Home » Online Living

Melihat Pemanfaatan Teknologi untuk Komunikasi Brand Tahun 2010

20 December 2010 8,215 views 7 komentar

Masih refleksi akhir tahun 2010. Sebelumnya lebih banyak membahas perkembangan ranah daring tahun ini. Silakan baca dulu di sini. Tulisan kali ini lebih membahas sisi teknologinya (sejauh yang tahu ya). Kalau bicara teknologi di 2010, yang terpikir pertama kali mungkin adalah iPad dan OS Android-nya Google.

iPad mungkin tidak akan terasa revolusioner kalau tidak banyak aplikasi yang mendukungnya. Aplikasi yang sempat membuat heboh salah satunya adalah majalah Wired. Konsep yang dibawakan majalah ini melalui iPad menabrak konsep majalah yang sudah ada. Permainan multimedia, geser-geser halaman, integrasi social media, membuka pemikiran baru akan konsep sebuah majalah. Konsep yang di tahun 2010 ini langsung dengan cepat diadaptasi oleh Kompas, yang menerbitkan aplikasi Kompas Editor’s Choice setiap harinya untuk iPad.

Perkembangan Android sebagai OS ponsel juga luar biasa. Tahun 2010 ini banyak banget brand ponsel yang memberanikan diri terjun memasarkan Android di Indonesia. Brand terkenal dan langsung mengeluarkan beberapa seri di Indonesia adalah Samsung, bahkan seri Galaxy Tab-nya berani ia posisikan langsung melawan iPad. Ada lagi Acer, brand komputer yang tiba-tiba memberanikan diri mengeluarkan ponsel dengan Liquid dan Stream-nya, hanya karena melihat potensi Android. Pemain lokal pun tidak mau kalah. Nexian mengeluarkan Journey untuk ikut bersaing di ponsel berbasis Android, dengan harga yang semakin turun di akhir tahun. Kalau sampai harga smart phone menjadi sangat terjangkau bagi konsumen umum, bisa dipastikan pola konsumsi internet di tahun 2011 akan ikut menjadi semakin tinggi.

Teknologi lainnya yang mulai bergaung di tahun 2010 adalah augmented reality. Brand banyak yang mulai memanfaatkan teknologi ini sebagai bagian dari kampanyenya. Sebut saja Acer, Marlboro, Telkom, Kompas, Flava, Tehbotol Sosro, dan Nutrisari yang telah memanfaatkan teknologi ini baik untuk kampanye daring maupun untuk below the line mereka. Pengguna diajak merasakan pengalaman brand saat dunia virtual menyatu dengan dunia nyata. Lebih lengkap tentang ini bisa dibaca di tulisan ini.

Hampir semua kampanye daring yang terjadi selama 2010 memanfaatkan API (application programming interface) beragam situs social media. Sebut saja Facebook, Twitter, hingga Foursquare. Beberapa brand seperti Nokia, Pocari Sweat, atau Clean & Clear hanyalah sebagian contoh pemanfaatan API social media seekstensif mungkin. Malah rasanya basi kalau membuat kampanye daring di 2010 tanpa ada keterlibatan social media di dalamnya.

Kalau bicara tentang below the line, di sinilah biasanya brand unjuk kebolehan dengan lebih dahsyat memanfaatkan teknologi terbaru yang customized untuk promosinya. Sebut saja Nutricia dengan kampanye Immunoland yang roadshow ke mal-mal di berbagai kota. Permainan multiplayer dengan Wii, motion sensor, hingga interactive floor yang didesain khusus menjadi alat bagi Nutricia untuk mengedukasi konsumennya.

Peluncuran rokok Flava dari Sampoerna juga tidak kalah heboh. Terhitung hampir 10 jenis aplikasi interaktif berbeda bisa dimainkan saat peluncurannya. Beberapa interactive table, augmented reality, interactive silhoutte, hingga video mapping (skala kecil) bisa dilihat di peluncurannya di Jakarta. Video mapping yang lebih heboh bisa dilihat pula di Kota Tua, saat proyeksi video ditembakkan di atas fasade Museum Fatahillah. Bentuk lebih sederhana, meski dengan ukuran lebih besar bisa dilihat pula akhir November kemarin di permukaan dinding Senayan City saat peluncuran es krim Magnum.

Bisa jadi masih banyak contoh pemanfaatan teknologi lainnya yang luar biasa, namun terlewat. Mungkin teman-teman bisa menambahkan?

Teknologi berubah sangat cepat. Apa yang keren di tahun 2010 bisa jadi basi di tahun 2011. Prinsipnya, konsumen suka akan suatu hal yang baru. Sesuatu yang belum pernah ia alami sebelumnya, dan memberikan sentuhan pengalaman menarik yang bersifat personal. Kira-kira apa ya yang akan menjadi tren di tahun 2011 nanti?

Artikel ini ditulis oleh: Pitra Satvika (@pitra)
Sehari-hari bisa ditemui di Stratego, sebuah digital agency yang membangun pengalaman digital untuk brand di ranah online dan event. Pecinta social media, fotografi, dan menulis. Penulis blog ini sejak Juli 2005.

7 komentar »

Tinggalkan komentar Anda!

CommentLuv badge