Home » Online Branding

Kontes Daring dan Antisipasinya

13 April 2011 8,506 views 14 komentar

Di tulisan sebelumnya telah disebutkan ada banyak cara para peserta kontes mengakali permainan. Tentunya sebagai penyelenggara kontes, kita harus bisa mengantisipasinya, dengan cara menghadangnya dari sisi teknis dan dari sisi mekanisme kontes itu sendiri. Beberapa cara yang bisa dilakukan untuk mengurangi terjadinya kecurangan:

  • Membuat peraturan syarat dan kondisi (terms and conditions) yang jelas dan mengikat. Peserta kontes harus menyetujui dahulu syarat dan kondisi tersebut sebelum mengikuti kontes. Jelaskan kalau semua tindakan kecurangan baik akan ditindak tegas dengan mendiskualifikasi peserta. Jelaskan juga kalau semua point yang muncul tidak bisa diganggu gugat oleh peserta.
  • Jelaskan kalau setiap bentuk likes, votes, invitation, dan mention hanya berlaku untuk akun yang jelas eksis di Facebook atau Twitter. Kalau sampai terbukti ada pengguna yang melakukan kecurangan dengan membuat akun baru (atau akun yang usianya baru 1 bulan sebelum masa kontes), maka perhitungan terhadap akun itu tidak berlaku. Akun tersebut juga harus aktif, artinya bila dalam sehari tidak ada aktivitas baru di akun tersebut, maka perhitungan terhadap akun itu juga tidak berlaku. Untuk mention Twitter, hal ini bisa diantisipasi untuk memfilter mention dari pengguna Twitter yang masih baru. Yang sulit itu adalah memfilter likes, dan memang belum ada solusinya.
  • Menyusun mekanisme agar ada maksimum limit point yang bisa dicapai dalam sehari. Misalnya dengan membatasi jumlah maksimum votes atau invitation per hari. Jadi sehebat-hebatnya pemain, tetap akan ada batas atas point yang bisa dicapai dalam sehari. Kondisi ini juga akan menjaga agar mekanisme kontes tetap seimbang dengan peserta lainnya.
  • Kombinasikan mekanisme kontes yang bersifat kuantitatif dengan model kontes lain yang bersifat kualitatif. Misalnya, menulis essay atau blog, yang akan dinilai oleh beberapa juri. Meski terlihat subjektif, namun ini akan terasa lebih adil dibandingkan model kuantitatif. Model kontes seperti banyak-banyakan likes atau votes memang sangat bagus dalam membangun awareness kontes, namun kelemahannya, nanti hanya pemain populer saja yang punya kesempatan menang.
  • Mengaitkan kontes dengan sales. Lebih rumit memang, tapi ini akan menjamin pula agar siapapun yang akhirnya menjadi pemenang kontes, sudah pernah melakukan pembelian produk tersebut. Penyelenggara kontes pun senang karena yang menjadi pemenangnya adalah memang mereka yang menggunakan produknya. Caranya bisa macam-macam. Kalau yang dilakukan oleh FreshLook Indonesia di kampanye Natural Points-nya, pemain harus pernah membeli sejumlah produk FreshLook dulu. Saat membeli di toko yang ditunjuk, pemain akan mendapatkan kode voucher, yang kalau dimasukkan di situsnya, akan menambah point, sekaligus membuatnya bisa melakukan redeem hadiah menarik di situs itu.

Mungkin itu sekedar usulan untuk penyelenggara kontes daring. Atau mungkin ada tambahan usulan lain?

Kredit foto: Soggydan

Artikel ini ditulis oleh: Pitra Satvika (@pitra)
Sehari-hari bisa ditemui di Stratego, sebuah digital agency yang membangun pengalaman digital untuk brand di ranah online dan event. Pecinta social media, fotografi, dan menulis. Penulis blog ini sejak Juli 2005.

14 komentar »

  • andri :

    ya, btul…biasanya kalo melalui votes n likes, hanya yang sudah populer saja yang menang….dan tentunya ga adil untuk karya2(terlebih bila lomba blog) yang bagus tapi sedikit yang vote n like

  • Ceritaeka :

    Ribet juga jd penmyelenggara kontes πŸ˜›

  • Billy Koesoemadinata :

    terms & conditions yang jelas, walau ada poin: tidak bisa diganggu gugat, nyatanya tetep aja pasti bakal muncul argumen dan suara ketidakpuasan.

    terutama, kalo penyelenggaraan kuis mencakup banyak pihak (sponsor, dll) yang kadang ‘lupa’ garis koordinasi padahal udah jelas2 kita buat laporannya.

    *curcol*

  • Arham :

    nice..inspired om pitra πŸ™‚ …. hmm dipikir dulu kira kira apa lagi yang bisa ditambahain yah

  • kurniasepta :

    aturan yg jelas, dan kontes yg freindy dengan peserta memang bisa bikin ramai πŸ˜†
    kurniasepta baru saja menulis..Mengenal Blitar Lewat Blitar Djadoel

  • kurniasepta :

    oh BTW, backgroundnya media ide keren, bisa berubah-ubah πŸ˜€
    kurniasepta baru saja menulis..Mengenal Blitar Lewat Blitar Djadoel

  • Pitra :

    @kurniasepta:
    Akhirnya ada yg comment juga mengenai theme blog ini. Bukan hanya background, tapi warna dominan di tengah2 juga ikut berubah.

  • Adham Somantrie :

    IMHO, mau model kuantitatif ato kualitatif, ya kembali ke tujuan awalnya…
    Adham Somantrie baru saja menulis..Xerox Phaser 3124 on Mac OS X

  • Rusa :

    baru menang 1 kali kontes πŸ™‚

  • Fenomena Profesi #KuisHunter di social media | simply echo :

    […] artikel terkait tentang antisipasi kuis hunter apabila mereka merugikan kontes daring – dari Pitra (Media […]

  • Putra :

    saya sbg kuis hunter memang kesal dg sistem banyak2an vote/like/RT krn rata2 yg menang adl yg punya akun fake byk,kalo boleh usul bikin kuis yg kreatif & dinilai oleh juri aja mas Pitra,tentunya dg aturan yg jelas dan harus dipatuhi oleh semua pihak,termasuk penyelenggaranya.Trus ada jg 1 org yg punya bbrp akun twitter utk kuis dg nama beda,tp kalo menang data yg dipake data mereka jg.Id twitter yg beriis nama samaran plus foto bukan foto asli dia jg berpotensi sbg akun fake,walaupun ga semua.

    @HendraEkaPutr4

  • trend aksesoris :

    menarik ya permainan ini,.
    gmna ya klo kontes ini diadakan waktu 17an,.. hehhehe,. ^^
    trend aksesoris baru saja menulis..Changes in club membership terms

  • zie :

    yup bener banget tuh, hrs-nya kontes itu menilai sisi kreatifitas jg, bkn sekedar mnt like atau vote. kadang yg menang bkn orng populer, tapi orang yg rela beli likes, gila like aja dibeli. btw ini ada info kuis baru http://bit.ly/ueaTW0

  • ruli :

    paling gak banget sam kontes likeeeee likeee and like, saat like bs dibeli, maka pembeli yg menang

Tinggalkan komentar Anda!

CommentLuv badge