Home » Online Living

Fenomena Keong Racun

1 August 2010 8,355 views 16 komentar

Semua pasti sudah tahu lah ya tentang aksi duet Sinta Jojo di YouTube. Apalagi setelah ekspos media besar-besaran selama hampir seminggu kemarin. Mungkin media mainstream baru menghebohkannya minggu ini, tapi percaya atau nggak di ranah Twitter, aksi duet Sinta Jojo ini sudah dibicarakan hampir sebulan yang lalu. Media mainstream yang terlambat melangsirnya.

Lalu bagaimana sebuah video (yang sejujurnya garing banget) ini bisa membuat dua mahasiswi ini menjadi terkenal? Padahal nggak banyak orang juga yang pernah dengar lagu ini saat dinyanyikan aslinya oleh Lissa, seorang penyanyi dangdut yang juga tidak terkenal. Faktor distribusi informasi di social media memang berperan penting.

Awalnya mungkin mengunggah video lipsynch parodi di YouTube tak berbeda dengan yang banyak dilakukan oleh pengguna YouTube di negara lain. Untuk menjadi terkenal prinsipnya sih sederhana: video lipsynch harus lucu (baik karena penyanyinya atau karena lagunya). Faktor Sinta dan Jojo berparas cantik menambah unsur plus pemberitaan. Kalau tidak cantik, setidaknya pembuat video harus berani malu dan bertingkah lucu, seperti yang dilakukan oleh Moymoy Palaboy dari Filipina.

Media mainstream seperti koran, majalah, dan televisi belakangan ini semakin sering mencari topik-topik yang hangat dibicarakan di social media dan mengulas serta mengkonfirmasinya di medianya. Ingat Sarah Aprilia tahun lalu, karakter guru seksi yang sempat heboh di Kaskus? Blog ini pernah membahasnya, dan akhirnya dijadikan referensi di kolom Komodifikasi media cetak Kompas. Atau kasus Nissin di Facebook yang sempat heboh dibicarakan di Twitter. Media mainstream daring Detik.com melirik percakapan yang terjadi ini. Lebih jauh lagi, Detik.com mengkonfirmasi langsung ke pihak Nissin dan membantu menjelaskan permasalahannya di portalnya.

Hal serupa terjadi pada video Keong Racun ini. Setelah ramai dibicarakan di Twitter, ramai juga muncul di banyak thread di Kaskus, media mainstream akhirnya pun melirik. Duo cantik Sinta Jojo tentunya bernilai berita tinggi, dari sisi informasi teknologi, hiburan lagu, hingga gosip. Liputan di majalah Hai, hingga bahasan di infotainment. Dampaknya memicu lebih luas lagi percakapan di socia media seperti Twitter. Lihat saja grafik-grafik di bawah ini, volume pembicaraan ‘keong racun’ dan derivatnya sangat tinggi hingga beberapa kali menjadi trending topic.

Sumber: http://trendistic.com/keong-racun/

Sumber: http://tweetstats.com/trends/

Sumber: http://www.google.com/insights/search/

Akankah ada ‘artis’ baru yang akan seheboh Sinta dan Jojo lagi di masa datang? Kalau formulanya tepat sih bisa saja. Namun susahnya di social media, susah menjadi terkenal kalau hanya sekedar penjadi pengikut. Jadi, pikirkan ide kreatif konyol, yang tidak sekedar meniru Sinta dan Jojo, tapi punya kekhasan tersendiri. Sesuatu yang unik, keren, tak terduga. Lemparkan buzz tentang video ini di Kaskus dan Twitter. Kalau memang mantap, dijamin deh efek word of mouth akan luar biasa.

Yang jadi pertanyaan sebetulnya, kalau Sinta dan Jojo bisa jadi seterkenal ini, kenapa kakak beradik Audrey dan Gamaliel yang justru sangat bagus performa musiknya di YouTube tidak mendapatkan publisitas heboh ya? Apakah media mainstream tidak tahu akan mereka?

Artikel ini ditulis oleh: Pitra Satvika (@pitra)
Sehari-hari bisa ditemui di Stratego, sebuah digital agency yang membangun pengalaman digital untuk brand di ranah online dan event. Pecinta social media, fotografi, dan menulis. Penulis blog ini sejak Juli 2005.

