Home » Creative Works

Konotasi Buruk dalam Pesan TVC

24 August 2010 7,577 views 11 komentar

Terus terang sangat jarang nonton TV nih, tapi bukan berarti lantas nggak perhatian dengan iklan-iklan TVC yang muncul, saat nggak sengaja lewat depan TV. Dua TVC ini memang sempat menjadi pembicaraan saat sahur tadi pagi di Twitter, iklan Djarum versi Ramadan dan iklan Mie Sedaap versi Papa Hidup Lagi.

Simak dulu deh iklannya.

Djarum

Mie Sedaap

Yang lalu terjadi perubahan dubbing menjadi:

Memang sebuah iklan memang tidak pernah ditujukan untuk mendidik penontonnya. Tujuan iklan adalah memberikan informasi dengan cara menarik agar penonton tidak melepaskan matanya selama 30 detik dari iklan tersebut. Namun bukan berarti sebuah iklan bebas tanpa etika.

Entah karena pengaruh sinetron, TVC Djarum ini terasa tidak elegan dalam menyampaikan pesannya. Pesan “Puasa menahan diri, sabarkan hati..” seharusnya bisa ditampilkan dengan gaya lain, yang:

  • tidak memaki-maki seorang ibu, meskipun itu adalah ibu mertua,
  • tidak memberikan perbedaan panggilan antara ibu kandung dan ibu mertua. Cek saja dialog si istri, “Ibu kamu mana?” Bukankah ibu si suami sudah menjadi ibu si istri juga?

Iklan Mie Sedaap ini lebih parah lagi. Nggak kebayang kalau iklan ini sampai lalu ditiru oleh anak yang menontonnya. Di iklan ini:

  • si anak diajarkan untuk berbohong oleh ayahnya,
  • si anak berbohong dengan bilang, “Aku nggak punya Papa…” lalu menangis.

Seorang Ayah mana yang tidak akan sedih kalau mendengar anaknya sendiri ngomong seperti itu? Berbohong sudah satu hal, tapi bilang kalau ayahnya sudah nggak ada, itu jauh lebih parah lagi. Mungkin karena sempat menuai banyak protes, akhirnya iklan ini diedit, dan dialog di atas diganti dengan “Papaku…” lalu menangis. Tetap saja sih, esensi kebohongannya tetap ada.

Sekali lagi sebuah iklan memang tidak ditujukan untuk mendidik, tapi untuk menghibur. Namun apakah itu artinya harus berdampak membuat orang lain menjadi bodoh?

Artikel ini ditulis oleh: Pitra Satvika (@pitra)
Sehari-hari bisa ditemui di Stratego, sebuah digital agency yang membangun pengalaman digital untuk brand di ranah online dan event. Pecinta social media, fotografi, dan menulis. Penulis blog ini sejak Juli 2005.

11 komentar »

  • kw :

    ya betul, iklannya ga keren. kehabisan ide? masa sih, mungkin hanya malas aja, eh atau emang sengaja bikin kontroversi?

    🙂

  • @Danny_Fr :

    Salah satu mekanisme humor menyatakan bahwa jika kita merasa superior terhadap suatu keadaan yang digambarkan di, misalnya, sebuah lelucon, kita jadi ketawa.

    Jurangan pasti sudah lihat ratusan iklan yang memang mengambarkan situasi yang bodoh, dengan peran2 yang bodoh.

    Sebenarnya sasaran iklan2 tersebut bukan hanya membuat kita tertawa, tetapi juga memancing kita agar kita merasa lebih pintar, bermoral, kuat… daripada yang diceritakan.

    Iklan pertama memang jadi contoh yang pas. Kita tidak mungkin tidak terharu oleh kondisi sang ibu dan tidak mungkin setuju dengan sifat sang istri yang lupa sopan-santunya itu.

    "Masa hal se-sepele itu dia gak sabar?!"

    Nah, berhasil toh iklan, anda telah terpancing.

    XD

  • Faizal | Akselera :

    Sebenarnya sasaran iklan2 tersebut bukan hanya membuat kita tertawa, tetapi juga memancing kita agar kita merasa lebih pintar

  • ierone 4 famouser :

    iklan djarum ambigu banget.

    Iklan mie sedap: tidak berani saya ikutan walaupun buat guyon bareng kawan

  • Arham :

    Sewaktu membuat tulisan, iklan atau apapun ada banyak cara menarik perhatian salah satunya yang 'disukai' tapi juga dibenci ya ini. semacam yang penting gampang diinget, gampang nyantol, sampe gampang diulang – meskipun memperburuk attitude

  • Dr. Acer :

    Memang sebaiknya dalam berkomunikasi baik itu individu atau brand harus lebih bijak 🙂

  • SJ :

    setuju … ironis memang. kadang prihatin sekali melihat tayangan tv. Udah dibanjiri sinetron yang ngga jelas…iklan kuran etis dst.

    slm kenal ya …

  • masova :

    Sepertinya yang "Ibu kamu mana?" itu baru separuh iklan ya? Biasanya gitu kan.. Kalau mendekati Lebaran baru ditayangin iklan yang full.

    Well, tapi tetep saja.. Iklan Djarum itu emang bikin emosih yang nonton.

  • hitamputih :

    KPInya mandulll….

  • Rifan Muazin :

    Kegelisahan dan ketidaksetujuan yang sama denganku soal 2 Iklan itu. Iklan itu memang jahat

  • Saumiere :

    Biasanya Djarum kreatif bikin TVC ramadhan, tapi kali ini benar-benar gak banget!

Tinggalkan komentar Anda!

CommentLuv badge