Home » Online Branding

Ionopolis, Sebuah Advergame Berbasis Social Media

5 November 2010 8,499 views 6 komentar

Sejak seminggu lalu, di Twitter sering terlihat tagar #ionopolis. Kalau ditelusuri, semua tweet bertagar ini merujuk pada situs advergame (game untuk advertising) keluaran Pocari Sweat. Game ini memanfaatkan social media sebagai bagian dari elemen permainan. Informasi produk dikemas sebagai bagian dari pengalaman pemain, sehingga pemain tetap merasa fun saat ia engage dengan informasi produk tersebut.

Melalui game Ionopolis ini, pemain diminta untuk membasmi monster-monster dehidrasi di seluruh kota. Di tahap awal ini baru ada 3 lokasi yang muncul: rumah, sekolah, dan kantor. Ditampilkan menarik melalui visualisasi komik, pemain bisa memilih lokasi permainan yang diinginkan. Di setiap lokasi ini, pemain akan dihadapkan pada monster yang berbeda-beda.

Untuk mengalahkannya, pemain bisa memilih beberapa jenis aksi. Bisa check-in di Foursquare dengan memilih kategori venue yang sudah ditentukan sembari shout kata-kata tertentu. Bisa pula shout roulette, dimana secara acak Ionopolis akan mengirimkan status update ke Facebook atau Twitter pemain. Dua aksi ini hanya bisa dilakukan satu kali dalam sehari.

Alternatif lainnya adalah dengan bermain trivia quiz atau mini game. Trivia quiz-nya unik, dengan setiap soal yang erat hubungannya dengan pengetahuan umum seputar dehidrasi atau brand Pocari Sweat. Mini game-nya juga menyenangkan, meski semakin susah di belakang-belakang.

Setiap berhasil mengalahkan monster, pemain akan mendapatkan point. Di akhir program, point tertinggi ini akan berkesempatan diajak Pocari Sweat berjalan-jalan ke Jepang. Menariknya lagi, point bisa didapatkan tidak hanya melalui advergame. Pocari Sweat berusaha mengarahkan agar kampanye daring ini bisa pula memicu penjualan. Katanya kalau beli Pocari Sweat di Alfamart, pemain bisa mendapatkan voucher dengan kode khusus yang kalau dimasukkan di dalam situsnya akan memberikan bonus point. Namun kenyataannya, ternyata saat ini masih sulit mencari voucher ini di banyak Alfamart di Jakarta.

Alternatif lainnya untuk mendapatkan point adalah dengan mengikuti tweet @pocariID yang setiap harinya memberikan soal. Setelah mengklik tautan yang diberikan, lalu menjawab pilihan yang benar, seketika itu juga pemain akan mendapatkan point bonus.

Ada pula permainan treasure hunt yang memanfaatkan QR Code. Katanya di beberapa toko buku Gramedia, pemain bisa menemukan QR Code. Dengan kamera ponsel yang sudah terinstal aplikasi untuk membacanya, pemain bisa mendapatkan point tersembunyi. QR Code raksasa juga bisa ditemukan di billboard Pocari Sweat. Katanya sih ada 2 di Jakarta. Foto berikut ini adalah billboard di Pancoran.

Ada banyak cara untuk mendapatkan point, dan semuanya serba digital. Bahkan promosi above the line pun dibawa ke lini digital. Sampai saat ini sudah ada 17.000 pemain. Rekor yang luar biasa untuk sebuah kampanye yang berusia seminggu lebih sedikit. PT Amerta Indah Otsuka, yang menaungi brand Pocari Sweat sepertinya memang tidak main-main dalam kampanye digitalnya. Perusahaan ini rupanya ingin mengulang kesuksesan kampanye digital brand SoyJoy tahun lalu, yang juga di bawah naungan Otsuka.

Umumnya kampanye daring selalu fokus pada membangun brand awareness. Jarang memang ada yang berhasil mengkonversinya dalam bentuk penjualan. Kita tunggu saja nanti, apakah kampanye digital Pocari Sweat ini juga bisa memicu peningkatan penjualan produknya di Alfamart? Kalau penjualannya meningkat, mungkin ini adalah brand pertama di Indonesia yang berhasil mengintegrasikan antara kampanye daring dan penjualan produk.

Yuk, ikutan main!

Foto billboard oleh Anca (@malonahuai)

Artikel ini ditulis oleh: Pitra Satvika (@pitra)
Sehari-hari bisa ditemui di Stratego, sebuah digital agency yang membangun pengalaman digital untuk brand di ranah online dan event. Pecinta social media, fotografi, dan menulis. Penulis blog ini sejak Juli 2005.

6 komentar »

Tinggalkan komentar Anda!

CommentLuv badge