Home » Online Communities

Dunia dalam Twitter

25 July 2010 5,098 views 12 komentar

Karena halaman utama Kompas hari ini ngomongin Twitter, maka nggak salah juga kalau blog ini (lagi-lagi) ngomongin Twitter pula. Cuma daripada ngomongin ‘revolusi’ (yang sebenarnya tidak ada yang direvolusikan), lebih baik blog ini berbagi tentang beragam dunia yang muncul di dalam Twitter. Sejak mengikuti Twitter hampir 2 tahun lalu dan mengikuti perkembangannya di lokal, percakapan di Twitter semakin luas. Kalau dulu hanya bicara seputar obrolan antara teman yang itu-itu pula, sekarang setiap tweet merangkul hampir semua aspek dunia dalam kehidupan nyata kita.

Dunia Sosialita

Kalau ini jelas. Sejak dulu hingga sekarang, Twitter menjadi sarana yang tepat untuk mengakrabkan diri. Bisa jadi karena Twitter kita jadi merasa dekat dengan orang-orang yang jarang kita jumpai (bahkan mungkin belum pernah ketemu), karena setiap saat kita berbagi cerita di dalamnya. Twitter menjadi media sosialisasi, mendekatkan yang jauh. Lihat saja kopdar #pinoditaTU tadi sore. Dua teman Twitter @pinot dan @ditut yang tinggal di Kuwait dan belum pernah berjumpa dengan siapapun di Jakarta. Saat kopdar #pinoditaTU tadi, mereka mendapat sambutan hangat dari puluhan teman-teman di Twitter yang datang bergantian. Seseorang yang sebelumnya hanya kita kenal dengan ID-nya kini menjadi terasa lebih dekat setelah kita berjumpa mata dengannya.

Dunia Pemasaran

Beragam brand semakin banyak yang memasuki Twitter. Setiap hari selalu saja bisa ditemukan kuis berhadiah. Peserta umumnya diajak menjawab soal atau merangkai tweet dengan kata-kata tertentu dengan mencantumkan tagar. Brand juga memanfaatkan Twitter untuk menjaga relasi dengan konsumennya. Kini semakin banyak brand fesyen dan restoran yang terjun ke Twitter dan berinteraksi langsung dengan para follower-nya.

Dunia dalam Berita

Media daring seperti Detik.com dan Kompas.com pun mau nggak mau terjun pula ke ranah Twitter. Mereka mengenalkan berita-berita unggulan mereka di sana. Sejujurnya, penulis blog ini sangat jarang berkunjung ke dua portal ternama itu. Namun saat ada berita menarik dan itu di-RT-kan oleh teman di Twitter, berita itu menjadi punya nilai lebih. Karena direferensikan oleh teman, pastilah berita itu sesuatu yang layak dibaca. Hal ini mengundang kita untuk mengklik tautan dan membaca detil berita itu. Portal berita memang diperlukan, tapi eksistensi mereka di Twitter sangat dibutuhkan untuk menjaring para pembaca baru.

Dunia Selebritas

Sudah banyak artis terkenal yang bermain di Twitter. Sherina bahkan masuk menjadi artis papan atas kelas dunia di Twitter (dilihat dari jumlah follower dan tingkat interaksinya di dalamnya). Saat kita mem-follow seorang selebritas, kita seakan-akan menjadi merasa dekat dengan orang tersebut. Apalagi kalau tweet kita dibalas olehnya, bisa jadi kita langsung merasa menjadi orang penting sejagad maya, karena eksistensi diri kita di Twitter akhirnya dikenal oleh orang yang kita kagumi. Menjadi seorang selebritas di Twitter juga bukan tidak peduli dengan penggemar. Sesekali puluhan ribu follower itu perlu diberikan respon (meski tau sih, hihi, membaca mention yang begitu cepatnya setiap detik memusingkan). Pilih-pilih yang memang layak direspon, nggak perlu semuanya.

Dunia Akademis

Sepertinya yang jadi tren belakangan ini adalah menyampaikan kuliah melalui Twitter (kultwit). Materi 140 karakter disampaikan berseri, hingga sampai puluhan (bahkan ratusan) tweet. Semuanya pakai nomor dan tagar untuk memudahkan pencarian. Herannya, apa mereka semua lupa akan keberadaan blog ya? Bukannya blog memudahkan menyampaikan itu semua? Blog juga membuatnya terarsip rapih dan tersimpan selamanya di arsip pencarian Google. Atau setidaknya setelah mereka menyampaikan kultwit, mereka seharusnya merapihkan ulang dan menuliskannya di blog. Jadi info yang tersampaikan bisa direferensikan ulang kepada para follower yang telat membacanya.

