‚

  • Menilik Kesuksesan Game Farmville :

    […] siapapun. Lalu apa istimewanya game ini yang membuat puluhan juta orang ramai-ramai mengaksesnya? P click for more var _wh = ((document.location.protocol=='https:') ? "https://sec1.woopra.com" : […]

  • dita.gigi :

    om pitra kok berhenti maen,,, udah bosen yaa… πŸ˜†

  • dita.gigi :

    pit. coba main lagi deh… ada yg berubah dikit… sekarang hewannya bisa di rotate dan allow walk… jadi bisa jalan2… XD

    *sejauh yg aku liat*

  • Arham :

    wahhh dapet sumber idea waktu kita kumpul bareng malem ituh yah…. πŸ™‚

    oia, kayaknya seru, kalau mafiaWars punya sindikat yg meng-komunitas apakah farmville akan seperti itu juga πŸ˜€

  • Lindalenk :

    Udah mulai bosenin maen πŸ˜›

  • cemputh :

    eh eh,, blog kamu kereeen (sok akrab deh gue..)
    samaaa, saya pun maen ini.. tadi ud curhat di plurk kamu πŸ˜€
    oia oia, pantesan sekarang pke “@” plus nama bisa muncul tautan akun. yaiks, FB n twit berantem πŸ˜€ (berasa puas gue :D)

    eh ada Fang.. (nyangkin sok akrap gue πŸ˜‰ ) : hayok Fang, bikin game wat KitabWajah si Mark itu πŸ˜‰

  • Chic :

    lah baru baca Pitra bahas soal farmville juga πŸ˜†

  • Wiwiek :

    duh… saya kayaknya termasuk yang keracunan game itu tuh… lumayan sih utk melatih desain… tp knp ya begitu sekarang bukanya kok susah bener/lama banget ya??… ada saran ga ya?

  • sovia haryati :

    pernah bosan nge FB, tapi karena daya tarik FarmVille, mau tak mau nge FB jalan terus, tujuan nge FB ya manen !, kami sekeluarga saling bantu manen, krn dirumah passwordnya di pake in “remember” jadi kalo anak2 or suami sibuk, ya aku tolong panenin, begitu juga sebaliknya…… ini baru level 22…

  • ita :

    menyenangkan bgt…tapi aq baru level 23….

  • didan :

    wuuiiiii…. seru banget. saya bru m level 33.

  • Evant :

    seru banget,gaak ngebosenin dweeh…
    baagi yg lum coba,disaraanin coba.bwt yg ska mafia wars,ni game jg g kalah seru,cb j maen…

  • aryo adiwoso :

    haha..Kalo farmville ini aku udah level 48 loh..Add aku ajah kalo addict mah

    http://www.facebook.com/aryoadiwoso

  • Media Ide » Blog Archive » Social Games di Facebook :

    […] orang untuk berdiskusi tanya jawab dengan Bret Terrill (bekas juragannya Zynga, si pengembang Farmville itu) dan Mohan Belani (penyelenggara Echelon 2010 di Singapura kemarin). Bret banyak berbagi tips […]

  • doris :

    wuuiiiii…. seru banget. saya bru m level 33.

Tinggalkan komentar Anda!

CommentLuv badge