16 komentar »

  • Tweets that mention Media Ide » Blog Archive » Fenomena Keong Racun -- Topsy.com :

    […] This post was mentioned on Twitter by Pitra, Pitra, Amu, Blontank Poer, Media Ide and others. Media Ide said: kalau insert ngebahas sinta jojo dari sisi selebritinya, posting baru ini membahas dari sisi social media-nya http://bit.ly/b4A7Ye […]

  • catur pw :

    mengutip dari kata mas @subiakto "the power of new media" nobody can be somebody through new media…

  • didut :

    kl mo terangkat mungkin yg disukai abegeh pit jd lbh cepet naiknya πŸ˜›

  • media follower :

    Aneh…. semua orang ngomongin, padahal dr yg ngomongin banyak bgt yg bingung kenapa bisa beken, dan pada gak terima….i dont get it, latah kali yah, klo gak ngomongin berasa gak gaol gituh.

    padahal banyak yg jauh lebih LAYAK seperti yg di ahir postingan mas pitra.

    Yah anggap keberuntungan buat shinta dan jojo. kalo charlie st12 sih beda kasus.

  • aura kasih :

    Jgn sampai Indonesia di cap plagiat gara2 vid itu

  • Yodhia @ Blog Strate :

    Great article….

  • Sriyono Suke :

    Tips menjadi superstar yang cepat minimal didunia maya seperti sinta dan jojo (NOT RecoMmended)

    Cewek

    Tampang keren (cantik banget)

    body seksi

    buat video yang ekstrim

    upload di youtube

    pasti berjuta-juta mata cowok akan tertuju pada anda hi hi hi . ..

  • ridwan :

    jangan semata-mata ngeliat unsur yg mengurangi art/seninya….sy brpendapat bahwa yg dilakuin sinta n jojo adalh suatu kreatifitas yg bernilai tinggi dan perlu diberi apresiasi yg stinggi2nya didalm dunia yg smakin gila ini…

  • Showbiz Notes :

    selalu ada banyak cara untuk populer ya sob..

  • KERACUNAN KEONG :

    oh shinta oooooh jojo ooooooh yeeees

    IDE KALIAN BENAR BENAR KREATIF.

    BARU KALI INI BULE NGIKUTIN TREND INDONESIA.

    SEKALI KALI HARUS BEGITU. MASAK KITA YANG IKUTAN BULE TERUS.

    MERDEKA……MERDEKA…….MERDEKA

  • Putri Sarinande :

    Social Media, atau Media Sosial. dan faktor lain laginya ada di urusan bahasa *maap Pit, ga bermaksud sotoy, tapi ingin mengajak semuanya untuk cinta Bahasa Indonesia juga, dalam menulis artikel*

    yah, saya malah ingin yu-tub-an jugak. agar banci-tampil, untuk kesenangan duniawi. haghaghag…

    serius mode : kukira, eksistensi semu macam itu akan segera berakhir. atau mungkin, komentar ini semacam iri. bebas lah…

  • Md Santo :

    Menurut hemat saya, fenomena "Keong Racun" adalah fenomena "Black Swan". Ikuti artikel saya pd link http://mobeeknowledge.ning.com/forum/topics/black… ( BLACK SWAN – LONG TAIL ECONOMY – KILLER APPS IN SOCIAL MEDIA 2.0 ENVIRONMENT : THE INDONESIAN “KEONG RACUN” PHENOMENON )

  • randy :

    nice post πŸ™‚

    kunjungan balik ya mas.. hehe, makasih

  • seo publisher :

    menjadi beken dan terkenal seperti sekarang ini menurut saya bukan tujuan dari kedua dara cantik ini. Semua itu hanya akibat dari sebuah aksi utama mereka. Mereka tidak bertujuan untuk menjadi selebriti atau apa. Mereka hanya ingin eksis dengan ber-lypsinc ria, tidak lebih. Seandainya video mereka tidak booming, toh tidak menjadi soal bagi mereka karena itu bukan tujuan utamanya. Setelah media masuk, ceritanya jadi lain. Tujuan utama bergeser ke sisi yang lebih menarik bagi semua orang, uang! Maaf ya mas….saya cuman nitip komen aja kok..gak lebih. Kunjungi balik ya mas..matur nuwun

  • Adadechmwtwaza :

    Website NASA di Hack!

    Ada video Keong Racunnya πŸ˜€

    Wkwkwkw…

    Nih berita nya :
    http://myzone.okezone.com/index.php/content/read/

  • keong racun :

    semoga lagu keong racun tidak akan punah. kami anak penggemar keong racun, and kami mendirikan komunity keong racun sukoharjo.

Tinggalkan komentar Anda!

CommentLuv badge