Home » Online Communities

Enam Tipe Homo Digitalis

1 December 2010 12,882 views 16 komentar

Keren ya istilahnya? Homo Digitalis ini maksudnya adalah manusia yang dekat dengan teknologi. Istilahnya diambil dari riset Digital Antrophology 2009 yang diselenggarakan oleh University of Kent dan TalkTalk di Inggris. Unduh saja laporan lengkapnya di sini. Riset ini bertujuan untuk mengukur dengan objektif bagaimana teknologi mempengaruhi kehidupan sehari-hari.

Riset ini mengkategorikan Homo Digitalis menjadi 6 kelompok:

Digital Extroverts

  • Sangat terlibat dengan teknologi konvergensi antara mobile dan internet, seperti BlackBerry, iPhone, dan Android. Mereka suka berkoneksi dan berbagi data.
  • Membutuhkan kenyamanan saat menggunakan internet di manapun (alias butuh bandwidth besar). Mereka sangat tergantung dengan internet.
  • Teknologi ini mereka gunakan untuk terlibat rutin berinteraksi. Mereka “always on.” Melakukan status update buat mereka adalah rutinitas sehari-hari.
  • Mereka suka berbagi foto, resep, dokumen, mengamati secara real time aktivitas teman dan keluarga mereka. Mereka juga aktif menulis blog.

Timid Technoprobes

  • Mereka menggunakan mobile, tapi tidak tertarik dengan smartphone karena mereka hanya menggunakan fitur standarnya saja, seperti telepon dan SMS. Kalau mereka mau mengirim email, mereka lebih suka menggunakan keyboard.
  • Keahlian internet mereka terbatas, dan hanya menggunakan seperlunya saja. Ada yang sudah bisa menggunakan email, tapi mereka lebih suka menggunakan pena dan kertas dan mengirim surat konvensional.
  • Mereka berpikir, terlalu banyaknya informasi di internet membuat mereka tidak tahu siapa yang bsa dipercaya. Mereka berpendapat kalau kualitas konten di internet itu perlu diregulasi.
  • Mereka tidak tertarik menulis blog, menggunakan Twitter, karena pikir mereka, itu hanya pekerjaan orang-rang yang kelebihan waktu saja. Mereka tidak tertarik menggunakan Facebook, karena mereka sudah cukup banyak teman, dan lebih suka bertemu muka langsung daripada berkenalan di internet.

Social Secretaries

  • Kebanyakan adalah perempuan sibuk, yang setiap hari berhadapan dengan keluarga, pekerjaan, dan sosialita. Bila ada sesuatu yang bisa membuat hidup mereka lebih mudah, maka mereka dengan senang hati menggunakannya.
  • Mereka terlalu sibuk untuk bereksperimen dengan beragam gadget. Mereka cukup senang bila gadget yang mereka gunakan bisa membantunya berhubungan dengan orang lain, seperti meng-SMS keluarganya, menelepon pasangannya, atau chat dengan teman-teman lamanya.
  • Faktor sosial berperan penting di grup ini. Mereka menghargai pertemanan dan mau menggunakan teknologi demi bisa tetap terkoneksi.
  • Mereka menghargai komitmen sosial, dan di antara kelompok pertemanannya, mereka akan saling berbagi tulisan, foto, atau tergabung dalam online group (seperti mailing list atau Facebook Groups).

First Lifers

  • Untuk mereka, hidup adalah untuk dijalani, di ruang luar. Mereka lebih suka berselancar (dalam arti sebenarnya) daripada berselancar di internet, meski kenyataannya bisa jadi mereka melakukan keduanya. Saat smartphone semakin banyak digunakan, mereka hidup terkoneksi di internet tanpa mereka menyadarinya. Mereka menggunakan Skype, Google, Facebook, dll untuk mencari tahu di mana tempat kongkow berikutnya.
  • Mereka tidak peduli bagaimana internet bekerja. Bagi mereka, yang penting mereka bisa menikmati musik, video, dan bermain online game dengan lancar.
  • Mereka menggunakan GPS di mobile-nya untuk mencari restoran atau tempat gaul terdekat, tanpa memikirkan bagaimana informasi tentang lokasi itu bisa ada di GPS-nya.

E-ager Beavers

  • Mereka mirip dengan Digital Extroverts, namun mereka kurang percaya diri. Mereka lebih suka mengunduh daripada mengunggah. Mereka tidak punya kepercayaan atau dorongan untuk mengunggah konten mereka sendiri, apalagi diminta untuk menulis blog.
  • Mereka suka internet bisa membuat mereka terkoneksi akan hal-hal baru (musik, TV, dll) dan teman-teman lama mereka di jejaring sosial. Mereka tidak tertarik untuk mencari teman baru di ranah daring.
  • Konvergensi teknologi membuat mereka tidak terlalu mengkhawatirkan banyak hal, sehingga mereka bisa dengan leluasa mengunduh dan bermain online game.

