Home » Online Living

Android, Sebuah Hype atau Tren Masa Depan?

23 July 2010 7,368 views 17 komentar

Beberapa bulan lalu hype Android sebagai Operating System (OS) banyak terdengar di ranah maya. OS besutan dari Google, berbasis open source, bisa dikembangkan oleh siapa saja secara gratis, menjadi pilihan menarik bagi beragam merk ponsel. Sebagai pancingan, Google mengeluarkan Nexus One, yang langsung menarik minat para pengembang aplikasi. Sekarang setelah komunitas pengembang terbentuk, banyak merk ponsel yang menanam Android sebagai pilihan OS-nya, Google pun sekarang mengundurkan diri dari pengembangan Nexus One. Sepertinya Google merasa nyaman karena sudah ada HTC dan Motorola dengan ponsel cerdas andalannya yang melanjutkan pengembangannya. Google sendiri akan lebih berfokus pada pengembangan perangkat lunak dan marketplace-nya saja.

Demam Android semakin terasa saat Indonesia Cellular Show (ICS) minggu lalu. Beberapa ponsel merk luar dan lokal meramaikan pasar Android dengan versi mereka sendiri-sendiri. Ada Huawei dengan Aviator-nya, SonyEricsson dengan keluarga X10-nya, Acer dengan Liquid E-nya, merk lokal Nexian dengan Journey-nya. Bahkan ada yang mengenalkan versi “iPad” berbasis Android, seperti yang dipamerkan oleh SkyBee dengan SkyPad dan Zyrex dengan OnePad-nya. Sayangnya Samsung tidak ikut pameran di sini, padahal merk ini baru saja merilis Galaxy S yang bisa dibilang, ponsel termahal dan tercanggih dengan OS Android yang hadir di Indonesia saat ini.

Lalu kalau semua ponsel di atas menggunakan OS yang sama, lantas apa yang membuatnya berbeda? OS memang sama tapi beberapa ponsel masih memakai versi OS Android lama. Versi terbaru adalah 2.2 (atau disebut Froyo) yang saat ini hanya dipakai oleh Nexus One. Ponsel-ponsel cerdas luar lainnya kebanyakan menggunakan versi 2.1 (atau disebut Eclair). Sementara versi 1.6 (atau disebut Donut) banyak dipakai oleh ponsel merk lokal.

Hal lain yang membedakan ponsel satu dengan lainnya adalah perangkat keras di dalamnya. Dari kecepatan prosesornya, kualitas kameranya, hingga sensor yang didukungnya. Dari sisi OS, Android sebenarnya mendukung sensor accelerometer, magnetic, orientation, proximity, dan ambient light. Tidak semua ponsel mendukung sensor ini, padahal cukup banyak aplikasi gratis menarik yang memanfaatkan fitur sensor ini. Contoh: sensor magnetic ini dipakai oleh aplikasi Qibla Compass (penunjuk arah Kiblat), atau aplikasi game Labyrinth Lite yang memanfaatkan sensor acccelerometer dan orientation. Di game ini, kita menggerak-gerakkan ponsel untuk mengarahkan bola supaya tidak terjatuh ke lubang.

Terlepas dari hype yang mewabah saat ini, apakah benar ponsel berbasis Android akan menjadi tren masa depan Indonesia, setelah BlackBerry dan iPhone? Bisa jadi. Android adalah OS, dan bukan merk ponsel. Semua ponsel cerdas bisa ditanam OS ini di dalamnya. Jangan tanya ponsel versi Cina. Apa yang dilakukan Nexian dan SkyBee ini baru langkah awal. Beberapa bulan mendatang, mereka pasti akan mengeluarkan seri ponsel terbaru yang semakin murah, namun punya kelebihan seperti BlackBerry dan iPhone (atau bahkan lebih). Dengan segala kelebihan OS ini, pastinya akan semakin banyak merk ponsel terkenal untuk ikut mengadaptasinya.

Google juga sudah menyiapkan Android Market, tempat pengguna ponsel berbasis Android bisa mengunduh aplikasi secara bebas. Memang beberapa aplikasi tidak menampilkan fitur lengkap, tapi dari versi gratisannya saja sudah cukup memadai untuk berinteraksi di ranah maya. Yang perlu dipertanyakan sebenarnya adalah, apakah masyarakat kita tertarik untuk mengunduh dan mencobanya? Atau jangan-jangan hal seperti itu dianggapnya masih terlalu rumit bagi mereka? Ataukah merk lokal seperti Nexian dan SkyBee bisa mengedukasi pasar agar suka melakukannya? Seharusnya sih bisa. Buktinya, Nexian berhasil “meracuni” masyarakat untuk membeli “BlackBerry” versi Cina. Asalkan ada Facebook, tv, radio di dalamnya, dan berharga murah, mereka pasti akan membelinya. Percaya atau tidak, pengguna ponsel Cina saat ini jauh lebih besar daripada pengguna BlackBerry di Indonesia.

Karena OS Android bersifat open source, bisa dipastikan akan muncul perangkat lunak desktop yang akan memudahkan siapa saja (tidak harus programmer) untuk membuat aplikasi baru. Sesuatu yang awalnya sulit, akan semakin dipermudah. Artinya, akan semakin banyak aplikasi baru bermunculan di Android Market, yang bisa dikembangkan oleh siapa saja.

