Home » Online Branding

Donasi Melalui Social Media

31 October 2010 13,295 views 21 komentar

Pastinya kita sudah sering melihat aktivitas di luaran sana yang bertujuan untuk kegiatan amal. Biasanya kegiatan itu murni non komersil, semua pengurus yang terlibat memang bekerja dengan sukarela. Kalaupun ada biaya penyelenggaraan yang harus keluar, biaya itu sepenuhnya ditanggung oleh sponsor yang ikut membantu acara. Biasanya dalam kegiatan seperti ini, setiap peserta dipungut bayaran (atau dimintai keikhlasan sumbangan), yang sepenuhnya akan diberikan untuk amal.

Twestival dulu melakukannya dengan cara itu.  Melalui kegiatan musik, misalnya, pengunjung datang dan memberikan donasi. Musisi dan panitia yang terlibat juga tidak ada yang dibayar. Kalau ada ongkos yang keluar seperti sewa tempat, alat, dan panggung, maka itu dibebankan ke sponsor.

Sekarang, kegiatan amal juga bergerak melalui kanal social media. Hal yang paling sederhana adalah membantu penyebaran informasi. Seperti yang banyak dilakukan teman-teman di Twitter minggu lalu sejak awal bencana alam di Merapi dan Mentawai. Pemberikan rujukan untuk donasi uang melalui transfer, hingga info pengumpulan pakaian bekas. Semua melakukannya dengan ikhlas tanpa tendensi keuntungan pribadi.

Tahun lalu Coca-Cola sempat pula melakukan aksi donasi di Twitter. Coca-Cola akan menyumbang Rp.100,00 per tagar #bukasemangatbaru yang disebutkan oleh pengguna Twitter. Penulis tweet tidak harus menjadi follower. Asalkan tweet-nya punya semangat serupa dilengkapi tagar, maka Coca-Cola akan menghitungnya sebagai bagian donasi. Ujung-ujungnya, donasi yang diberikan Coca-Cola memang jauh lebih besar daripada total tweet yang disebutkan. Aksi Coca-Cola di Twitter ini lebih untuk mengajak pengguna untuk ikut memiliki kepedulian saja.

Sore tadi (tahunya baru sore soalnya) akun @indonesiaberdoa mengajak pengguna Twitter untuk menjadi follower-nya. @indonesiaberdoa akan menyumbang Rp.25,00 untuk setiap follower yang ia miliki. Pastilah niatnya baik, mengajak pengguna Twitter untuk ikut peduli, tak berbeda dengan yang pernah dilakukan Coca-Cola tahun lalu. Hanya saja ada bahasa umum yang berlaku di Twitter, yakni jumlah follower identik dengan popularitas.

Tahun lalu Joko Anwar melakukan aksi serupa. Membangun popularitas diri melalui janjinya untuk masuk bertelanjang ke Circle K. Nggak ada yang salah dari aksi Joko Anwar dalam membangun popularitasnya melalui cara ini. Kalau ada yang dirugikan, mungkin adalah harga diri Joko Anwar sendiri.

Hal yang (mungkin) belum disadari @indonesiaberdoa adalah, ia kini menciptakan persepsi kalau ia sedang mencari popularitas. Bedanya, popularitas @indonesiaberdoa ini dibangun di atas tindakan kemanusiaan. Ajakan untuk ikhlas menyumbang lalu terpeleset menjadi ikhlas menjadi follower agar @indonesiaberdoa mau menyumbang. Seakan-akan jadi tercipta kesan kalau ia mengambil keuntungan diri (dengan jumlah follower) melalui aksi sosial. Sesuatu yang seharusnya dihindari dalam penggalangan dana di manapun (baik itu di dunia nyata maupun virtual).

Di Twitter memang tidak ada yang salah atau benar. Semua orang boleh melakukan tindakan semaunya. Kalau suka, silakan dukung. Kalau tidak suka, ya tidak usah didukung. Pastinya, akan banyak suara berbeda akan aksi-aksi seperti ini. Mudah-mudahan saja, terlepas dari aksi popularitas ini, niatan @indonesiaberdoa memang mulia. Pertanyaan yang siap menyusul adalah, seandainya follower @indonesiaberdoa bisa mencapai 1 juta (versi optimis banget), lalu selanjutnya apa? Lalu apakah akun ini nanti sepenuhnya dipakai untuk aksi sosial ataukah akan juga dipakai untuk kepentingan pribadi?

Artikel ini ditulis oleh: Pitra Satvika (@pitra)
Sehari-hari bisa ditemui di Stratego, sebuah digital agency yang membangun pengalaman digital untuk brand di ranah online dan event. Pecinta social media, fotografi, dan menulis. Penulis blog ini sejak Juli 2005.

