Home » Online Communities

Kolaborasi Kreasi Konten dalam Twitter

15 August 2010 5,250 views 6 komentar

Membuat buku yang mengulas tentang Twitter itu sudah biasa. Ada puluhan buku tentang ini bisa ditemukan di banyak toko buku. Namun membuat sebuah buku yang isinya kolaborasi konten dari ratusan pengguna Twitter jelas sangat berbeda. Minggu lalu (duh, ini tulisan telat banget ya?) sebuah buku berjudul “Aku Padamu: Karena Cinta dapat Ditemukan dalam Kata” dirilis resmi untuk publik. Pengarangnya bukan 1 atau 2 orang, tapi sebuah akun Twitter kolaborasi @anjinggombal.

Memang sejak beberapa bulan lalu para pengguna Twitter sempat aktif menulis tweet gombalan dengan tagar #anjinggombal. Temanya beragam, dari plesetan merk, nama tempat, sejarah, teknologi, semuanya menjadi landasan menggombal di Twitter. Lucu-lucu sih memang membaca setiap gombalan ini. Dari yang sangat norak sampai ada yang meluluhkan hati.

Bagusnya, pemrakarsa tagar #anjinggombal ini tidak berhenti sampai situ. Mereka rupanya rajin mengarsipkan setiap tweet itu. Seperti kita ketahui, pencarian tweet di Twitter hanya terbatas sampai 1.500 terakhir dalam periode yang terbatas. Lepas dari itu, pencarian akan sulit dilakukan.

Yang menarik, media daring ini lalu berkembang menjadi sebuah buku. Isinya kompilasi gombalan #anjinggombal selama berbulan-bulan lamanya. Penulisnya ya ratusan orang, yakni mereka yang telah berkontributor menyampaikan tweet gombalan mereka masing-masing. Sebuah aksi crowdsourcing yang terkompilasi menjadi sebuah media yang berbeda dengan media asalnya.

Lalu menjadi milik siapa konten buku ini? Biasanya, setiap penulis buku, sebagai pemilik karya berhak mendapatkan royalti dari penjualan setiap bukunya. Bagaimana kalau isi bukunya dimiliki oleh ratusan orang? Tim editor @anjinggombal pun akhirnya memutuskan bahwa untuk setiap keuntungan yang didapat dari buku ini, akan sepenuhnya diserahkan kepada Yayasan Tunas Cendekia, yayasan yang bergerak membantu anak-anak Indonesia.

Sebenarnya pola serupa bisa dilakukan untuk beragam konten menarik lainnya di Twitter. Semua kompilasi #kultwit, #memetwit, #fiksimini, dan ragam tagar lainnya bisa diadaptasi menjadi media baru, seperti buku, yang keuntungannya bisa dimanfaatkan untuk kegiatan sosial. Setidaknya, karya tweet kita di Twitter tidak lenyap begitu saja, malah bisa bermanfaat bagi orang lain.

Artikel ini ditulis oleh: Pitra Satvika (@pitra)
Sehari-hari bisa ditemui di Stratego, sebuah digital agency yang membangun pengalaman digital untuk brand di ranah online dan event. Pecinta social media, fotografi, dan menulis. Penulis blog ini sejak Juli 2005.

6 komentar »

  • Tweets that mention Media Ide » Blog Archive » Kolaborasi Kreasi Konten dalam Twitter -- Topsy.com :

    […] This post was mentioned on Twitter by Pitra, R, R, Krisna Chandrawisika, Almond / Ahmed / Vee and others. Almond / Ahmed / Vee said: RT @anakcerdas: new post: Kolaborasi Kreasi Konten dalam Twitter http://bit.ly/9FTj14 – @anjinggombal […]

  • Media Ide » Blog Archive » Kolaborasi Kreasi Konten dalam Twitter - Twitter Mania :

    […] Selengkapnya: Media Ide » Blog Archive » Kolaborasi Kreasi Konten dalam Twitter […]

  • Yudhis :

    salut memang untuk tim @anjinggombal yg mau memberikan royaltinya untuk program pendidikan. sosial media kembali membuktikan, siapapun, dimanapun & kontribusi sekecil apapun yg anda lakukan akan sangat membantu!

    salam kebersamaan!

  • Rusa :

    kalau #TwitSpesialDiniHari bisa dibikin buku juga gak yahhh 🙂

  • venus :

    Aku blm punya bukunya. Eh kita bikin #memetwit yuk kakak..

  • eka nugraha :

    kalo gak salah #fiksimini udah mau bikin antologi, tapi gak tahu udah sampai mana

Tinggalkan komentar Anda!

CommentLuv badge