Home » Online Branding

Mungkinkah JokoAnwarMeme Terulang Kembali?

26 September 2009 5,244 views 10 komentar

jokoanwarmeme0Melanjutkan tulisan sebelumnya tentang aksi Joko Anwar di Twitter. Mungkin nggak kampanye tanpa rencana yang dilakukan Joko bisa diulang kembali oleh individu atau brand lain yang getol mencari follower Twitter sebanyak-banyaknya? Sepertinya sulit, karena banyak sekali faktor yang berperan di sini. Satu hingga dua hari setelah aksi Joko Anwar terjadi, muncul beberapa pengguna Twitter yang mencoba melakukan aksi serupa.

Ada @rudylim yang berjanji memberikan seminar gratis di seluruh Indonesia. Ada @dimasnovriandi yang berjanji menyumbang koin untuk aksi Coin A Chance. Atau ada @saykoji yang mengajak teman Twitter untuk mem-follow dengan aksi sosial @stoppemiskinan. Ini jadi semacam meme baru.

jokoanwarmeme-saykoji

Nggak salah sih sebenarnya meniru. Apalagi kalau hasilnya adalah untuk sesuatu yang positif. Namun jelas sulit kalau tujuan akhirnya hanyalah untuk sekedar membangun reputasi diri. Reputasi bukanlah suatu hal yang bisa dibangun singkat, tapi melainkan bertahap, gradual, dan butuh waktu lama. Mencari follower dalam waktu singkat untuk sekedar popularitas tidak akan bisa dilakukan (kecuali kalau Anda memang sudah seorang selebriti sebelum bergabung di Twitter).

Jadi apa sebenarnya yang membuat aksi Joko Anwar berhasil meraih follower dalam waktu cepat? Padahal, nggak semua orang tahu siapa Joko Anwar itu sebelumnya. Berikut ini beberapa faktor yang sempat teramati saat itu.

1. Berteman dengan selebriti yang punya follower banyak.

Berteman itu artinya kenal, bukan sekedar saling follow. Joko Anwar hidupnya di dunia entertainment, seharusnya temannya pun banyak. Selebriti di Twitter masih berperan kuat kok sebagai pemengaruh.

2. Aksi yang dilakukan ekstrim.

Ya memang nggak semua orang harus telanjang untuk cari follower. Namun, aksinya harus kuat dan yang jelas tidak standar. Misal: janji meloncat dari jembatan Semanggi atau Monas, janji membersihkan sendiri tempat pembuangan sampah Bantar Gebang, janji berenang ke Pulau Seribu, janji memanjat gedung bertingkat, dll. Hanya tinggal mengkorelasikan aksinya saja dengan tujuan kegiatan. Akan lebih baik kalau tujuan kegiatannya adalah untuk sesuatu yang bersifat sosial dan kemanusiaan, dan bukan popularitas.\

jokoanwarmeme-dimas

3. Siapa sebenarnya pengguna Twitter?

Jumlah Twitter meningkat pesat, dan sekarang tiba-tiba populer karena faktor selebriti dan beragam program yang ditawarkan penyedia jasa telekomunikasi. Kebanyakan pengguna Twitter baru bisa jadi adalah para remaja. Mereka biasanya nggak suka sesuatu yang terlalu serius. Buat mereka, Twitter adalah tempat mereka ikut-ikutan tren dan bercakap hal-hal yang (mungkin) nggak penting. Mau cari follower? Ikuti gaya hidup mereka. Jangan kasih iming-iming mereka untuk ikut seminar gratis.

jokoanwarmeme-rudylim

4. Efek Kaskus

Salah satu sumber lonjakan adalah saat Kaskus (@kaskus) dan pemiliknya (@adarwis) menyebarkan info ini di forum mereka. Seketika itu juga dengan cepat Joko Anwar mendapat follower dari para pengguna Twitter yang aktif di forum Kaskus.

5. Jangan “paksa” orang dengan RT (Retweet).

Pengguna Twitter akan senang melakukan RT kalau apa yang dibacanya menarik baginya, dan bukan karena disuruh melakukan RT. Kalau memang aksi Anda menarik, nggak usah disuruh pun proses RT akan berlangsung dengan sendirinya.

