Home » Online Branding

Menggabungkan Dua Dunia yang Berbeda

30 November 2010 6,877 views 9 komentar

Bukan, ini bukan tulisan yang berbau klenik. Tulisan ini akan membahas ide dan teknologi, khususnya teknologi augmented reality untuk penyampaian komunikasi brand. Gambaran definisi singkat dari augmented reality (AR) adalah cara memandang lingkungan fisik kita, dengan elemen grafis virtual muncul “menumpuk” di atasnya. Biasanya supaya visual “menumpuk” ini bisa terlihat, perlu ada media penghantarnya. Bisa berupa kamera, ponsel, hingga kacamata khusus.

Tahun 2010 ini teknologi AR ini makin tren di Indonesia. Cukup banyak brand yang menggunakannya sebagai salah satu cara penyampaian pesan kepada audiensnya. Ada 2 jenis AR, versi marker dan markerless. Untuk versi marker, pengguna perlu menggunakan marka hitam putih yang sudah tersedia. Marka hitam putih ini ditunjukkan ke depan webcam, dan grafis virtual akan “muncul” di atas marka itu. Ini bisa dipakai untuk diaplikasikan di situs promosi brand. Cukup membutuhkan Flash Player untuk bisa menikmatinya.

Untuk versi markerless, pengguna tidak perlu marka hitam putih khusus. Biasanya poster atau kemasan produk bisa langsung dipakai. Cukup tunjukkan poster di depan webcam, dan grafis virtual akan “muncu” di atas poster itu. Solusi ini lebih tepat diaplikasikan untuk aktivitas below the line, karena ukuran aplikasi yang terlalu besar untuk ditaruh di situs promosi brand. Kalaupun bisa, pengguna harus mengunduh plugin khusus untuk bisa menikmtinya.

Mau tahu kampanye brand lokal apa saja yang telah mengeksplorasi ide kreatif ini?

Detik
Detik mungkin yang pertama kali bereksperimen dengan teknologi AR. Detik mengundang para pembacanya untuk ikut bermain mencari harta karun. Di situs permainannya, pemain bisa mencetak marka. Marka ini yang lalu diarahkan ke depan webcam, untuk menampilkan harta karun apa saja yang berhasil didapat pemain.

Acer Indonesia
Saat dulu kampanye I Am Spacer, Acer memasang iklan di Kompas. Iklannya ada gambar marka hitam putih berbentuk alien. Saat masuk ke situsnya, pengguna bisa menunjukkan marka ini, dan akan muncul notebook terbaru Acer lengkap dengan grafis 3D di belakangnya.

Marlboro
Saat kampanye Marlboro Red Rush dulu, sempat dijual kemasan khusus Marlboro. Di bawah kemasan ini ada sebuah marka hitam putih. Kalau berkunjung ke situsnya, pengguna bisa melihat visualisasi 3D mobil Ferrari berputar di atas marka itu. Dalam salah satu event-nya, marka serupa juga dipakai untuk bermain balap mobil. Pengguna mengarahkan marka tersebut ke kiri dan ke kanan, dan mobil Ferrari pun akan ikut bergerak ke kiri dan ke kanan menghindari halangan.

Telkom
Saat peluncuran logo baru Telkom yang dilakukan secara live di televisi, penonton bisa melihat efek grafis muncul dari gambar bola bumi yang Direktur Utama Telkom Indonsia. Awalnya muncul logo Telkom lama, lalu perlahan muncul animasi grafis bola bumi “menumpuk” di atasnya, yang lalu berubah menjadi logo Telkom baru.

Teh Celup Sosro
Pengunjung bisa membeli kemasan Teh Celup Sosro, lalu berkunjung ke situs promosi Sosro. Di situs ini, pengunjung harus mengunduh aplikasi yang dibutuhkan. Setelah terinstalasi, pengunjung bisa merasakan pengalaman AR dengan menunjukkan salah satu sisi kemasan di depan webcam.

Sosro Heritage
Sosro meluncurkan kemasan teh terbatas berjudul Sosro Heritage. Di event peluncurannya, pengunjung bisa bermain dengan kemasan ini. Kalau sisi kemasan ini diarahkan ke webcam yang sudah tersedia, maka di layar televisi di atasnya, pengunjung bisa melihat animasi grafis menarik muncul “menumpuk” di atasnya. Setiap sisi menampilkan animasi yang berbeda, dari Tari Kecak Bali, Candi Borobudur, Taman Nasional Bunaken, dll.

Iklan di koran Kompas
Beberapa kali koran Kompas memberikan value tambahan bagi pemasang iklan melalui aplikasi AR. Pembaca Kompas harus terlebih dahulu masuk ke situs AR Kompas. Di sana, pembaca harus menginstalasi plugin sebelum menikmati suguhan 3D iklan. Salah satu contohnya adalah iklan sepeda Polygon. Kalau halaman iklan ini ditunjukkan di depan webcam, maka akan muncul animasi 3D sepeda Polygon di atas halaman iklan itu.

Pastinya akan masih banyak lagi eksplorasi AR sebagai media penyampaian pesan. Kita tunggu saja ide kreatif AR apa lagi yang akan disajikan brand untuk memperkaya komunikasi pesannya.

Artikel ini ditulis oleh: Pitra Satvika (@pitra)
Sehari-hari bisa ditemui di Stratego, sebuah digital agency yang membangun pengalaman digital untuk brand di ranah online dan event. Pecinta social media, fotografi, dan menulis. Penulis blog ini sejak Juli 2005.

9 komentar »

  • Amu :

    Wohhh keren tuh yang Marlboro, gue pernah cobain! Ada yang bisa liat 3d model Ferrari, ada yang bisa maen game nyetir mobil Ferrari juga!

  • orangufan :

    wah jadi rindu project eksperimen itu 😀 AR memang seru terutama yang flash atau FLAR, thx udah menyebutkan misteripulau digitalnya detik

  • kurniasepta :

    kayaknya sering dibahas mengabungkan 2 dunia yang berbeda 🙁

  • handout :

    terimakasih sudah berbagi

    semoga sukses selalu..

  • Melihat Pemanfaatan Teknologi untuk Komunikasi Brand Tahun 2010 | Marketeers :

    […] Teknologi lainnya yang mulai bergaung di tahun 2010 adalah augmented reality. Brand banyak yang mulai memanfaatkan teknologi ini sebagai bagian dari kampanyenya. Sebut saja Acer, Marlboro, Telkom, Kompas, Flava, Tehbotol Sosro, dan Nutrisari yang telah memanfaatkan teknologi ini baik untuk kampanye daring maupun untuk below the line mereka. Pengguna diajak merasakan pengalaman brand saat dunia virtual menyatu dengan dunia nyata. Lebih lengkap tentang ini bisa dibaca di tulisan ini. […]

  • Silvia Merrill :

    kayaknya sering dibahas mengabungkan 2 dunia yang berbeda 🙁

  • iptek :

    keren artikel dan reviewnya….

  • Indra Herlambang Canggung Perankan Tokoh Rasyid | Alde Blog :

    […] Media Ide » Blog Archive » Menggabungkan Dua Dunia yang Berbeda […]

Tinggalkan komentar Anda!

CommentLuv badge