Home » Online Living

Eksistensi Blog

7 April 2010 7,938 views 29 komentar

pestablogger2007Tulisan ini terpicu oleh oleh tulisan dua blogger senior ini, Ivan Lanin dan Thomas Arie. Nggak kenal? Ya wajar, mereka berdua generasi blogger awal 🙂 Mereka berdua bisa dikatakan selebriti pada masanya. Mampirlah dulu ke blog mereka, baca tulisannya, lalu silakan lanjutkan membaca tulisan blog ini.

Sejujurnya diakui atau tidak, para blogger lama semakin jarang menuliskan artikel baru di blognya. Survei yang dilakukan IndoPacific Edelman tahun lalu juga mengatakan hal seperti itu. Setelah 2 tahun, ada kecenderungan blogger akan semakin jarang menulis. Bisa jadi karena kesibukan kerja. Bisa jadi karena keluarganya. Mereka memang memulai menulis blognya saat masih punya waktu senggang. Seiring dengan usia, prioritas pun pastinya berubah. Coba bandingkan frekuensi tulisan blogger-blogger senior kondang seperti Ndoro Kakung, Tikabanget, atau Maseko. Frekuensi mereka menulis semakin jarang. Hehe, bahkan yang terakhir malah sudah lama tidak memperbaharui blognya.

Belum lagi kini aktivitas blogger tidak hanya menulis. Kalau mau tetap eksis di ranah daring, blogger harus pintar membagi waktunya antara menulis, berkomentar di Facebook, mengirim status update di Twitter, Plurk, Koprol, baca topik menarik di Kaskus. Ingin eksis di komunitas yang lebih luas, si blogger harus menyempatkan berbagi pengalamannya di Kompasiana, Politikana, Ngerumpi, dan situs-situs serupa. Belum lagi ia harus pula eksis di milis-milis blogger. Baiklah, kalau waktu sehari dipakai untuk itu semua, nggak akan ada waktu tersisa untuk profesional dan keluarga.

Lalu pertanyaan yang sempat terlontar di Twitter kemarin terkait dengan perhelatan Pesta Blogger mendatang, apakah blog dan bloggernya akan menghadapi kepunahan? Bukannya sok bilang seperti saudara RS yang pernah bilang “blog adalah tren sesaat,” tapi memang tuntutan kita di ranah media sosial menuntut kita untuk membagi waktu lebih banyak. Dulu mungkin seorang blogger bisa membuat 20 tulisan baru di blognya selama sebulan, dan semuanya berisi materi segar. Sekarang bisa mengejar 8 tulisan per bulan saja sudah bersyukur. Dulu fokus seorang blogger hanya di kanal blognya. Kini dengan Twitter dan Plurk komunikasi bisa lebih cepat tersalurkan (meskipun tidak mendalam).

Bagi blogger yang konten blognya hanya sekedar kejadian sehari-hari, hal itu dengan mudah tergantikan dengan mikroblog Twitter dan Plurk. Curhatnya tuntas saat itu juga hanya dengan mengetikkan 140 karakter di ponselnya. Tidak melalui proses panjang untuk mengisinya melalui blognya di Blogspot atau WordPress.

Apa kata Ivan Lanin benar. Kalau blog ingin tetap bertahan, maka blogger harus lebih banyak mengamati lingkungannya. Lingkungan dalam arti dunia nyata. Juga lingkungan bahasan topik yang beredar ranah media sosial. Persisnya, kata Ivan Lanin, “ayo manfaatkan kearifan khalayak dari teman-teman Anda menjadi konten yang lebih bermakna.” Kalau isi konten blog hanya sekedar curhat saja, bersiaplah blog memang akan berada di ambang kepunahan. Perkayakan pemikiran kita sehingga kita bisa membuat konten yang lebih berisi.

Facebook, Twitter, Plurk, dan media sosial lainnya tetap jangan diabaikan. Justru manfaatkan media-media tersebut untuk mencari inspirasi atau untuk mempromosikan tulisan terbaru kita. Mau eksis? Ayo kita tetap pertahankan menulis blog. Tidak masalah jika frekuensi menulis kita berkurang, tapi jangan hilangkan semangat kita untuk berbagi hal inspiratif melalui kekayaan pemikiran kita di blog.

