Home » Experiential

Blogfest Asia – Mengenal Blogosfer Asia

15 November 2009 6,810 views 4 komentar

Blogfest AsiaMinggu lalu ada banyak sesi menarik saat menghadiri acara Blogfest Asia tanggal 6-8 November 2009 di Hong Kong. Salah satu sesi berisikan cerita para blogger Asia tentang kondisi blogosfer di negara mereka masing-masing. Yang saat itu bercerita adalah teman-teman blogger dari Myanmar, Filipina, Malaysia, dan China. Maaf ya kalau ada-ada salah. Menulis catatannya cepat-cepat kemarin.

Myanmar, oleh Thet Htoo

Thet Htoo (dibaca Ta Tu) bersama temannya, Kyaw Zay Ya mewakili komunitas Myanmar Bloggers Society bercerita kalau mereka memulai ngeblog sejak 2005. Tahun 2006 mereka menyelenggarakan kegiatan seputar blog, dan menerbitkan buku atas nama komunitas tersebut.

Slogan mereka adalah “we blog, we unite” dan ini menjadi tema kegiatan ngeblog mereka, dimana kegiatan ngeblog mempersatukan mereka dalam beragam kegiatan. Tahun 2007 para blogger Myanmar mulai dilirik. Apalagi setelah mereka melakukan kegiatan nyata di lapangan, seperti memberikan bantuan sosial kepada para korban bencana alam.

Filipina, oleh Oliver V. Robillo

Blogger yang punya julukan Blogie ini bercerita tentang kondisi Mindanao, Filipina Selatan. Masalah utama adalah persepsi negatif dunia terhadap Filipina Selatan, akibat reportase media tradisional yang tak berimbang. Mereka selalu melihat dari sisi konflik untuk dijadikan berita dan tidak melihat sisi lainnya. Mindanao Bloggers Community mempunyai misi untuk mengubah persepsi dunia, bercerita hal sesungguhnya yang terjadi di Mindanao, dan memberikan penyeimbang berita dari media tradisional.

Mindanao Blogger Community sudah menyelenggarakan Blogger Submit hingga tiga kali, bertempat di kota yang berbeda. Tahun 2010 akan diadakan yang ke-4, di Zamboanga City, dimana banyak muslim di kota ini. Acara ini akan menarik karena bahkan orang Filipina (terutama yang di Filipina Utara) berpersepsi kalau kota ini adalah kota berbahaya karena banyak muslimnya. Hal inilah yang mau dibuktikan oleh komunitas blogger, menunjukkan kalau mereka tetap rukun antara umat muslim dan katholik.

Komunitas ini juga memiliki satu agregator blog bernama I Blog For Peace, tempat banyak blogger Filipina bergabung. Misinya adalah menjadi agregator blog yang punya kepentingan perdamaian. Kebanyakan blog yang bernaung di agregator ini menggunakan bahasa Inggris, supaya bisa membangun dialog dengan pembaca internasional.

Malaysia, oleh Jeremiah Foo

Di Malaysia ada 3 kelompok blogger besar: Malay Blogger, Chinese Blogger, dan English Blogger. Jeremiah (atau Jeremy) datang dari komunitas Chinese Blogger. Komunitas Chinese Blogger ini dimulai sejak 9 blogger Malaysia mendapat pengharaan dari Global Chinese Blog Award. Mereka sempat pula menyelenggarakan MYBloggerCon. Bulan April 2007 diselenggarakan kontes yang diikuti oleh 700 partisipan Malaysia yang berada di berbagai pelosok dunia.

Di Malaysia dikenal pula istilah cybertrooper dimana Pemerintah membayar banyak blogger untuk menulis propaganda untuk kepentingan Pemerintah. Mereka ini sebenarnya sudah bisa dideteksi oleh para blogger lainnya. Kembali lagi kepada kejujuran. Tentunya blogger yang menulis propaganda karena dibayar, kurang mendapat banyak respon dari komunitas blogger lainnya. Di Malaysia, bebas menulis dan berdiskusi tentang apapun, sepanjang tidak membicarakan Pemerintah Malaysia.

Belakangan ini, kebanyakan blogger Malaysia semakin jarang menulis di blognya. Mereka beralih ke Facebook dan social media lainnya.