Terlepas dari semua cara di atas, yang sepatutnya Anda tanyakan ke diri Anda sendiri sebelum memulai aktivitas di atas adalah: “Untuk apa saya punya follower banyak?” “Siapkah saya memberikan hal terbaik dari saya kepada semua follower saya?” Ingatlah pepatah terkenal dari Ben Parker, paman Peter Parker si Spider-Man, “with greater power comes great responsibility.” Nah, siapkah Anda dengan beban tanggung jawab itu?

Kredit foto: mollyeh11

Artikel ini ditulis oleh: Pitra Satvika (@pitra)
Sehari-hari bisa ditemui di Stratego, sebuah digital agency yang membangun pengalaman digital untuk brand di ranah online dan event. Pecinta social media, fotografi, dan menulis. Penulis blog ini sejak Juli 2005.

10 komentar »

  • geblek :

    ehtapi saya ndak aktif di twiter, ndak haram kan 🙂

  • BudiTyas :

    Menurut saya, faktor terbesarnya curiosity, tidak hanya sekedar ekstrim. Follower yang diminta cuman 3k, tapi jadi berlipat2 krn orang2 memang penasaran dan ingin mengikuti perkembangannya.

  • mawi wijna :

    ndak kuat saya punya follower atau jadi follower banyak, ngurus blog yang dengan satu artikel dikomen 10-an orang aja udah bikin repot kok.

  • Riawan :

    suka dengan kesimpulan dan statement terakhirnya :).. (jadi berasa nulis di twitter) 😀

  • Thomas Arie :

    Poin-poin yang disampaikan menarik, Pitra! Sepakat!

    Mungkin yang membuat aksi Joko Anwar jadi “sukses” besar (terlepas dari yang dilakukan mungkin juga cukup “bodoh”), adalah bahwa itu diluar perkiraan. Saya memang sudah follow JA sebelum dia menyampaikan nadar itu, dan saya re-tweet bukan karena disuruh, tapi… jika nadar terlaksana, itu hebat!

    Walaupun, mungkin aksi “jika blah blah saya akan blah blah” bukan hal baru, tapi aksi cukup ekstrim menarik juga kali ya untuk “diwujudkan” 😀

    Itu ada di Facebook, jika salah satu grup memiliki 500K members, maka dia (pemilik group), akan menamakan anaknya “Batman”. Hihihihi… Walaupun sekarang masih di angka sekitar 261K.

    Oh, satu lagi, yang bikin sukses kayaknya karena orang juga melihat kalau account Twitter JA adalah asli. Eh, ini termasuk salah satu faktor nggak ya?

    Uhhh.. kok jadi panjang gini komentarnya…

  • Nofa :

    Apakah ini yang dinamakan “tipping point” ?

  • elia bintang. :

    tapi sebenernya gpp sih kl tujuannya positif walaupun yg namanya selebriti biasanya niatnya ga tulus. biasanya loh ya, jd sy ga menggeneralisasi. contohnya kl bulan puasa, mendadak selebriti sahur on the road dan diliput wartawan. padahal kl emang mau bantu orang susah, ngapain ngajak wartawan..

    kl fenomena twitter yg dibungkus dengan tujuan positif ini sih sy ga berkomentar.. 😀 congrats aja buat joko anwar, the trendsetter.. salam kenal yah! 😀

  • Arham Blogpreneur :

    ….(kecuali kalau Anda memang sudah seorang selebriti sebelum bergabung di Twitter)…plus soal Janji ituh, harus ekstrem dan ekstremnya pun ngak boleh asal tapi sesuai demand pasar.. klo seth godin bilang “ikuti yang mereka percayai “…..

    anyway, soal Kaskus dan RT ini yg agak agak gmn gtuh..

    kalo Kaskus .. ya okelah.. mereka yang terbesar gtu lho..
    sementara
    RT, kmrn waktu liat di trendmap, ternyata masih bnyk yang salah kaprah soal RT

  • si Rusa Bawean :

    followeku mah dikit bangett
    abis bukan orang terkenal
    🙂

  • lukman :

    saya malah gak pengen difollow :p , blom bisa ngasi hal berguna 🙂

Tinggalkan komentar Anda!

CommentLuv badge