Home » Online Branding

Mencari Seorang Rainmaker

8 October 2009 7,479 views 27 komentar

peopleumbrellaKemarin ada yang yang sempat bertanya, bagaimana caranya menjadi seorang influencer atau rainmaker? Bagaimana seseorang bisa mempunyai profesi seperti itu? Sebelum menjawab itu, sedikit cerita dulu. Rainmaker bukanlah musuh si pawang hujan, melainkan orang-orang yang dianggap memiliki pengaruh di dunia daring. Banyak orang selalu menunggu tulisan orang tersebut di blognya. Banyak orang ingin berteman dengannya di Facebook. Banyak orang ingin mengikutinya di Twitter dan Plurk. Apa yang diucapkan si rainmaker ini selalu menjadi perhatian para penggemarnya. Kalau di suatu suku, rainmaker ini seakan-akan adalah kepala sukunya.

Di dunia social media, dimana hubungan dinilai dari percakapan yang terjadi, keberadaan rainmaker memegang peranan penting. Anggaplah begini. Anda lebih terpengaruh untuk mencoba suatu produk karena menonton iklan di televisi atau karena produk itu direkomendasikan oleh teman Anda? Bagaimana bila rekomendasi itu diberikan oleh seseorang yang Anda anggap sebagai seorang panutan? Tentu Anda lebih percaya kepadanya daripada kata pesan iklan di televisi bukan?

Nggak salah bila para rainmaker ini banyak dilirik brand, yang meminta mereka untuk membantu brand merekomendasikan produknya. Tebak sendirilah siapa saja di ranah daring ini yang sering membantu merekomendasikan suatu program brand. Kebetulan di Indonesia sejak 2 tahun ini ada beberapa blogger yang diminta menggerakkan pembacanya melalui tulisan berbayar di blognya. Brand melirik para blogger ini karena mereka dianggap bisa mempengaruhi pembacanya. Anda mungkin tidak sadar, karena gaya tulisan blogger ini pun tak berbeda dengan tulisan-tulisan lain di blognya.

Kembali ke pertanyaan di atas, bagaimana seseorang bisa mempunyai profesi seperti ini? Agak lucu sih kalau ini dibilang sebagai sebuah profesi. Yang salah kaprah adalah: menjadi seorang rainmaker itu bukanlah tujuan, tapi sebenarnya itu adalah akibat. Anda nggak bisa bercita-cita menjadi seorang rainmaker. Aktivitas Anda di dunia daring, berkawan dengan banyak orang, sering berbagi pengalaman di acara kopdar, yang membuat Anda punya jaringan pertemanan luaslah, yang secara tidak langsung membuat Anda menjadi seorang rainmaker.

Lalu besarkah pendapatan seorang rainmaker? Di luar sana memang ada Robert Scoble atau Chris Brogan yang sudah menjadikan kegiatan blognya sebagai sebuah profesi dan mendatangkan uang. Kalau di sini, kenyataannya berbeda. Banyak brand masih ragu akan kekuatan social media. Mereka khawatir kalau pembicaraan dalam social media melenceng menjelekkan nama brand (karena memang bisa terjadi). Jadi, masih jarang sekali brand yang mau memanfaatkan para rainmaker ini. Lagi pula, influencer atau rainmaker di Indonesia tidak banyak. Mereka tidak ngoyo untuk menjadikan blog sebagai mesin penghasil uang. Mereka memanfaatkan blog untuk berekspresi dan kalau itu menghasilkan rejeki ya itu hanyalah efek samping. Nilainya pun juga tidak terlalu besar kok. Nggak akan disebutkan di sini sih. Jumlahnya tidak banyak, namun cukuplah kalau dianggap sebagai uang tambahan jajan bulanan.

Masih bercita-citakah Anda menjadi seorang rainmaker? Jangan muluk-muluk ingin menjadi seorang rainmaker. Sekarang fokuskan saja dulu dengan membangun eksistensi Anda di ranah daring. Tulislah blog Anda dengan passion Anda, dengan rutin membahas topik spesifik yang Anda memang sukai. Syukur-syukur topik itu memang yang berpotensi mengundang pembicaraan di masa datang. Manfaatkan Facebook, Twitter, Plurk, YouTube, dan beragam social media lainnya untuk memperkuat bahasan topik Anda di blog. Bangun kenarsisan diri Anda secara perlahan di ranah daring. Sering pulalah hadir dalam beragam acara kopdar agar Anda bisa berkenalan nyata dengan mereka yang sebelumnya hanya Anda baca blognya. Kalau Anda konsisten melakukan ini selama minimal 2 tahun, niscaya rejeki menjadi seorang rainmaker akan datang dengan sendirinya.

Kredit foto: Thomas Hawk

Artikel ini ditulis oleh: Pitra Satvika (@pitra)
Sehari-hari bisa ditemui di Stratego, sebuah digital agency yang membangun pengalaman digital untuk brand di ranah online dan event. Pecinta social media, fotografi, dan menulis. Penulis blog ini sejak Juli 2005.

