Home » Experiential, Online Branding

Menilik Kampanye Magnum

14 November 2010 8,267 views 8 komentar

Di tulisan sebelumnya sempat dibahas tentang satu brand yang ramai membangun buzz-nya di Twitter dengan tagar #BelgianChocolate. Hari Jumat sore kemarin adalah jawabannya. Seperti diduga, ini merupakan bagian dari kampanye es krim Magnum dengan rasa barunya Belgian Chocolate. Peluncurannya besar-besaran di Senayan City, melalui event Magnum Royal Fame, berisikan pesta es krim, kembang api, hingga video proyeksi raksasa yang ditembakkan ke bidang 1.000 m². Video ini menampilkan foto-foto pengunjung yang sedang bergaya makan es krim Magnum.

Kalau bicara soal promotion vs conversation, brand Magnum ini melakukan dua-duanya. Promosi gencar tetap dilakukan di televisi, radio, cetak. Beberapa billboard di jalan pun sudah menampilkan rasa Belgian Chocolate ini sebelum peluncurannya. Komunikasi promosi ini hampir semuanya mengarah pada event puncak peluncurannya di Senayan City.

Selain promosi bersifat satu arah, Magnum juga menginisiasi percakapan di social media. Beberapa Net Advocate didekati oleh brand. Mereka diminta untuk memulai percakapan beberapa hari sebelum peluncuran. Dimulai dari tagar #manjakandiri hingga #BelgianChocolate. Para Net Advocate juga diminta mengganti avatar mereka dengan versi berlumuran cokelat. Inisiasi ini mengundang pertanyaan banyak pengguna Twitter lain. Setelah mereka melihat ini adalah sesuatu yang lucu, para follower Net Advocate pun ikut-ikutan mengganti avatarnya.

Brand Magnum jadi banyak dibicarakan, sehingga mengundang netizen Twitter penasaran untuk mencari produknya. Di hari berlangsungnya acara, Magnum menambahkan program, bahwa setiap avatar yang berganti dengan Belgian Chocolate,maka Magnum akan menyumbang Rp.500,00 untuk korban bencana alam. Lalu bagi 350 orang pertama setiap hari Jumat, Sabtu, Minggu yang datang ke Senayan City dan sudah mengubah avatar Twitter-nya, akan mendapat es krim gratis.

Keberhasilan menggaung social media ini tak lepas dari referensi teman. Awalnya memang beberapa Net Advocate yang menginisiasi percakapan, namun berikutnya secara organik, buzz ini muncul dengan sendirinya setelah seorang follower mencoba es krim lalu merekomendasikannya ke teman-teman lainnya di Twitter. Bola pun bergulir dengan sendirinya. Tugas brand Magnum di Twitter lalu memantau, dan mengarahkan secara positif terhadap setiap pertanyaan atau kritikan yang muncul di Twitter.

Artikel ini ditulis oleh: Pitra Satvika (@pitra)
Sehari-hari bisa ditemui di Stratego, sebuah digital agency yang membangun pengalaman digital untuk brand di ranah online dan event. Pecinta social media, fotografi, dan menulis. Penulis blog ini sejak Juli 2005.

8 komentar »

  • sibair :

    klo menurut saya promosi yang di lakukan brand magnum ini sama seperti yang pernah di bahas oleh pak hermawank masalah mmarketing to netizen,selain dia gembar-gembor lewat tv,baliho dll,cara merangkul netizen juga sangat bagus sehingga influencer seperti mas pitra dan orang-orang yang berpengaruh di twitter bisa sangat cepat mengenal brand magnum dan membuat mereka ingin mencoba produk ini,marketingnya jago.. 😀

  • Menilik Kampanye Magnum | Marketeers :

    […] ini juga bisa dibaca di blog penulis: Menilik Kampanye Magnum VN:R_U [1.9.3_1094]Rating: 0.0/10 (0 votes cast)VN:R_U [1.9.3_1094]Rating: 0 (from 0 votes)Related […]

  • Tweets that mention Media Ide » Blog Archive » Menilik Kampanye Magnum -- Topsy.com :

    […] This post was mentioned on Twitter by Sekar Ratnaningtyas, Amir Ammar. Amir Ammar said: Media Ide » Blog Archive » Menilik Kampanye Magnum http://bit.ly/bjduj3 […]

  • Herman Saksono :

    Harus diakui bahwa Magnum adalah produk yang baik, sehingga komunikasi pemasarannya relatif lebih mudah.

  • slams :

    wah jadi pengen ikutan kampanye magnum nih… biar dapet gratisan

  • Rusa :

    karena Rusa makin pinter, dg yg terjadi pada avatar yg Rusa follow, Rusa sama sekali gak tanya kenapa dan coklat apa yg terjadi pada avatarnya, karena dg begitu akan jd percakapan mengenai produk tsb 🙂

  • arda :

    buzz marketing sukses berat..td aja toko es sblh toko sy diberondong pertanyaan, mas ada magnum ga? sayangnya memang magnum sedang tidak available dimana2.. hebatnya consumer tdk mencari substitute product…mereka hunting trus magnum sampe kemanapun…

  • Media Ide » Blog Archive » Melihat Pemanfaatan Teknologi untuk Komunikasi Brand Tahun 2010 :

    […] Peluncuran rokok Flava dari Sampoerna juga tidak kalah heboh. Terhitung hampir 10 jenis aplikasi interaktif berbeda bisa dimainkan saat peluncurannya. Beberapa interactive table, augmented reality, interactive silhoutte, hingga video mapping (skala kecil) bisa dilihat di peluncurannya di Jakarta. Video mapping yang lebih heboh bisa dilihat pula di Kota Tua, saat proyeksi video ditembakkan di atas fasade Museum Fatahillah. Bentuk lebih sederhana, meski dengan ukuran lebih besar bisa dilihat pula akhir November kemarin di permukaan dinding Senayan City saat peluncuran es krim Magnum. […]

Tinggalkan komentar Anda!

CommentLuv badge