Home » Online Branding

Mengawinkan Microsite dan Social Media

24 June 2010 11,831 views 11 komentar

Seperti pernah dibahas di tulisan lama dulu (cari sendiri tautannya ya), brand selalu memanfaatkan kanal baru dalam bentuk apapun untuk kepentingan promosinya. Melalui kanal digital, brand membangun eksistensi program kampanyenya di banner, mobile, situsnya sendiri, hingga menjarah ke social media populer seperti Facebook, Twitter, Kaskus, atau Koprol. Kalau 2 tahun lalu, masa Friendster masih populer, brand cuma sekedar nampang bikin profil di sana. Aktivitas brand berpusat di situsnya sendiri.

Setahun belakangan ini Facebook sepertinya sudah menjadi kanal yang wajib diikuti. Bukan sekedar nampang bikin profil seperti Friendster, tapi melalui Facebook Public Profile dan Apps, brand bisa membuat sesuatu yang sangat custom di dalamnya. brand sangat mungkin melakukan banyak hal dengan memanfaatkan demografi pengguna Facebook sebagai sasaran kampanyenya. Kalau bisa dibilang, semakin ke sini, kreatifitas brand dalam memanfaatkan Facebook ini semakin menjadi-jadi.

Salah satu contohnya sebut saja Rexona Teens Eksis Abis yang memanfaatkan kanal Facebook dan microsite-nya sendiri. Kalau ini malah saking niatnya, dua kanal ini berisikan hal serupa dengan tampilan yang (sedikit) berbeda. Melalui aplikasi ini, brand mengajak fans-nya untuk mengunggah foto dan video yang menunjukkan dia eksis di Facebook. Pemilik foto dan video terbaik per periodenya berkesempatan mendapatkan hadiah dari brand.

Atau seperti yang dulu pernah dilakukan Acer Indonesia. Melalui Facebook Public Profile-nya, Acer mengajak para fans untuk berkunjung ke microsite-nya untuk melakukan aktivitas foto diri dengan augmented reality 3D produk Acer. Hasil foto lalu diunggah ke Facebook Public Profile Acer untuk dikompetisikan.

Hal terbalik dilakukan oleh Nutrisari. Di microsite Nutrisari saat ini menyampaikan teaser program kampanye terbarunya. Namun untuk tahu info lebih detil, pengguna harus bergabung terlebih dahulu menjadi fans Nutrisari di Facebook dan melihat aturan mainnya di Facebook Public Profile Nutrisari. Ada lagi Kotex dan aktivitas Facebook-nya yang komunikasi di masing-masing kanalnya saling terintegrasi satu sama lain.

Yang mungkin bisa dibilang paling dalam memanfaatkan social media-nya sebagai aplikasi di dalam microsite adalah Nokia Eksismeter. Saat pengunjung masuk ke microsite, pengunjung diminta untuk registrasi lebih dahulu dengan menggunakan login Facebook dan Twitter. Selanjutnya, popularitas dan kadar eksis pengunjung akan dikalkulasi berdasarkan banyaknya teman, follower, jumlah status update, komentarnya di dua social media tersebut. Setiap aktivitasnya di Facebook dan Twitter berimbas pada tingkat popularitasnya di microsite. Komunikasi mengenai program kampanye ini dilakukan melalui kanal komunikasi utama Nokia Indonesia di Facebook Public Profile-nya. Salah satu kelemahan dari microsite ini sangat bergantung kepada Facebook dan Twitter, sehingga saat terjadi masalah pada dua social media tersebut, microsite ikut terkena dampaknya (seperti saat Twitter mengalami bug berkurangnya jumlah status update setiap anggotanya).

Mengawinkan social media seperti Facebook dan Twitter dengan microsite kampanye brand memang bukan hal mudah. Dari sisi brand, yang perlu dipantau pun menjadi semakin banyak. Kalau ada masalah dan tidak diatasi segera, konsekuensi negatif penyebarannya pun dengan cepat meluas. Namun sisi baiknya, kampanye brand lebih mudah menyasar target yang diinginkan, dengan profil yang lebih lengkap. Keberadaan Facebook (dan juga Twitter) memang membantu dalam mengidentifikasi profil seorang pengguna. brand juga bisa dengan mudah mendapatkan insight menarik langsung dari penggunanya, yang bisa menjadi masukan dalam program selanjutnya.

Mungkin Anda punya contoh lain yang memanfaatkan kanal lokal Kaskus atau Koprol dan mengawinkannya dengan microsite kampanye brand?

Artikel ini ditulis oleh: Pitra Satvika (@pitra)
Sehari-hari bisa ditemui di Stratego, sebuah digital agency yang membangun pengalaman digital untuk brand di ranah online dan event. Pecinta social media, fotografi, dan menulis. Penulis blog ini sejak Juli 2005.

11 komentar »

  • Tweets that mention Media Ide » Blog Archive » Mengawinkan Microsite dan Social Media -- Topsy.com :

    […] This post was mentioned on Twitter by erditya arfah and Irene Theodora, shape_tea. shape_tea said: "Mengawinkan Microsite dan Social Media" http://bit.ly/aW1HUH @mediaide @anakcerdas […]

  • ikilobo :

    ide bagus yang siap dibuat lagi…

    nice …

  • Damar :

    Wah . .bener2 inovasi yg menakjubkan ^^

    Mampir ya

  • Damar :

    Blog SObat, sudah saya follow, follow saya juga y

  • san :

    skarang FB lagi populer,,kampanye politik aja pake FB sgala

  • ifan :

    Mau lihat artikel yang bagus, keren dan menarik

    lihat aja di

    jangan lupa mampir ya

  • free forex signal :

    wah nice info nih…

    makasih ya

  • free forex signal :

    wah FB memang lagi rame skarang

    nice info nih…

  • arieff :

    Wah . .bener2 inovasi yg menakjubkan ^^

    Mampir ya

  • fajar :

    nice posting

  • Mengawinkan Microsite dan Social Media | Marketeers :

    […] ini juga bisa dibaca di blog penulis: Mengawinkan Microsite dan Social Media VN:R_U [1.9.3_1094]Rating: 0.0/10 (0 votes cast)VN:R_U [1.9.3_1094]Rating: 0 (from 0 votes)Related […]

Tinggalkan komentar Anda!

CommentLuv badge