Nah kalau menurut kalian bagaimana? Apakah OS Android hanya hype saat ini saja ataukah akan membentuk pasar pengguna ponsel Indonesia di masa depan?

Plus, sempatkan jenguk cerita fiksi tentang ponsel Android Acer Liquid E di sini ya!

Kredit ilustrasi: samuraispy

Artikel ini ditulis oleh: Pitra Satvika (@pitra)
Sehari-hari bisa ditemui di Stratego, sebuah digital agency yang membangun pengalaman digital untuk brand di ranah online dan event. Pecinta social media, fotografi, dan menulis. Penulis blog ini sejak Juli 2005.

17 komentar »

  • Tweets that mention Media Ide » Blog Archive » Android, Sebuah Hype atau Tren Masa Depan? -- Topsy.com :

    […] This post was mentioned on Twitter by Pitra, Yabedabedu..Yuhu and wahyudi adi , Media Ide. Media Ide said: new post (again): Android, Sebuah Hype atau Tren Masa Depan? http://bit.ly/dvVAn8 […]

  • mawi wijna :

    sangat menarik, lebih menarik lagi jika di kemudian hari Android juga menjadi hype OS PC.

  • Kristiono Setyadi :

    Menurut saya, Android sudah melewati fasenya untuk disebut sebagai hype. Sudah terlambat bagi Android untuk disebut hype.

    Indonesia mungkin belum, tapi di luar negeri, penjualan Android terus meningkat. Dari sisi harga pun Android unggul dari pesaing utamanya, iPhone. Android juga memenuhi keinginan vendor-vendor yang tidak memiliki OS untuk bisa menjadi smartphone.

    Fitur sudah, harga sudah, fleksibilitas sudah. Android punya potensi memenangkan pasar 🙂

  • ocha :

    sepertinya Android akan lebih difungsikan untuk OS perangkat bergerak ya..mengingat dari Google sendiri sudah mengeluarkan Chrome OS yang mendukung cloud computing..dan bisa jadi, suatu saat nanti entah kapan, Chrome OS akan sangat mudah diintegrasikan dengan Android, mengingat keduanya adalah sistem operasi terbuka.. 😀

  • hedi :

    Untuk kasus Indonesia, cenderung hype

  • Andre Siregar :

    Nggak bisa dibilang hype karena teknologi di negara berkembang seperti Indonesia cenderung mengikuti negara maju. Sementara di negara maju Android sudah boleh dibilang market leader.

    Nah pertanyaannya adalah apakah Android akan menjadi tren di Indonesia? Ini yang lebih menarik. Android itu OS dan nggak bisa berdiri sendiri tanpa pembuat handphone. Beda dengan RIM dan Nokia. Kita juga tau dari kasus RIM bahwa sukses Blackberry muncul karena kerjasama dengan operator.

    Siapa yang jadi pemimpin untuk memajukan Android di Indonesia? Harusnya langsung dari Google sendiri (Sony Ericsson, Samsung, Nexian, dll. tidak punya visi yang menyeluruh untuk platform Android). Google seharusnya kerja sama dengan operator selular untuk memastikan adanya paket menarik untuk market Indonesia, dan ada channel pemasaran.

  • Sriyono Suke :

    Negeri ini emang unik, mungkin hanya hype saja…

  • jasmine :

    menurut aku lebih dari sekedar hype.kemungkinan besar android bisa menguasai pengsa psar teknology di Indonesi.

  • Yodhia @ Blog Strate :

    Tulisan yang informatif. thansk.s

  • AstridNoe :

    Lah, Liquid E nda termasuk dilaunch di ICS Mas Pit?

  • Pitra :

    @astrid: jeng itu loh kan udah disebut di atas… 😛

  • Dita Firdiana :

    HYPE dan TREN MASA DEPAN #sorikepslokkepencet

    *elus-elus si Nexus One tercintah* :p

  • nengratna :

    mini laptop. pgn bkn aplikasi sendirii.. pengen beli…

  • muchlis :

    sepertinya di indonesia banyak orang masih menganggab android itu merk ponsel, sama kayak nokia,blackberry, dll.

    dan banyak ponsel berOS android terutama merk2 china yang tidak sesuai standar alias dipaksakan memakai android, shg memberikan pandangan buruk terhadap android.

    -salam kenal

  • Yanuar Rahman :

    Baru baca-baca tulisan menarik Mas Pitra lagi nih…

    Kaya'nya andorid udah mulai membentuk pasar & sudah berpotensi membesar… Di forum2 juga mulai banyak bermunculan yang ngebahas hingga ngoprek andorid… Saya juga baru pake android seminggu dan melihat potensi yang diusungnya 🙂

  • Android, Sebuah Hype atau Tren Masa Depan? | Marketeers :

    […] ini juga bisa dibaca di blog penulis: Android, Sebuah Hype atau Tren Masa Depan? VN:R_U [1.9.3_1094]Rating: 0.0/10 (0 votes cast)VN:R_U [1.9.3_1094]Rating: 0 (from 0 votes)Related […]

  • Media Ide » Blog Archive » Melihat Pemanfaatan Teknologi untuk Komunikasi Brand Tahun 2010 :

    […] Android sebagai OS ponsel juga luar biasa. Tahun 2010 ini banyak banget brand ponsel yang memberanikan diri terjun […]

Tinggalkan komentar Anda!

CommentLuv badge