Home » Online Branding

Konsep Game dalam Kampanye Brand

17 November 2010 5,210 views 8 komentar

Kalau ada yang suka bermain game, baik itu social game di Facebook atau multi player online game, kita pasti sudah kenal akan konsep-konsep dasarnya. Mengejar point yang bila mencapai jumlah tertentu, kita akan menerima reward. Atau, melakukan serangkaian aktivitas yang akan diikuti oleh beragam bentuk penghargaan. Semakin lama kita bermain, kita akan dihadapkan pada tantangan yang semakin sulit. Namun ada kebanggaan tersendiri setelah kita berhasil melewatinya. Kita merasa puas karena bisa punya peringkat yang lebih tinggi daripada orang lain. Namun kita juga termotivasi untuk mengalahkan orang lain yang punya point lebih tinggi daripada kita.

Sebenarnya konsep game seperti ini pulalah yang banyak diterapkan pada banyak aktivitas pemasaran brand belakangan ini. Ingat Foursquare dan badge-nya? Foursquare menuntut penggunanya untuk melakukan serangkaian aktivitas checkin. Badge menjadi reward bagi pengguna saat berhasil melaksanakannya. Pola ini pula yang dilakukan Foursquare saat Starbucks, MTV, Mazda, Mashable, dan banyak brand lain ketika bekerja sama dengan Foursquare. Kampanye terbaru Mazda di Foursquare misalnya,  mengajak anggota Foursquare untuk checkin di tempat-tempat yang telah ditentukan. Selanjutnya Mazda akan menghadiahi badge spesial di Foursquare.

Kampanye lokal yang memanfaatkan konsep game seperti ini antara lain Nokia Eksismeter dan Pocari Sweat Ionopolis. Nokia Eksismeter mengukur kadar eksistensi pengguna di social media dan menghadiahi serangkaian badge yang bisa dipublikasikan di Twitter dan Facebook. Pengguna bisa unjuk kepameran diri, apakah dia seorang yang masih cupu hingga paling eksis (ditunjukkan dengan desain badge yang berbeda).

Pocari Sweat Ionopolis juga melakukan hal serupa. Prestasi seseorang dalam bermain dilihat bisa dilihat dari peringkatnya. Pemain yang berhasil menyelesaikan tugas membasmi monster di suatu area akan mendapat penghargaan badge. Jumlah badge yang dimiliki pemain menandakan jumlah area yang berhasil dibersihkan.

Hal paling sederhana dalam pemanfaatan konsep game dalam sebuah situs sebetulnya juga bisa dilihat di situs Marketeers ini. Sistem point menentukan aktivitas anggotanya saat melakukann publikasi tulisan dan berkomentar. Ada rasa kebanggaan saat nama penulis muncul sebagai salah satu kontributor terbesar. Apalagi dengan ada reward yang menjanjikan bagi kontributor teraktif, akan memicu para penulis untuk memberikan yang terbaik.

Konsep ini tidak hanya terjadi di ranah daring. Konsep game seperti ini banyak dipakai juga dalam layanan kartu kredit. Semakin besar transaksi konsumen dengan kartu kredit, semakin besar pula point yang ia peroleh. Saat mencapai point tertentu, konsumen bisa mendapatkan reward berupa hadiah langsung atau diskon khusus keanggotaan sebuah fitness center, misalnya.

Saat brand ingin membangun engagement dengan konsumennya, konsep game seperti ini memang menarik. Konsumen mendapat motivasi untuk lebih berpartisipasi aktif. Brand pun senang karena semakin sering konsumen aktif, semakin tinggi pula tingkat keberhasilan engagement brand terhadap konsumennya. Lebih keren lagi kalau upaya ini bisa membangun loyalty konsumen terhadap brand dalam jangka waktu panjang.

Kredit foto: gnackgnackgnack

Artikel ini ditulis oleh: Pitra Satvika (@pitra)
Sehari-hari bisa ditemui di Stratego, sebuah digital agency yang membangun pengalaman digital untuk brand di ranah online dan event. Pecinta social media, fotografi, dan menulis. Penulis blog ini sejak Juli 2005.

8 komentar »

  • Kampung Perawan :

    Katanya sih, kalo anak yang pandai menyelesaikan level game hingga tamat. Dia memiliki IQ tinggi..

  • Media Ide » Blog Archive » Mekanisme Game dalam Kampanye Brand :

    […] tulisan sebelumnya, telah dibahas tentang penerapan konsep game dalam kampanye brand berikut contohnya. Dengan […]

  • rental mobil :

    makasih buat infonya

  • nonna :

    dulu waktu kecil suka banget main game..mpe sakrang pun masih..ahahaha..

    @ kampung perawan

    iya..prnah dgr juga itu..bnr gag c??

  • Mekanisme Game dalam Kampanye Brand | Marketeers :

    […] tulisan sebelumnya, telah dibahas tentang penerapan konsep game dalam kampanye brand berikut contohnya. Dengan […]

  • Keisya :

    Kalau aku game sukanya game yang kartun yang seperti game yang ada di nintendo ds gitu…

  • Kenapa artis di jejaring sosial tidak mau meng-add fansnya? :: Rahasia Payudara Blog :

    […] Media Ide » Blog Archive » Konsep Game dalam Kampanye Brand […]

  • Media Ide » Blog Archive » Belajar dari Sims Social :

    […] Sejak setahun ini cukup banyak kampanye brand yang memanfaatkan mekanisme game. Menarik sih, kalau kampanye brand itu menjadi adiktif bagi penggunanya, maka si pengguna akan terus-terusan bermain. Semakin sering bermain, pesan yang ditanamkan brand pun bisa semakin dalam. Dahulu di blog ini pernah dibahas beberapa contoh kampanye seperti ini. Silakan cek tulisan ini dan tulisan ini. […]

Tinggalkan komentar Anda!

CommentLuv badge