Home » Online Living

Berbagi Informasi Pribadi di Social Media

16 November 2010 5,032 views 9 komentar

Dunia social media ini lucu ya. Yang dulu ditakuti, sekarang malah diumbar-umbar. Waktu kita kecil dulu, orang tua selalu mewanti-wanti, jangan percaya pada orang tak dikenal. Kita nggak pernah memberi tahu alamat dan nomor telepon rumah secara sembarangan ke orang lain. Hingga masa awal social media masuk pun, kita urung menggunakan nama asli. Pasti pakai nickname untuk eksis di beragam forum dan mailing list.

Hingga situs jejaring pertemanan seperti Friendster, lalu Facebook, yang membuat kebiasaan kita menjadi berubah. Situs-situs ini bisa mendorong penggunanya untuk lebih narsis dalam berekspresi. Foto-foto diunggah, baik itu foto sendiri, keluarga, bahkan kadang sampai kebablasan, foto-foto yang sebetulnya hanya untuk konsumsi terbatas. Kita suka lupa kalau semua teman kita bisa melihat foto-foto yang kita publikasikan.

Kebiasaan kebablasan kita lainnya adalah saat mengisi profil lengkap diri di Facebook. Beberapa ada yang suka menuliskan alamat lengkap dengan nomor telepon yang bisa dihubungi. Tidak masalah kalau alamat dan telepon ini dipakai untuk keperluan bisnis. Namun saat yang ditampilkan adalah milik pribadi, ada resiko bahaya yang muncul. Apalagi kalau akun Facebook ini terbuka untuk publik, sehingga bisa dibaca oleh semua orang (termasuk yang bukan teman sendiri). Atau, bisa jadi informasi pribadi itu hanya terbatas bisa dibaca oleh teman-teman kita sendiri. Namun kita punya kebiasaan untuk menambah teman baru yang tidak kita kenal sebelumnya. Kita lalu lupa kalau teman-teman baru (asing) ini akhirnya bisa membaca informasi pribadi kita. Apakah ini yang kita mau?

Di tahun 2010 ini eranya social media berbasis lokasi. Kita bisa bercerita saat ini posisi kita sedang berada di mana. Saat meng-update status, teman kita bisa melihat jelas posisi kita saat ini di peta. Banyak yang suka menunjukkan eksistensi sosialitanya dengan menunjukkan lokasi-lokasi tempatnya bergaul, berolahraga, hingga berekreasi. Pertumbuhan setiap venue lokasi pun sedemikian cepatnya. Sepertinya nggak ada lokasi yang belum ada venue-nya di Foursquare atau Gowalla.

Kebablasannya, kita juga menambahkan venue yang kita datangi setiap hari, yakni rumah kita sendiri. Bahkan ada yang jelas-jelas menuliskan alamat lengkap rumah dan lokasi lengkapnya di Foursquare. Hal ini yang tanpa sadar sebetulnya membahayakan diri dan keluarganya. Apakah perlu (harus) mempublikasikan alamat rumah pribadi di ranah publik? Apakah ada manfaat yang bisa didapat dari sana?

Makanya, dunia social media ini lucu ya. Banyak hal yang dulu sifatnya rahasia, sekarang di era keterbukaan, yang dipaparkan malah banyak yang kebablasan. Social media, seperti namanya memang hanyalah sebuah media. Tanpa pengisi konten, social media tidak akan jadi apa-apa. Tidak ada yang melarang mengisi konten social media dengan menarsiskan diri. Namun ingat juga, hanya tayangkan informasi diri yang bisa bermanfaat bagi orang lain, dan hindari mempublikasikan informasi diri yang bisa merugikan diri sendiri (dan keluarga) di masa datang.

Oh ya, silakan baca cerita pendek di blog ini. Mudah-mudahan bisa membuat kita lebih melek akan resiko yang mungkin terjadi.

Artikel ini ditulis oleh: Pitra Satvika (@pitra)
Sehari-hari bisa ditemui di Stratego, sebuah digital agency yang membangun pengalaman digital untuk brand di ranah online dan event. Pecinta social media, fotografi, dan menulis. Penulis blog ini sejak Juli 2005.

9 komentar »

  • Tweets that mention Media Ide » Blog Archive » Berbagi Informasi Pribadi di Social Media -- Topsy.com :

    […] This post was mentioned on Twitter by Media Ide, Pitra. Pitra said: #newpost Berbagi Informasi Pribadi di Social Media (ini sudah tulisan keberapa ya ttg privacy) http://bit.ly/axWVJL […]

  • sibair :

    Benar malah sekarang banyak sosial media yg di buat ajang untuk membuat kita terkenal..seperti twitter dll atau juga sosial media yang memberi informasi dimana kita sedang berada seperti 4sq 😀

  • Kakang Prabu :

    saya membatasi diri soal mengumbar data ke publik, misalnya soal profil di FB atau cek in di 4sq. Menghindari cek-in di tempat2 yang pribadi, misalnya rumah..

  • Kampung Perawan :

    Dengan sosial media, kita lebih mudah dan cepat mendapatkan informasi terkini.

  • slams :

    be wise on internet adalah kata yang tepat

  • Media Ide » Blog Archive » Memprediksi Ranah Daring Indonesia 2011 :

    […] 2010 saat orang-orang keranjingan Foursquare, banyak yang kebablasan. Mereka tanpa pikir panjang mencantumkan lokasi rumah mereka, orang tua mereka, pacar mereka, atau […]

  • Memprediksi Ranah Daring Indonesia 2011 | Marketeers :

    […] 2010 saat orang-orang keranjingan Foursquare, banyak yang kebablasan. Mereka tanpa pikir panjang mencantumkan lokasi rumah mereka, orang tua mereka, pacar mereka, atau […]

  • Tentang Keluhan dan Kemesraan Itu…. | Journey to Faschel :

    […] yang dituliskan di sini dan di sono, sosial media menjadi tempat pelampiasan dan curhat. Saya pribadi sih, juga melakukan […]

  • Buyung arwin :

    Ok ……pintar pintar menempatkan diri kita di SOCIAL MEDIA,tapi pilihana pertemenan ada dijari anda sebelum anda untuk masuk ke dalam dunia maya ini…..harus bisa menerima komentar dari manapun juga,…..

Tinggalkan komentar Anda!

CommentLuv badge