Home » Online Communities

Kalau Brand Punya Penggemar

12 March 2011 3,890 views 15 komentar

Seharusnya brand senang ya kalau ia ternyata punya banyak penggemar. Ada orang memang yang bersifat netral terhadap brand. Ada lagi yang hanya ingat akan brand kalau si brand sedang berbuat salah. Namun yang biasanya langka adalah menemukan orang yang cinta banget dengan si brand. Memang sih untuk brand besar seperti Harley Davidson, Bentley, Coca-Cola, bisa ditemukan banyak penggemar yang loyal. Namun kalau brand telekomunikasi lokal? Hmmm… belum tentu.

Baru tahu tadi siang kalau ada satu akun Twitter yang mengaku pecinta brand Telkomsel. Akun ini katanya independen, tidak ada hubungannya dengan Telkomsel. Nama akunnya @TelkomseLovers. Follower-nya jumlahnya luar biasa, lebih dari 5.000. Biasanya akun ini sering men-tweet info seputar aktivitas Telkomsel. Sudah sempat dikonfirmasi tadi ke teman di marketing Telkomsel, kalau akun @TelkomseLovers ini tidak ada hubungannya sama sekali dengan pihak Telkomsel.

Brand seharusnya senang dong kalau ada akun-akun seperti ini? Yang secara spontan dan loyal terhadap brand (tanpa perlu dibayar pula). Yah kalau semua tweet-nya positif siapa yang nggak senang kan? Sayangnya, karena ini akun independen yang lepas dari kendali brand, bisa saja terjadi sesuatu yang tidak diinginkan. Yang sialnya, kalau sampai itu kejadian, yang terseret adalah brand-nya juga.

Setidaknya itulah yang terjadi tadi sore. Saat bencana tsunami melanda Jepang, akun ini menuliskan tweet yang kurang pantas.Kesannya akun ini mencoba mendompleng bencana untuk ketenarannya. Sesuatu yang biasanya ditulis tanpa pikir panjang terlebih dahulu. Linimasa pun penuh dengan makian dan sindiran. Akhirnya tweet yang mengganggu itu pun dihapus, dan pemilik akun meminta maaf, sekaligus menjelaskan kalau akun ini adalah akun komunitas, dan bukan dimiliki oleh Telkomsel.

Sayangnya nama akun itu sendiri menggunakan elemenn nama brand. Mau nggak mau, brand ikut terseret. Orang sudah berprasangka buruk dulu terhadap brand tersebut. Tidak tahu apakah ada tindakan lebih lanjut antara Telkomsel dan akun komunitas ini. Seharusnya sih ada pembicaraan di balik layar tentang hal ini (seharusnya loh).

Pelajaran yang bisa diambil dari kasus tadi sore adalah, perlunya brand ikut mengecek para konsumen loyalisnya. Mereka sudah pasti mendukung aksi yang dilakukan brand, namun bukan berarti mereka tidak akan punya kesalahan. Brand tidak akan hidup tanpa komunitas. Seharusnya brand juga ikut membantu saat konsumen loyalisnya saat menghadapi masalah, apalagi kala itu menyeret nama brand di dalamnya.

Sayangnya akun resmi brand @telkomsel sama sekali tidak melakukan konfirmasi tentang hal ini. Untungnya kejadian tadi sore tidak melebar luas. Orang yang sempat kesal, akhirnya percaya kalau @TelkomseLovers bukanlah akun resmi brand. Namun seandainya saja tadi suasana semakin memanas, akan sangat berbahaya kalau tidak ada konfirmasi resmi dari @telkomsel. Sekali lagi, untungnya hal ini tidak kejadian.

Kalau menurut Anda, apa yang sebaiknya brand lakukan kalau menemukan kejadian serupa? Dibantu untuk menjernihkan suasana? Atau dibiarkan saja?

Kredit foto: Terry Johnston

Artikel ini ditulis oleh: Pitra Satvika (@pitra)
Sehari-hari bisa ditemui di Stratego, sebuah digital agency yang membangun pengalaman digital untuk brand di ranah online dan event. Pecinta social media, fotografi, dan menulis. Penulis blog ini sejak Juli 2005.

15 komentar »

  • Rusa :

    bahkan Rusa baru tahu kalo itu bukan punya Telkomsel asli. hmmm

  • Belajar Ngeblog di BLOG :

    Saya pengguna telkmsel, kdg pernh komplain dg mention tlkmsel tdk ditanggapi.

    Brand hruslh merangkul mereka dan memantaux.

  • Seuz :

    Seharusnya perusahaan memberikan klarifikasi, Dan terbukti di media online ternama Telkomsel telah memberikan klarifikasinya tentang masalah yang terjadi.

  • komuter :

    saya setuju jika brand ikut bantu menjernihkan suasana tapi bukan hanya sekedar bela diri.
    komuter baru saja menulis..Sepeda tanpa standar

  • seragam sekolah :

    itulah endonesia
    seragam sekolah baru saja menulis..Salah Satu Contoh Produk Dasi Grosirseragamsekolahwordpresscom

  • sibair :

    Wah harusnya bisa lebih menjaga perkataan ya.. mengingat dia bawa brand besar loh… tapi yang namanya manusia tidak lepas dari kesalahan *eh*

  • Suke :

    seharusnya seeh ya dibantu dong, brand geto loh, apalagi brand yang nilainya dah tinggi,
    hedoplah endonesya raia…
    *nggak nyambung ya…? πŸ™‚

  • Nana :

    Saya Pecinta TELKOMSEL juga Udah 15 Tahun lebih jadi pelanggan nya. Sebagai masukan seperti nya Telkomsel jangan berdiam diri, berikan kesempatan kepada komunitas pecinta TELKOMSEL, untuk menjembatani mereka, saya yakin hal ini akan menjadi preseden yang terbaik untuk TELKOMSEL. Jangan lupa berkunjung ke blogs yang saya miliki, berikan kritik dan komentar yang membangun untuk perbaikan blogs tersebut. Terima kasih
    Nana baru saja menulis..INDONESIAN TSUNAMI VS JAPAN TSUNAMI

  • obat alami paru-paru :

    fans?pecinta suatu brand,ada positif dan negatifnya positif jika terkedali negatif jika dibiarkan bebas tanpa aturan,da hendakya brandyapun mau turun membina dan memfasilitasiya

  • rumah dijual :

    harusnya brand membantu,bagus donk punya penggemar???jangan diem aja kalo menurut saya kerjasama saja dengan baik sesama pemakai brand.

  • rumah dijual :

    bagus donk punya penggemar???mending kerjasama saja sesama penggemarnya,supaya ga kabur penggemarnya!!!heheee

  • oghello :

    mantappppppppp cinkkkkkkkkkk
    n dahsyattttttt
    oghello baru saja menulis..Sea cucumbers Holothuria sp

  • Bon Jovi: Steve Jobs Rusak ‘Momen Indah’ Musik | Alde Blog :

    […] Media Ide » Blog Archive » Kalau Brand Punya Penggemar […]

  • aRcliff :

    padahal itu kan akun twitter resmi dari telkomsel..
    wkwkk.. mengharukan memang … karna yg submit status bisas jd karyawan.. or manager yg sedang tidak stabil πŸ˜›

  • bukik :

    btw, apa akun resmi telkomsel itu follow akun tidak resminya?
    apakah memantau atau cuek2 aja? Atau baru kasih klarifikasi setelah ada insiden?
    bukik baru saja menulis..HC30- All employees are social media marketers too

Tinggalkan komentar Anda!

CommentLuv badge