Home » Online Living

Melihat Kampanye Daring Tahun 2010

17 December 2010 6,868 views 11 komentar

Karena akhir tahun, dan seperti bulan Desember tahun-tahun lalu, yang ngetren adalah evaluasi dan prediksi. Jadi, biar dianggap gaul, blog ini pun akan ikut tren serupa pula. Bedanya yang akan dibahas adalah kehebohan lokal yang terjadi di ranah daring.

Tahun 2010 ini bisa dibilang tahunnya social media di Indonesia. Pertumbuhan pengguna Facebook di Indonesia yang mencapai lebih dari 200% dalam 6 bulan. Pertumbuhan pengguna Twitter yang tercepat se-Asia. Baik di Facebook maupun Twitter, Indonesia tiba-tiba menjadi rajanya, dengan masuk dalam Top 5 tertinggi di dunia, dan terus menanjak. Jakarta bahkan sempat didaulat menjadi ibukota Twitter se-Asia. Kalau tahun 2009 untuk membuat topik Indonesia menjadi trending topic adalah sebuah pencapaian prestasi, sekarang sudah bukan tantangan lagi. Hampir setiap peristiwa yang berbau nasional pasti akan masuk menjadi trending topic dunia.

Popularitas situs social media lokal pun nggak kalah. Pengguna Kaskus meningkat pesat. Transaksi penjualan di Forum Jual Beli sudah banyak yang menggunakan Kaspay, gerbang pembayaran resmi Kaskus. Situs berbasis lokal Koprol resmi diakuisisi oleh Yahoo! bulan Mei 2010 dan menjadi bagian dari strategi Yahoo! mengejar komunitas daring di Asia. Belakangan Yahoo! pun gencar dengan merilis versi lokal bahasa Indonesia untuk Yahoo! Answers dan Flickr. Tiga produk ini menjadi andalan Yahoo! menancapkan eksistensinya di Indonesia.

Beberapa pemain baru di dunia daring pun bermunculan. Ada Plasa.com yang merejuvenasi situsnya, dan hingga kini terus berupaya memperbaiki desain supaya bisa memberi pengalaman menyenangkan bagi penggunanya. Ada lagi GantiBaju.com, sebuah startup di bidang desain (khususnya kaos) yang berhasil memenangkan juara utama SparxUp Award, sebuah penghargaan untuk insan startup lokal Indonesia. Berbeda dengan startup lain yang bermunculkan, GantiBaju.com sudah bisa mendapatkan revenue sejak awal situs ini didirikan melalui penjualan kaos.

Sewaktu tahun 2008 kampanye brand di ranah daring masih menggunakan microsite. Tahun 2009 mulai menggunakan Facebook namun masih terbatas. Tahun 2010, semua kampanye brand pasti muncul di Facebook atau Twitter. Mereka mulai fokus, kalau kini saatnya brand yang mendatangi konsumen, bukan lagi memaksa konsumen untuk datang ke situs miliknya. Meski berani terjun di Facebook dan Twitter, bukan berarti mereka sudah menjalankannya dengan benar ya. Setidaknya mereka sudah berani maju satu langkah untuk terlibat ngobrol dengan konsumennya.

Nggak sedikit kampanye brand yang garing, meski yang sukses pun juga cukup banyak terlihat. Promosi film Rumah Dara di awal 2010 adalah contoh berhasilnya penggunaan Twitter untuk menggerakkan massa untuk menonton. Banyak brand lainnya mencoba peruntungannya dengan menyelenggarakan berbagai kuis berhadiah di Twitter. Tiba-tiba saja dalam beberapa bulan, Twitter penuh dengan banyak kampanye brand. Sebut saja #50persen, #soimpressive, #soyjoyhealthylicious, #comeswithmusic, #belgianchocolate dan masih banyak lagi sempat memenuhi timeline Twitter. Semuanya secara tidak langsung mewakili promosi brand.

Salah satu yang terlihat menuai kesuksesan adalah kampanye Magnum di bulan November kemarin. Beberapa figur selebriti baru Twitter menjadi buzzer, yang berhasil menggulirkan isu es krim ini terus menerus. Banyak sekali pengguna Twitter yang lalu rela mengganti avatarnya dengan gambar lelehan cokelat.

Kalau tahun 2009 dulu, banyak brand melirik blogger untuk membantu menyampaikan komunikasi pesannya. Tahun 2010 ini pengguna Twitter yang memiliki banyak follower menjadi influencer-nya. Mereka yang kebanyakan adalah selebriti di dunia nyata, ikut berperan dalam penyampaian komunikasi brand. Tentunya dengan bayaran yang tidak murah, bahkan jauh lebih mahal daripada saat tahun 2009 lalu membayar seorang blogger.

Tahun 2010 juga diramaikan dengan aksi Sinta Jojo. Dua penyanyi lipsynch ini mendadak menjadi selebriti terkenal di bulan Agustus hanya karena aksinya di YouTube. Apalagi saat mereka menjadi bahasan di Kaskus. Video mereka dilihat lebih dari 5 juta kali. Mereka pun akhirnya sempat muncul beraksi di layar televisi. Bahkan Nokia Indonesia sempat menggandeng mereka berdua untuk promosi daring salah satu produk ponselnya.

Ada pula duet kakak beradik Gamaliel dan Audrey yang sudah eksis di YouTube sejak lebih dari setahun lalu. Suara mereka yang sangat bagus ini akhirnya ikut mengisi acara Harmoni SCTV episod terakhir. Ada pula Adhitia Sofyan, yang membagikan lagunya gratis melalui blognya. Ia juga ikut mengisi acara Harmoni SCTV. Publisitas bawah tanah melalui social media ini membuat mereka eksis pula di media tradisional.

Mungkin masih banyak lagi yang terlewat di sini. Silakan simak saja tulisan blog ini dalam setahun ini untuk lebih lengkapnya. Namun hal yang bisa ditarik kesimpulan adalah, 2010 ini adalah tahun hidupnya social media di Indonesia. Penggunanya meningkat. Aktivitas di dalamnya juga luar biasa sangat banyaknya. Potensi komunitas yang menjanjikan, hingga Yahoo! (dan juga Google) mulai menginjakkan kakinya di Indonesia dan mulai mencari partner lokal.

Jadi apa yang akan terjadi di tahun 2011? Tunggu tulisan selanjutnya saja ya..

Artikel ini ditulis oleh: Pitra Satvika (@pitra)
Sehari-hari bisa ditemui di Stratego, sebuah digital agency yang membangun pengalaman digital untuk brand di ranah online dan event. Pecinta social media, fotografi, dan menulis. Penulis blog ini sejak Juli 2005.

11 komentar »

Tinggalkan komentar Anda!

CommentLuv badge