Web Boomers

  • Mereka tertarik akan fakta betapa cepat dan efisiennya informasi mengalir di internet. Semuanya bisa mereka nikmati langsung dari rumah mereka. Informasi dari internet mulai menggantikan perpustakaan lokal sebagai sumber informasi dan hiburan utama.
  • Mereka lebih dewasa dan bijak dibanding kelompok lainnya. Membaca informasi di internet tidak lantas membuat mereka yakin kalau itu benar. Mereka akan mengecek ulang melalui sumber informasi yang telah mereka percayai sebelumnya. Mereka pun masih aktif membaca koran setiap hari.
  • Mereka punya banyak waktu luang, dan mereka mengabiskannya dengan kegiatan yang mereka sukai. Kelompok ini sudah biasa bertransaksi dan berbelanja di ranah daring. Mereka akan membaca banyak resensi produk dan melakukan komparasi harga dulu sebelum memutuskan membeli.
  • Mereka tidak tertarik dengan jejaring sosial. Mereka lebih suka menggunakan telepon rumah untuk berhubungan dengan teman dan keluarganya. Mereka mulai belajar menggunakan Skype sebagai pelengkap telepon tradisional, agar mereka bisa melihat perkembangan cucu mereka di seberang sana.

Simak pula video singkatnya di sini.

Nah kalau Anda sendiri, kira-kira masuk kategori yang mana?

Artikel ini ditulis oleh: Pitra Satvika (@pitra)
Sehari-hari bisa ditemui di Stratego, sebuah digital agency yang membangun pengalaman digital untuk brand di ranah online dan event. Pecinta social media, fotografi, dan menulis. Penulis blog ini sejak Juli 2005.

16 komentar »

  • hedi :

    tidak masuk ke kategori manapun 🙂

  • kurniasepta :

    Nah kalau Anda sendiri, kira-kira masuk kategori yang mana?

    Gak bisa menilai, tolong dinilai donk :p

  • Tweets that mention Media Ide » Blog Archive » Enam Tipe Homo Digitalis -- Topsy.com :

    […] This post was mentioned on Twitter by Veronica Ridayana, Aris FM. Aris FM said: Enam Tipe Homo Digitalis http://j.mp/f9CJuj […]

  • wahyudinor :

    web boomers donk!

  • sibair :

    homo digitalis ? saya ndak homo loh mas 😐 hehehe

  • John Murdock :

    hm, tidak terasa pengaruh teknologi sudah begitu besar rupanya, sampai2 ada pengkategorian dalam hal ini, well kalau dikategorikan, sy mencintai teknologi dan alam, lebih suka kalau keduanya balance… jd apa ya? web boomers mungkin? 😀

  • Antyo Rentjoko :

    Seperti Hedi. Saya tak termasuk manapun. 🙂

  • lintas-oto.info :

    Mantaf artikelnya gans… senang bisa berkunjung ke situsnya :)…

  • warm :

    sepertinya saya ga masuk kategori manapun,

    musti ada kategori yg lain mustinya

    *maksa*

  • Kreatif Blog | Blog Creative | Gcreatives Blog | Creative Inspiration :

    […] mungkin kita masih belum percaya diri? seperti yang di jabarkan Om Pitra di artikelnya Enam Tipe Homo Digitalis, kita masuk kategori E-ager Beavers karena masih kurang percaya diri.  Tidak memiliki keinginan […]

  • varley :

    Baru tahu ,mengenai Homo Digitalis

    Aku jadi merasa salah satu darinya…

    Duh gimana ya????

  • hans@ mobil keluarga :

    Kalau saya sepertinya msuk ke digital extroverts karena hobi ngeblog, cuma kurang hobi fesbuk, twitter dll.

    Artikel yg cukup menarik sob, thx

  • orang jujur :

    Homo Digitalis? pasti vibratornya merangkap iphone

  • Nona Mills :

    sepertinya saya ga masuk kategori manapun, musti ada kategori yg lain mustinya *maksa*

  • AnggaRifandi :

    saya belum gak masuk kategori manapun 😀
    AnggaRifandi baru saja menulis..Kapankah Joomla! 16x Rilis

  • fachmy casofa :

    seperti gue masuk di digital extroverts deh kak…

Tinggalkan komentar Anda!

CommentLuv badge