Home » Online Living

Klout dan +K

4 June 2011 5,327 views 8 komentar

Untuk yang aktif di Twitter, mungkin sudah familiar dengan situs Klout. Situs ini, dengan algoritmanya sendiri, mencoba mengecek karakteristik seseorang berdasarkan aktivitas hariannya di Twitter, Facebook, dan LinkedIn. Klout akan mengkategorikan seseorang masuk karakteristik tertentu berdasarkan tingkat partisipasi aktif, seringnya berbagi info, konsistensi, dan fokus/melebar dalam membahas sesuatu (tapi jangan tanya ya bagaimana mereka menganalisa itu semua).

Saat ini memang belum ada pengukuran social media yang bisa dijadikan acuan standar. Banyak pengembang yang saling berlomba, dengan harapan nantinya metode dan tools merekalah yang dijadikan acuan. Klout memang yang kini terlihat lebih unggul dibanding lainnya. Apalagi situs ini gratis, sementara banyak situs lainnya menerapkan bayaran yang kadang tidak murah.

Melalui Klout, kita bisa melihat Klout Score yang berubah-ubah seiring dengan aktivitas kita di Twitter, Facebook, dan LinkedId. Total Klout Score ini diukur berdasarkan 3 faktor: network influence (seberapa kuat pengaruh orang-orang di jejaring kita), amplification probability (seberapa kuat pesan kita teramplifikasi), dan true reach (seberapa besar peningkatan audiens kita). Tiga faktor ini menjadi penentu nilai total Klout Score. Semakin tinggi Klout Score, berarti semakin bepengaruh kita di antara rekan-rekan dalam jejaring kita.

Klout juga mencoba menerka-nerka topik apa yang sering kita bicarakan. Sepertinya, karena tweet kita banyak yang menggunakan bahasa Indonesia, apa yang diterka mesin Klout belum tentu benar. Mungkin itu sebabnya Klout lalu mengeluarkan fitur +K. Idenya adalah, biarkan audiens kita yang menilai apakah topik yang diterka oleh Klout ini benar atau tidak. Kalau benar, silakan berikan +K ke topik tersebut. Semakin tinggi +K yang diberikan orang lain terhadap topik yang kita bahas, maka bisa dibilang semakin besar otoritas kita terhadap topik tersebut.

Caranya nggak susah. Langsung saja buka profil Klout seseorang, misalnya ini. Lalu berikan +K terhadap topik yang muncul di profil itu. Pastikan +K itu sesuai dengan karakteristik profil orang itu. Setiap hari, maksimal hanya lima +K bisa kita berikan kepada orang lain. Pemberian +K ini tidak ada hubungannya dengan algoritma perhitungan Klout Score. Jadi semakin banyak +K yang kita terima dari orang lain tidak lalu membuat Klout Score kita menjadi semakin tinggi. +K hanya akan membantu menjelaskan tipe-tipe topik apa yang sesuai dengan kita bicarakan sehari-hari di social media.

Melalui Klout kita pun bisa mengetahui, tidak selalu seseorang yang punya follower tinggi di Twitter memiliki Klout Score yang tinggi pula. Kalau isi tweetnya tidak menarik, tidak pernah mendapat retweet, sedikit mendapat balasan, dan tidak pernah berinteraksi dengan follower-nya, maka Klout Score orang tersebut pun akan rendah. Nggak percaya? Coba saja cek Klout Score Beyonce Knowles.  Meski punya jutaan follower, tapi tidak pernah menulis tweet berarti ia bisa dibilang tidak punya pengaruh sama sekali.

Pengukuran Klout Score belakangan ini menjadi salah satu faktor pemilihan seseorang menjadi buzzer sebuah brand. Tingkat interaksinya di Twitter dan betapa besarnya jumlah tweet yang direspon oleh pengguna lain menjadi faktor penting pemilihan akun Twitter itu untuk membantu menggaungkan nama brand di Twitter. Lebih banyak lagi tentang ini akan dibahas di tulisan mendatang saja ya!

Artikel ini ditulis oleh: Pitra Satvika (@pitra)
Sehari-hari bisa ditemui di Stratego, sebuah digital agency yang membangun pengalaman digital untuk brand di ranah online dan event. Pecinta social media, fotografi, dan menulis. Penulis blog ini sejak Juli 2005.

8 komentar »

  • sibair :

    klout 63 dengan follower cuma 600 itu termasuk besar gak mas pit? tapi kenapa aku dapet broadcaster dan si rusa dapet tought leader padahal kloutnya sama 63 😀

  • bukik :

    Yuhuuuuu…….asyik nih +K…….bisa lebih jelas topik dari seorang influencer. Kata kunci yang paling sering di tweetkan, diverifikasi oleh followernya
    bukik baru saja menulis..Miss Indonesia 2011- Popularitasnya di Twitter

  • nanath :

    Tapi kalo beyonce yang ngetweet ttg sesuatu, atau ladygaga yang ngetweet, itu pasti ngaruh sih walau mereka ngga pernah interaksi sama followersnya. Seperti halnya teori jarum hipodermik. Tapi mungkin kalo aku yang ngetweet, teori itu nggak berlaku juga 😀

  • Monitor Kemajuan Radio Twitter Kita 1 « bukik ideas :

    […] Ketiga, faktor yang perlu dilihat adalah Influential About, yang berisi topik-topik yang terkait dengan suatu akun. Akun @Pandji  diyakini Klout berpengaruh pada 3 kata kunci utama: musik, selebriti dan demokrasi. Akun @Nukman diyakini Klout berpengaruh pada 3 kata kunci utama: social media, media dan blogging. Menariknya kata kunci ini bisa diverifikasi oleh para follower melalui fasilitas yang disebut +K. […]

  • kurniasepta :

    wahh klout saya masih rendah, 53 an 🙁

  • Rusa :

    Rusa masih bingung sama pangkat2nya itu 🙂

  • Hasil Survei Klout | Benarkah saya Geeks?? | Blog Personal Frenavit Putra :

    […] tentang Klout dari sini Postingan Terkait:Saya dan Radio […]

  • Eko Eshape :

    Salam.

    Minggu lalu aku daftar klout dan nilaiku 65, eh minggu ini kok lamngsung nangkring di 70 ya.
    Keseringan ngetwit kali ya?

    Salam sehati

Tinggalkan komentar Anda!

CommentLuv badge