Home » Online Branding

Fontana Residence yang Takut akan Protes Netizen

25 November 2010 5,935 views 11 komentar

Dalam berbisnis segala sesuatunya harus dimulai dengan kejujuran. Jujur dalam mengkomunikasikan pesan, hingga yang paling sering terabaikan adalah jujur dalam penggunaan hak cipta. Banyak perusahaan yang meremehkan (atau tidak tahu) tentang hak cipta. Seharusnya dalam setiap materi komunikasi brand, tidak ada satu elemenpun di dalamnya yang melanggar hak cipta pihak lain. Bisa sepenuhnya desain yang sama sekali baru. Bisa pula menggunakan foto dan gambar stock yang jelas hak guna pakainya. Biasanya ada biaya lisensi yang dikeluarkan untuk menggunakan foto dan gambar stock. Tidak semata-mata mencari foto dan gambar di Google Images atau Flickr, lalu asal comot tanpa memperhatikan copyright-nya.

Di Flickr, semua pengunggah foto dan gambar selalu mencantumkan aturan main penggunaannya. Ada yang bebas digunakan, dimodifikasi, tanpa perlu memberikan atribusi (kredit). Ada yang bebas digunakan untuk kepentingan non komersial dan harus mencantumkan atribusi. Ada yang sama sekali tidak boleh dipakai oleh pihak lain. Hal-hal seperti ini yang suka luput dari perhatian.

Kasus ini baru saja terjadi pada Fontana Residence. Facebook Page-nya menampilkan foto-foto kegiatan pameran. Di beberapa foto terlihat desain x-banner yang menampilkan foto seorang ibu dan kedua anaknya. Ternyata foto ini diambil tanpa izin dari akun Flickr si ibu. Si ibu tidak pernah merasa ada yang memohon izin meminjam fotonya. Ia pun lalu menyebarkan informasi ini di akun Twitter-nya, dan seketika protes keras bermunculan. Banyak yang mengkritik dan mencaci maki Fontana Residence, karena melakukan aksi maling foto.

Tak lama wall Facebook Page Fontana Residence penuh dengan kritikan. Ada yang menyampaikan protes dengan gaya serius, ada yang santai, namun semuanya masih dalam batas kesopanan. Sayangnya, pemilik akun Facebook Page itu tadi malam malah melakukan tindakan yang tidak pantas. Ia lalu menghapus akun Facebook Page, menghilangkan segala bukti terkait tentang ini. Sepertinya mereka langsung panik, tidak tahu harus bersikap apa, dan memilih jalan singkat, yakni memutuskan komunikasi.

Sebetulnya krisis yang dialami Fontana Residence di social media ini masih dalam tahapan yang sederhana. Fontana Residence tinggal mengontak pemilik foto (yang juga sudah menuliskan komentar di wall-nya), diskusi baik-baik, memohon maaf, membayar royalti, diikuti dengan niat baik untuk tidak lagi menggunakan materi x-banner itu. Niscaya krisis seperti ini akan bisa ditemukan solusinya hanya dalam hitungan hari.

Selanjutnya, Fontana Residence malah bisa jadi akan mendapatkan respek dari para netizen, karena telah mengaku berbuat salah dan meminta maaf. Namun karena kini akun facebook Page-nya sudah dihapus, jangan harap deh ada kepercayaan dari netizen terhadap segala nama yang berhubungan dengan Fontana Residence, karena mereka sudah punya pengalaman buruk akan brand ini.

Di era social media, sepertinya semua brand dituntut untuk terjun bebas. Semakin cepat semakin baik. Karena kalau mereka tidak ikut terjun, kompetitor mereka yang akan mendahuluinya. Sayangnya, saat terjun bebas ini, tidak banyak yang berbekal parasut mental yang kuat. Padahal selama social media ada, akan selalu muncul percakapan positif dan negatif tentang brand di dalamnya. Tinggal keberanian brand untuk berkata bahwa tidak ada produknya yang sempurna, dan mau menerima semua komentar negatif, untuk perbaikan menjadi lebih baik di masa datang. Sikap yang sayangnya tidak dimiliki oleh Fontana Residence.

Artikel ini ditulis oleh: Pitra Satvika (@pitra)
Sehari-hari bisa ditemui di Stratego, sebuah digital agency yang membangun pengalaman digital untuk brand di ranah online dan event. Pecinta social media, fotografi, dan menulis. Penulis blog ini sejak Juli 2005.

11 komentar »

  • Tweets that mention posting ke-25 bulan ini: Tentang Fontana Residence - thx infonya: -- Topsy.com :

    […] This post was mentioned on Twitter by Bellamy Budiman, Dian Adi Prasetyo and chaper, Pitra. Pitra said: posting @mediaide ke-25 bulan ini: Tentang Fontana Residence – http://bit.ly/gmzzyy thx infonya: @ditut @pinot @bellamy […]

  • copy kucing « Potret Kehampaan :

    […] Banyak juga yang mempermasalakan copycat ini,contoh yang baru-baru ini adalah dari Fontana Residence karena melakukan aksi maling foto. Saya membaca ulasannya di blog Media Ide milik mas pitra “Fontana Residence yang Takut akan Protes Netizen” […]

  • Adam Sundana :

    Jadi pelajaran untuk korporasi lain agar tidak melakukan kesalahan yang sama dengan Fontana Residence!

  • aRuL :

    wah apalagi fontana menggunakan untuk komersil nih, bisa dituntut.

  • kurniasepta :

    kalau foto saya dicomot untuk kepetingan komersil saya juga minta bagian donk :p

  • Fontana Residence yang Takut akan Protes Netizen | Marketeers :

    […] ini juga bisa dibaca di blog penulis: Fontana Residence yang Takut akan Protes Netizen VN:R_U [1.9.3_1094]Rating: 0.0/10 (0 votes cast)VN:R_U [1.9.3_1094]Rating: 0 (from 0 votes)Related […]

  • handout :

    terima kasih banyak sudah berbagi,.

    moga sukses selalu.

  • Antyo Rentjoko :

    Biarlah ini menjadi pelajaran bersama. Pitra benar, tak semua orang mau mempelajari etiket dan cara legal pemanfaatan foto. Kalau di sxc.hu itu jelas. Malah ada yang boleh untuk komersial tanpa harus memberitahu si pemilik hak cipta.

    Yang sering berlaku adalah: kalau kita membajak maka kita tenang saja, tapi kalau karya kita dibajak maka kita nyap-nyap.

  • adhirock :

    fontana… fontana… nila setitik, rusak susu sebelanga.

  • Haqqi :

    Begh, repot juga ya… masalah hak cipta ini memang crucial..

  • Catatan Ringan Mahasiswa Telatan - Copy Kucing :

    […] Banyak juga yang mempermasalakan copycat ini,contoh yang baru-baru ini adalah dari Fontana Residence karena melakukan aksi maling foto. Saya membaca ulasannya di blog Media Ide milik mas pitra “Fontana Residence yang Takut akan Protes Netizen” […]

Tinggalkan komentar Anda!

CommentLuv badge