Dunia Politik

Dengan Jakarta dinyatakan sebagai “ibukota” Twitter di Asia, dan diestimasikan ada 5,6 juta pengguna Twitter di Indonesia, nggak mungkin politisi tidak tertarik untuk bermain di media ini. Entah itu seorang figur menteri yang membangun komunikasi dengan follower-nya, atau seorang figur muda yang berharap akan mendapat dukungan politis di masa datang, hingga seorang anggota DPR yang nggak sungkan-sungkan beradu argumen dengan para follower-nya. Enaknya jejak percakapan tercatat. Kalau ada yang niat, semua jejak tweet ini bisa disimpan, dan dijadikan bahan argumentasi saat si politisi tidak melaksanakan niat dan perkataannya.

Masih banyak sebetulnya dunia-dunia lainnya bersinggungan di Twitter (religi, romansa, olahraga, hingga misteri). Hmm, mungkin menarik juga kalau dunia-dunia ini dijadikan bahan buku ya? Atau rekan-rekan punya cerita lain dalam dunia pergaulannya di Twitter?

Artikel ini ditulis oleh: Pitra Satvika (@pitra)
Sehari-hari bisa ditemui di Stratego, sebuah digital agency yang membangun pengalaman digital untuk brand di ranah online dan event. Pecinta social media, fotografi, dan menulis. Penulis blog ini sejak Juli 2005.

12 komentar »

  • Tweets that mention Media Ide » Blog Archive » Dunia dalam Twitter -- Topsy.com :

    […] This post was mentioned on Twitter by Pitra, Fajar Arcana. Fajar Arcana said: Tks bro brguna buatku RT @anakcerdas: new post (mumpung sempat nulis): DUNIA DALAM TWITTER http://bit.ly/aUnh0I * summon @fajar_arcana * […]

  • robbyn :

    hmmm,,,tambah banyak aja yaa situs-situs sosial seperti ini,jadi bingung neh, tp mnurut saya, semuanya tinggal menunggu waktu aja lg sebetum ditinggalkan oleh pemakai. Karena kita ini orang yg cepat bosan dan ga suka hal yg monoton terlalu lama.hee

  • Warm :

    Ulasannya lengkap dan keren sekali, mas

    Saya mah cuma user yg suka ikutan rusuh saja, walau sdh merasakan dampaknya jgn salah satunya dapet hadiah dari kusi di twitter heheheh

  • nikenmakki :

    idem sama om warm 😀 tapi sayangnya, tiap ikut kuis pun ndak pernah menang..nasib ya nasibb T.T

  • idham biro jasa SIM- :

    belom bisa menikmati ngetweet..masih keranjingan FB

  • Dr. Acer :

    Bagaimana dengan id twitter seperti @jokefisien @ABGJakarta @Poconggg @Anjinggombal @SarkasTwit dan lain sebagainya? Bisa dimasukkan ke "Fun World" kan?

    Lalu, id twitter seperti @LifeHacks @pepatah dan id-id lainnya.. Another different categories!

    And really, what a colorful world of twitter! 🙂

  • rusabawean :

    owwww

    baru tahu kalo ada orang yg pilih2 mention untuk dibaca dan ditanggapi

    pantesan aku mention @anakcerdas blak blik gak direken blazzz 🙂

  • Arham :

    @dr. Acer

    Ia tuh, categori mereka keren ..berasa future news gtuh, meskipun konten lokal ngak kalah kok. kan kuat di kuantitas …kalau dipikir kuantitasnya maka bisa dibilang. penuhan dari Indonesia yah LOL

  • aura kasih :

    nice indfo

  • aura kasih :

    Saya masih belum mudeng, sistem didlm twitter…

    maka itu saya nggak suka twitter

  • Syukr :

    bermain twitter memang mengasikkan, apalagi kita punya seseorang yg spesial di twitter – bisa teman, sahabat, atau orang yang lagi kita sukai – yang akan membuat kita selalu penasaran untuk membukanya…

    kenapa twitter begitu cepat menarik peminat, yha… selain simple, twitter juga mudah di akses, bisa dari handphone dll. semoga para pengguna media seperti hal nya twitter bisa memanfaatkan dengan sebaik-baiknya, karena belakangan ini timbul ungkapan "twitter mu harimau mu" gak sedikit orang yg populer karena twitter, dan tak sedikir pula orang yang hancur karena twitter… so, pintar-pintarlah memilah antara sisi positif dan sisi negatif nya.

    ^_^
    http://masterphobia.blogspot.com

  • Dunia dalam Twitter | Marketeers :

    […] ini juga bisa dibaca di blog penulis: Dunia dalam Twitter VN:R_U [1.9.3_1094]Rating: 0.0/10 (0 votes cast)VN:R_U [1.9.3_1094]Rating: 0 (from 0 votes)Related […]

Tinggalkan komentar Anda!

CommentLuv badge