Home » Online Branding

Facebook untuk Pemasaran

5 December 2009 9,608 views 28 komentar

marketingfacebookSetelah bulan Juni lalu menerbitkan buku F-Marketing, ada dampak akibat menarik dari buku tersebut. Selama 2 hari kemarin malah diminta untuk memberikan pelatihan kepada para telemarketer di sebuah perusahaan ritel terkemuka. Saat ini penjualan mereka sangat mengandalkan penayangan iklan di televisi dan majalah. Namun manajemen mulai menyadari kalau di masa datang, perusahaan tidak bisa mengandalkan sepenuhnya dari iklan.

Perusahaan butuh mencoba kanal-kanal yang bisa memberikan peluang penjualan baru. Bermain di kanal digital adalah salah satunya. Itulah mengapa sejak setahun belakangan ini, perusahaan ini merapihkan situs penjualannya setahap demi setahap.

Terkait dengan kanal digital, diakui hampir semua telemarketer mereka punya akun Facebook. Seperti kebanyakan orang, tidak semua sadar kalau Facebook bisa dipakai lebih dari sekedar jejaring pertemanan dan bermain game. Para telemarketer ini tak menyadari kalau Facebook pun bisa dimanfaatkan untuk kepentingan pemasaran sebuah produk (tentunya dengan cara etis, bukan dengan men-spam inbox atau wall temannya). Bukan tak mungkin kalau dilakukan dengan benar, dari sini bisa terkonversi menjadi penjualan.

Beberapa hal menarik yang bisa disimpulkan dari pelatihan ini:

  • Setiap telemarketer sebaiknya menampilkan personal branding-nya sebagai seorang profesional di Facebook. Saat ini kebanyakan dari mereka masih asal pasang foto dan asal menulis deskripsi diri. Kalau ingin dianggap serius oleh calon pelanggan, mereka mesti membenahi “kamar” Facebook mereka terlebih dahulu.
  • Penampilan profesional juga bisa ditunjukkan melalui status update yang bisa memberikan manfaat/inspirasi bagi temannya. Yang tidak disarankan adalah menampilkan status update yang berupa keluhan tentang pekerjaan atau yang tak berbunyi sama sekali (misal: “kok jam pulang lama banget ya?” atau “hmmm, enaaak… nyam.. nyam.. nyam..”).
  • Berikan sesuatu yang bermanfaat secara konsisten dan niscaya dalam waktu yang tak lama, akan mendapat manfaatnya, misal: sering menulis tips dan artikel, yang relevan dengan produk yang ditawarkan.
  • Membangun kepercayaan butuh perjuangan panjang, namun bisa rusak hanya karena melakukan satu kesalahan. Hindari melakukan hal-hal yang melanggar privacy orang lain dan membuatnya tidak nyaman. Misal: asal men-tag tulisan atau gambar dengan nama orang, padahal belum tentu ia tertarik dengan tulisan tersebut.
  • Teman baru memang bisa menjadi potensi pasar baru, tapi tentunya tidak bisa asal sembarang memilih teman. Minimal telemarketer perlu membaca karakteristik orang tersebut (misal: deskripsi dirinya, tergabung di Facebook Groups atau ikut di Facebook Page apa, hingga status update-nya belakangan ini).
  • Penekanan kalau Facebook bukanlah alat untuk berjualan, tapi alat untuk melakukan percakapan. Memancing diskusi tentang suatu topik melalui status update atau foto produk tanpa berkesan berjualan, lalu menanggapi semua respon komentar yang muncul. Bila menemukan komentar yang menjelekkan suatu produk atau nama perusahaan, sebaiknya didiskusikan dengan pihak manajemen, sebelum memberikan respon lebih lanjut.
  • Tetap jaga keseimbangan antara kepentingan profesional dan kepentingan pribadi. Setiap orang punya kehidupan pribadi. Tunjukkan pula sisi personal melalui status update, foto-foto, dan hal lainnya. Meski tetap tampilkan hal-hal yang jelas punya manfaat bagi audiens.

Menyenangkan juga melakukan pelatihan seperti ini. Membantu membuka pikiran kalau mereka bisa berbuat lebih melalui Facebook. Tak melulu untuk kebutuhan hiburan saja.

Seorang teman dari Jogja (yang sempat dijadikan contoh kasus dalam pelatihan ini) kini memanfaatkan Facebook untuk serius membangun citranya. Ia mulai membangun personal branding-nya sebagai seseorang yang paham akan dunia fesyen. Ia secara rutin menampilkan galeri butiknya melalui profilnya di Facebook. Secara perlahan, ia mulai membangun relasi dengan para teman (yang juga konsumennya).

Nah, mungkin ada teman-teman lainnya yang kini memanfaatkan Facebook untuk pemasaran produk? Boleh loh cerita-cerita pengalamannya di sini…

Kredit foto: havankevin

Artikel ini ditulis oleh: Pitra Satvika (@pitra)
Sehari-hari bisa ditemui di Stratego, sebuah digital agency yang membangun pengalaman digital untuk brand di ranah online dan event. Pecinta social media, fotografi, dan menulis. Penulis blog ini sejak Juli 2005.

28 komentar »

  • rudy azhar :

    tips jitu Mas, saya akan terapkan step by step.