Oh ya, untuk para blogger senior (dan akan beranjak senior), ada manifesto blogger Indonesia dari Enda Nasution di tulisannya di tahun 2003. Silakan baca di sini.

Kredit foto: Satya W (Pesta Blogger 2007) Ada yang kenal siapa saja di foto ini?

Artikel ini ditulis oleh: Pitra Satvika (@pitra)
Sehari-hari bisa ditemui di Stratego, sebuah digital agency yang membangun pengalaman digital untuk brand di ranah online dan event. Pecinta social media, fotografi, dan menulis. Penulis blog ini sejak Juli 2005.

29 komentar »

  • Tweets that mention Media Ide » Blog Archive » Eksistensi Blog -- Topsy.com :

    […] This post was mentioned on Twitter by Ollie. Ollie said: RT @anakcerdas: newpost Esksistensi Blog http://bit.ly/a1A9eu -summon @ivanlanin @thomasarie @enda @ndorokakung @tikabanget @maseko @satya ada nama mereka […]

  • Mikroblog versus blog « nan tak (kalah) penting :

    […] Apr 2010: Pitra Satvika mengajak untuk membuktikan bahwa blog bukan tren sesaat. -6.235545 […]

  • Ivan Lanin :

    "…generasi blogger awal…" Terima kasih, Pitra. Kata "awal" di sana memang lebih sopan daripada langsung bilang "tua" sih. Ayo buktikan bahwa blog bukan tren sesaat!

  • -tikabanget- :

    fiuh, melelahkan sekali menjadi orang yang eksis..

    eh, Priyadi di jamannya lebih beken lagi loh.

    uh, kangen tulisannya Priyadi..

  • hanny :

    untung saya masih rajin ngapdet blog 😛

  • Thomas Arie :

    Wah, Pitra ikut nulis juga.

    Setuju banget tentang lebih pandai membagi waktu. Mungkin rata-rata (maaf kalau kesimpulannya salah), semakin hari semakin banyak blog yang diurusi, entah blog sendiri atau medium lain yang "ya mirip-mirip kayak blog gitu deh, untuk menulis" yang makin hari makin banyak saja.

    Dulu, berkontribusi kebanyakan mungkin dilakukan di media-nya sendiri. Sekarang, kadang di media-media lain (sebagai kontributor?). Jadi, mungkin dari sisi frekuensi, bisa jadi tidak banyak berubah. Tapi, dari sisi distribusi medium-nya, jadi lebih banyak. Secara kuantitas, mungkin tidak jauh ya? No?

    Foto-foto diatas, ada beberapa yang kenal/pernah bertemu, tapi sebagian besar saya tidak kenal. 🙁

  • indomielezat :

    mampir ah…. newbie ney *hayah

  • rusabawean :

    waduhh

    mrasa kesindir banget nehhh

    dah lama gak update blog

    mungkin sekitar 3 bulan

    Semangatttt!!! ayo update blog!!!

    🙂

  • Dewa Bantal :

    Tapi jangan dilupakan juga banyak blogger TUA… TUA … TUAAAA — yang masih aktif dan update blog nya secara berkala sih ya? 😀

    Blogger senior pertama kali yang aku temui saat aku kenal dunia blog adalah Mickey Vandai, yang juga seorang gitaris, anak Smarang. Entah kemana dia sekarang, sudah nggak pernah terdengar lagi @_@ taon 1998 an >.<

    Terus setelah gabung di group2 blogger, mulai deh bertemu lain2 nya hehe. Yang juga gak kalah TUAAAAAAAAAAAAAAAAA. xD

  • mawi wijna :

    hehehe, saya akui sih, jumlah artikel yang saya terbitkan di tahun 2010 ini berkurang jadi sekitar 9-10 artikel saja per bulan. Sebabnya ya karena kesibukan :D.

