Home » Experiential

Branding Melalui Pengalaman Interaktif

25 November 2009 10,098 views 11 komentar

Kalau Anda perhatikan sejak 3 tahun belakangan ini, kegiatan brand activation yang merambah ke area mal, sekolah, hingga pagelaran event besar seperti Indonesia International Motor Show, Bobo Fair, Indocomtech, dll pasti tak lepas dari keinginan brand untuk lebih banyak berinteraksi dengan pengunjung melalui sebuah pengalaman tak terlupakan. Bentuknya bisa beragam, dari kolam mandi bola untuk anak-anak, kuis berhadiah, pagelaran musik dan dansa, hingga penyediaan aplikasi interaktif state-of-the-art yang spesifik disesuaikan dengan tema kampanye brand tersebut.

Experiential (pengalaman) melalui beragam aplikasi interaktif biasanya terlihat menonjol pada pekan Indonesia International Motor Show (IIMS) setiap tahunnya. Meskipun tahun 2009 tidak banyak brand otomotif yang melibatkan diri dalam event ini karena resesi, tidak menyurutkan dua brand otomotif terbesar, Toyota dan Honda, untuk saling beradu hebat-hebatan seperti tahun-tahun sebelumnya. Toyota masih terlihat jor-joran, meski dalam keterbatasan dana, dalam event yang diadakan di awal Agustus kemarin ini.

Toyota memberikan pengalaman kepada seluruh audiensnya dari anak kecil hingga dewasa. Penyediaan ruang khusus untuk anak-anak bermain game interaktif (yang tentunya ber-branding Toyota), hingga aplikasi-aplikasi state-of-the-art seperti interactive floor, holographic video, hingga multi-touch screen. Saat memasuki area Toyota, pengunjung akan melihat kupu-kupu di lantai, yang akan menjauh saat pengunjung menginjak kupu-kupu itu. Saat pengunjung melangkahkan kaki, jejak rumput juga muncul mengikuti langkah kaki tersebut. Sementara itu di sampingnya, pengunjung bisa pula melihat video transparan holographic yang menceritakan tentang Toyota. Videonya sih biasa, tapi tampilannya yang tidak biasa.

Kalau sekarang Windows 7 sudah mengenal teknologi multi-touch, Toyota sudah mendahuluinya melalui aplikasi interaktif tentang produk mobil iQ. Melalui tampilan berukuran 42 inci ini (bahkan Windows 7 belum mendukung ukuran ini), pengunjung bisa berinteraksi dengan layar multi-touch, menggerakkan kedua tangannya di atas layar.

iims

Pemanfaatan aplikasi interaktif seperti ini tak melulu dilakukan oleh industri otomotif. Nutricia, produk susu untuk bayi dan balita, sudah 4 tahun ini melakukannya melalui kegiatan road show tahunan ke berbagai kota di Indonesia. Setiap tahun digulir satu tema unik, yang menjadi perekat semua aktivitas yang terjadi di area activation Nutricia.

nutricia1

Tahun 2009 ini saja misalnya, Nutricia mengangkat tema Nutricia Immunospace, dengan menghadirkan pesawat berukuran raksasa di tengah area activation. Di dalam pesawat ini disajikan video animasi tentang seorang Kapten berkostum Nutricia yang meminta bantuan para prajurit (maksudnya anak-anak) untuk mengalahkan para bakteri jahat. Setiap anak yang masuk pesawat ini diminta untuk memakai kostum dan helm tersebih dahulu. Mereka juga diberikan senjata sinar. Pengalaman “nyata” diberikan saat bakteri jahat muncul di layar. Kapten meminta anak-anak untuk membantu menyerang bakteri jahat dengan senjatanya. Saat itu pula interior pesawat berkerlap-kerlip dengan cahaya dan bulir-bulir busa bermunculan, memberikan pengalaman unik yang tak terlupakan.

nutricia2

Sementara itu di luar pesawat juga terdapat beberapa booth kecil untuk permainan. Salah satunya adalah interactive floor, dimana anak-anak di sini bisa melanjutkan menghancurkan bakteri-bakteri jahat yang muncul di lantai. Desain bakteri dibuat sama dengan yang di dalam pesawat, sehingga anak-anak masih merasakan kelanjutan ceritanya di sini.