  • Sungai Kuantan » Pekanbaru Riau :

    thanks tipsnya mas….
    pada dasarnya skarang banyak yg mengandalkan FB tempat ngeluh 😀
    Mari kita bentuk personal branding melalui FB

  • si Rusa Bawean :

    facebook untuk promosi blog
    itu aja
    🙂

  • pandu :

    @Pitra
    bagus tipsnya, saya setuju dan kebetulan sekali sangat cocok dengan entry yang saya buat terakhir (mengenai pengertian social networking) di blog saya.

    Saya trackback / link ke sini ya mas Pitra

  • lindaleenk :

    waw ^^)

  • alfa :

    sip..sip angkat jempol tip-tipsnya….thank banget ya

  • budi :

    bagus sekali artikel nya memerikan pencerahan marketing Online pada social network, thank ya

  • syarif :

    good, artikelnya membuat pencerahan baru…thank

  • Stephen Langitan :

    Sebuah deskripsi menjelaskan yang pada ujungnya adalah jualan, bakal tidak dianggap atau dicuekin orang kalau yang menulis itu adalah sang penjual sendiri.

    Mau tak mau harus ada pihak ke-tiga yang menjelaskan, apalagi jika pihak ketiga diajak riset, test produk, survey, dan otomatis pihak ke-tiga punya pengalaman dan deskripsi yang bisa di sharingkan. Siapakah pihak ke-tiga itu? Jawabannya adalah blogger!

    *Ini pengalaman soal pelumas motor (contoh)

  • Earlene :

    nice infonya.

  • Yudi :

    bukannya kalo iklan di FB bayar?

  • Anto :

    Iya boss, Iklan di FB khan bayar

  • Dika :

    Gimana supaya gak bayar?

  • Pitra :

    @Yudi, @Anto, @Dika:
    Facebook Social Ads memang bayar. Mana ada iklan nggak bayar? 😀

  • imron46 :

    sebuah ide yang manis dan masuk akal, langsung ke TKP untuk edit profile dan hati – hati posting…

  • bukan facebook :

    salah satu toko online saya 50% trafiknya dari facebook…dan kalo bisa ngolahnya seperti tulisan yang di atas bilang…trafik yang dateng dari facebook memang udah “mateng” alias yang siap untuk membeli produk kita.

  • b43r :

    wah boleh juga ni tipsnya 😀

  • roi :

    jadi kepikiran, apakah ini artinya jika kita ingin memanfaatkan web 2.0 sebagai sarana pemasaran, kita harus ‘menjelma’ jadi orang lain?

  • free article :

    akan saya coba, thanks infonya

  • Pitra :

    @roi: personal branding kan memberikan persepsi di mata orang lain, diri kita itu seperti apa. Mulailah dengan jujur menjadi diri sendiri, sambil memperbaiki sedikit demi sedikit. Baca tips artikel ini deh: http://executivecareerbrand.com/what-personal-branding-is-not/

  • arham blogpreneur :

    tipsnya bagus. pelatihanna juga pasti keren… sbnernya mau ngebahas ini jga c. tapi sedang agak hiatus ngeblog. *sibuk dngn blog yg lain.

  • Wutazz :

    itu dia yang susah.. negbangun dan ngejaga personal branding.. suka gak kuat nulis status2 yang *sak penak e dewe* 🙁

  • Drs.H.Ch.Faurozi.,M.Si :

    Ide cemerlang Facebook untuk Pemasaran, imajinasi individual terapresiasi dalam konteks bakatdan kemampuan profesional yang kadang unik dan langka. Misalnya apakah Anda mengira,bahwa sebagai pengajar (dosen) saya berbakat mencipta design motif Batik Tulis yang memenuhi unsur-unsur filosofis sifat luhur bangsa Indonesia.Ornamen apilambang semangat kehidupan, ornamen bumi lambang kesuburan,ornamen pohon hayat lambang kesejahteraan,ornamen gunungan lambang keagungan dan keperkesaan,ornamen air lambang kesucian dan kehidupan itu sendiri,ornamen binatang lambang kekuatan dan sumber hidup makanan hewani,ornamen burung garuda lambang ideologi negara kejayaan dan kemegahan ,dan lainlain.Banyak generasi baru tidak dan bahkan kurang memahami. Budaya Batik yang diakui UNESCO adalah tidak semata warisan tehnik membatik yangunik,namun juga kandungan filosofisnya.
    Ide face book untuk Pemasaran hendaknya dapat menggali ini, dan membantu masyarakat awam (yang gagap teknologi) menjembatinya dengan mudah sederhana dan non komersial. Terimakasih.

  • tokoribbon.com :

    Suatu resep bisnis yang memberi solusi…

  • multimediaplus :

    Boss tolong info dunk mengenai pemasaran di website agar cepat dan tepat pada objek yang di tuju

  • multimediaplus :

    Boss info dunk agar web dapat page rank di seo google/ yahoo

    terimakasih…

  • didah :

    benar adanya kini banyak sekali orang2 memanfaatkan facebook sebagai media untuk pemasaran
    didah baru saja menulis..Admin – Tempat Wisata di Jawa Barat

Tinggalkan komentar Anda!

CommentLuv badge