27 komentar »

  • venus :

    Kapan ya, bisa jadi rainmaker juga? :d

  • chic :

    eh dejavu sama obrolan kita semalam sebelum acara itu :lol*

  • Tweets that mention Media Ide » Blog Archive » Mencari Seorang Rainmaker -- Topsy.com :

    […] This post was mentioned on Twitter by Media Ide. Media Ide said: Looking for career as an influencer/rainmaker? http://bit.ly/3iXIoa […]

  • Pitra :

    Nah, dua orang yang berkomentar di atas ini salah dua dari beberapa blogger yang menjadi rainmaker. Yang komentar pertama kali itu juragannya. Kalau nggak ada Simbok Venus, nggak mungkin situs Ngerumpi.com yang dikelolanya bisa punya banyak pembaca dan pengomentar.

  • didut :

    *angguk angguk* πŸ˜€

  • MQ Hidayat :

    postingan yang mencerahkah. sip bgt.
    spertinya kunci dari smua ituh, FOKUS.
    Bener gak Pit?
    *sok gak ngarti, pdhl di atas sudah diminta fokus* πŸ˜€

  • ipied :

    waw.. sungguh beruntunglah orang2 yang berbakat, dan sudah menjadi rainmaker πŸ˜€ kata orang dia itu seleblog ya?

  • edy :

    setuju kalo rainmaker itu sebagai akibat, atau saya nyebutnya efek samping yg enak. tapi jangan sampe jadi tujuan

  • kw :

    amboi… bisa ga ya memaksakan diri menjadi rainmaker? πŸ™‚

  • zam :

    udah mau musim hujan.. sering hujan-hujanan, nanti sakit.. πŸ˜€

    *ambil payung*

  • Esmeralda :

    kalo perlu fokus, duh kok gak gampang ya, wong janji mo tengok media ide tiap hari biar punya ide segar saja sering kelewat kok.

    Klo kelewat trus sehari mbaca dua apa tiga artikel sekaligus, pasti mencernanya kurang fresh lah, hiks…

  • australia realestate listings :

    wow.. skillful person, talented. keren profesinya

  • Anggun Prasetya :

    Kalau semua jadi Rainmaker, saya jadi Rainstopper aja deh, alias Pawang Hujan *bakar menyan*

  • BudiTyas :

    Rainmaker sbenarnya bukan hal baru. Dulu, seringkali orang yg populer di sekolah diminta menjadi ambassador/rainmaker untuk mensukseskan Tryout UMPTN/SPMB agar banyak yg pada ikutan. Fungsi rainmaker dan iklan beda, jd kurang tepat klo dibandingkan. Klo iklan biasanya lebih ke awareness, klo rainmaker biasanya untuk merubah yg udah aware dan tertarik, agar membeli. Jadi iklan dan rainmaker saling melengkapi.

  • hanny :

    saya jadi rain viewer πŸ™‚

  • Lex dePraxis :

    Hmm, menarik istilahnya. Ya, ada banyak strategi untuk menjadi rainmaker.. tapi tetap aja yang paling atas adalah KREATIFITAS.

  • lukman :

    saya jadi ojek payung aja *sigh*

  • Dimas Novriandi :

    daku jadi rain… bow aja πŸ˜€

  • Sinta :

    dua tahun?
    kenapa dua tahun?

    πŸ™‚

  • pru :

    dan.. dengan kemampuan menjadi rainmaker itu profesi blogger semakin diperhitungkan. http://www.newmedia.web.id/2009/10/blogger-profesi-baru-dengan-penghasilan-menjanjikan/

  • Tyo :

    Yup, Oom Pitra suka merendah nih…dia ini juga salah satu rainmaker, khususnya buat saya hehehehe… ini ada lagi Oom, nemu daring baru dari LG, http://www.live-borderless.com, monggo dibedah ditunggu ulasannya hehehehe (selalu menunggu tulisan2 oom pitra hehehehe)

  • morishige :

    kira-kira di indonesia siapa ya yang udah bisa dikatakan the rainmaker?
    kambingjantan?

  • arham blogpreneur :

    rainmaker πŸ™‚ pengen sih tapi ya jalanin aja.. sejauh ini, menjalin dan menjadi rainmaker berbeda startegy antara scoblelizer dan seorang rainmaker lokal. ngak lain karena karakternya juga beda.. oia, itung itungan harga seorang rainmaker mungkin bisa jadi penyemangat πŸ™‚ bagi yg bercita cita begtu

  • rumah.aolx.net :

    apa rain maker ini sama dengan pawang hujan. he..he..

  • aresta :

    hmmm…rainmaker??? nakedtraveller.com…belanjasampaimati.blogspot.com…kyana rainmaker tuh…ulasan mereka selalu dinanti…

  • mario_devan :

    wah keren….
    tentu rainmaker ini ga bisa dibangun dlm semalam…butuh waktu yg lama nie

  • Media Ide » Blog Archive » Tren Social Media 2010 :

    […] brand semakin butuh influencer (pemengaruh) di ranah daring. Brand yakin kalau ia tak bisa hidup sendirian di ranah daring. Ia butuh teman dan […]

Tinggalkan komentar Anda!

CommentLuv badge