Alat serupa juga pernah dipakai Nutricia untuk event yang berbeda, yakni event seminar nasional kedokteran, dimana Nutricia menjadi salah satu sponsornya. Kali ini medianya diubah menjadi interactive wall. Para dokter terlihat asyik bermain di sini, dengan berupaya menghancurkan bakteri-bakteri jahat di dinding. Meskipun booth Nutricia tak terlalu besar, upaya membangun pengalaman dan penanaman pesan produk tetap bisa dilakukan dengan menarik melalui aktivitas seperti ini.

Pada akhirnya semua aplikasi state-of-the-art tidak akan ada artinya tanpa konsep dan tema matang di baliknya. Di sinilah setiap brand dituntut untuk lebih kreatif menyajikan pengalaman unik dan baru, yang relevan dengan pesan, namun tetap bisa diaplikasikan nyata di lapangan.

Tulisan ini sekaligus untuk menambah contoh lokal kasus experiential yang terjadi pada brand, seperti contoh Nike yang telah dibahas sebelumnya di artikel New Wave Marketing ini.

Artikel ini ditulis oleh: Pitra Satvika (@pitra)
Sehari-hari bisa ditemui di Stratego, sebuah digital agency yang membangun pengalaman digital untuk brand di ranah online dan event. Pecinta social media, fotografi, dan menulis. Penulis blog ini sejak Juli 2005.

11 komentar »

  • andrias ekoyuono :

    anda tertarik untuk memanfaatkan hal menarik diatas ? tanyakan pada pemilik blog ini 😉

  • mawi wijna :

    Tentunya mengenai Holographic Video yang menarik perhatian anak-anak 😀

  • arham blogpreneur :

    soft elegant marketing 🙂 .. smoga ngak ada lagi smodel tele marketing dan sejenisnya yang ngomongin harga tapi beralih fokus ke experimental marketing ini

  • ngupingers :

    keren..pokokna…

  • Bloggers @ MarkPlus Conference 2010 | Deddy Andaka 's Blog :

    […] Branding Melalui Pengalaman Interaktif – Pitra Satvika (2nd) […]

  • dila :

    Pastinya tempat yang menarik buat anak-anak. Ada dimana tuh bos?

  • Pitra :

    @dila:
    Kalau IIMS itu di Kemayoran Senayan Agustus 2009
    Kalau Nutricia yang di foto itu di Mal Taman Anggrek minggu lalu.

  • roi :

    hanya sedikit koreksi: Kampanye Nutriland dari Nutricia itu sebenarnya sudah dimulai dari tahun 2008.
    Tema keseluruhan program ini adalah Immunoland. Selain lewat Immunospace, Nutricia juga memberikan pengalaman kepada anak-anak lewat interaksi dengan sebuah robot.

  • syaifuddin sayuti :

    mas pitra, selamat ya..artikel ini menang..

  • Branding Melalui Pengalaman Interaktif | Marketeers :

    […] dan kompilasi video bisa dibaca pula di blog penulis: Branding Melalui Pengalaman Interaktif VN:R_U [1.9.3_1094]Rating: 0.0/10 (0 votes cast)VN:R_U [1.9.3_1094]Rating: 0 (from 0 votes)Related […]

  • Media Ide » Blog Archive » Melihat Pemanfaatan Teknologi untuk Komunikasi Brand Tahun 2010 :

    […] rokok Flava dari Sampoerna juga tidak kalah heboh. Terhitung hampir 10 jenis aplikasi interaktif berbeda bisa […]

Tinggalkan komentar Anda!

CommentLuv badge