21 komentar »

  • Tweets that mention Media Ide » Blog Archive » Donasi Melalui Social Media -- Topsy.com :

    […] This post was mentioned on Twitter by Adham Somantrie, wahyu27°, wahyu27°, Pitra, Venus and others. Venus said: 😀 RT @pitra: new post: Donasi Melalui Social Media http://bit.ly/cD92gv *siyap diguyur massa* 🙂 […]

  • Hahn :

    Moga-moga aja niatnya tulus. Kalau udah nyumbang, tinggal unfollow lagi hehe :mrgreen:

  • sangprabo :

    Nunggu mau nyumbang 4juta aja berarti kudu nunggu follower sampe 160.000 orang? Itu kan lebih banyak daripada followernya @TvOneNews ? :))

  • acel :

    ya kita berdoa saja untuk yang terbaik…

  • Hadi Gunawan :

    Gue gak berhasil nemuin tulisan kalo dana tersebut akan disumbangkan ke Mentawai / Merapi dan hanya berhasil menemukan tulisan akan diberikan kepada yang membutuhkan. Maksudnya? Entahlah. Hanya Tuhan & sang pemilik akun yang tahu. CMIIW..

  • Vie :

    Well, kesan pertama saya juga itu promosi pribadi dengan mengatasnamakan kemanusiaan. Kok di telinga saya terdengar bisik-bisik, "Mumpung ada bencana." Yah, itu sih skeptisme saya saja.

    Yang membuat saya berpikir demikian adalah karena background @indonesiaberdoa. Promosi. Titik.

  • Dony Alfan :

    Saya sudah follow beberapa akun yang menjanjikan donasi, tapi pasti suatu saat nanti saya bakal unfollow, hehe

  • Rusty :

    Yg pertama2 harus diawasi adalah apakah @indonesiaberdoa benar2 melakukan donasi trsebut.

    Klo followernya 1jt (iktn versi sangat optimis diatas) brarti dia harus menyumbangkan 25jt. Klo pemilik akun @indonesiaberdoa trnyata hanya pribadi (tanpa sponsor), apakah dy akan benar2 mampu menyumbang sbnyak itu dg rela & tulus ikhlas?

  • Alderina :

    Kalau aku ngerasa aneh karena jumlahnya kok cuma 25 rupiah padahal ada syarat jadi followers. Setelah diliat-liat, ini indonesia berdoa kan emang bukan brand, jadi dapat dipahami mengapa kok cuma dikit. Tapi tetep awe, kok wagu gitu…

  • evi :

    Seperti yang Dony Alfan tulis.

    Dengan follow dia, ak gak merasa rugi. Dengan follow dia aku jadi tau sampe mana dia nanti akan benar2 menyumbangkan Rp. 25 x jumlah followernya. After that, we can unfollow..

    That's it. Simple.

    Yang gak mau follow juga gak papa, toh gak dipaksa.

  • Febrian :

    Menurut beberapa informasi yang saya dengar, @indonesiaberdoa adalah 2 orang penulis novel yang akan merilis novel barunya. Gosipnya, dia akan promo novel barunya tersebut di twitter melalui account @indonesiaberdoa. Nah yang seru tuh ini: coba hitung, kalau setiap follower mereka akan nyumbang Rp. 25, berarti versi optimis 1 juta follower-nya dia cuman nyumbang Rp. 25 juta. Bayangin kalo mereka harus iklan di media yang mencakup 1 juta pemirsa. Berapa biaya yang harus mereka keluarin?

  • abangkunto :

    hueue Itulah fenomena social media…. banyak person lebayer sekarang.. tapi ga pa-pa perubahan zaman harus ada perbedaannya.

    Syukur klau niat nya tulus dan ikhlas semoga bantuannya bisa sampai ke yang membutuhkannya.

    teak furniture

  • kw :

    #eaaa, jadi malu 🙂 kalah sigap aku postinganya

    🙂 *mudah2an makin banyak orang yang membantu

  • Sabai :

    Seingatku Coca-cola dulu menyumbang Rp 1000 per twit tsb, bukan Rp 100,-.

    Anyway, kalau memang hendak nyumbang ya bukankah lbh baik langsung saja, atau via pihak2 yg udah terbukti kredibilitasnya macam PMI gitu…

  • rifat :

    Setuju sama Febrian & Vie, akun @indonesiaberdoa ini cuma trik dagang. 😉

  • Belajar Ngeblog di B :

    Jgn mencari kesempatan diatas kesempitan

  • memanfaatkan bencana untuk mencari popularitas « We Care Mentawai :

    […] yang saya posting di blog saya http://media-ide.bajingloncat.com/2010/10/31/donasi-melalui-social-media/ –> nggak ada yang salah dengan setiap aksi aneh2 di twitter. Semua sah. Hanya saja tinggal […]

  • rental mobil murah :

    nice post

  • febri :

    semoga Allah merestui………..

  • kank_ripay :

    smoga saja Alloh melipat gandakan pahala orang2 yang telah memberi donasi

  • sewa mobil di surabaya :

    SALAM KENAL

Tinggalkan komentar Anda!

CommentLuv badge