    Menurut saya itu lumrah. Sebab semua hal di dunia ini suatu saat akan memudar dan kelak…mati.

    Tapi menurut saya, blog boleh mati, tapi artikel bisa hidup tuk selamanya. Syaratnya ya artikel itu mesti punya kekuatan untuk tetap mengundang pembaca. Seandainya itu terjadi, setidaknya bisa membangkitkan lagi semangat yang dibawakan blog tersebut.

  • fisto :

    emang harus membagi waktu kalo mau eksis di semua tempat…dan itu cukup sulit ya.

    tapi saya setuju bahwa kita seharusnya memanfaatkan bermacam2 layanan yg bermunculan sekarang ini untuk memperkaya wawasan kita dan menuangkannya ke dalam blog…

  • Yodhia @ Blog Strate :

    Membangun blog yang kokoh memang sebuah marathon.

    Namun, blog dengan konten spesifik dan sesuai keahlian barangkali akan tetap eksis.

    Dan blog yang dikelola dengan elemen komersial didalamnya (sebagai media branding misalnya) tentu akan bertahan lama.

    Projek konsultasi dengan nilai hingga ratusan juta rupiah telah saya dapat hanya karena blog saya yang keren itu….:):)

  • Arham blogpreneur :

    @tika

    wah kita samaan… sama sama kangen mas priyadi.. btw kalo curhatan tapi malah sukses ngebangun tribe nya gmn pit?

  • Ben :

    "…selebriti pada masanya"

    Saya tersenyum waktu baca kata-kata "pada masanya"… hi hi hi 😀

  • idebagusku :

    berhubung saya masih newbie dan masih "muda" pula (apa iya yah), jadi masih rajin update

  • Jauhari :

    Kenalnya di Poto ama Daus dan Tika aja.. tika aja kenal lewat ranah mayah…

  • Tour, Food, and Heal :

    thanks infonya..ini pelari maraton barisan belakang :p

    salam sehat,
    http://tourfooddiary.blogspot.com/

  • rendra :

    sip banget bro ajari nulis dunk

  • snydez :

    setiap saya mau post tulisan baru, setelah diinget-inget, "kaya'nya postingan yg ini udah pernah di posting deh",

    pas coba search archive, ternyata iya, tema yang sama pernah di post bertahun-tahun lalu,

    walhasil, kembali ga ngepost :d

    *keabisan ide dan redudansi ide

  • Amy :

    setiap saya mau post tulisan baru, setelah diinget-inget, "kaya'nya postingan yg ini udah pernah di posting deh",
    pas coba search archive, ternyata iya, tema yang sama pernah di post bertahun-tahun lalu,
    walhasil, kembali ga ngepost :d
    *keabisan ide dan redudansi ide

  • Kumplan Kehidupan :

    Thanks Buat Info sekaligus menjadi pelajaran tambahan buat saya.,

    Hhe

  • Michelle :

    @tika
    wah kita samaan… sama sama kangen mas priyadi.. btw kalo curhatan tapi malah sukses ngebangun tribe nya gmn pit?

  • Roni Yuzirman :

    Saya kira kita perlu "alasan yang kuat" untuk ngeblog. Alasan itu yang membuat kita bisa bertahan

  • Billy Koesoemadinata :

    blog sepertinya juga bisa dijadikan media pengendali terhadap kejadian2 yang terjadi. media kritik ataupun pencerahan juga bisa dialirkan melalui blog yang terkadang sulit menembus media serupa dalam bentuk cetak

  • Team Ronggolawe :

    Berkunjung menjalin relasi dan mencari ilmu yang bermanfaat. Sukses yach ^_^

  • Tour, Food, and Heal :

    berkunjung and salam kenal…

  • bukik :

    memaknai peristiwa keseharian

    menyelam dalam kedangkalan

    mungkin itu yang diperlukan untuk melestarikan blog

  • affanul :

    Thanks mas artikelnya menarik, salam sukses luar biasa

  • Jessica :

    terima kasih pak, tulisan Anda semakin membuat sy semakin semangat.

Tinggalkan komentar Anda!

CommentLuv badge