Home » Online Living

Aplikasi Social Mobile yang Menghasilkan

12 May 2011 5,243 views 8 komentar

Saat semalam datang ke perhelatan #startuplokal ada satu hal yang menarik perhatian. Bukan, bukan makanan atau pengunjungnya, tapi dari presentasi yang dibawakan oleh Hiro Whardana dari operator 3. Kita semua sudah tahulah ya kalau traffic internet Indonesia itu paling banyak dari mobile. Bukan dari ponsel-ponsel canggih BlackBerry, tapi dari ponsel-ponsel cupu (feature phones), seperti Nokia pisang atau Nexian. Hiro semalam bilang 70%-nya didominasi oleh ponsel seperti ini.

Kalau di luar negeri sana, setiap transaksi daring menggunakan kartu kredit. Wajar, karena kartu kredit dimiliki oleh hampir setiap orang, dan sudah menjadi bagian dari kehidupan sehari-hari. Di Indonesia, pemilik kartu kredit tidak banyak (kalau dibandingkan dengan populasinya). Masih akan butuh waktu lama menunggu pengguna internet Indonesia memiliki kartu kredit (dan berani menggunakannya).

Perlu ada alternatif metode transaksi daring. Karena mayoritas masyarakat Indonesia punya telepon, maka yang paling logis adalah menggunakan pulsa telepon sebagai alternatif metode transaksi. Setiap transaksi akan mengurangi nilai pulsa yang dimiliki pengguna.

Salah satu studi kasus yang menarik dijadikan contoh adalah game Gang Wars. Anda bisa memainkannya dari koneksi internet di rumah, atau di ponsel apapun. Namun kalau Anda menggunakan jaringan 3, akses ke situs ini dibebaskan dari biaya. Biasanya dalam setiap jenis game, selalu ada cara untuk menaikkan kemampuan diri dengan cara membeli special item. Di game Gang Wars ini, Anda bisa membeli Poin Hormat.

Yang menarik adalah, Anda hanya bisa membeli Poin Hormat kalau Anda menggunakan jaringan 3. Biaya pembelian Poin Hormat ini akan langsung diambil dari pulsa yang Anda punya. Kata Hiro, traffic harian game ini mencapai 100.000 kunjungan per hari. Potensinya sangat besar, dan uang yang didapatkan sangat jelas.

Model bisnis ini tentunya bisa diadaptasi dengan beragam jenis konten mobile lain. Masih banyak konten game lain yang bisa diadaptasi dengan model bisnis seperti ini. Pihak operator akan membantu publikasinya dan menggratiskan akses ke situsnya. Kalau gratis, pengguna tentu nggak akan sungkan untuk berkunjung terus-menerus. Sambil berkunjung, transaksi digital bisa dilakukan sebagai bagian dari aktivitas game. Hasilnya tentu berupa revenue sharing antara pihak operator dan pengembang game.

Ada yang tertarik untuk mencoba?

Artikel ini ditulis oleh: Pitra Satvika (@pitra)
Sehari-hari bisa ditemui di Stratego, sebuah digital agency yang membangun pengalaman digital untuk brand di ranah online dan event. Pecinta social media, fotografi, dan menulis. Penulis blog ini sejak Juli 2005.

8 komentar »

  • sibair :

    Seperti postingan mas pitra sebelumnya ya.. pengakses terbanyak memang melalui ponsel… tapi ponsel-ponsel yang katanya “cupu” itu emang murah dan lebih banyak pemakainya kan.. paling-paling buat update facebook πŸ˜€

  • Deny Gnasher :

    Sepertinya saya masih belum tertarik, masih setia sama Twitter πŸ˜€

  • ryan :

    trus kalo gak punya kredit, itu user ngebayarnya pake apa?

  • Joyo Plencing :

    Hi ..aku gak komen kok cm pgn ijin ngucapin salam kenal ya..salam dari blogger jogja..buat temen2 yg mbaca ini,salam kenal jg ya..salingberkunjung yuk,klo berkunjung pasti aku buatkan kopi wes,gmn..?ditunggu ya..
    http://jogjakunyaman.co.cc

  • kurniasepta :

    jadi operator seluler banyak untungnya ya? πŸ˜†

  • kacahati :

    pasti selalu pihak operator yg diuntungkan!!! πŸ™
    kacahati baru saja menulis..Mengintip Sistem Operasi Windows 8

  • kindlefire :

    memang betul banyak sekali aplikasi social yg sudah beredar di masyarakat, apa lagi klo bukan pendapatan yg menjanjikan πŸ˜€
    kindlefire baru saja menulis..Amazon Kindle Fire

  • ari :

    gw udah level 150++ add gw nick name gw : UBAH

Tinggalkan komentar Anda!

CommentLuv badge