Home » Experiential

Blogfest Asia – Clean Air Network (CAN)

15 November 2009 5,446 views Satu komentar

Blogfest AsiaSalah satu isu yang diangkat dalam topik diskusi Blogfest Asia adalah tentang isu “hijau” dan iklim. Kini semakin banyak blog dan grup-grup dalam social media yang membahas isu lingkungan. Biasanya kampanye yang diangkat di media daring ini terintegrasi satu sama lain dengan kampanye yang dilakukan di media tradisional. Ada beberapa pembicara di sesi ini, namun tulisan blog ini lebih khusus membahas tentang aktivitas organisasi LSM yang menamakan dirinya CAN (Clean Air Network). Sesi CAN ini dibawakan oleh CEO-nya, Joanne Ooi.

Misi CAN adalah mengedukasi publik tentang dampak polusi udara terhadap kesehatan, dan memobilisasi dukungan publik demi udara Hong Kong yang lebih bersih. Kalau dilihat sih sepanjang berada di Hong Kong minggu lalu, polusi udara tidak terlalu terasa, namun ya benar, kalau dilihat di ketinggian tertentu, asap polusi (smog) memang menutupi pandangan ke gedung-gedung bertingkat di baliknya.

Fakta yang disampaikan oleh CAN antara lain adalah:

  • Polusi udara di Hong Kong menyebabkan 3 kematian per hari (atau lebih dari 1.100 kematian per tahunnya).
  • Udara Hong Kong tiga kali lebih kotor daripada New York dan dua kali lebih kotor daripada London.
  • Berdasarkan standar WHO, udara Hong Kong hanya sehat dihirup selama 41 hari dalam setahun.
  • Meskipun buangan emisi telah berkurang selama 15 tahun terakhir, tetap saja polusi jalan tidak mengalami perbaikan. Polusi di jalan merupakan ancaman terbesar terhadap kesehatan masyarakat
  • .

blogfestcan

Huih, kalau baca itu semua, malah jadi khawatir. Jakarta pastilah lebih parah dibandingkan Hong Kong (sangat terasa kok). Bandung pun yang suhu udaranya relatif sama dengan Hong Kong bisa jadi lebih berpolusi daripada Hong Kong. Lalu perbaikan apa yang telah kita lakukan?

Nah, yang dilakukan CAN lebih untuk mendorong kebijakan kepada Pemerintah Hong Kong untuk segera mengadopsi Panduan Kualitas Udara yang ditetapkan WHO. CAN juga mendorong kegiatan yang bersifat grassroot. Pernyataan seorang blogger yang memaparkan fakta di atas, misalnya, bisa memberikan inspirasi dan penyadaran terhadap individu-individu lainnya. Faktanya, semua orang pasti setuju agar kota yang ditinggalinya punya udara bersih.

CAN juga beraliansi dengan LSM-LSM lain untuk melakukan diskusi langsung ke masyarakat dan tempat-tempat pendidikan. Aksi CAN juga dilakukan melalui Facebook, Flickr, YouTube, dan Slideshare, serta didukung oleh advertising agency lokal yang membantunya secara pro bono.

Nah, ada yang mau melakukan tindakan serupa untuk kota Jakarta? Atau bahkan untuk kota-kota lainnya di Indonesia?

Artikel ini ditulis oleh: Pitra Satvika (@pitra)
Sehari-hari bisa ditemui di Stratego, sebuah digital agency yang membangun pengalaman digital untuk brand di ranah online dan event. Pecinta social media, fotografi, dan menulis. Penulis blog ini sejak Juli 2005.

Satu komentar »

  • Adham Somantrie :

    “Polusi udara di Hong Kong menyebabkan 3 kematian per hari (atau lebih dari *1.1000* kematin per tahunnya).”

    1.1000 ?

Tinggalkan komentar Anda!

CommentLuv badge