Home » FreSh, Online Communities

Mengembangkan Komunitas Daring

20 October 2009 5,645 views 10 komentar

rotifresh-communityIni diangkat dari topik diskusi RoTI FreSh (Return of Tuker Ilmu Freedom of Sharing) Semarang yang mengadakan perhelatan pertamanya di tanggal 13 Oktober 2009 kemarin. RoTI FreSh merupakan anak pertama FreSh, yang diinisiasi sendiri oleh teman-teman di Semarang. Mereka merasakan kebutuhan untuk berkumpul setiap bulannya dan berbagi pengalaman antara para pelaku daring di kota itu. Mudah-mudahan RoTI FreSh bisa menjadi wadah yang pas untuk itu. Hihihi, apalagi kini mereka bisa langsung mendapat sponsor dari Telkom Semarang untuk penyelenggaraannya setahun penuh.

Nah kembali ke topik di atas. Dari hasil pertemuan RoTI FreSh, ada beberapa masukan baru dari perwakilan beberapa komunitas yang datang di acara itu, seperti Bengawan Solo, Komunitas Cah Semarang, Nasi Kucing, dan Indoflyer. Yang paling banyak bercerita adalah Yogie yang membangun komunitas blogger Loenpia sejak 4 3 tahun lalu.

Beberapa kesimpulan menarik yang bisa menjadi tips dalam mengembangkan komunitas daring antara lain:

  • Komunitas itu seperti sebuah keluarga. Saat kita memperlakukan anggota seperti anggota keluarga kita sendiri, kedekatan personal di dalam komunitas akan semakin erat.
  • Komunitas dibangun atas dasar kesamaan minat atau latar belakang. Di ranah daring hal ini bisa muncul dari bentuk milis, kelompok blogger, hingga kesamaan hobi yang menyatukan mereka di sebuah situs.
  • Untuk membangun komunitas, mulailah dengan memberi terlebih dahulu. Para inisiator komunitas memang harus berjuang untuk “berkorban” memberikan sesuatu terlebih dahulu. Komunitas Loenpia memulainya dengan membuat blog, milis, dan merangkul pelan-pelan teman-teman blogger yang bertebaran di Semarang.
  • Membentuk komunitas di sebuah situs pun harus dimulai dengan “pengorbanan.” Pengelola harus lebih banyak membangun konten di awal, untuk memancing jumlah anggota, yang akhirnya akan memicu munculnya lebih banyak konten lagi yang dibuat oleh anggota baru. Saat konten-konten yang baru dibuat ini sesuai dengan kebanyakan profil anggota situs tersebut, komunitas itu pun mulai terbentuk dengan sendirinya.
  • Komunitas daring tidak cukup hanya berkumpul di ranah maya. Bentuk ikatan emosional akan lebih kuat muncul saat kopdar, dari sekedar mengobrol kumpul-kumpul, hingga melakukan aksi kegiatan nyata bersama-sama.
  • Melalui komunitas, seseorang bisa membangun reputasinya. Namun kalau salah-salah kata (dan tidak diperbaiki), bukan tidak mungkin reputasinya pun akan hancur. Maka dari itu, para pemilik brand pun harus berhati-hati memasuki area ini.
  • Seseorang bisa memanfaatkan komunitas untuk kepentingan bisnisnya, namun tentu tidak semata-mata begitu saja. Orang tersebut sebaiknya sudah akrab di lingkungan komunitas tersebut, sehingga suatu saat ketika ia menawarkan sebuah produk melalui komunitas itu, teman-temannya pun tidak merasa keberatan.
  • Namun yang lebih penting dalam membangun komunitas adalah pemenuhan kebutuhan anggotanya. Anggota diajak untuk ikut lebih banyak berkontribusi sehingga bisa merasakan eksistensinya di komunitas itu.
  • Kesalahan paling dasar dalam membangun komunitas adalah beranggapan kalau itu semua bisa dibangun dengan cepat. Membuat situs forum atau blog memang mudah. Yang susah adalah membangun keanggotaan yang bisa peduli terhadap keberadaan situs tersebut.

Kredit foto: RoTI FreSh.

Sedikit pesan sponsor: klik banner di bawah ini untuk memilih blog Media Ide sebagai Blog Komputer dan Teknologi Terbaik di Pesta Blogger 2009 ya!

Artikel ini ditulis oleh: Pitra Satvika (@pitra)
Sehari-hari bisa ditemui di Stratego, sebuah digital agency yang membangun pengalaman digital untuk brand di ranah online dan event. Pecinta social media, fotografi, dan menulis. Penulis blog ini sejak Juli 2005.

10 komentar »

  • pensiun kaya :

    perlu waktu yang lama untuk membangun komunitas yang solid dan tahan banting terhadap segala cobaan dan rintangan yang selalu menghadang..
    salam

  • zam :

    yup. masalahnya sekarang banyak bermunculan komunitas yang pengen langsung besar dengan cepat (instan). bikin komunitas A, launching, kemudian anggotanya ratusan, tapi gak jelas arahnya ke mana..

    semoga apa yg dirimu sampaikan itu bisa berguna buat temen-temen yg mau bikin komunitas..

    *turun mimbar*

  • didut :

    koreksi dikit…loenpia tuh udah 4 tahun hihihi~

  • Pitra :

    @Zam: beberapa brand yang sempat gw temui ya berpikiran seperti itu. Buat aplikasinya sih cepat, tapi membentuk komunitas dalam arti sebenarnya itu yang susah.

    @Didut: ups. Sudah gw koreksi.

  • zam.web.id :

    mungkin diawali konsolidasi online, jika komunitas secara online sudah solid, maka secara offline juga solid

  • neng®atna :

    belum pernah kopdar, tapi selalu ngikuti perkembangan komunitas. sudah terasa hangatnya dari layar nih …

  • Esmeralda :

    Frenz, perhatiin tuh, tips dari bang Pitra, klo gak, ntar baru semangat bentar, dah loyo lagi di tengah jalan, terlebih jika tujuan and spirit, dah mulai kagak sama lagi.

  • maydina :

    selain itu regenerasi juga sangat penting yah om pit..:)

  • mario_devan :

    thanks bro tipsnya semoga bermanfaat

  • Mengembangkan Komunitas Daring | Marketeers :

    […] ini juga bisa dibaca di blog penulis: Mengembangkan Komunitas Daring VN:R_U [1.9.3_1094]Rating: 0.0/10 (0 votes cast)VN:R_U [1.9.3_1094]Rating: 0 (from 0 votes)Related […]

Tinggalkan komentar Anda!

CommentLuv badge