Blogfest Asia

China, oleh Isaac Mao

Isaac, salah satu aktivis blogger China bercerita bahwa sejak tahun 2002 sudah ada CNBloggerCon. Beberapa orang ditangkap pada kejadian itu. Sebagai antisipasinya, dalam kegiatan konferensi atau seminar berikutnya, tema yang diangkat selalu beragam, yang tidak mengkonfrontasi Pemerintah secara langsung.

Selama 7 tahun berikutnya, muncul jutaan blogger di China yang menuntut perubahan struktural. Setiap blogger bisa sampai punya 15-20 blog. Mereka mereplikasi kontennya ke banyak blog, agar saat pihak berwajib memblok salah satu blog, blog-blog lainnya masih akan tetap bertahan.

Kontroversi blogosfer di China terus terjadi setiap tahun. Tahun 2003 ada seorang blogger mahasiswa yang ditangkap. Tahun 2004 ada seorang blogger perempuan yang mempublikasikan kehidupan seksnya di blognya. Ini menjadi sorotan media dan pihak berwajib.

Tahun 2005 diadakan pertama kalinya konferensi blog di China. Agar tidak membuat gerah Pemerintah, maka konferensi ini hanya khusus membahas aspek teknikal dari sebuah blog. Di tahun ini pula aktivitas sensor di ranah daring sudah mulai berjalan. Orang wajib meregistrasi nama lengkap mereka untuk setiap situs yang dibuat di China.

Tahun 2006 diadakan konferensi blog yang kedua. Lokasi acara berubah secara mendadak, karena lokasi awal yang dipilih terlalu mengundang atensi Pemerintah. Konferensi kedua ini, lebih membahas unsur kreativitas dari sebuah blog, bagaimana memanfaatkan teknologi di ranah daring untuk kepentingan kolaborasi.

Blogfest Asia

Tahun 2007 terjadi isu hangat di ranah daring tentang pemalsuan foto seekor harimau. Para blogger China menunjukkan kepada masyarakat kalau foto itu sebenarnya palsu. Para blogger dan jurnalis warga di tahun ini semakin sering melaporkan kejadian sosial di sekitar mereka, namun sayangnya suara mereka termarginasi oleh media tradisional. Tahun ini pula seorang aktivis bernama Hu Jia ditangkap. Baik ia dan keluarganya tak diizinkan untuk keluar dari rumah.

Tahun 2007 pula diadakan konferensi blog yang ketiga di Beijing. Kali ini microblog mulai dimanfaatkan untuk reportase langsung. Kekuatan suara para blogger bergeser ke microblog. Tahun 2008 sungguh menarik, karena pada saat konferensi blog yang keempat di Guangzhou, ada 7 orang polisi yang ikut menjadi partisipan.

Di China hampir semua situs social media diblok oleh Pemerintah. Jangan harap bisa mengakses Picasa, Blogger, Twitter, Facebook, YouTube, atau WordPress. Untuk melewati blok itu, banyak pengguna memanfaatkan Tor Project. Meski lebih lambat, tapi akses ke situs-situs tersebut bisa diatasi. Meski banyak orang tertarik akan Tor, sayangnya hanya sekitar 2% yang benar-benar sudah memanfaatkannya secara maksimal.

Berita terakhir tentang CNBloggerCon bisa disimak pula di artikel ini.

Artikel ini ditulis oleh: Pitra Satvika (@pitra)
Sehari-hari bisa ditemui di Stratego, sebuah digital agency yang membangun pengalaman digital untuk brand di ranah online dan event. Pecinta social media, fotografi, dan menulis. Penulis blog ini sejak Juli 2005.

4 komentar »

  • didut :

    hmm…memang micrblogging sdkt byk mengurangi kegiatan nulis yah 🙂

  • si Rusa Bawean :

    kalo mas Pitra dari Indonesia gmn?

  • Damar Putera :

    Kasihan Orang Cina, Meski sudah maju tapi ga Bisa Up To Date..

    klo di Indnesia kendalnya Tarif Iternet yang Mahal..

    Yach ga sich..

    Salam Blogger Maniak!..

    Twitter Ala Indonesia

  • NanLimo Bertuah :

    ternyata diluar sana sulit untuk ngeBlog ya Mas…. kayak di Cina, mpe smua situs social media diblok oleh Pemerintah. Bersyukurlah ya kita yg ada di INdoneia, asal ga disalahgunakan jg.

    Kalau di Malaysia komunitasnya kok berbau ras gitu ya?? hehehe..

    Salud deh buat Bloger Mindanao.

Tinggalkan komentar Anda!

CommentLuv badge